
🐻🐻 Selamat Membaca 🐻🐻
Emang ada orgil di kamar mandi?" Tannya seorang pria di samping Nisya dan Nita
"Astagfirullah "kata Nita dan Nisya dengan kaget
"Kok malah istighfar?"kata laki laki itu
"Iya lah istigfar elo kalo Dateng kayak jelangkung!" Kata Nita dan Nisya kompak
"Enak baek gue disamain kayak jelangkung Arka ganteng begini kok?!"kata Arka membusungkan dada
"Iya ganteng! Kalau dilihat dari puncak Monas!!"sahut Nita kesal
"Udah jangan berantem kepala gue pusing nih? Liat kalian berantem Mulu!! Entar kalau suka gimana hayo?"kata Nisya menaik turunkan alisnya
"Ih ogah!!" Kata Nita dan Arka melirik dan membuang muka
"Tuh kan kompak?"kata Nisya semakin menggoda
"Udah deh?! Gue lagi kesel ketemu orgil 1 eh ketemu orgil 2, 3"kata Nita
"Enak aja kalau ngomong kita manusia bukan orgil?!!"kata Arka tak terima
"Emang siapa yang elo temui di kamar mandi?"tannya Nisya menyeruput kopi cappuccino
"Itu orang ngeselin di kamar mandi!"kata Nita dengan nada malas
"Oh, terus elo tau namanya?"tannya Nisya
"Kayaknya sih tadi kalau ngak salah Brian ?!"kata Nita mengingat ingat
"Udah lah biarin aja ?!"kata Nisya
"Iya gue juga males "kata Nita minum kopinya
"Kacang berapa Mbk harga perkilo sekarang?"tannya Arka
"Oh kalau 1 kilonya itu kayaknya 15 ribu mas!?"jawan nisya mengikuti candaan Arka
"Kalau 2 kilo 30 ribu ya Mbak?"kata Arka menimpali lagi
"Iya jadi beli mas? Mau beli berapa?"tannya Nisya
"Saya mau beli 2 kilo aja Mbak!"kata Arka
"Kalau begitu tunggu sebentar
"Ya Allah kenapa engkau ciptakan teman hamba dengan pemikiran dan kelakuan seperti ini ya Allah?"kata nita berdrama
"Sok drama Lo?!"kata Arka dan Nita kompak
"Hayo lho kompak nanti jodoh?"kata Nita menggoda
"Elo aja nih! Gue ikhlas"kata Nisya mendorong sedikit lengan Arka dan dibalas senyum kecut oleh Arka
"Pedes mbak mulutnya?!"kata Nita menatap Arka dan Nisya
"Udah jangan bercanda ngak jelas sekarang pesen aja Ar "kata Nisya
__ADS_1
"Ok"kata Arka dan memesan minuman
Gaes kita udah mulai mau koas lho?"kata Nisya
"Iya seminggu besuk buat ujian sekalian buat selesaikan skripsi"kata Arka bersandar di sandaran kursi
"Gue gak sabar mau koas kayaknya seru?!!"kata Nita semangat
"Enak tapi mungkin kena suruhan senior!"kata Arka
"Pasti lah!" Kata Nisya menjawab
"Habis ini kalian mau kemana?"tanya Arka meminum kopinya saat sudah diantar pelayan
"Gie mau pulang selesai skripsi ?"kata Nisya
"Gue kayaknya mau jalan jalan dulu skripsi gue nanti malam aja tinggal sedikit?!"kata Nita
"Kalau lo mau kemana?"tanya Nita
"Gue mau ke Bandung "kata Arka
"Mau ngapain? Liburan ya? Kok gak ajak ajak?"tannya Nita berturut turut
"Enggak lah eyang gue sakit, terus gue mau jengukin mungkin besok pagi gue kesini lagi, apa lagi besok juga kelas siang?"kata Arka
"Oh"jawab Nita dan Nisya singkat
Yaudah ayo pulang ini sudah jam 12.15"kata Nisya mengambil tasnya
"Mau gue anter gak?"tannya Arka
"Yaudah gue duluan ya?, Assalamualaikum"kata Arka dengan berdiri dan berjalan
"Waalaikumsalam "jawab Nita dan Nisya ikut berdiri
"Lo mau ke minimarket beli apa? Tanya Nita saat di pintu cafe
"Beli cemilan cemilan di kos habis"kata nisya dengan berjalan
"Gue juga mau tuh?!'kata Nita merangkul pundak Nisya
"Yoi"kata Nisya juga membalas rangkulan pundak
Saat memasuki minimarket mereka segera mencari cemilan yang bermacam macam. Setelah selesai membeli cemilan dan bahan masak yang tak terlalu banyak Nita dan Nisya kembali ke kosannya
Sedangkan Vano sebenarnya ia menghadiri pertemuannya bersama klien di cafe santai.
Saat sudah selesai dengan klien Vano segera keluar dari cafe, saat keluar pun sekretarisnya sita masih suka sekali bergelayut manja di lengan Vano
"Bisa kau lepas?"tannya Vano datar
"Ih kok gitu sih ini juga belum jam kantor?"kata sita semakin bergelayut manja
"Terserah kau saja lah?!"kata Vano dingin dan pasrah
Brian yang merasa risih pergi ke kamar mandi namun ia harus bertemu dengan Nita. Sedangkan Vano ia tetap melanjutkan langkahnya menuju parkiran karena parkiran terletak di samping cafe, Brian lebih dulu sampai.
"Katanya ke kamar mandi sudah sampai sini kau?"tannya Vano melepaskan tangan sita dan masuk kedalam mobil tanpa menghiraukan sita yang ingin naik mobil bersamanya
"Ayo jalan"perintah perintah Vano
__ADS_1
"Lalu nona sita?"tannya Brian saat sudah di dalam mobil
"Biarkan saja tadi juga naik mobil sendiri kesini kata Vano dan diangguki Brian dan melanjutkan perjalanannya
"Ih gue sebel deh? Padahal kan istrinya Vano udah mati? Tapi kok gak mau buka hati gitu?"kata sita kesal
"Udah lah liat aja gue bakal buat di tunduk sama gue?! 😏"kata sita dengan senyum miring
Sedangkan di dalam mobil
"An pulang saja saya mau ketemu Tika " kata Vano melihat Brian
"Siap tuan "kata Brian
'brian Lo gak punya kuping ya?!"tanya Vano kesal
"He…. He…. Sorry bro?"kata Brian melirik kaca spion
"HM!"jawab deheman Vano
Saat sampai di rumah Vano melangkahkan kaki nya masuk kedalam diikuti Brian dari belakang
"Bi Tika di mana ya bi?"tannya Vano kepada salah satu pembantunya
"Tadi dari taman tuan, tapi sepertinya udah ke kamar?"kata nya
"Yaudah buk kalau bgitu saya keatas dulu"kata vano berjalan menuju kamar
Saat menuju tangga Vano berkata
"Lo mau nginep disini?"tannya Vano karena melihat Brian di belakangnya
"Oh ya tentu"kata Brian mendahului Vano
"Sebenarnya itu yang punya rumah siapa sih?"tanya Vano di dalam hati
Brian sudah memiliki kamar sendiri di rumah Vano karena sering menginap.
Vano melangkahkan kakinya menuju kamar Tika. Saat ingin membuka pintu ada yang membukanya dari dalam
"Mbk Tika nya dimana?"tannya Vano yang melihat mbak Suti
"Nona habis dari taman karena sudah siang, saya ajak pulang Ter tidur tuan?"kata mbak Suti
"Yaudah Mbk kalau begitu lanjut aja pekerjaannya"kata Vano
"Siap tuan"kata Mbk Suti dengan pSedangkanergi melakukan perintah tuannya. Sedangkan Vano ia memilih kembali ke kamarnya
Vano memasuki kamarnya yang hampa tidak ada yang istimewa. Di dalam kamarnya ada tempat tidur yang lumayan besar, di atasnya ada foto pernikahannya dengan almarhumah istri tercintanya. Sedangkan Diding Diding kamar yang berwarna putih ada foto Toto yang menempel pada dindingnya.
Ada foto seorang wanita cantik dengan dres putih selutut dan lengan sampai siku yang mengambang keanggunannya dan kecantikannya. Vano duduk di sofa dan mengambil fotonya dengan seorang perempuan di meja
"Syila bagaimana kabarmu? Semoga kamu berada ditempat yang indah?! Maaf kan aku aku tidak becus menjadi seorang suami yang baik? Apakah kau memaafkan ku disana?"tanya Vano dengan berlinang air mata
"Aku akan menjaga anak kita! Aku Akan menyayangi nya selamat salamnya!"kata vano menyandarkan kepala di punggung sofa.
Karena kelelahan Vano tertidur dengan memeluk foto Syila.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai kaka aku kembali membawa 1 episode 😀. Jamgan lupa like ya? komen jika? vote kalau boleh.
__ADS_1