
Selamat Membaca ๐น๐น
'Tokโฆ. Tokโฆ. Tok..'
Nisya yang mendengar ketukan pintu segera membukakan pintu, hingga terlihat seorang pria yang sedang berdiri di depan pintu
"Assalamualaikum?" Katanya saat melihat Nisya membuka pintu
"Waalaikumsalam!, Pak Vano udah Dateng? Tunggu sebentar pak?" Kata Nisya
"Yaudah saya tunggu di mobil, Tika juga udah disana?" Tanya Vano .
"Iya pak!" Kata Nisya masuk ke kamarnya mengambil tas, Vano ia menunggu di mobil. Setelah mengunci pintu Nisya berjalan menuju mobil Vano
"Maaf ya? Bunda lama?" Kata Nisya saat membuka pintu mobil depan
"Gak papa bunda! Ayo sekarang kita main?!" Kata Tika yang duduk didepan
"Gol" kata Nisya memangku Tika, setelah Nisya masuk Vano menjalankan mobilnya, Nisya dan tika memilih bercanda dan bermain bersama, Nisya yang juga usil membuat Tika agak sebal
'cup' cium Nisya di leher Tika
"Bunda geli!" Kata Tika menggeliat
"Cup" cium Nisya lagi
"Ih,,,, bunda?" Kata Tika merengek
"Cup,,,,cup" cium Nisya dua kali
"Bunda?!" Kata Tika yang mulai sebal
"Cup,,,,cup,,,cup,,,,cup" kini Nisya mencium seluruh wajah Tika
"Bunda ih sebel?"kata Tika mendorong wajah Nisya, tetapi Nisya ingin mencium wajah Tika
"Ayah bunda mau cium lagi?!" Kata Tika masih memegang wajah Nisya agar menjauh
"Bunda mau cium Tika manis!" Kata Nisya semakin maju
"Ayah?!" Kata Tika dengan agak keras
"Nis udah, nanti marah anaknya?" Kata vano dengan menggeleng dan senyum tipis
"Iya Tika cantik, manis,,,cup" kata Nisya diakhiri ciuman di hidung Tika
"Bunda ih,,,, marah nih?"kata Tika menyilangkan tangannya didada
"Ih masak anak bunda yang imut ini marah sih?" Kata Nisya dengan menutup mulut dan menjauhkan kepalanya
"Bunda ngeselin?!" Kata Tika memanyunkan bibirnya
"Masak?" Kata Nisya
"Bunda?" Kata Tika kesal dengan rengekan
"Iya anak bunda yang imut?!" Kata Nisya memeluk Tika
__ADS_1
"Masih lama Bun?" Tanya Tika saat dipelukan Nisya
"Tanya ayah dong? Kok tanya bunda? Kan yang mau ngajak ayah?" Kata Nisya belum melepas pelukan
"Ayah masih lama ya?" Tanya Tika
"Enggak itu udah sampai?"kata vano menunjuk depan dan terlihat arena bermain yang besar
"Wah ada water boom?" Kata Tika saat melihat depan
"Iya, mau main disana?" Tanya Vano
"Mau mau!" Kata Tika semangat
"Lha saya gak bawa baju renang, sama ganti pak?" Kata Nisya
" Nanti beli disana mungkin ada?" Kata vano memberi solusi
"Terserah deh, yang penting ganti" kata Nisya
"Yaudah cari parkir sekalian beli tiket" kata vano segera mencari parkir, setelah mencari parkir mereka menuju pembelian tiket masuk.
Setelah mendapat tiket, Nisya mencari baju untuk ganti, Vano dan juga Tika juga membeli, Nisya memakai pakaian renang lengan dan baju panjang, Tika ia hanya pakai celana dan baju pendek, Vano ia memakai celana pendek dan baju pendek
Kemudian mereka bermain main di waterboom, setelah merasa lelah dan dingin mereka Mengganti bajunya kembali, dan membeli makanan di kedai dekat waterboom
Kini mereka sedang duduk menunggu pesanan datang. Sambil menunggu mereka mengobrol
"Bunda, mau gak tinggal sama Tika sama ayah?" Ajak Tika
"Eh,, Tika udah sekolah belum?" Tanya Nisya mengalihkan topik pembicaraan karena ia bingung ingin menjawab apa, Vano hanya menghela nafas halus
"Nanti kalau udah sekolah harus belajar yang giat oke?" Kata Nisya
" Siap nanti Tika bakalan sekolah yang rajin biar bisa kayak bunda sama ayah?" Kata Tika dengan senyum
" Kenapa Mau jadi kayak ayah sama bunda?" Tanya Nisya melirik Vano dan melihat Tika lagi
" Mau jadi bunda baik, pinter, mau nolongin orang kan bunda jadi dokter, jadi Tika juga pengen sembuhin orang orang, nanti juga bisa sembuhin orang yang Tika sayang?" Kata Tika dengan senang
"Terus kenapa mau kayak ayah?" Kini tanya Vano
" Ayah masih sempetin Main sama Tika walau ayah sibuk, jadi nanti kalau aku jadi dokter aku bakal ada buat ayah terus, ayah juga baik, sayang sama Tika!" Kata Tika dengan senang juga
Wah Tika pinter ya?" Kata Nisya ingin mencium pipi Tika
"Anak ayah udah besar?" Kata vano ingin mencium pipi Tika. Danโฆ.
Cup,, cup
Cium Vano dipipi Tika sebelah kiri dan cium Nisya di pipi Tika sebelah kanan, dengan bebarengan, mereka tidak melepaskan ciuman dan saling melirik saat sedang mencium pipi Tika
Hingga perkataan Tika membuat mereka melepaskan ciuman di pipi Tika
"Tika juga sayang bunda ayah?" Kata Tika
"Iya" kata Nisya dan Vano setelah melepaskan ciuman dari pipi Tika
__ADS_1
Setelah mereka makan mereka ingin pulang karena Nisya harus kembali ke rumah sakit, kini mereka sedang berjalan menuju mobil, Tika digendong Vano, Nisya ia berdiri di samping Vano
"Bunda main nya udah?" Kata Tika sedih
"Iya bunda harus balik ke rumah sakit?" Kata Nisya
"Kalau bunda tinggal sama Tika, pasti Tika bisa main sama bunda?" Kata Nisya dengan mata berkaca-kaca
"Besok main lagi gimana? Besok bisa gak ke rumah sakit?" Kata Nisya memberi solusi tanpa membahas untuk tinggal bersama Vano dan Tika
"Bener?" Kata Tika dengan mata berbinar
"Bener dong gimana?" Kata Nisya
"Mau, besuk main lagi?" Kata Tika dengan senang. Kemudian mereka masuk mobil karena sudah sampai di parkiran, Setelah memasuki mobil, mobil melaju melewati jalan yang padat
Di dalam t3rsa hening karena tidak ada pembicaraan, Tika ia tertidur karena kecapekan dan nyaman di pelukan Nisya. Kemudian Vano angkat suara
"Kamu sudah punya pacar?" Tanya Vano masih fokus menyetir
"Belum?" Jawab Nisya menatap Vano
"Terus laki laki yang biasanya itu? Kalau gak salah nama Arka siapa kamu?" Tanya Vano menatap Nisya dan melihat jalan lagi
"Oh, Arka, dia itu sahabat saya" kata Nisya memberi tau
"Oh"balas Vano singkat hingga mereka kembali hening,
Mereka diam hingga perkataan Vano membuat Nisya kaget
"Mau menjadi ibu untuk anak anak ku?" Tanya Vano dengan menatap lembut Nisya dan berhenti di depan rumah sakit karena sudah sampai
"Bapak bercanda ya?" Kata Nisya yang menangkap perkataan Vano candaan
"Kali ini saya gak bercanda?" Kata vano lagi
"Eh? Sa-" sebelum selesai bicara Vano terlebih dahulu bicara
"Tidak harus kamu jawab sekarang kok, besok juga boleh?" Kata vano lembut dan senyum manis
"Maaf saya belum bisa jawab sekarang?" Kata Nisya tak enak
"Tidak apa apa, saya paham kamu terlalu kaget?" Kata vano mengerti
" Sekali lagi maaf, kalau begitu saya masuk?" Kata Nisya keluar dan menaruh Tika di jok depan lagi
"Baiklah semangat?" Kata vano
"Terimakasih, Assalamualaikum?" Kata Nisya berlalu
"Waalaikumsalam!" Jawab Vano. Setelah Nisya sudah tak terlihat Vano bergumam
"Saya sudah mantapkan hati saya buat kamu? Semoga kamu mendapat jawaban yang membuat saya dan Tika senang?" Kata vano gumam dan melanjutkan mobilnya ke kantor dengan Tika yang tertidur
Nisya ia masuk rumah sakit, saat di jalan ia melamun memikirkan perkataan Nisya sesekali mengacak rambutnya sedikit hingga ada yang memanggilnya,
Nisโฆ.
__ADS_1
...maaf bila masih banyak kesalahan, novelnya alurnya slow jadi agak lama mungkin ๐ ...
*** Jangan lupa like, komen, vote, bintang ๐๐๐๐, dan favorit