Immortal Fire

Immortal Fire
Chapter 47 : Asosiasi Nanhua


__ADS_3

Mata Liu Ying bergerak gelisah saat sentuhan lembut dari cahaya mentari menjamah kelopak matanya yang setipis kertas. Ia segera menghadang cahaya itu dengan jemarinya, baru kemudian membuka matanya dengan perlahan.


"Ying, akhirnya kau sadar. Bagaimana lukamu, terasa lebih baik?" suara kecemasan Wei Ziyou langsung menyentuh pendengaran Liu Ying sesaat setelah ia membuka matanya.


Dia menerima uluran tangan Wei Ziyou yang berniat membantunya duduk, mata Liu Ying masih mengernyit untuk menyesuaikan cahaya dengan matanya. Wei Ziyou kemudian ikut duduk di pinggir ranjang itu dan menunggu reaksi Liu Ying.


"Di mana ini?" terdengar seperti alunan nada yang sumbang, suara Liu Ying serak dan tidak lebih baik dari bunyi jangkrik yang menjerit saat menjelang malam.


Wei Ziyou yang terlihat khawatir langsung menyodorkan gelas berisi air dari atas meja nakas yang terletak di samping ranjang, membantu Liu Ying untuk menyesapnya dengan perlahan. "Kita sudah sampai di Xiliang Jing. Melihat situasi yang tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan di malam hari, Xian Gege memutuskan untuk menyewa penginapan sebagai tempat istirahat dan memulihkan diri."


Liu Ying mengangguk sambil mencoba mengisi memori kosong mengenai kejadian kemarin, tapi dia tidak bisa mengingatnya dengan jelas. Rencana penyelamatan, melawan Setan Api, si kucing tua Mao Shen, sampai semuanya menjadi gelap dan Liu Ying tidak ingat apa-apa setelahnya.


Melihat ekspresi Liu Ying yang tiba-tiba linglung, Wei Ziyou mengusap punggung Liu Ying untuk membuatnya senyaman mungkin.


"Hu Xian..." itu yang kemudian terucap dari mulut Liu Ying, ia merasa ada sedikit kekurangan dari jumlah anggota mereka. "Ke mana Hu Xian si pengecut itu pergi?"


Saat pertama kali membuka mata, sempat terlintas di benak Liu Ying bahwa Hu Xian pasti telah mencampakkannya dan melanjutkan perjalanan berdua saja dengan Wei Ziyou. Tapi ternyata itu tidak benar, pemuda itu setidaknya memiliki sedikit hati nurani sebagai sesama manusia.


Meskipun Liu Ying benar-benar dicampakkan, dia tidak akan sepenuhnya menyalahkan Hu Xian. Liu Ying akan berpikir bahwa pria itu sedikit waras mengingat betapa menyeramkannya Liu Ying ketika ia lepas kendali.


Liu Ying akui, saat itu ia tidak mendapatkan kesadarannya sama sekali. Tapi dia tahu dengan jelas itu akan mengerikan jika terjadi, satu pengalaman cukup untuknya mengingat sensasi aneh yang bergolak di ulu hatinya sebelum pandangannya benar-benar kabur.


"Sejak pagi Xian Gege pergi mengunjungi Asosiasi Nanhua untuk membeli beberapa obat-obatan, dia belum kembali."


"Asosiasi Nanhua?" lirih Liu Ying kemudian bertanya.


"Asosiasi Nanhua adalah pusat penyedia pasokan obat-obatan dan senjata langka di kekaisaran Wei, hanya orang-orang tertentu yang mempunyai akses untuk masuk ke dalamnya. Kau... Tidak pernah dengar tentang ini?" Wei Ziyou memerhatikan raut wajah Liu Ying yang terlihat kebingungan.


Gadis itu hanya menggeleng sebagai jawaban. Tapi dia benar-benar sedikit penasaran tentang Asosiasi ini, Liu Ying tidak yakin pernah mendengarnya, tapi entah bagaimana itu terdengar familiar.


Suara pintu berderit menadakan seseorang membukanya dengan sedikit keras mengiterupsi percakapan mereka, seseorang dari ambang pintu melangkah gontai ke tengah-tengah ruangan dengan membawa buntalan kain di pundaknya.

__ADS_1


Wei Ziyou langsung menghampiri Hu Xian yang kini berjongkok di samping meja kecil dan hendak mengeluarkan muatannya.


"Xian Gege, kau kembali," sapa Wei Ziyou ikut membungkuk di sebelahnya, ingin melihat apa saja benda yang dibawa pemuda itu.


Hu Xian tidak berbicara apapun, bahkan tidak membalas sapaan Wei Ziyou. Entah perasaannya saja Liu Ying merasa ada yang tidak beres dengannya.


"Wah, kau mendapat banyak sumber daya langka. Seberapa banyak uangmu?" tanya Liu Ying kemudian berjalan ke arah mereka dengan tatapan kagum.


Liu Ying tidak pernah mengira bahwa Hu Xian 'Si Pengecut' bisa mendapatkan sumber daya yang bahkan hampir tidak bisa didapatkan itu, pemuda itu mengubah pandangan Liu Ying terhadapnya.


Bukan jawaban melainkan tatapan tajam yang Liu Ying dapati dari Hu Xian. "Tutup mulutmu sebelum aku merobeknya. Aku tidak pernah berharap kau terus menempel pada kami, semuanya merepotkan jika saja aku mengabaikan nilai moral dan budi pekerti luhur."


Mendengarnya Liu Ying menegang dan mendesis, "Apa maksudmu?!"


Kini fikiran Liu Ying melayang ke mana-mana, kenapa tiba-tiba membicarakan tentang nilai moral dan keberatannya? Merasa harga dirinya diinjak-injak begitu saja.


Hu Xian menyeringai dan menarik kerah baju Liu Ying dengan kasar. "Apa kau adalah orang yang tidak punya tujuan? Kenapa kau harus berlagak dan merasa lebih kuat dariku? Kenapa kau mencoba membuat budi di antara kita?"


"Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan. Tapi Xian, aku tidak pernah merasa hebat atau berharap kau membalas budi untukku!"


Hu Xian menggeram, "Kau menghinaku?!"


Meski bicara dengan nada pelan, tapi jelas terlihat bahwa ucapan Hu Xian melukai harga dirinya. Ia tidak percaya bahwa ternyata anggapan Hu Xian padanya sangatlah buruk.


Pemuda itu mengambil sebotol obat seukuran telapak tangan dan meletakkannya dengan kasar di atas meja. "Sampai matipun, aku tidak mau berhutang budi. Tidak kepadamu atau siapapun itu."


Hu Xian keluar dari ruangan sambil membanting pintu dengan keras. Wei Ziyou yang kaget seolah terbangun dari posisinya yang mematung, ia gemetaran.


Liu Ying benar-benar tersulut emosi, dapat disimpulkan makna dari perkataan Hu Xian bahwa Liu Ying tidak lebih dari 'Parasit'.


"Ying..." lirih Wei Ziyou mencoba memenangkannya. Gadis itu mendatangi Liu Ying dan meletakkan tangannya di bahu Liu Ying.

__ADS_1


Liu Ying ingin sekali menendang apapun yang berjarak satu meter darinya, namun Wei Ziyou terlalu tanpa dosa untuk mendapatkan tendangan itu.


"Xian Gege hanya marah sesaat, dia mungkin punya kesulitan sendiri yang membuatnya tidak bisa mengendalikan emosi. Kuharap kau tidak mengambil hati kata-katanya."


Liu Ying berdecih pelan, 'tidak mengambil hati' katanya? Liu Ying pikir tidak akan semudah itu untuk mengabaikan cacian dari mulut terkutuk Hu Xian, terlalu murah hati.


Sebenarnya Liu Ying ingin melancarkan berbagai macam makian dan sumpah serapah kepada pemuda itu, namun mengingat bahwa Wei Ziyou sangat mengagumi Hu Xian, sangat mempercayainya. Liu Ying menjadi sedikit tidak tega untuk melakukannya.


Daripada itu, Liu Ying malah terus-terusan memikirkan Asosiasi Nanhua. Hu Xian tidak seperti ini sebelumnya, meskipun mulut terkutuknya sama saja, tapi dia tidak pernah sekasar itu untuk sekadar adu mulut.


Liu Ying menoleh. "Kau tahu di mana letak Asosiasi Nanhua?"


"Hah?"


"Aku ingin mencari sesuatu yang penting di sana, apa kau bisa menunjukkan padaku tempatnya?" ulang Liu Ying.


Wei Ziyou menggeleng ragu. "Ziyou *bu gan. Tidak sembarangan orang bisa mengunjunginya, orang yang memiliki akses hanyalah orang-orang penting saja."


Liu Ying merengut bingung, hanya orang-orang penting? Jadi Hu Xian... Sepenting apa pemuda itu sampai-sampai mempunyai akses khusus, dia bahkan belum hidup dua puluh tahun.


Melihat Wei Ziyou yang gelisah, Liu Ying yakin bahwa gadis itu akan keberatan dengan pertanyaan Liu Ying selanjutnya. Jadi ia memutuskan untuk mencari tahu sendiri.


Seburuk apapun Hu Xian, Liu Ying harus tetap membantunya bila pemuda itu punya masalah. Karena bagi Liu Ying, menghadapi hidup mati bersama membuat mereka menjadi sebuah tim, saling menguatkan dan saling membantu satu sama lain.


"Baiklah. Ziyou, aku mau keluar sebentar untuk sekedar menghirup udara segar. Aku akan kembali sebelum gelap." Liu Ying tersenyum simpul membuat gadis di sebelahnya ikut membalas senyum itu.


"Berhati-hatilah."


----~----~----~----


*bu gan : tidak berani.

__ADS_1


...Nihao! Selalu Vote dan share cerita ini ke temen-temen kalian, ya. Jangan lupa komen sebanyak-banyaknya, aku selalu baca komenan kalian loh. ...


__ADS_2