
Hai semua pembaca setia aku, maaf ya baru bisa up lagi, hari hari berikutnya juga aku upnya gak menentu karena banyak tugas sekolah, sama tugas tugas yg lain, setia menunggu ya…
Selamat membaca ✨✨
Mereka semua masuk rumah baru dan duduk di ruang keluarga
"Kamu ke kamar aja istirahat kak?" Kata Bunda Nisya pada Nisya
"Di sini aja Bun" kata Nisya menolak
"Ke kamar aja istirahat, badan kamu belum pulih!" Kata ayah ikut memberitahu
"Iya iya" kata Nisya pasrah
"Kamar Nisya dimana?" Tanya Nisya
"Kamar atas no 2 dari tangga, di pintu kamar kamu juga ada nama kakak" kata Bunda Nisya
"Ydh, Nit ayok?" Aja Nisya pada Nita dengan berdiri
"Ayo sama gue" kata Nita ikut berdiri
"Tika ikut boleh?" Tanya Tika
"Disini aja sama ayah" kata Vano melarang Tika
"Gak papa kok pak, ikut saya ke kamar" kata Nisya mengganggu kan kepala
"Yaudah tapi jangan bikin berantakan kamarnya bunda Nisya ya?" Kata Vano
"Okeh ayah" kata Tika berdiri kemudian mendekati Nisya
"Okeh ayok kita ke atas" aja Nisya dan diangguki Tika dan Nita
"Yaudah Nisya, Nita sama Tika ke atas ya? Assalamualaikum" kata Nisya
"Waalaikumsalam"jawab semua nya
Nisya, Tika dan Nita berjalan menaiki tangga dengan hati hati karena Nisya juga yg masih lemas, mereka menaiki tangga hingga sampai di depan pintu kamar Nisya
"Bunda? Ini kamar bunda?" Tanya Tika saat di depan pintu kamar
"Iya, ayok masuk?" Kata Nisya
"Di buka dulu atuh" kata Nita dengan membuka kunci pintu
"Nah udah dibuka, ayok masuk" kata Nita lagi setelah membuka pintu
Mereka masuk kedalam kamar, di dalam tidak terlalu luas, kamarnya juga ber cat putih, pink, dan ada beberapa yg hitam, disana ada meja belajar, tempat tidur, meja rias yg tak terlalu besar, disana juga ada kamar mandinya
Mereka masuk kedalam dan duduk di sofa didalam kamar
"Kamar bunda nyaman" kata Tika
"Hahaha iya" kata Nisya menanggapi
"Gue gak di kasih kamar nih disini?" Kata nita memajukan bibirnya
__ADS_1
"Di kasih mungkin, kayaknya samping kamar gue, kalau mau nginep entar juga tidur di kamar gue juga" kata Nisya
"Yeh, nanti kalau lu udh nikah gimana?" Kata Nita
"Masih lama gue nikahnya" balas Nisya
"Lama gimana, bentar lagi juga lu nikah sama pak Vano" kata Nita
"Ayah sama bunda nikah? Berarti nanti bunda Nisya bakalan jadi bunda nya Tika beneran?" Kata Tika tiba tiba
"Iya nanti bisa jadi bunda kamu beneran" kata Nita dengan menaik turunkan alis dan menghadap Nisya
"Horeee" kata Tika senang sedangkan Nisya hanya bisa tepuk jidatnya
"Yaudah gih nis, istirahat gih" kata Nita
"Ayok bunda, bunda haru istirahat biar sehat" kata Tika ikut mengajak Nisya
"Iya ini bunda juga mau istirahat" kata Nisya berjalan menuju ranjang di ikuti Nita dan Tika
"Kalian mau tidur juga?" Tanya Nisya menatap Nita dan Tika
"Tika mau tidur sama bunda" kata Tika memangapi
"Gue juga capek mau tidur" kata Nita juga
"Yusah ayok tidur sama sama aja" kata Nisya, kemudian mereka tidur dgn Tika berada di tengah, Nisya di samping kanan dan Nita di samping kiri
Kita tinggalkan Nisya, Tika dan Nita tidur di kamar, kita beralih ke Vano yg masih berada di ruang keluarga dan sedang mengobrol bersama
"Nak Vano gak repot ngurus nak Tika sendirian?" Tanya bunda Nisya
"Cari ibu baru aja" kata ayah Nisya
"Hehehe iya om" kata Vano yg bingung menjawab apa
"Abang Vano punya rekomendasi sekolah SMA yg bagus gak bang disini?" Tanya Riki pada Vano
"Abang?" Kata Vano
"Eh? Ngak papa kan panggilnya Abang?" Kata Riki dgn cengir kudanya
"Oh iya gpp" kata Vano
Terus gimana bang?" Tanya Riki lagi
"Kalau SMA Abang gak tau, tapi kalau universitas tau, sekolah SMA di Dekat sini juga bagus, bagus semua nya lah" kata Vano menjawab
"Ouh" kata Riki mengangguk-angguk kan kepala
"Yudah lanjutin ngobrolnya, bunda mau ke dapur siapkan makan malam, ini udh sore juga" kata bunda berdiri dan berjalan menuju dapur
"Masaknya yg banyak ya Bun" kata Riki dengan berteriak
"Iya" balas bunda dengan teriakan
Mereka melanjutkan mengobrol sedangkan bunda memasak di dapur, sedang kan di kamar Nisya mereka juga masih asik dengan mimpi mimpinya, hingga waktu makan malam sudah mendekati dan semuanya sudah siap bunda Nisya juga sudah kembali ke ruang keluarga
__ADS_1
"Nak vano ikut makan malam sini aja ya?" Aja bunda Nisya pada Vano
"Aduh tante ngerepotin" Kat Vano
"Ngak ngerepotin, udh ngak papa, ikut aja ya" Kat bunda Nisya
"Iya Tante" kata Vano
"Riki kamu sana bangunin kakak kamu?" Kata bunda
"Masa mereka blm bangun?" Kata Riki
"Ngak tau bunda, makanya sana panggilin" kata bunda lagi
"Iya iya"kata Riki kemudian berjalan menaiki tangga
Riki berjalan saat sudah sampai di depan pintu ia mencoba mengetuk pintu namun tak ada jawaban dari dalam, karena tak ada jawaban Riki masuk ke dalam kamar Nisya, Nisya dan yg lainya juga masih tidur
"Gak yang kecil, gak yg besar sama aja kebo" kata Riki bergumam di depan pintu dan memandang 3 manusia yg tengah tidur pulas
Riki mendekati mereka iya ingin membangunkan Nisya tapi ia beralih ke Nita dan punya rencana mengerjainya
"Hehehe sekali kali lah ah" kata Riki dengan kekeh an. Riki mencari tali, dan menemukan tali di dekat ranjang ia mengikat kedua kaki Nita kemudian ia agak menjauh
"WOI BANGUN,,,, INI UDAH MALAM JANGAN TIDUR TERUS,,,,,, UDAH MAU MAKAN MALEM" TERIAK RIKI DENGAN KENCANG DAN MENGAGETKAN SEMUA NYA
"Ha mama mama" teriak Nita kaget
"Riki jgn trial trial" kata Nisya kesal
Namun tiba tiba terdengar suara
'bugh'
"Aduh sakit" Kat Nita meringis memegangi pinggangnya
"Riki, ini kerjaan lu ya?!" Kata Nita menatap Riki tajam
"Hahahah iya" kata Riki berlari keluar kamar
"Riki!!" Teriak Nita kesal
"Hahaha sakit nit?" Tanya Nisya pada Nita yg masih terjatuh
"Sakit lah, kau kira gak sakit jatuh begitu?" Kata Nita kesal
"Hahaha sukurin" kata Nisya degan tawanya
"Gak adik gak kakak sama aja" kata Nita dgn melepas ikatan di kakinya
"Hahaha yudah gih mandi terus turun" kata Nisya
"Iya" jawab Nita, kemudian mereka mandi dan turun ke bawah untuk makan malam
Di meja makan ternyata sudah berkumpul semua, dan tinggal Nisya, Nita dan Tika yg blm ada
...----------------...
__ADS_1
Hai semua maaf ya aku baru bisa up, semoga nanti up nya bisa teratur tapi itu susah karena tugas aku masih numpuk. okeh semangat
makasih buat yg masih setia menanti kelajutan ceritanya