
Vano yang merasa kesal dan pusing memeikirkan wanita yang diceritakan terus menerus oleh anaknya pun segera pergi kekamarnya dan tidur karena merasa lelah ia langsung tertidur. Sedangkan Nisya
POV Nisya
Kini akau dan Nita sedang tiduran dikasur lantai di bawah samping tempat tidur. Mereka sedang mengobrol dan melukis sebuah pemandangan alam yang menakjubkan.
" Nita..." pangilku ke Nita yang masih fokus dengan lukisannya dan tidak memperhatikan ku
" hmmm" jawabnya berdehem dan tetap melanjutkan acara melukisnya
" tadi gue ketemu tika " jawabku dan meletakkan alat melukisku
" hah? Tika? Tika anak kecil kemarin yang kita temuin lagi nagis?! " tanyanya dengan meletakkan alat lukisnya.
" iya sedih gue ? " kataku dengan melihat ke arah Nita
" Sedih kenapa emangnya? " tanyanya penasarang
" Tadi itu gue ketemu dia di taman sama pengasuhnya, terus gue ngobrol - ngobrol sama pengasuhnya, kan gue tannya di mana orang tuanya kok ngak pernah ajak tika main? Kan gue ketemu tika 2× juga sama pengasuhnya ya gue tannyalah! " jelasku ke Nita
" Terus pengasuhnya jaqab apaan? " jawabnya dengan menatapku
" Sedih gue! Kasian di masih kecil" jawabku dengan pelan dan rasa iba namun masih di degar oleh Nita
" kasian kenapa emangnya?! Jangan bikin gue penasaran ih" katanya dengan kesal dan penasaran
"Itu ayahnya sibuk dikantor terus ada waktu luang cupan hari sabtu dan minggu kadang hannya hari minggu " jawabku lagi
"Terus ibunya kemana emangnya?" tannya Nita penasaran
"Ibu nya udah meniggal waktu ngelahirin tika, dan sekarang bpk nya ngak mau nikah lagi" jawabku dengan rasa kasihan
"Ayahnya masak ngak mau sih nikah lagi kasihan dong anaknya" jawabnya dengan kesal karena merasa kasihan dengan tika
"Ya mungkin belum ada yang cocok, kalau ada yang cocok pasti sama ayahnya engak sama anaknya kan juga tika harus punnya ibu sambung yang baik. Yang sayang sama dia engak sama bapaknya aja!" jawabku dengan menimang nimang apa yang telah aku katakan
" elo aja kalau gitu yang jadi ibu sambungnya, kayaknya elo sayang tuh sama si tika, bahkan tadi lo cerita apek kayak gitu" jawabnya dengan tersenyum
"Eh...ucapan adalah doa lho jangan asal ngomong, orang gue juga kagak kenal sama ayahnya, namanya aja kagak tau ngaco lo" jawabku dengan nada kesal dan nyolot
"Santai dong jangan ngegas kan gue cuman ngasal ngomong" " jawabnya dengan melanjutkan melukisnya
__ADS_1
" iya ....iya terserah elo aja" jawabku dan melanjutkan lukisanku yang akan segera selesai
"Eh...entar kalau udah terkumpul uang hasil lukisan ini mau buat apa?" tanny Nita
"Kita coba sewa ruko atau gedung yang gak terlalu besar entar kita buat galeri disitu sekalian buta online shop gimana?" jawabku memberikan pendapat
"Ide bagus itu jadi entar bisa dapet penghasilan yang lumayan gitu?! " tannyanya dengan girang
" iya Lah ide gue gitu loh" jawabku dengan senyum dan bangga
"Sombong lo" jawanya dengan melempar kuas bersih di sampingnya
"Eh..gue kagak sombong ya" jawabku membela dan mengambil kuas tersebut dan melemparkannya lagi ke arah Nita
" udah ih..nih punnya gue dah jadi tinggal nungu kering dan diposting" jawabnya dengan beranjak dari tempat duduknya menuju kamar madi
" gue juga udah selesai...lo cuci tangan sana gue mau beresin ini dulu" jawabku dan memerintah Nita
"Iya ini gue juga mau ke kamar mandi" jawabnya dan masuk ke dalam kamar madi.
Aku membereskan semua alat lukis itu dan segera pergi ke arah kamar mandi untuk cucimuka dan cuci tangan. Setelah Nita keluar aku segera masuk kekamar mandi dan melakukan apa yang akan aku lakukan. Setelah keluar aku melihat Nita yang sedang tidur di kasur, aku yang melihatnya juga ikut tidur dikasur hingga pagi hari tiba.
Malam cepat berlalu dan sekarang adalah pagi hari, hari ini aku memiliki kelas pagi dengan Nita. Aku sangat malas hari ini untuk pergi kekampus. Nita yang melihatku malas kekampus merasa aneh karen aku orang yang paling semangat pergi kekampus dibanding Nita namun sekarang aku merasa malas untuk kekampus. Ahirnya Nita bertannya
"Hari ini jadwal ngajarnya siapa?" tannyaku pada Nita
"Hemmmm kayaknya sih Pak Vano" sabil berfikir mengigat jadwal ngajar dosen
" ah..iya bener hari ini jadwalnya Pak Vano " imbuhnya lagi
"Dan gue tau lo pasti males kan ketemu Pak Vano " jawabnya lagi dengan menaik turunkan kedua alisnya
"Ih...lon geselin tau gak" jawabku dengan kesal
"Iya iya udah buruan ayok masak mau males malesan kuliah sih lo? Orang biasannya elo yang paling semangat ngajakin ke kampus kok, sekarang malah maes begini cuman gara gara Pak Vano" katanya lagi yang semakin membuatku kesal
"Lo pernah ngerasaain engak sih Nit ini pernah melayang ke elo" ancamku dengan mengangkat lightstik kpop ku yang ada di meja sofa
"Santai dong, makannya udah ayok buruan lo ganti terus siap siap biara ngak telat dan engak di hukum sama Pak Vano" katanya lagi
"Elo ya ngeselin tau ngak, sebek gue jadinya!" jawabku kesal dan pergi ke kamar mandi untuk mandi, stelah selesai ganti pakaian kami berangkat kekampus.
__ADS_1
Saat kami sudah memesan taksi online, taksi onlinenya sanagat lama datang, setelah menungu beberapa saat ahirnya taksi datang. Seaampainya di kampus ternyata sudah masuk dan Pak Vano sedang memberi materi, kami mengetok pintu kelas
Tok....tok....tok
Saat pak vano mendegar pintu diketuk ia kemudian menoleh dengan wajah datar dan menghampiri kami, saat samapai di depan kami ia kemudian menurup pintu kelas dan berkata
"Kenapa kalian telat" tanyanya
"Maaf pak tadi kami nugu taxi engak dateng dateng ahirnya telat" jawab Nita pelan
"Saya tidak suka ada orang yang tidak disiplin silahkan keluar saya tidak mengizinkan kalian masuk apapun alasannya" jawab nya lagi denagn tegas dan datar
"Maaf pak kan kami hannya telat 5 menit kenapa ngak boleh masuk pak?! " tannya ki dengan kesal dan agak meniggi
"Saya sudah bilang bukan saya tidak suka jika ada orang yang tidak disiplin" jwabnya dengan menatap tajam diriku
"Tapi kan hannya 5 menit pak boleh ya pak masuk?" pintaku dengan berharap
"Saya tidak mau tau silahkan mau apa tapi jangan masuk karena saya tidak mengizinkannya!" katanya lagi dengan tegas
"Tapi-" omoganku terpotong saat Nita juga ikut berkata
"Baik pak kalau begitu kami permisi" jawabnya dengan menarik ke menjauhi kelas, dan Pak Vano juga masuk kedalam kelas
"Ih..Nita apaan sih ?" jawabku kesal sambil menarik leganku
"Udah deh mending pergi aja fari pada debat kagak ada abisnya " sambil melepaskan tanganku
"Tapi kan tadi cuman 5 menit Nit " jawabku membela inginmasuk
"Heh...kita telat juga karna elo tau ngak si lo?" jawabnya kesal
"Iya...iya gue tau, gue salah terus kita mau kemana ?" tannya ku lgi
"Kemana aja yang penting jangan ke kelas" katanya sbil melihat sekeliling
"Yaudah yok ke perpus aja" kataku dengan berjalan menjauhi kelas.
Ahirnya aku dan Nita pergi ke perpustakaan kampus hingga menjelang istirahat barulah kami pergi dari perpustakaan menuju kantin.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
__ADS_1
Maaf bila ceritqnya banyak kqliamat yang taypo😅😅. Tapi terus dukung aku ya biar semangat up nya