Ibu Untuk Anakku Dan Istri Untuk Diriku

Ibu Untuk Anakku Dan Istri Untuk Diriku
DIA.......


__ADS_3

🌹🌹 Selamat Membaca 🌹🌹


"Hai…"sapa seorang wanita dari belakang Nisya dan Vano


"Kenapa ada di sini? Ini masih jam kantor?"kata vano saat melihat wanita yang menyapa nya


"Tadi aku ketemu sama kelayen, pada mau kembali ke kantor aku lihat kamu sama dia jadi aku samperin?;"kata wanita itu melirik Nisya


"Oh"balas Vano singkat


"Boleh gabung kan?"tanya nya


"Gabung aja"kata Nisya menanggapi


"Makasih"kata nya dengan duduk disamping Vano


"Oh ya? Nama lo siapa? Gue Sinta?"kata Sinta memperkenalkan diri


"Nisya"kata Nisya malas


"Gue juga sekretaris Vano"kata Sinta lagi


"Oh, ya"kata Nisya


"Kalian udah pesen?"tanya Sinta


"Udah"balas Vano singkat


"Ya Sudah, aku pesan juga"katanya dengan memesan makanan dan meminta untuk menyajikan bersama pesanan Nisya dan Vano


"Kalian sendiri? Dimana Tika?"tanya nya


"Dirumah"kata vano singkat


"Terus -"kata Sinta terhenti karena perkataan Nisya


"Tante tanya cerewet banget?"karya Nisya namun gumaman


"Apa?! Tante?"kata Sinta kaget


"Iya, kan kamu lebih tua dari saya jadi saya panggil Tante, bedainnya juga tebel banget?"kata Nisya tanpa salah


"Kamu?!"kata Sinta terselimuti emosi


"Sudah diam, makanan udah datang"kata vano saat melihat pelayan menghilangkan makanan


"Tapi kan dia yang mulai duluan?"kata Sinta manja


"Saya hanya bicara seadanya kok?"kata Nisya santai dan memakan makanannya


"Kamu?"kata Sinta mengangkat pisau makan di depannya


"Kenapa? Mau tanding pisau?"kata Nisya juga mengangkat pisau disampingnya


"Sudah jangan ribut?"kata vano memperingatkan


"Dia dulu yang nantangin"kata Sinta menurunkan pisaunya


"Cih,,,, takut juga?"kata Nisya memainkan pisau di tangannya


"Diam kamu?"kata Sinta tak terima


"Nis? Turunin bahaya?"kata vano memberi tahu


"Iya iya"kata Nisya mengalah


"Udah sekarang diem makan yang tenang jangan banyak omong"kata vano dengan tegas


"Hmm"balas Nisya dan Sinta. Kemudian mereka makan dengan tenang dengan Sinta yang menatap Nisya dengan tatapan tak terima, sedangkan Nisya ia memilih acuh dan fokus pada maknanya. Setelah makan mereka akan pulang namun….

__ADS_1


"Van kamu gak ke kantor?"tannya Sinta saat di pintu restoran


"Tidak saya mau mengantar Nisya pulang, saya ke kantor siang"balas Vano


"Nganterin dia pulang? Dia juga punya kaki masa dianterin, mending ke kantor sekalian anterin aku?"kata Sinta


"Punya kaki?"tannya Nisya


"Punya lah!"kata Sinta


"Pulang sendiri"kata Nisya dengan senyum dan menarik Vano menjauhi Sinta


"Kau?"kata Sinta kesal


"Bleeeew "Nisya menjulurkan lidahnya dengan menarik Vano menuju mobil


Saat sampai di mobil ia langsung masuk karena sudah dibuka Vano. Saat didalam mobil yang melaju pun Nisya masih tersenyum


"Kenapa senyum? Karena tadi?"kata vano menatap Nisya


"Lucu aja ekspresi nya!"kata Nisya dengan membayangkan ekspresi Sinta


"Jangan dipikirin"kata vano dengan menyentil jidat Nisya


"Sakit?"kata Nisya megang jidatnya


"Nggak kenceng kok?!"kata vano menggeleng kepala


"Iya juga sih"kata Nisya dengan tawa renyahnya


Mobil terus melaju memecah jalan kota yang padat, setelah beberapa menit mobil sudah berhenti didepan gerbang kosa Nisya .


"Sudah sampai!"kata Vano memandang Nisya, saat memandang wajah Nisya ia tak bergeming dan menatap dalam mata Nisya


"Pak?"kata Nisya melambai tangan


"Saya akan coba buka hati untuk kamu! Saya akan melupakan semua kenangan saya bersama dia! Aku akan coba membuka hati ini buat kamu?"batin Vano yang masih menatap dalam Nisya


"Pak?!"kata Nisya lagi dengan lebih keras karena tak ada tanggapan


"Ya?"kata vano setelah sadar


"Bapak mau mampir?'tannya Nisya


"Gak usah saya mau langsung pulang aja, kamu masuk terus istirahat?"pinta Vano


"Ya udah pak, Assalamualaikum?"kata Nisya membuka pintu mobil


"Waalaikumsalam"balas Vano dan melakukan mobilnya menuju perusahaan


Vano melanju kan mobilnya dengan kecepatan yang normal setelah sampai ia segera masuk, saat berada di lobi banyak karyawan yang menyapanya namun ia tak menghiraukannya dan tetap melanjutkan langkahnya menuju lift


Setelah bebrapa saat ia keluar dari lift dan berjalan ke ruangannya, saat di jalan ia melihat Sinta yang sudah bekerja lagi, saat masuk tiba tiba……


"Lo ngapain di sini?'tanya Vano saat melihat Brian


"Nungguin elo menyuruh tanda tangan + ada yang perlu diomongin soal pekerjaan?!"kata Brian dengan wajah yang agak murung


"Yaudah ayo?"kata vano ikut duduk di dekat Brian


"Lo gak mau minta maaf gitu? "Tanya Brian


"Minta maaf kenapa?"kata vano dengan bersandar di sofa


"Gue nungguin elo setengah jam? Terus elo dari mana?"kata Brian


"Suruh siapa nungguin gue?"kata vano tanpa dosa


"Terserah sekarang yang gue tanya in elo dari mana?"tannya Brian

__ADS_1


"Jemput Nisya, sekalian sarapan?!"kata vano apa adanya


"Cie… gayanya nih mau PDKT gitu?"kata Brian menggoda


"Mau goda gue apa gue potong gaji Lo?"kata vano memperingatkan


"Iya selow"kata Brian, memulai diskusi dan Vano ia mendengarkan dan juga membenahi setiap ide ide atau hal hal yang menyangkut perusahaan


Setelah mobil Vano hilang Nisya masuk kedalam kosan saat di depan pintu ia melihat ibu kos yang berjalan di dekatnya .


"Bu, Assalamualaikum?"sapa Nisya


"Waalaikumsalam, neg itu tadi siapa hayo?"kata ibu kos


"Siapa Bu?"tanya Nisya


"Tadi yang Nganterin kamu?"kata ibu kosan


"Itu dosen kok Bu?"mata Nisya


"Dosen apa dosen?"kata ibu kantin menggoda


"Ih ibu mah?"kata nisya


"Ha… ha…. Ha.. yaudah atuh neg kalau pacarnya segera di halalin takut dosa"kata ibu kos


"Lho kok malah halal sih Bu? Pacar aja bukan?"kata Nisya mengeleng kepala


"Gak papa neg, jangan malu malu? Kalau begitu ibu pergi dulu Assalamualaikum?"kata Bu kantin dan pergi


"Ibu mah bisa aja, waalaikumsalam!"kata Nisya dengan masuk ke dalam kosan. Setelah masuk ia segera mandi karena dari tadi sore hingga pagi ini belum mandi jadi badan terasa lengket. Setelah mandi ia menuju kasur, niatnya hanya rebahan tapi lama lama ia merasa mengantuk hingga tertidur


Saat tertidur ia selalu memimpikan wanita yang selalu ada di mimpinya dan membuatnya ikut menangis


"Hua…"tangis Nisya saat tertidur


"Siapa kamu?"kata Nisya dengan tangis


"Hiks… hik…. Hik"tangis Nisya yang belum reda dan ..


"Aaaaaaa"trail Nisya dan langsung duduk


"Hah…. Hah…. Ha…"nafas Nisya yang tak teratur dengan mata yang masih mengalirkan bulir bulir air mata


"Bunda?"kata Nisya dan segera mengambil hp nya dan menelpon bunda nya


☎☎☎☎☎☎☎☎☎BUNDA☎☎☎☎☎☎☎☎☎☎


"Bunda?"kata Nisya saat telepon tersambung


"Nduk kenapa?'tanya bunda di sana


"Bunda,,, hiks,,,, hiks,,,,,"kata Nisya tak bisa melanjutkan kata katanya


"Minum dulu jangan nangis?"kata bunda meminta Nisya minum dan di turuti Nisya


"Udah minum?"tanya bunda lembut


"Udah"jawab Nisya dengan sesegukan


"Sekarang cerita sama bunda ada apa?"tanya bunda lembut


"Dia datang?"kata Nisya dengan tangis lagi


"Dia siapa?"tanya bunda heran


Dia……...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...**Hai aku kembali lagi? jangan lupa dukung author terus ya? like nya jangan pelit pelit πŸ˜†πŸ˜Ά, kalau ikhlas vote juga ngak apa apa πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚...


*** Jangan lupa like, komen, bintang 🌟🌟🌟🌟🌟, vote, favorit, oke? 😘😘😘😘😘😘**


__ADS_2