
✨✨ Selamat membaca ✨✨
"Ini" kata Vano memberi dua botol air ke Nisya
"Makasih" jawab Nisya menerima dan membuka nya
"Ini minum dulu" kata Nisya memeberi minum kearah Tika
"Iya, makasih tane" jawab Tika menerima minum
"Bapak ngak minum?" tannya Nisya melihat ke arah Vano
"Udah" kata Vano pendek, dan dijawab Nisya denagn angukan kepala kecil
"Sekarang mau kemana?" tannya Nisya saat sudah selesai makan
"Naik itu tante?" kata Tika menunjuk wahanan mainan anak
"Ayok" kata Nisya mengendong Tika menuju wahanan main, dan hanya diikuti Vano dari belakang mereka
"Tika naik ya?" tannya Nisya mendudukan Tika di kereka kereta
"Iya" kata Tika dengan senang
"Yaudah main tante sama ayah tunggu disini" kata Nisya dan diangguki Tika
"Kenapa disini tidak ikut Tika?" tannya Vano menatap Nisya
"Kalau saya naik, nanti keretanya ngak jalan, keberatan beban" kat Nisya asal
"Berarti badan kamu berat banget dong?" kata Vano
"Ya engak lah, saya mah langsing, tapi ngak berat!" kata Nisya membela
"Terserah kamu saja, saya males berdebat!" kta Vano dan fokus kearah Tika
"Tante, ayah turun!!" teriak Tika karena bosan
"Iya bentar" kata Nisya menghampiri Tika dan menurunkannya
"Pak, bapak bayar? " kata Nisya
"Ya" kata Vano menurut
"Ok, sekarang kita mau kemana?" tannya Nisya melihat Tika yang ia gandeng
"Main lagi tante?!" jawab Tika semangat
"Pulang ini udah mau malam dingin?" kata Vano menyela
"Yah, satu kali lagi? " pinta Tika mengelayut manja di bawah kaki Vano
"Tapi ini udah malem kita pulang, nanti kalau sakit gimna?" tannya Vano
"Engak sakit kok! Nanti habis main ini kita pulang deh?!" kata Tika meminta
"Yaudah tapi 1 kali main ya?" Kata Vano mengendong Tika
"Siap ayah" jawabnya dengan mengecup pipi Vano
"Naik itu mau?" tannya Nisya menunjuk bianglala yang tak terlalu besar
"Wah mau tante ayo" kata Tika semangat
"Emang Tika ngak takut tinggi?" tannya Nisya
__ADS_1
"Engak, dulu juga pernah Naik sama nenek!kata Tika
" Tika udah pernah naik? Kok ayah ngak tau?"tannya Vano
"Pernah tapi lebih kecil dari ini!" kata Tika
"Yaudah ayok naik?" ajak Nisya mendahului dan membayar wahana. Merka naik, Tika msih berada dipangkuan Vano
"Wah bagus banget tante?" kata Tika takjub
"Iya nanti kalau udah diatas lebih bagus" kata Nisya melihat kebawah yang belum terlalu tinggi
"Wah......?!!" kata Tika takjub saat sudah diatas bianglala
"Ayah bagus?!" kata Tika menunjuk kebawah
"Iya" kata Vano yang juga menikmati pemandangan
"Foto yuk? Mumpung diatas?" tannya Nisya mengeluarkan hp
"Ayuk tante" kata Tika bersemangat
Cekrek...cekrek...cekrek
"Ini fotonya" kata Nisya menunjukan kearah Tika
"He..he...cantik tante" kata Tika melihat foto
"Iya dong kan tante juga cantik?" kata Nisya merapikan rambutnya yang tertiup angin
"Tika juga cantik?" kata Tika tak mau kalah
"Iya tika sama tante cantik" kata Nisya tersenyum
"Yaudah ayok pulang?" ajak Vano saat sudah dibawah
"Vano?" teriak tino, teman dan rekan bisnis yang dekat namun jarang bertemu
"Hai bro? Lama ngak ketemu?" tanya Vano memeluk Tino
"Wih, siapa nih? Cantik banget?" tannya Tino melihat kearah Nisya
"Saya mahasiswanya pak Vano" kata Nisya
"Ohh... Siapa namanya?" tanya Tino, denagn menulurkan tangan
"Nisya" kata Nisya menjabat tangan Tino dan melepasnya
"Tino" kata Tino melepas jabatan
"Oh ya? Ada apa kok lo kesini?" tannya Vano lagi
"Ye ini kan tempat umum, terserah lah?" kata Tino. Saat Vano dan Tino sedang mengobrol Tika ingon membeli permen kapas
"Tante mau itu? " tunjuk Tika
"Yaudah tante beliin tapi tapi jangan kemana mana, didekat ayah aja ok?" kata Nisya memberi tahu
"Iya tante" kata Tika, Nisya akhirnya pergi kepenjual permen kapas. Sedangkan Vano ia masih fokus mengobrol dengan Tino. Tika melihat sebuah balon, akhirnya ia menuju balon yang jauh dari tempat nya berdiri semula
"Yaudah bro? Udah malem ada urusan ini, bye!" kata Tino berlalu pergi
"Iya bye?" kata Vano menangapi
"Lho kemanaTika sama Nisya?" tannya Vano membatin
__ADS_1
"Tika ini permen kapasnya?" kata Nisya menghampiri vano yang bingung
"Lho kemana Tika?" tannya Vano menatap Nisya
"Lho tadi saya suruh didekat bapak kok?" kata Nisya mencari sekeliling
"Kalau ada di sini juga ada, terus kemana?" tannya Vano dingin
"Saya ngak tau tadi- " kata Nisya kepotong karena ucapan Vano
"Kan saya udah bilang jangan kesini, ramai, kalu udah hilang begini siapa yang tangung jawab? Hah?" kata Vano menatap tajam Nisya
"Saya juga ngak tau kalau bakalan kayak gini?" kata Nisya menjatuhkan permen kapasnya
"Kalau ngak tau, kenapa juga tadi bawa kesini? Kalau kita ngak kesini pasti Tika ngak hilang" kata Vano sudah emosi, khawatir
"Saya minta maaf" kata Nisya menitikan air matanya karena merasa bersalah
"Menurut kamu minta maaf bisa mengembalikan Tika kesini?" kata Vano menatap Nisya tajam dan menusuk
"Maaf pak saya juga engak tau, kalu saya tau ngak mungkin saya ajak Tika kesini " jawab Nisya yang menagis dan menunduk kepala
"Say angak mau minta maaf kamu, tapi saya mau kamu cari Tika sampai ketemu, dan awas jika tika kenapa napa?!!" kata Vano dingin, khawatir dan Tajam
"Iya pak" kata Nisya
"Bu apa ibu lihat anak kecil ini?" tannya Nisya menahan tangis dan menunjukan Foto Tika bersama Vano
"Wah ngak tau mbk" kata ibu ibu itu dan pergi
"Gimana ini? Kalau ngak ketemu? Kalau kenapa napa gana Tika?" batin Nisya dan menitikan air mata.
"Ngak aku harus cari " kata Nisya pergi dari tempat berdirinya dan menuju temat temat ramai. Sedangkan Vano
"Pak bu permisi apa liaht anak ini?" tannya Vano pada Ibu obu dan bapak bapak yang ia temui
"Aduh mas ngak lihat" kata ibu ibu
"Saya juga ngak lihat mas" kata bapak bapak disebalahnya
"Yaudah bu, pak permisi" kata Vano pergi dari sana dan mencari kemana mana
"Pak? Bapak udah ketemu?" tannya Nisya menghampiri Vano
"Belum" kata Vano cuek dan dinggin
"Maaf pak, say juga ngka tau?!" kata Nisya menunduk menagis
"Saya ngak butuh maaf kamu, saya cuman buruh ketemu Tika!" kata Vano tegas dan pergi muali mencari lagi
"Huft.... Semoga kamu ngak jauh jauh?" kata Nisya beranjak dari tempatnya dan mencari cari Tika keseluruh penjuru pasar malam
"Buk? Apa ada yang lihat anak ini?" tanya Vano kepada ibu ibu dan anaknya
"Tadi saya lihat mas, kesana tapi ngak tau lagi" kata ibu itu
"Kalau begitu terima kasih buk" kata Vano menuju tempat yang ditunjuk oleh ibu tadi. Namun saat smapi disana tidak adaTika
"Argh..........." teriak Vano frustasi dan untung saja disana tidak banyak orang jadi tidak ada yang melihat Vano sedang berteriak
"Tika kamu kemana sih? Kamu pasti ngak bisa ditingak sendiri" kata Vano makin frustas dan mengacak acak rambutnya. Akhirnya ia mulai mencari keremapt tempat lain
"Tika!!" triak triak Nisya ditengah tengah pasr malam
"Arghh......hiks hiks hiks" teriak Nisya terisak dan tertunduk di tanah. Ia tak memperdulikan pakaian nya yang kotor dan keringat yang mengucur dahinya karena kelelahan. Saat terteunduk ia melihat sorang anak kecil mirip Tika ia segera menghampirinya
__ADS_1
"Tika?!!!!" teriak Tika berlari dan memeluk anak kecil itu tanpa memperdulukan sekitar
Maaf jika kurang bagus. Jangan lupa tingalkan jejak Terima Kasih😘