Ibu Untuk Anakku Dan Istri Untuk Diriku

Ibu Untuk Anakku Dan Istri Untuk Diriku
KARENA.....


__ADS_3

Selamat Membaca 🌹🌹


Flash back on mimpi Nisya 


Aku tertidur setelah sholat istikharah, aku berbaring dengan tenang, hingga aku berahir di mimpiku dengan wanita itu. 


Aku berdiri di dekat pingiran pantai, aku masih fokus dengan hamparan pasir, dan lautan biru didepanku, hingga suara beberapa orang membuyarkan pikiran ku 


Aku menohok melihat ke arah asal suara, disana ada keluarga kecil yang bahagia dengan wanita itu hamil besar, wanita itu menatapku kemudian ia mengedipkan mata nya


Aku bingung karena tiba tiba aku berada di sebuah danau, aku melihat keseliling, sunyi itu lah yang aku rasakan sekarang, aku berjalan mendekati sebuah perahu namun aku tak menaikinya hanya aku berdiri di depannya 


Hingga seseorang mengagetkan ku, wanita itu datang dengan mengendong bayi ditanganya, imut sekali dan rasanya aku ingin memeluk dan menciumnya. Wanita itu berjalan mendekati ku dan menyerahkan bayi itu tanpa berkata apa pun 


Aku didorong hingga aku berada di atas perahu, aku bingung aku segera ingin naik ke atas lagi, namun itu tak berhalasih karena, wanita itu mendorong perahu itu hingga perahu berjalan menuju ketengah 


"Hai?!" Kata ku dengan berteriak dan mengendong bayi itu agar tidak jatuh


"Hai?!" Kata ku yang mulai panik hingga aku kembali sadar 


Flash back off


"Jadi seperti itu?" Tanya bunda 


"Iya Bun, cuman itu yang di ceritain sama aku" kata Nita menatap Nisya yang terbaring lemah 


"Apa itu almarhummah istri Vani?" Tanya bunda 


"Untuk itu sih, aku ngak tau Bun!" Kata Nita mengeleng, pada saat itu ada yang membuka pintu 


"Assalamualaikum?" Kata Vano dan Tika membuka pintu 


"Waalaikumsalam!" Jawab Nita dan bunda dari dalam 


"Tante? Nenek ini siapa?" Tanya Tika menatap Nita 


"Dia bundanya, bunda Nisya" kata Nita 

__ADS_1


"Hallo nenek?" Kata Tika menyapa bunda Nisya 


"Halo, panggil eyang uti aja ya?" Kata bunda Nisya lembut 


"Maaf, tante kalau baru bisa datang lagi?" Kata Vano dengan menunduk kepala 


"Tidak apa apa, makasih juga sudah membawa Nisya ke rumah sakit?" Kata bunda Nisya


"Sama sama Tante" jawab Vano 


Tika yang sudah tidak di gendong Vano mendekati Nisya, kemudian ia duduk di ranjang dekat Nisya 


"Bunda kenapa belum bangun?" Tanya Nita memegang tangan Nisya 


"Bunda lagi istirahat, jadi tidur" kata Bunda Nisya mengelus kepala Tika 


"Apa karena Tika? Bunda jadi begini?" Tanya Tika menatap Bunda Nisya 


"Engak kok, ini udah takdir dari Allah, jadi bukan salah Tika, Tika ngak boleh nyalahin diri sendiri ya?" Kata Bunda nisya 


"Apa ada perubahan?" Tanya Vano 


"Tidak ada perubahan dalam tubuhnya, tapi tadi dia ngerespon dia menagis sambil mengerakan tanganya" kata Nita


"Waktu pertama Di disini, dia juga ngerespon seperti itu, tapi belum ada tanda dia bangun" kata Vano yang mengingat dudlu saat mengengam tangan Nisya 


"Apa yang ada dipikiran Nisya?" Kata bunda menatap anaknya yang tak kunjung sadar 


"Sabara Bun, semoga aja cepat sesar" kata Nita mengengam tangan Bunda Nisya 


"Iya" kata Bunda dengan senyum 


Sudah tiga hari sejak Nisya mengalami kecelakaan, kini adalah hari ke empat Nisya dirumah sakit, seperti hari biasanya, Vano dan Tika akan pergi ke rumah sakit pagi pagi sekitar pukul 8, Vano akan ke kantor saat siang hari sekitar jam 10. 


Vano dan Tika sudah berada di lobi rumah sakit, menuju kamar Nisya, saat dijalan ia berpapasan dengan ayah Nisya dan kakaknya siapa lagi kalau bukan Angga 


"Vano?!" Kata Angga memangil Vano saat melihat Vano tak jauh darinya 

__ADS_1


"Assalamualaikum?" Kata Tika dan Vano 


"Waalaikumsalam" kata ayah Nisya dan Angga 


"Mau ke kamar kakak? Eh Nisya?" Tanya ayah yang terbiasa memangil Nisya dengan kakak


"Iya om" kata Vano


"Sekalian, bareng ayah sama gue " kata Angga { aku bingung cara bicaranya Angga, nanti malah terkesan sombong gimana git}


"Ya ngak papa" kata Vano. Kemudian mereka menuju ke kamar Nisya


Saat sampai disana, mereka mengobrol bersama hingga keluarga Nisya pergi karena ada hal yang harus diselesaikan. Didalam ruangan itu masih tertinggal Vano dan Tika mereka duduk di dekat Nisya 


"Ayah? Bunda masih lama bangunnya?" Tanya Tika memegang pipi Nisya 


"Doa in aja ya biar, ceper sembuh" kata Vano mengelus kepala Tika 


Tiba tiba Nisya mengerjabkan matanya, Tika yang melihatnya langsung bicara dengan Vano 


"Ayah,,, mata bunda tadi bergerak?" Kata Tika menatap Vano 


"Iya kah?" Kata Vano kaget dan segera mendekati Nisya agar lebih dekat dan mengusap kepala Nisya 


"Sasa?" Kata Vano mengusap kepala Nisya 


"Nisya?! Hai?" Kata Vano lagi dengan mengelus pipi Nisya 


"Bunda? Tapi bunda mau bangun!" Kata Tika memegang lengan Nisya 


"Mungkin bunda lagi, kenapa gitu" kata Vano dengan menenagkan Tika 


"Tapi tadi bund- " kata Tika terhenti karena,,,,,,


...**Maaf bila masih sedikit, karena aku masih banyak tugas sekolah yang menumpuk, karena dua, tiga hari kemarin sinyal jelek banget...


^^^jangan lupa like, komen, vote, bintang lima, dan favorit**^^^

__ADS_1


__ADS_2