Ibu Untuk Anakku Dan Istri Untuk Diriku

Ibu Untuk Anakku Dan Istri Untuk Diriku
bingung judul


__ADS_3

Nisya membawa Tika ke taman yang tak jauh dari rumahnya, di taman itu banyak ibu ibu dan anak anak yang sedang bermain, sekarang Nisya masih mengendong Tika. Karena Tika yang takut memberatkan Nisya sehingga ia meminta untuk turun


"Bunda mau jalan sendiri aja" kata Tika


"Eum? Ga papa kok sama bunda aja ya" kata Nisya yang tak ingin menurunkan Tika


"Ga mau bunda, maunya turun" kata Tika yang tetap merengek


"Hmm iya deh iya, bunda nurut" kata Nisya kemudian menurunkan Tika


"Bunda emang masih jauh ya?" Tanya Tika sambil berjalan dan mengengam tangan Nisya


"Eum kayaknya sih eggak deh, kurang berapa mater aja ga jauh kok, ga papa kan jalan kaki?" Tanya Nisya


"Ga papa kok, cuman lama hehhehe" kata Tika dengan senyuman nya


"Hehhehe sabar aja ga jauh lagi nih, tuh didepan" kata Nisya dan membuat Tika mengalihkan pandangannya ke arah depan


"Bunda udah pernah kesana?" Tanya Tika dengan tetap berjalan santai


"Ga dong kan bunda blm lama pindah disini" kata Nisya


"Emang bunda dulu tinggal dimana sih?" Tanya Tika yang belum tau


"Bunda tinggal Bandung dulu sebelum pindah" kata Nisya


"NOTE → maaf aku lupa dimana ortu nya Nisya tinggal jadi nanti kalau salah komen aja skskks""


"Ohh" kata Tika walau ia tak mengerti dimana itu


Tanpa mereka sadari akhirnya mereka sampai di taman yang akan mereka tuju tadi, disana sudah banyak anak anak yang sedang berlari lari sedangkan orang tua mereka hanya mengawasi dari jauh


Didekat taman ada sebuah caffe atau restoran karna ada satu didekat taman itu membuat caffe tersebut ramai pengunjung. Selain tepat nya yg jauh dari kebisingan jadi lebih enak jika nongkrong disana pikir Nisya


Kini Nisya sedang bermain dengan Tika dan mengajak anak anak disana bermain bersamanya


Karena Tika yang susah bergaul jadi Nisya dari tadi mencoba Tika untuk banyak bicara dengan teman² nya, walau Tika hanya sedikit sedikit berbicara tapi setidaknya ia sudah mulai akrap


Karena teman² Tika sudah diajak ibunya untuk pulang sehingga kini Tika sedang bermain saja dengan Nisya


"Bunda laper" kata Tika memgang perutnya


"Tika laper? Eum makan di caffe sana aja gmna?" Tunjuk Nisya ke arah caffe yg tau jauh dari taman itu

__ADS_1


"Mau bunda ayo" kata Tika dengan senang


"Wokeh Goo" kata Nisya mengengam tangan Tika dan menuntun nya ke caffe


Saat Nisya sedang berjalan ia melihat mobil yang dia kenal


"Kayak kenal ini mobil" batin Nisya menatap lekat mobil disampingnya


"Bunda kenapa?" Tanya Tika


"Ga papa, ayo masuk" ajak Nisya dan dianguki Tika


Tema caffe tersebut menggunakan Diding yang mengunakan kaca sehingga dari luar terlihat seperti apa di dalamnya. Saat Nisya masih didepan pintu ia melihat seorang yang tak asing baginya


"Bentar deh itu bukannya pak Vano?" Batin Nisya menatap kearah dalam


"Terus itu cewe yg duduk di depannya siapa?" Batin Nisya lagi karena ia tak bisa melihat siapa wanita yang duduk dengan Vano karna membelakangi nya


"Bunda jadi ga?" Tanya Tika yang sudah kesal karena tidak masuk kedalam


"Eh iya ayok, kita duduk disana ya?" Kata Nisya menunjukkan tempat yang agak jauh dri Vano karena ia tak ingi Tika melihatnya


"Iyah bund, ayo" ajak Tika kemudian ia duduk ditempat yang ditunjuk Nisya


Tika asik membolak balikkan menu makanan sambil menunggu pesanan datang. Sedangkan Nisya ia curi curi pandang ke arah Vano yang asik mengobrol dan suap suapan dengan wanita yang sudah Nisya ketahui bahwa ia adalah sekertaris Vano di kantornya


"Oh bagus ya, katanya mau ngelamar aku Sekarang malah berdua duan sama orang lain" batin Nisya dengan kesal dan memandang mereka


"Huh" ngeselin" batin Nisya lagi. Setelah menunggu beberapa saat akhirnya makanan yang mereka pesan datang. Tika makan sendiri dengan lahan sedangkan Nisya ia makan dengan rasa kesal melihat kelakuan Vano didelannya .


"Bunda habis ini kita kemana?" Tanya Tika sambil menyelesaikan makannya


"eum pulang aja ya? Kita tunggu ayah kamu jemput" kata Nisya dan dianguki Tika. Mereka pulang ke rumah Nisya menggunakan ojek yang ia temui di dekat taman itu


Kita ke Vano, setelah pagi tadi ia pulang dari rumah Nisya ia pergi ke kantor disana ia sudah bergulat dengan dokumen yang sudah menumpuk didepan mejanya


"Huft..." Hela nafas Vano saat melihat tumpukan berkas diatas mejanya


"Kalau begini terus kapan selesainya?" Tanya nya pada diri sendiri dan menatap kedepan dengan gelengan kepala


Saat sedang mengecek dokumen dokumen tiba tiba ada yang mnegetuk pintu ruangan Vano


"Tok... "Tok... "Tok

__ADS_1


"Masuk" kata Vano tanpa mengalihkan pandangannya.


"Tuan hari ini ada miting, tapi klayen meminta untuk miting di luar dan di caffe AB tuan" kata Brian dengan formal


"Jam berapa?" Tanya Vano menghentikan pekerjaannya dan menatap Brian


"Sekitar nanti jam 10 tuan" kaya brian dengan melihat jam tangan yang melingkar ditangannya


"Baiklah kau juga ikut bukan?" Tanya Vano


"Maaf tuan, saya masih byk pekerjaan tuan jadi yang bisa menemani tuan hanya sekertaris tuan" kata Brian dengan menundukkan kepalanya


"Hah? Berdua saja?" kata Vano pelan


"tidak tuan, kan nanti ada klaien jadi tidak hanya berdua tuan" kata Brian membenarkan


"Iya saya tau, tapi males saja berdua dengannya" kata Vano


"Demi pekerjaan tuan" kata Brian lagi


"Ck iya dah terserah, kalau tidak ada lagi kau boleh keluar" kata Vano


"Baiklah tuan, permisi" kata Brian dengan keluar dari ruangan Vano


Saat berada di pintu ia berpas Pasan dengan sekertaris nya Vano. Brian hanya menundukkan kepala sedikit dan terus berjalan. Sedangkan sekertaris itu teoa masuk tanpa mengetuk pintu


"Selamat siang pak" kata nya dengan tiba tiba didepan Vano


"Apa kau tak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu?" Tanya Vano datar dan tetap mengecek dokumen


"Maaf, saya lupax kata sekertaris Vano


"Cih" Vano berdecit


"Ada apa?" Tanya Vano yg malas bertele tele


"Nanti miting di luar tuan" katanya


"Ya saya tau, kau bisa keluar x kata Vano dan dianguki sekertaris nya yg sedang kesal


Setelah tepat pukul 9 mereka keluar kantor dan berangkat mitting di caffe yg dekat taman Nisya tadi bermain, ternyata saaat sampai sana kalen yg datang sedang mengalami kemacetan sehingga membuat mereka datang terlambat. Mereka memesan makanan sambil menunggu kalen datang


Sekertaris Vano memeberi perhatian kepa Vano dengan menyuapinya. Vano yg tak enak dengan sekeliling nya hanya menerimanya dan tanpa mereka sadari ada yg menatpnya dengan kesal siapa lagi kalau bukan Nisya

__ADS_1


__ADS_2