
Selamat Membaca 🌹🌹
"Ar?" Kata seseorang dengan menarik Arka
"Nit?" Kata Arka saat melihat Nita
"Kenapa Lo disini? Bukannya Lo bilang pulang?" Tanya Nita
"Gue khawatir aja sama Nisya" balas Arka
"Oh, Lo udah move on?" Tanya Nita
"Gue bakal coba kok ngelupain perasaan ini" kata Arka dengan Hela nafas
"Ngak mau berjuang?" Tanya Nita
"Pak Vano juga udah ngelamar Nisya? Gue bisa apa?" Kata Arka bersadar didinding .
"Terserah elo aja sih, gue doain semoga dapet yang lebih baik dari Nisya?" Kata Nita menepuk bahu Arka
"Makasih, oh ya? Keluarga Nisya belum datang ya?" Tanya Arka
"Kemungkinan sih setengah jam lagi, kalau jalan gak macet" jawab Nita melihat jam tangannya
"Oh, yaudah deh gue pergi ya? Masih ada urusan?" Pamit Arka
"Oke, hati hati" kata Nita
"Assalamualaikum?" Kata Arka pergi
"Waalaikumsalam" kata nita, kemudian ia ingin membuka ruangan Nisya tapi sudah dibuka terlebih dahulu dari dalam
"Pak?!" Kata Nita kaget
"Bapak dengar?" Tanya Nita lagi
"Dengar apa?" Tanya Vano pura pura
"Pembicaraan saya sama Arka?" Kata Nita menunjuk dimana Arka pergi berjalan menjauh tadi
"Dengar dari awal hingga akhir kenapa?" Tanya Vano
"Bapak jangan salah paham" kata Nita takut Vano marah
"Kenapa salah paham? Nisya juga tidak ada rasa sama dia kan?" Kata vano enteng
"Iya juga sih?" Kata Nita mengaruk hidungnya yang tak gatal
"Yasudah, ada apa kamu kesini?" Tanya Vano kini
"Saya cuman ngasih tau pak, kalau keluarga Nisya mungkin tingal setengah jam lagi Dateng" kata Nita
"Yasudah, saya mau pesan makan kamu mau tidak?" Tanya Vano
"Boleh deh pak, kalau gratisan" kata Nita senang
"Dasar" kata vano mengeleng kepala dan segera menelpon Brian
📞→ Assalamualaikum?" Kata vano mengawali telpon
📞→. Waalaikumsalam! Ada apa? " Tanya Brian disebrang
📞→. Beliin gue makanan?" Kata vano
📞→. Makanan apa?" Tanya Brian
📞→. Terserah, dan masing masing 3 porsi sekalian makan bareng, Lo anter ke rumah sakit?" Kata vano meminta
📞→. Ruangan berapa?" Tanya Brian
📞→. Ruangan VVIP nomer 3" kata vano memeberi tau
📞→. Oke gue otw sekarang" balas brain dengan beranjak dari duduknya
📞→. Oke, Assalamualaikum?" Kata vano menutup telepon
📞📞→. Waalaikumsalam" kata Brian menjawab
"Kita tunggu sekertaris saya datang?" Kata vano pada Nita dengan menaruh hpnya di kantong jas
__ADS_1
"Iya" kata Nita, kemudian mereka masuk kedalam ruangan, mereka tidak ada yang berbicara, hingga sepuluh menit kemudian Brian datang dengan makanan ditangannya
"Assalamualaikum?" Kata Brian memasuki ruangan
"Walaikum salam" kata Nita dan Vano bersamaan, dan Nita belum sadar bahwa didepanya adalah Brian karena sibuk dengan hpnya
"Elo?" Kata Brian didepan Nita
"Elo?" Kata Nita menatap balik
"Ngapain Lo disini?x tanya Nita menatap Brian
"Lo sendiri ngapain?" Tanya Brian
"Kalian kenal?" Tanya Vano menyela
"Engak" kata mereka kompak
"Ngikut aje Lo?x kata Nita
"Elo kalik?" Kata Brian tak mau kalah
"Ini rumah sakit, jangan ribut, Nisya juga sakit?" Kata vano datar
"Iye iye?" Kata Brian dengan membuka makanannya
" Nih gue udah beli in " kata Brian membuka maknan yang ia bawa
Mereka makan selama 10 menit, sambil menunggu kesadaran nisA mereka mengobrol, saat mereka mwngobor tiba tiba pintu terbuka dan menampakan sosok wanita yang masih muda walau sudah berumur
"Kakak?" Kata wanita itu dengan langsung masuk dan mengagetkan mereka yang didalam
"Bunda?" Kata Nita menghampiri bunda Nisya
"Ayah, Abang? Sama Riki dimana Bun?" Tanya Nita
"Mereka masih di luar tadi bunda cepet cepet kesini, gimana keadaan nisya?" Tanya bunda
"Nisya koma, mungkin selama beberapa hari dia baru bisa sadar" kata Nita lirih dan menunduk
"Astagfirullah?" Kata bunda kaget Hinga ia memgang gi kepala nya yang tiba tiba pusing
"Bunda?" Kata 3 orang dari balik pintu dengan masuk
"Abang? Ayah? Riki?" Kata Nita saat melihat tiga peria didepan pintu
"Gimana keadaan nisya?" Tanya ayah
"Kakak koma yah" kata bunda memeluk ayah Nisya
"Astagfirullah?" Kata ayah kaget diikuti Angga dan Riki
"Bunda, sama ayah ngak usah khawatir, kemungkinan Nisya cuman koma beberapa hari aja kok" kata Nita menenagkan mereka
"Kaka?" Kata bunda menghampiri Nisya dan diikuti ayah
"Kalian siapa?" Tanya Angga menatap Vano dan Brian
"Di dosen aku sama Nisya kakak" kata Nita menunjuk Vano
"Kalau dia asistennya mungkin?" Kata Nita malas dan menunjuk Brian
"Kenapa bisa disini?" Kali ini tanya Riki
"Tadi pak Vano nolongin Nisya, kalau Brian dia nganterin makanan" jelas Nita
"Oh kalau tidak ada urusan kalian bisa pulang?" Kata Angga
"Tapi,,,," kata vano terpotong ucapan Angga
"Kenapa?" Tanya Angga
"Tidak apa apa, kalau begitu saya permisi" kata vano menarik baju Brian { umur Vano dan Angga sama}
"Kok diusir?" Tanya Nita
"Diakn cuman yang nganterin Nisya bukan?" Kata Angga
"Iya, tapi di udah ngelamar Nisya" kata Nita dengan gumaman kecil
__ADS_1
"Apa?" Kata Angga dan Riki bersama dan keget
"Jadi yang mana yang ngelamar Nisya nit?" Tanya bunda mendengar pembicaraan
"Tadi Bun, yang pakek jas warna item" kata Nita
"Bunda tau? Kok ngak kasih tau Angga sama Riki?" Tanya Angga
"Bunda belum kasih tau kalain, karena Nisya belum mengambil keputusan" kata bunda memandang Nisya
"Oh" kata Riki dan Angga
"Yasudah, kalian cari penginapan buat tidur?" Kata ayah
"Disini aja lah yah" kata Riki dengan duduk disofa
"Mau tidur dirumah sakit semua?" Kata ayah
"Ngak papa lah" kata Riki
"Terserah kalian aja" kata bunda
"Lho Angga kemana?" Tanya ayah
"Engak tau mungkin jalan jalan?kata Riki
"Yasudah, Yah Bun, Nita kembali lagi ya?" Kata Nita menyela
"Gue kagak dipamitin?" Tanya Riki
"Kagak perlu" kata Nita judes
"Yasudah terima kasih ya?" Kata bunda mengusap rambut Nita lembut
"Sama sama Bun, Assalamualaikum?c kata Nita pergi
"Waalaikumsalam" jawab mereka yang didalam
Sedangkan Angga ia menghampiri Vano yang sudah pergi tadi, ia sangat penasaran dengan perkataan Nita bahwa Vano melamar adik perempuan nya
"Vano?" Panggil Angga dengan nama Vano
"Ya?"kata vano datar dan berbik saat berjalan di lobi rumah sakit
"Saya ingin bicara dengan kami" kata Angga
"Bicara apa?" Tanya Vano
"Bicarakan disana saja" kata Angga menunjuk kursi tunggu di lobi dan agak jau keramaian
"Baiklah" kata vano dengan menuju kursi yang ditunjuk diikuti Brian dan Angga
"Kau melamar adik ku?" Tanya Angga tufhe poin
"Iya?" Kata vano bingung
"Apa kau yakin bisa menjaganya?" Kata Angga
"Saya akan menjaganya "kata vano yakin
"Apa?!" Kata Brian kaget
"Kenapa Lo?" Tanya Vano
"Kau melamar dia? Tapi kau tak memberi tu ku?" Kata Brian
"Belum ada waktu" kata vano singkat padat jelas
"Kau harus berjanji menjaganya, walau dia belum menjawab tapi aku yakin dia pasti bilang iya, dan jika kau menyakiti hatinya kau berurusan dengan ku?" Kata Angga dengan mengintimidasi
"Tenang saja bang, gue bakal jaga adik lokata Vano dengan menepuk pundak Angga
"Bang?" Kata Angga
"Kagak papa lah" kata vano, setelah mereka mengobrol Vano pamit kembali kerimah nya sekalian mengecek keadaan Tika
...**maaf kayaknya yang percakapan antara Vano dan angga kagak masuk akal ya? + kagak jelas (gaje) 😅😅. aku bingung jadi aku tambahin kayak gitu, he,,,,he,,,,he...
""" jangan lupa tingalkan jejak, masak oembavanya banyak yang like sedikit? 😭😭😭😭**.
__ADS_1