
Selamat Membaca 🌹🌹
"Apa?!" Kata Angga kaget
"Iya bang, Nisya kecelakaan, hiks" kata Nita dengan menangis
"Keadaannya bagaimana?" Tanya Angga khawatir
"Dokter nya belum keluar, padahal udah 30 menitan didalam" kata Nita dengan menutup wajahnya
"Kamu jaga Nisya disana, Abang bakal dateng, ini mau cari penerbangan yang cepat oke?" Kata Angga pada Nita
"Iya, bang. Hati hati, assalamualaikum?" Kata Nita mengakhiri telepon
"Waalaikumsalam" balas Angga segera menaruh hpnya dan menghampiri bundanya, yang menangis, dan menutup wajahnya dengan kedua tangan
"Bang? Gimana Kaka?" Tanya bunda
"Tadi katanya dokternya belum keluar jadi jangan banyak pikiran Bun" kata Angga perhatian
"Tapi kakak gimana?" Kata bunda dengan menangis dan memeluk Angga, saat sedang berpelukan ayah dan Riki datang dari seoan rumah karena membei obat untuk bunda Karen sempat pusing tadi
"Bunda kenapa?" Tanya Riki saat melihat bundanya
"Kakak!, Hiks,,,,hiks" kata bunda semakin menangis
"Kakak? Kak Nisya kenapa?" Tanya Riki dengan khawatir
"Nisya kenapa Bun?" Tanya ayah giliran
"Kakak kecelakaan, hiks,,,, hiks,,,, hiks" kata bunda dengan tangis yang semakin menjadi .
"Apa?" Kata ayah menjatuhkan obat yang ia pegang
"Sekarang kita tenang, terus kita cari penerbangan secepatnya biar bisa ke Jakarta, ya?" Kata Angga menenangkan
"Iya Bun, yah, mending kita siap siap?" Kata Riki mengikut
"Yasudah bunda disini aja, biar ayah sama anak anak yang beresin?" Kata ayah dan dianggurin bunda
Mereka mempersiapkan keberangkatan ke Jakarta pukul 13. 30, dan kemungkinan mereka sampai sekitar jam 14. 30. Mereka menyiapkan pakaian yang akan mereka bawa
Kita kembali lagi ke Vano, Nita, Arka, dan Tika yang panik karena belum ada kabar
"Dokternya lama banget? Ini udah hampir 30 menit?" Kata Nita dengan mengusap wajahnya
"Nit, jangan kayak gini? Tenang dong?" Kata Arka mengusap punggung Nita .
__ADS_1
Gimana gue mau tenang? Nisya didalam Ar?" Kata Nita memulai menangis lagi
"Udah sabar" kata Arka menenangkan nita, Vano ia memilih terdiam dan memandangi pintu UGD dan berdoa semoga Nisya baik baik saja
Tika masih menangis namun lebih tenang, dan terdengar cegukan Tika yang lama menangis, Vano juga memangku Tika dan mengusap lembut kepala anaknya itu
Sekitar 5 menit kemudian pintu ruangan yang mereka nanti terbuka dan keluarlah seorang dokter dengan perawat yang juga ikut keluar
"Keluarga pasien?" Kata dokter saat keluar
"Kami dok! Bagaimana keadaanya?" Tanya Nita langsung berdiri dan menghampiri dokter, Vano dan Tika pun sama ia langsung berdiri dan menghampiri dokter
" pasien sempat mengalami kekurangan darah,,," kata dokter terpotong
"Kekurangan darah? Tapi bagaimana sekarang dok?" Tanya Vano ikut cemas
"Kalian tak usah cemas, kamu sudah melakukan transmisi darah, untung saja stok darah rumah sakit masih ada, tapi,,,,,,," kata dokter menantang dan membuat mereka khawatir
"Tapi? Tapi apa dok?" Kini tanya Arka dengan menaikan volume suaranya
"Karena kehilangan banyak darah, kemungkinan membuatnya akan koma selama 2 atau 3 hari namun bisa juga selama 1 Minggu " kata dokter dengan Hela nafas di akhir kata
"Apa?" Kata Nita kaget dan hampir jatuh untung saja ditangkap Arka
"Lo gak papa?" Tanya Arka di digelegi Nita
"Kalau begitu saya permisi?" Kata dokter pamit
"Kita liat keadaan Nisya?" Ajak vano dan diangguki mereka semua. Mereka berjalan menuju dimana tempat Nisya dirawat, mereka masuk kedalam kamar itu, disana sudah terbaring, sosok yang mereka cari
"Nisya?" Kata Nita dengan menangis dan tertunduk di samping kasur Nisya
"Nis kok Lo bisa begini? Perasaan gue tadi pagi apa menandakan ini?" Nita dengan menangis dan mengental tangan kanan Nisya
"Nit jangan berlarut larut" kata Arka mengangkat nita
"Hiks,,,, hiks,,,,"kata Nita hanya menangis, Nita dan Arka duduk di sofa, kini Vano dan Tika mendekati Nisya yang terbaring dengan kepala dibalut perban namun tak terlalu banyak
"Bunda? Apa bunda gak mau bangun?" Kata Tika dengan duduk di samping Nisya, karena kasur nya luas jadi muat untuk 3 orangan
"Bunda maafin Tika? Bunda kayak gini karena Tika?" Kata tika dengan meneteskan air mata
"Udah bunda gak papa kok?" Kata vano menenangkan Tika
"Tapi bunda kayak gini karena nyelamatin Tika" kata Tika yang merasa bersalah
"Udah ngak papa"kata vano membelai kepala Tika
__ADS_1
Mereka diam di ruangan itu hingga Vano angkat bicara
"Kalian pulang saja biar saya yang jaga Niya?" Kata vano membuat semuanya menatapnya
"Tapi,,,," kata Nita terpotong Vano
"Tidak apa apa, kalian pulang saja biar saya yang menunggu Nisya hingga keluarganya datang?" Kata vano
"Saya gak akan pulang, karena masih ada sip sekalian saya nunggu bunda " kata Nita
"Kalau saya pulang saja, nanti kalau ada kabar hubungi saya?" Kata Arka karena sudah tak memiliki sip
"Terserah kalian saja" kata vano, hingga mereka keluar dan kini tinggal Vano dan Tika
"Kamu pulang oke?"kata vano pada Tika
"Tapi bunda? "Tanya Tika
"Bunda bakal ayah jagain, tapi tika pulang ok?" Kata vano membujuk
"Oke"kata Tika mengikuti, kemudian Tika pergi dengan sopir pribadi yang sudah ia hubungi, kini di ruangan tinggal mereka berdua dan terasa hening hingga Vano membuka suara
"Apa aku harus kehilangan lagi?" Tanya Vano menggenggam tangan mungil Nisya .
"Saya berdoa semoga kamu baik baik saja?" Kata vano lagi dengan menggenggam lebih erat
"Saya sayang sama kamu, memang saya belum cinta, tapi sakit hati aku bila melihat kamu seperti ini?" Kata vano menitikan air mata sampul menggenggam tangan Nisya dan menaruhnya di hidungnya
"Apa kamu bisa dengar aku?" Kata vano tetap pada posisinya, dan tanpa ia sadari Nita mendengar Vano berbicara
"Pak Vano suka dengan Nisya?" Kata Nita saat berjalan di dekat ruangan itu
"Semoga yang terbaik" kata Nita segera pergi, dan kini kembali lagi ke Nisya dan Vano
"Plisss,,, buka mata kamu?" Kata vano dengan menangis tanpa suara dan terdiam sendirian
"Buka mata kamu Sasa?" Kata vano dan meletakan tangan Nisya semula tanpa melepas pegangan. Saat menaruh tangan Nisya semula, ada pergerakan tangan dan membuat Vano kaget dan menatap wajah Nisya dan melihat mata Nisya yang mengeluarkan air mata
"Apa kamu mendengarku?" Kata vano dengan mengusap pipi yang terkena air mata, Vano terus mengengap dan mengusap tangan Nisya hingga ia merasa mengantuk dan mulai tertidur, saat ia tidur ada orang yang memasuki ruangan tersebut
"Aku bakalan coba ngelupain kamu?" Kata seorang pria yang baru masuk dan melihat Vano menggenggam tangan Nisya dialah Arka
"Semoga nanti kamu bahagia" kata Arka dan kembali keluar, karena hanya ingin melihat keadaan Nisya
Saat keluar ada yang menariknya
Ar?
__ADS_1
...**Hai,,,, aku kembali, jangan lupa tinggalkan jejak, maaf aku baru bisa up, tadi hp aku eror, aku cas padahal udah masuk eh aku buka malah 0%, terus mati, nah kalau udah mati hpnya susah banget ngisinya, jadi maaf aku baru bisa up, jangan lupa tinggalkan jejak nya,,,,bye,,,,,, bye,,,...
...dear you all my novel readers😘😘**...