
Zheng Tian menepuk bahu Liu Ying, "Mudah saja. Kau punya ilmu bela diri yang umum, tapi jiwa dan tenaga dalammu tidaklah umum."
...*...
...*...
Liu Ying menatap wajah keriput itu, tampaknya setiap guratan sama sekali tidak mencerminkan kebohongan.
Seolah mengerti, Zheng Tian kembali melanjutkan penjelasannya.
"Aku melihat tubuhmu dapat menampung energi Yang dalam jumlah sangat besar, tapi meridianmu akan menolaknya keluar dan tidak mau menyimpannya. Sebaliknya kau memiliki energi Yin yang sangat sedikit, nyaris tidak terlihat."
"Itu artinya... "
"Itu artinya Yin Yang di tubuhmu tidak seimbang, dan sangat aneh." sambung Zheng Tian.
Padahal...
"Padahal kau seorang gadis, tapi kenapa energi Yang-mu lebih besar dibanding energi Yin?"
Tunggu, tunggu...
Liu Ying menunjuk wajah Zheng Tian dengan kesal, "Heii, darimana kau tahu aku seorang gadis?!"
Zheng Tian malah terkekeh geli dan memposisikan dirinya untuk duduk dengan santai.
"Otakmu terlalu lambat, tidakkah kau menyadari bahwa sedari tadi kau tidak menggunakan kumis palsumu?"
Tangan Liu Ying langsung menyentuh bagian atas bibirnya. Benar saja, benda itu benar-benar hilang.
"Meskipun benda itu masih menempel di tempatnya, aku tetap bisa membedakan kumis yang palsu dengan yang asli. Lagipula pria sejati memiliki jakun," Zheng Tian mengelus kumisnya sombong.
Sementara itu, Liu Ying ikut duduk di sebelah orang itu dan menatapnya kesal, "Jadi, jika energiku mengarah kepada Yang, apa yang akan terjadi?"
"Tentu saja meridianmu akan meledak dan terbakar jika kau hanya orang biasa."
"Jadi..." ucap Liu Ying tak yakin.
__ADS_1
"Jadi bisa disimpulkan bahwa kau tidak normal, lamban sekali." wajah keriput yang tadinya sumringah itu kini berubah datar.
"Umumnya titik kunci dari ilmu bela diri pada seorang wanita cenderung dingin, lain halnya denganmu, kau hanya bisa bisa menggunakan energi Yang dan itupun hanya sekitar lima persen saja."
Liu Ying mengerut bingung, "Jika hanya lima persen saja, lalu kemana sisanya?"
"Mana aku tahu. Kau tanya saja pada tubuhmu sendiri, kemana dia meletakkan sembilan puluh lima persen lainnya?"
Liu Ying menatap pria itu sinis, "Kau-- kau sama sekali tidak membantu."
"Apa yang akan kau berikan padaku, jika aku membantumu?" ucap pria itu mengulas senyum licik.
Tak kalah liciknya, Liu Ying ikut membalas senyuman itu. "Bukankah kau tertarik dengan kondisi tubuhku?"
"Aiyyo, baiklah. Aku mengaku kalah."
"Dengar, aku tengah melakukan penelitian untuk membuktikan teoriku mengenai Jenis-jenis Jiwa Langka dalam kitab Seribu Pintu Jiwa. Aku sedang mengumpulkan berbagai informasi terkait kondisi tubuh yang langka dan tidak biasa yang ada di seluruh dunia."
"Lalu?" raut wajah Liu Ying kini menjadi antusias.
Mereka membahas tentang beberapa kondisi aneh dan langka yang sedang diburu oleh Zheng Tian. Konon katanya, Liu Ying termasuk ke dalam kondisi tubuh meridian dan jiwa yang langka itu, Zheng Tian menjelaskan bahwa ada kemungkinan meridian Liu Ying tidak bisa dipakai, atau dengan kata lain disegel.
"Meridian yang tersegel umumnya dilakukan ketika seseorang memiliki energi yang sangat besar dan sewaktu-waktu dapat meledak, hal ini sangat mirip dengan keadaanmu yang tidak dapat menerima tenaga dalam dari luar."
Zheng Tian meluruskan salah satu tangan Liu Ying menekan beberapa titik berkali-kali, "Aku tidak mendapat kelanjutan dari informasi ini, beberapa bagian dari buku itu telah hilang dan dirobek secara sengaja."
"Lalu, bagaimana kau membantuku jika kau sama sekali tidak tahu solusinya?" ucap Liu Ying sedikit kecewa.
"Kebetulan sekali, aku sudah bosan menetap dalam kedamaian selama lima tahun terakhir di pinggiran kota Liang ini. Sudah saatnya untuk kembali ke dunia persilatan yang penuh dengan keserakahan duniawi." Pria itu mengatakan bahwa mereka bisa mencarinya jika Liu Ying bersedia mengikutinya mengembara dunia persilatan, tentu saja Liu Ying langsung menolak.
"Oh, iya. Kau juga punya akses masuk ke Biro Heise, kan? Kita juga bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk meminta Biro Heise menyelidiki informasinya," ucap Zheng Tian mengingat.
Liu Ying kembali berpikir, "Mungkinkah penyegelan ini ada kaitannya dengan orang di Sekteku?"
"Pintar, aku baru ingat sekarang. Apa kau pernah memakan atau menggunakan sesuatu yang rutin dan wajib semasa di Sektemu?"
Seolah teringat sesuatu, "Sepertinya... Pernah. Setiap enam bulan sekali, aku dipaksa memakan pil Pembersih Jiwa. Tapi aku tidak tahu sejak kapan aku mulai mengonsumsinya."
__ADS_1
"Tidak masalah sejak kapan kau mulai menelannya. Masalahnya, yang kau makan itu bukan pil Pembersih Jiwa. Dengan kata lain, mereka meracunimu perlahan tanpa kau sadari."
Zheng Tian melirihkan suaranya untuk menciptakan efek dramatis, sayangnya Liu Ying tidak tertarik.
"Tidak mungkin. Nenek Zhuo berpihak padaku, bagaimana bisa dia meracuniku," tukas Liu Ying marah.
Zheng Tian senyum meremehkan, "Lalu kenapa jika ia dipihakmu? Coba pikirkan, kemungkinan kepada siapa Nenek Zhou itu tunduk."
"Hei-! Dia bukan nenekmu." Zheng Tian hanya menggidikkan bahu sebagai jawabannya.
Zheng Tian benar, Zhou Li adalah bawahan Xi Guan. Besar kemungkinan jika Zhou Li lebih patuh kepadanya dibanding setia kepada bocah kecil seperti Liu Ying.
Melihat Liu Ying tidak bicara, Zheng Tian merasa mulutnya gatal jika tidak mengeluarkan kata-kata.
"Mungkin saja Nenek Zhou lebih mencintai kekasihnya dibandingkan denganmu?"
"Siapa yang kekasih siapa? Mustahil kakekku menjadi kekasih Nenek Zhou. Satu lagi Kakek Tua, dia bukan nenekmu!! Kau seharusnya sadar usia," ujar Liu Ying meninggikan suaranya.
Lelucon macam apa itu? Nenek Zhou yang baik hati, dengan si tua bangka galak yang bisanya hanya marah-marah saja. Bagaimana mungkin hal semacam itu bisa terjadi?
"Oh, jadi dia kakekmu?" ucap Zheng Tian saat mengetahui ketua yang dimaksud adalah kakek Liu Ying.
"Jadi bagaimana, kau mau ikut atau tidak?" Zheng Tian kembali ke topik awal.
Kalau dipikir-pikir, tidak ada salahnya Liu Ying ikut mengembara. Apa bedanya dengan di Sekte jika ia tinggal dan menghabiskan seluruh hidupnya di Rumah Makan?
Inilah tujuan awal Liu Ying, ia ingin bebas dan mencari pengalaman. Ini juga sangat menguntungkan mengingat Zheng Tian akan membantunya mencari misteri yang selama ini disimpannya, Liu Ying harus mengetahui secara lengkap kronologi mengenai kematian orang tuanya.
"Baiklah, aku ikut!" teriak Liu Ying bersemangat.
Zheng Tian menatapnya datar, "Lalu kenapa kau masih di sini, kau mau pergi dengan tangan kosong?"
"Ah, iya."
Liu Ying tersipu malu, ia baru ingat bahwa barang-barangnya masih tertinggal di Rumah Makan. Ia segera bergegas meninggalkan tempat itu dengan bersemangat, mungkin ini adalah langkah awal Liu Ying, ia akan bersungguh-sungguh.
Sementara itu, Zheng Tian masih berdiri di tempatnya, tersenyum sembari menggelengkan kepala. Ia sudah merasakan kesepian seumur hidupnya, kali ini dia bisa kembali tersenyum tanpa beban seperti dulu lagi.
__ADS_1
Setiap orang punya rahasianya masing-masing, terkadang menguak bukanlah solusi yang tepat. Ada baiknya, kita membiarkannya tenggelam dan larut oleh waktu yang enggan untuk berhenti.
...Nihao! Selalu Vote dan share cerita ini ke temen-temen kalian, ya. Jangan lupa komen sebanyak-banyaknya, aku selalu baca komenan kalian loh....