
Selamat Membaca 🌹🌹
"Tadi bund-" perkataan Tika terpotong karena tiba tiba Nisya membuka matanya dan bergumam
"Tika?" Kata Nisya dengan tidak jelas
"Ayah? Bunda bangun!" Kata Tika kaget dan segera memangil Vano, Vano yang mendengar itu segera lebih dekat dengan Nisya
"Nisya? Minum?" Tanya Vano memberi minum ke Nisya, Nisya tak banyak berkomentar. Ia meminum pemberian Vano
"Aku panggil dokter?!" Kata Vano segera keluar mencari dokter. Setelah dokter masuk Tika dan Vano menunggu di luar
'creat' suara pintu kamar tamat Nisya dan keluarlah dokter
"Bagai mana dok keadaannya?" Tanya Vano pertama
"Alhamdulillaah, keadaannya sudah setambil, hanya butuh istirahat" kata dokter
"Terimakasih, boleh saya masuk?" Tanya Vano
"Silahkan, kalau begitu saya permisi" kata dokter dengan pergi, Tika dan Vano memasuki kamar rawat Nisya, disana Nisya masih terbaring namun sudah lebih baik keadaannya
"Tika kamu ngak apa apa kan?" Tanya Nisya saat Tika duduk di kasur samping tubuhnya
"Kamu gimana sih? Harusnya saya yang tanya keadaan kamu! Tika ngka papa karena kamu yang tolongin" kata Vano .
"Saya khawatir aja pak" kata Nisya
"Sudah, kamu istirahat" kata Vano
"Pak boleh tanya?" Kata Nisya
"Tanya apa?" Tanya Vano
"Bapak hubungi keluarga saya?" Tanya Nisya
"Iya, tapi mereka sekarang mereka baru pergi karena ada urusan" kata Vano
"Makasih pak" kata Nisya
"Saya yang harus berterimakasih karena kamu sudah menyelamatkan Tika?" Kata Vano dengan mengelus kepala Nisya
"Saya akan menyelamatkannya karena dia akan jadi anak saya" kata Nisya tersenyum
"Kamu Nerima lamaran saya?" Tanya Vano kaget
"Saya akan terima, namun saya akan kasih tau orang tua saya dulu" kata Nisya
"Tidak papa, saya tunggu" kata Vano tersenyum
"Kakak?! Alhamdulillaah!! Kakak bangun?!" Kata bunda tiba tiba dari arah pintu
"Bunda?" Kata Nisya tersenyum, bunda Nisya mendekati Nisya dan memeluk anaknya, Vano ia agak menepi
"Nisya ngka papa Bun" kata Nisya
__ADS_1
"Alhamdulillaah, kalau kakak ngak papa" kata ayah ikut mendekati Nisya dan mencium kening Nisya
"Aduh kakak? Tau ngak adik kakak yang ganteng ini kahawatir banget?" Kata Riki segera memeluk Nisya di bagian pingang
"Ih, lebay" kata Nisya menjitak kepala Riki
"Aduh,, sakit oi" kata Riki melepas pelukan dan mengusap kepalanya
"Abang kagak khawatir?" Tanya Nisya menatap Angga
"Khawatir lah, tapi kan udah baik baik aja" kata Angga
"Iya emang Nisya mah baik baik aja" kata Nisya, mereka melanjutkan berbincang bincang dengan duduk di sofa dan untungnya Sofanya lumayan lebar
Mereka mengobrol di sofa, sedangkan Tika ia bermain bersama Nisya yang masih berbaring di kasur
"Allahuakbar?! Nisya? Lo udah bangun?!" Triak Nita dari pintu dan membuat semua orang yang didalam kaget terutama Nisya
"astagfirullah? Kaget Nita!" Kata Nisya kaget
"Huaaaaa gue seneng banget" kata Nita segera memeluk Nisya dengan erat
"Tante kasihan bundanya?" Kata Tika
"He,,, he,,, maaf abisnya seneng banget" kata Nita melepas pelukan dan duduk di kursi dekat Nisya
"Hei? Salam nya mana nih?" Kata Riki
"Assalamualaikum" kata Nita memebri salam karena tau sindiran Riki
"Bun? Nanti kalau Nisya udah boleh pulang? Mau pulang kemana Bun? Masak mau ke Yogyakarta?" Tanya Nita menatap bunda Nisya
"Tadi Bunda, ayah, Riki,sama Angga beli rumah di dekat kosan kalian" kata buna Nisya
"Wah? Nanti Nita juga nginep ya Bun, yah?" Kata Nita
"Punya rumah kagak Lo? Numpang?" Kata Riki mengejek
"Siapa sih Lo? Sebel gue dengerin suara Lo?!" Kata Nita sebal
"Gue adiknya kak Nisya yang ganteng kayak pangeran!" Kata Riki
"Huek,,,, ganteng iya kalau di lihat dari puncak Monas" kata Nita
"Kalian ribut aja? Ini di rumah sakit?" Kata ayah Nisya tegas
"Nih Riki duluan Yah" kata Nita
"Lo kali?!" Kata Riki tak kalah sengit
"Udah udah" kata Bunda Nisya melerai
"Maaf semuanya, saya pamit mau ke kantor?" Kata Vano menyela untuk pamit
"Engak disini dulu nak?" Tanya Bunda Nisya
__ADS_1
"Engak Tante, masih ada kerjaan di kantor" kata Vano
"Tika mau disini sama Bunda?" Kata Tika yang tak mau pulang
"Tapi bunda mau istirahat, jadi Tika pulang ya?" Kata Vano
"Udah ngak papa nak, biar disini aja, nanti sore nak Vano jemput?" Kata Bunda
"Ngak usah Tante takut ngerepotin?" Kata Vano yang tak enak
"Udah ngak papa" kata ayah Nisya ikut menjawab
"Tika sama bunda aja ya?" Kata Tika .
"Iya" kata Vano
"Makasih Tante, Om, maaf kalau ngerepotin" kata Vano dengan berdiri
"Tidak apapap" kata Unda dengan senyum
Kalau begitu permisi. Assalamualaikum?" Kata Vano
"Waalaikumsalam" balas semua didalam, ssetelah Vano pergi dari ruang rawat Nisya, Riki juga ikut ingin pergi jalan jalan di daerah Jakarta. Didalam ruangan kini tertinggal Nisya, Tika , Bunda Nisya, dan Nita. Ayah lebih memilih ikut dengan Riki dan Angga jalan jalan
"Bun?" Pangik Nisya dengan mencoba berdiri dan menidurkan Tika karena Tika tertidur
"Ada apa?" Tanya Bunda mendekati Nisya dan membantu Nisya duduk
"Aku terima lamaran pak Vano?" Kata Nisya
"Alhamdulillaah dong?" Kata Nita nibrung
"Bunda hargai kepetusan kamu, asalkan itu baik buat kamu dan aku tak akan menyesal dengan keputusan kamu" kata bunda
"Aku ngak menyesal Bun, aku ada alsan tersendiri!" Kata Nisya Menatap wajah Tika yang tidur
"Apa? Dengan keadaan Tika?" Tanya Nita
"Iya, aku sayang sama Tika dan udah aku anggap seperti anak aku sendiri, aku juga mau Tika merasakan kasih sayang seorang ibu " kata Nisya berhenti sejenak
"Tapi, ada hal yang membuat aku menerima itu. Wanita yang selalu datang dimimpi aku dari awal hingga akhir ini adalah Mbak Syila mama Tika, dan yang membuat aku lebih mantap saat ia memberi bayi pada ku yang tak lain adalah Tika?!" Kata Nisya
"Bunda selalu dukung semua keputusan kakak!" Kata bunda mengelus tangan Nisya
"Rasa sayang dan cinta akan datang bila terbiasa, Nisya akan buka hati buat Paka Vano dan selama ini Nisya juga ngerasa nyaman bila dekat dengan dia" kata Nisya tersenyum
"Bunda, sama aku bakalan doain kamu yang terbaik kok?!" Kata Nita memeluk dari samping
"Nanti kita bicarakan sama ayah" kata bunda
"Iya Bun" balas Nisya dengan senyum di bibirnya
Dan tanpa mereka sadari ada sepasang telinga yang mendengarkan pembicaraan itu, siapa lagi kalau buka Vano. Ia berniat mengantar susu Tika namun ia mendengar pembicaraan itu Vano segera pergi tanoa memberikan susu yang ia bawa karena ia juga melihat Tika yang sudah tidur.
...**Maaf bila banyak kesalahan, jangan lupa tinggalkan jejak, sekedar like dan komen lah, tak usah vote, vote juga ngak papa...
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak**