
Nisya yang merasa bosan duduk di tamanpun, beranjak dari sana menuju toko buku yang tidak jauh dari taman, selain ia malas pulang karena tidak ada Nita ia juga ingin mencari buku untuk bahan sekripsi.
Diilain tempat Vano yang berada di kantor juga ingin pulang, tapi saat berada di perjalanan ia ingat bahwa ia belum memiliki bahan untuk memberi materi besuk di kampus, alhasil Vano berencana berhenti di toko buku Sebelum pulang
...****************...
Kini Vano sedang berada didalam ruangannya, jam menunjukan pukul 3 ia segera beranjak dari ruangannya dan akan pergi pulang. Saat didepan pintu lift Vano bertemu denagan brian.
"Tuan sudah mau pulang?" tannyanya formal
"Gue kan udah kasih tau lo kalau lagi berdua kagak usah formal formal denger gak sih " kata Vano kesal pasalnya ia selalu bersikap formal dengan nya
"Santai dong.. lu udah mau pulang?! Mau gue anterin sekalian?! " tannyanya lagi
"Ngak usah gue mau ke toko buku deket sisni dulu buat bahan besok" jwab Vano menolak
" oh yaudah, gue mau pulang juga" jawabnya sabil berjalan menuju lif
" hmm " kata Vano dan mengikuti pergi ke dalam lif
Setelah Vano keluar dari perusahaan ia pergi ke toko buku yang tak jauh dari kantornya. Saat sampai ia segera memasuki toko tersebut dan segera mengelilingi rak rak buku tersebut, dia juga tidak lupa untuk membeli buku untuk anaknya
Saat ia melangkah menuju 2 rak yang bersebelahan Vano melihat seorang wanita yang tengah mencari buku, tapi Vano tidak peduli dan terus mencari buku yang aku cari.
Kita sama sama sibuk dengan buku masing masing, setelah menemukan buku yang Vano cari ia segera berbalik badan menuju kasir tapi wanita tadi yang berada di belakang Vano juga berbalik sehingga ia menabrak pada Vano
Ia yang akan jatuh denagn sigap Vano menopang tubuhnya sehingga buku - buku kami jatuh kelantai. Kita sama sama terpaku dengan tatapan dan keterkejutan Vano yang sadar pun langsung melepaskan topangannya sehingga ia jatuh kelantai. Ia jatuh kelantai pun meringis
"Adu...kalau niat nologin jagan setengah - stengah don " gerutunya yang ternyata Nisya dengan mmegangi pinggulnya yang sakit
"Hah ? Saya tidak membantu anda? " jawab Vano asal dengan datar
"Heh tuan tadi kan anda yang menabrak saya dan anda juga menjatuhkan saya " jawab Nisya dengan kesal
"Oh iya kah ?" jawa Vano lagi, sedangkan Nisya ia belum sadar bahwa didepannya adalah dosen barunya
" eh tuan anda ter- " jawabnya terpotong karena terkejut, Vano pun juga sama sama terkejut karena ia siswaku di kampus
__ADS_1
" kenapa diam? Nagaku salah kamu?" tanya Vano lagi lagi
"Iya saya salah tapi anda kalau mau nahan saya juga yang ikhlas, jangan dijatuhin gitu juga" jawah Nisya dengan kesal
"Ooh jadi saya harus nahan kamu terus gitu?!" tannya Vano memancing amarahnya
"Terserah anda saja lah pak, saya udah pusing jangan bikin pusing saya lagi, apalagi ini pingang saya sakit karna bapak" kata Nisya mengerutu lagi
"Lho kok karna saya saya tidak salah apa apa kok? " jawab Vano ngeles
"Heh... Lah anda tadi menjatuhkan saya hingga saya jatuh dilantai, sakit tau pak pingang saya! " jawanya dengan kesal karena Vano menjatuhkannya
"Kan saya refleks saya juga tidk segaja " jawab Vano lagi yang membuat Nisya sangat kesal
"Hu.. terserah bapak saja" jawanya dengan memunguti buku miliknya dan pergi melangkah menjauhui ku
"Hai...kau belum minta maaf pada saya ?!" teriak Vano namun tidak terlalu tinggi
"Terserah bapak " jawan Nisya dengan triakan juga.qq
Vano segera mengambil buku buku nya yang terjatuh dilantai. Nisya berjalan menuju kasir untuk membayar buku yang sudah ia pilih. Dia tetap berjalan tanpa menghiraukan dosen ngeselin itu. Sedangkan Vano ia juga segera membayar buku² yang sudah ia beli tadi
Setelah dari toko buku Nisya langsung pulang karena merasa kesal atas insiden tadi di toko buku. Sampai di dalam kosan ia masih mengerutu hingga membuat nita yang sedang tidur tergangu.
"Eh Nis lho kenapa sih, gangu nih gue tidur " jawabnya kesal
" Gue sebel tadi ditoko buku sampai pinggang gue sakit banget nih" kata Nisya memegangi pinggangnya
"Lha emang lo kenapa kok sape sakit pingang sih?! " tannya dengan membenahi cara duduknya
"Tadi ditoko buku ketemu dosen ngeselin, gue kan tadi tabrakan terus gue hampir jatuh lha dia nolongin tapi dida jatuhin gue lha gue otomatis jatuh kan Samapi ini pingang skit banget" jawab Nisya kesal dan menghentak kan kakinya ke lantai
"Dosen ngeselen siapa? " tanya Nita yang kepo
" Itu pak vano " jawab Nisya malas dan segera duduk di atas kasur sebelah Nita
"Hah? Pak vano? Terus lo tadi ditabrak dia? " Tanya Nita dengan semangat yang awalnya mengantuk itu
__ADS_1
" hemm.." jawab Nisya malas membahas vano
" Wih gila lo ditabrak pak vano, dosen ganteng kok nyebelin sih?!" jawab Nita dengan semangat
"Yeh..ganteng apaan, orang dia ngeselin banget" jawab Nisya membantah
"Jangan gitu lho entar suka lho " Goda Nita pada Nisya dan membuat Nisya amat kesal
"ih...lo sama aja ngeselin, dah ah gue mau mandi " kata Nisya dengan berdiri dan pergi ke kamar mandi.
Nita hannya geleng geleng kepala melihat kelakuan Nisya karna masih mengantuk ia melanjutkan tidurnya yang tertunda
...****************...
Sedangkan Vano yg telah membayar buku buku nya segera pulang kerumahnya. Setelah sampai dirumah ia segera ke kamarnya dan merebahkan dirinya di kasur hingga sore
Malam harinya dikamar tika
Entah apa yang membuatnya membawa Vano kedalam kamarnya dan ia juga ingin bercerita, sedangkan Vano hannya menuruti anaknya saja. Saat samapi dikamar ia dan Vano merebahkan diri di kasur kemudian Tika mulai bercerita.
" Ayah tadi aku ketemu tante cantik di taman, tadi tante cantik sendirian!" mulainya cerita dengan wajah yg senang
"Terus kamu ajak main" tannya Vano yang juga mulai penasaran
"Engak tadi aku cuman menyapa doang terus main lagi sama temen, tapi tante cantik ngobrol sama Mbak Suti" jawab Tika
"Tante cantik itu baik, pinter lagi ayah "kata Tika dengan girang dan memuji Tante cantiknya yg tak lain adalah Nisya
"Oh....iya kah?! " tannya Vano
"Iya tadi tante juga cantik banget?" jawabnya lagi
"Yaudah sekarang tidur ya udah malem" perintahku dengan menyelimutinya
"Ok ayah mimpi indah..." jawab Tika dengan memejamkan mata
"Malam" jawab Vano dengan senyum khas nya juga
__ADS_1