Ibu Untuk Anakku Dan Istri Untuk Diriku

Ibu Untuk Anakku Dan Istri Untuk Diriku
GAK TAU JUDULNYA APA?


__ADS_3

✨ Selamat Membaca✨


"Assalamualaikum?" Kata Nita, Nisya, dan Tika saat sampai diruang makan


"Wa'alaikumsalam" jwab semua orang yg sudah berada di ruang makan


"Hehe lama Bun?" Tanya Nisya dengan duduk di kursi dekat ayahnya


"Lumayan lah" Kata bunda


"Yasudah ayok makan aja" kata Ayah dan diangguki semunya


Posisi mereka sekarang duduk di atas kursi dengan meja persegi panjang, dengan ayah di sebelah Nisya, kemudian bunda di depan ayah, Tika disampaing kanan Nisya, dan disamping Tika adalah Nita, sedang kan disampaing kanan bunda ada kak Angga, Riki kemudian Vano mereka makan dengan tenang dengan tika yg makan sendiri, dan hanya terdengar suara dentingan sedok dan garpu yg saling beradu diatas piring


Setelah selesai makan mereka berkumpul dan duduk di ruang keluarga, mereka saling mengobrol karena sudah malam vano mnegajak Tika untuk pulang


"Maaf Tante om, saya izin pamit soalnya udh malem" kata Vano


"Owh iya nak, gpp" kata bunda Nisya


"Tika pamit ya? Kuta pulang udh mlm"kata vano pada tika yg duduk disebelah Nisya


"Bunda Rika pulang ya? Besok kesini lagi" kata Tika


"Iya kalau kesini kalau ayah g sibuk aja ya? Kan solnya ayah kerja okeh?" Tanya Nisya


"Iya Bun, siap" kata Tika


"Assalamualaikum"kata Tika dan Vano kemudian meninggalkan rumah Nisya


Setelah vano dan tika pergi nisya memulai pembicaraanya pada keluarganya


"Bun? Yah? Mau cerita" kata Nisya


"Iya knp?" Tanya Bun dan ayah Nisya


"Eum aku dilamar pak Vano tapi itu lama udh berapa Minggu yg lalu, tpi baru aku kasih jawaban kemarin waktu di runah sakit" kata Nisya berhenti


"Waktu itu jg udh kasih tau bunda, ayah tqu kan?" Katq Nisya lagi


"Iya ayah tau waktu itu di kasih tqu bund, terus keputusan kamu waktu itu gmna? Tanya ayah Nisya dqn yang lqinya menyimak


"Aku terima yah, gmna? Gak papa kan?" Tanya nisya menatap bunda dan ayahnya


"Gak papa, bunda jg kasihan sama Tika, tapi kmu jg inget mungkin susah menjadi istri seorang duda, yah dia jg oernah menikah dn ini bukqn yg pertama kali nya" kata bunda Nisya


"Iya Bun, Nisya tau. Tapi Nisya jg kasian sama Tika, dan soal mimpi itu" kata nisya berhenti dn meneteskan air mata


"Wanita yg ada di minoi kamu ibunya Tika?" Tanya ayah


"Iyah diq ibunya Tika" kata nisya lirih


"Dan aku kqli ini seperti dapet amanah" kqta Nisya lagi


"Kita selalu ada, sudah tidak papa" kata bunda


"Kapan nak vano melamar resmim" tanya ayah


"Belum tau yah, nanti kalau udh pasti di kasih tau" kata Nisya


Saat nisyq bunda dan ayah mengobrol ternyata Nita, angga dan Riki jg mengobrol dengan bisik bisik


"Kacang ya kita?" Kata Riki pelan


"Iya nih, kacang sekarang mahal bgt dah ya" kqta Nita


"Kemarin kayaknya udh naik lagi harganya" katq Angga ikut berbicara


"Besok besok jgn beli duku dah, nunggu g pasarqn kacang aja" katq Riki


"Iya entar lu ya yg beliin?" Kata Nita


"Kak Angga aja tuh kan dia udh kerja byk duit" kata Riki


"Lagi blm gajian g ada duit gue" kata Angga


Saat mereka mnegobrol tuh tiba suara bunda mengangetkan mereka


"Kalin ngobrolin aoa sihm kacang? Kacang murh di pasar" kata bunda Nisya


"Astaghfirullah Bun! Ngomongnya kasih ab aba Bun, kaget" kata Riki memukullengan Nita di sampingnya


"Astaghfirullah Rik, tanggan lu sopan bgt ya?" Kata nita kembali membalas Riki


"Hhaha g sengaja, refleks" kata Riki menarik tangannya


"Udah ih berqntem Mulu kalian" kata kak Angga


"Dia aja yg mulai" kata Riki memebelq dirinya

__ADS_1


"Hah? Yakalik gue yng mulai ih" kata nita tak mau kalah


"Udah udah sana tidur udh mlm ini jgn berantem trs repot nanti" Kat ayah


"Kan dia duluan" kata Nita dan Riki


"Sudah sudah sana ke kamar tidur Nisya jg sana" kata bunda


"Iya Bun, yah" jawab semunya kemudian mereka kekamar masing masing, bunda dan ayah juga pergi ke kamarmya


Kini kita beralih ke Vano dan tika yg menuju perjalanan pulang, kini mereka di dalam mobil dengan Ano mengemudi karena supirnya sudah pulang duluan


"Ayah ayah, bunda Nisya bakal jadi bunda beneran Tika?" Tanya Tika semangat


"Hah?" Kata Vano yang blm mengerti arah tujuan pembicaraan Tika


"Ih, ayah mau nikah sama bunda Nisya kan?" Tanya Tika


"Kata siapa? Kmu tau dari siapa coba?" Tanya Vano yg masih fokus menyetir


"Eum tadi siang kata Tante Nita, berarti kalau ayah sama bunda Nisya menikah, bunda Nisya jadi bunda beneran Tika doang?" Tanya Tika dengan semangatnya


"Iya" jawab Vano singkat


"Yes, besok ke rumah bunda Nisya lagi?" Tanya Tika


"Buat besok g dulu ya? Soalnya ayah sibuk byk kerja kantor, gak papa kan?" Tanya Vano


"Yah tapi pgn main sama bunda" kata Tika tak bersemangat


"Waktu makan siang, ayah anterin gmna?" Tanya Vano lgi


"Wah serius kan yah?"tanya Tika kembali girang


"Serius g ya?" Kata Vano memancing Tika


"Ayah!" Kata Tika mengerucutkan bibirnya


"Hahah iya deh iya, besok ke rumah bunda lagi" kata Vano dengan kekehan


"Yes janji?" Tanya Tika


"Janji!" Kata Vano


"Yes" sorak Tika senang


"Tika tidur dulu ah di mobil ya? Kan masih agak jauh?" Kata Vano melirik Tika


"Tika kenapa g tidur tdi hah?" Tanya Vano melepas seatbelt


"Gak bisa tidur" kata Tika,


"Hm yaudah yok" kata Vano melepaskan Tika's seat belt


Kemudian mereka keluar mobil dan berjalan memasuki rumah yg besar yg dimilik oleh Vano tersebut, mereka masuk kedalam kemudian membawa Tika ke lantai atas dan membawanya ke kamarnya


"Cuci kaki lalu tidur ya?" Kata Vano menirunkan Tika dari gendongan ya saat smapai di dalam kamar


"Okeh, nanti ayah tidu sini ya?" Ajak Tika saat sudah turun dari gendongan Vano


"Iyah tapi ayah kerja dulu ya? Soalnya byk kerjaan kantor okeh?" Kata Vano jongkok di depan Tika


"Okeh" kata Tika, kemudian Vano membantu Tika mencuci kali dan gosok gigi


Setelah menidurkan Tika, Vano pergi ke kamarnya untuk menganti bajunya, saat sampai di dalam kamar ia memandang foto yg terpajang disana, wanita cantik yg sedang berdiri di hamparan bungga


"Sayang? Apa ini pilihan yg tepat? Aku tak mau berlarut larut lagi?" Kata Vano menghela nafas sebentar dan melanjutkan ucapannya


"Tika jg butuh kasih sayang seorang ibu, dan aku yakin pilihan ku sekarang bisa membuat Tika menjadi anak yg seperti anak biasanya, merasakan kasih sayang seorang ibu" kata Vano dengan tetap memandang foto itu dengan lekat


"Apa kau keberatan? Semoga tidak ya? Aku minta maaf kalau aku punya salah sama kamu, aku minta maaf" kata Vano memejamkan mata dan tanpa di minta satu bulir air mata jatuh di pipinya


"Huft sudah, aku harus selesai kan tugas kator ku" kata Vano beranjak dari tempat berdirinya dan menuju ke kamar utk mengambil baju ganti atau baju tidur


Setelah Menganti baju, Vano pergi keruang kerjanya dan kemudian mengerjakan tugas tugasnya hingga larut malam dan kemudian tidur bersama Tika sesuai janjinya tadi pada tika


Kembali lagi pada Nisya dqn Nita yg sudah berada di kamarnya, mereka sedang mengobrol bersama sama, dan duduk di tempat tidur, hingga Nita bertanya sesuatu


"Nis? Em itu ibunya Tika gmna?" Tanya Nita


"Dia, saat aku liat di mimpi aku kabur tidak terlalu terlihat wajahnya" kata Nisya mengingat ingat


"Trs trs? Lu tau kalau dia ibunya Tika gmna tuh?" Tanya Nita kepo


"Aku inget wajahnya yg agak kabur itu tapi saat lama lama ku perhatikan sama, kayak foto wanita di rumah pak vano, tapi waktu itu aku g yakin sih" kata Nisya berhenti


"Trs lu yakin nya gmna tuh?" Tanya Nita yg masih kepo dengan Nisya


"Kepo bat lu jadi orang" kata Nisya mendorong bahu Nita pelan dan terkekeh

__ADS_1


"Ye kan pengen tau aja, masa g boleh sih hah?" Kata Nita yang mengerucutkan bibirnya


"Hahha iya iya udh gak usah ngabek ngambekan kek bocah" kata Nisya


"Makanya kasih tau tr kelanjutan nya gmna?" Tanya Nita lagi


" Ya setelah mimpi terakhir aku ketemu wanita itu wajahnya jelas tpi anehnya aku g bisa inget inget bentuk qajahnya kayak apa" kata nisya yg memegang dagunya


"Eum aneh ga sih?" Kata Nita


"Aneh gmna?" Tanya Nisya


"Bukan anehnya sih, tapi emng ibunya si Tika udah nyuruh lu buat jaga dia sama suaminya" kata Nita


"Iya juga sih, tpi ada satu hal yang harus aku cari kebenarannya" kata Nisya teringat kata kata ibu Tika


"Kebenarannya apa?" Tanya Nita yang tak mengerti


"Soal mimpi mimpi itu trs yg dia bilang kalah selingkuh itu lho ih" kata nisya dan mengingat kan Nita


"Ah gue inget, ya gue juga bakql bantu, siqlnya kalau oqk vqno kayak gitu jg g mungkin" kata Nita


"Iya aku juga mikirnya gtu" kata Nisya mengantikan kepala


"Kapan kita cari tahunya nih?" Tanya Nita


"Entar kqlqu ku dah nikah, bakal lebih gampang" kata Nisya


"Woy siap Bu bisa" kata Nita merebahkan tubuhnya di kasur


"Dah yok tidur jgn tidu malme malem, lu jg baru sembuh" katq Nita lagi


"Iye" kata Nisya kemudian iku merebahkan tubuhnya dan tertidur hingga pagi harii


Pagi pagi sebelum matahari muncul nisA sudah bangun karena harus melaksanakan sholat subuh, nita jg ikut terbangun. Kemungkinan juga aya, kak Angga dan Riki pergi ke masjid untuk sholat subuh berjamaah. Walau rumah mereka agak jauh dari kota tapi jg masih bK mobil atqupun masjid masjid jadi tidak terlalu berada di desa, hanya pinggiran kota


Setelah selesai Nita membantu bunda memasak Nisya jg membantu tapi tidak terlalu berat karena dasarnya Nisya yg masih masa pemulihan. Setelah selesai mereka kembali ke kamar dan mandi, kini di kamar Nisya dan Nita


"Sapa dulu nih yang mandi?" Tanya Nita duduk di kasur


"Lu ah dulu, capek gue" kata Nisya


"Capek ngapa lu" kata Nita berdiri


"Entahlah"kata Nisya


"Anegh" balas Nita masuk kamar mandi


"Bodo amat, yg penting masih waras" bakar Nisya yang msih didengar Nita


"Iya entar lama lama stres"kata Nita membalas


"Gak bener lu Astaghfirullah doain gue g baik" kata nisya yang tak terima


"Entahlah, bodo amat" mata Nita dan kemudian melanjutkan mandinya


"Kalau bukan sodara, Ama temen udah gue gantung" gumam Nisya


"Lu ngomong apaan hah?" Tanya Nita di dalam kamar mandi


"Gak usah banyak omong buru mandi" balas Nisya


"Iya iya bawel lu ah" kata Nita kemudian menjutkqn mandi nya


Saat Nisya menunggu Nisya mandi ada yang mengetuk pintu


"Tok,,, tok,,,, tok"


________________________________________________


..._________________________________________________...


...Aku Takut, tidak bisa melupakan mu di dunia virtual ini...


......ku hanya takut tak bisa mencintai orang lain selain dirimu,......


......padahal yang sudah jelas kau hanya sebagai temna virtual tidak lebih:)......


________________________________________________


_________________________________________________


***Hai kak? gimana kabarnya? semoga baik ya? maaf author baru bisa up hahah padahal udh lama bgt ya? masih di baca gak ya? semoga masih ada yang mau nunggu lanjutannya ya? makasih yang udah nunggu sampai sekarang makasih juga buat semunya aja yang udah baca ceritanya


adakah yang bermain Rp (rolepleyer) bermain peran di lapak tele? saya main Rp di lqpak tele? ada kah yang main? fambes yok? heheh


id tele***: @******jecrln******


siapa tau ada yg mau fambesan dengan saya saat bermain Rp kah? hehe boleh kok silahkan hehe

__ADS_1


MAKASIH YANG UDAH NUNGGU SAMPAI SEKARANG LOVE YOU😍😍


__ADS_2