Immortal Fire

Immortal Fire
Chapter 50 : Pil Persik Biru


__ADS_3

Dua penjaga tadi mengantarkan Liu Ying dan Song Jun masuk ke dalam Asosiasi, mereka tak lagi berkutik setelah menduga bahwa Liu Ying pastinya adalah orang yang cukup penting bagi Song Jun.


Liu Ying dijamu di ruang tamu yang cukup luas dan mewah, sungguh Liu Ying tidak berpikir bahwa bagian dalam Asosiasi cukup menakjubkan dibanding dengan tampilan luarnya yang lebih terlihat seperti bangunan tak terpakai.


"Nona kecil-! Tunggu, bagaimana seharusnya aku memanggilmu?" tanya Song Jun sedikit bersemangat, dia tidak bisa menahan senyumannya sejak bertemu Liu Ying.


"Panggil saja A'Ying."


Song Jun merengut. "A'Ying? Tidak, tidak, kurasa tidak terlalu bagus. Bagaimana dengan Liu-Liu?"


Liu Ying tersenyum dengan paksa, ia heran mengapa pemuda di sampingnya terlalu ekspresif sejak tadi, Liu Ying merinding dengan perlakuannya. Dia mengangguk ragu-ragu membuat Song Jun tersenyum setelahnya.


"Liu-Liu, bukankah kau tidak diperbolehkan untuk keluar sekte. Kenapa kau bisa berada di kota ini?" tanya Song Jun penasaran.


Liu Ying tentunya tidak memiliki alasan lain yang bisa dia katakan, jujur juga tidak ada salahnya. "Coba kau tebak, bisakah Cheng tua itu berlembut hati dan membiarkanku untuk berlibur selama beberapa waktu?"


Song Jun terkekeh miris mendengarnya, lelucon yang cukup gelap jika kau bisa membayangkan betapa kejamnya Cheng Xi Guan kepada Liu Ying pada malam itu. Hubungan mereka saat itu bahkan lebih buruk dari hubungan antara majikan dan pelayan.


"Aku tidak bisa menebak hal lain kecuali kemungkinan bahwa dengan temperamenmu, kau mungkin cukup berani mengambil langkah melarikan diri," ucap Song Jun sambil menyenderkan punggungnya di kursi.


Liu Ying sudah menduga jawaban itu, kemudian berkata. "Tebakanmu tepat. Tidak ada yang lebih menyenangkan dibandingkan dengan menjadi buronan dan mengelabui satu sekte hingga mereka terlihat bodoh, aku kadang menyesal karena tidak melakukan hal ini lebih awal beberapa tahun."


Ini ironi. Jika Liu Ying sendiri harus menyamar menjadi pria adalah ide yang buruk, setidaknya sebanding dengan sedikit kebebasan yang dia punya.


Song Jun tidak bisa menahan tawanya, gadis itu ternyata semakin menarik. Tidak ada penyesalan atau rasa bersalah dalam ekspresinya, tapi maknanya jelas dalam. Dengan cepat dia menutup mulut dengan tangan sambil menerka-nerka mengenai tujuan sebenarnya dari Liu Ying.


Bahkan jika disuguhi kebebasan, jawaban itu tidak serta-merta menjadi alasan yang cukup untuk membuat seorang gadis pemberontak melarikan diri jika bukan karena hal lain yang mendesaknya melakukan itu.

__ADS_1


"Bagus juga," ucap Song Jun sambil berusaha membaca raut wajah Liu Ying.


Jangan pikir Liu Ying tidak tahu isi kepala Song Jun, dia menebak dan pastinya selalu tepat. Liu Ying tidak ingin berlama-lama membahasnya demi menghindari terciptanya berbagai spekulasi tak berdasar yang akan muncul di benak pemuda itu.


Ia mendehem sebelum berucap, "Giliranku bertanya. Tuan Muda Song, Bagaimana denganmu, bagaimana kau bisa di tempat ini?"


Jawaban selanjutnya dari Song Jun seketika membuat Liu Ying ingin menelan ludahnya sendiri, ia kemudian menyadari beberapa kebodohan yang tersirat di dalam pertanyaannya itu.


"Ayahku adalah salah satu dari sepuluh pendiri Asosiasi Nanhua, sekaligus, pemegang saham terbesar, bagaimanapun juga ini adalah prestasi terbesarnya. Jadi tidak ada alasan bagiku untuk tidak berada di tempat ini," jawab Song Jun tidak percaya.


Bukankah hal semacam ini adalah informasi umum di masyarakat? Setiap menyebut gelar keluarga Song, itu selalu berkaitan dengan Asosiasi Nanhua. Kenapa Liu Ying bisa tidak tahu?


Bukannya ingin terlihat tinggi, namun Song Jun setidaknya ingin dikagumi oleh gadis itu. Di luar dugaan, justru Liu Ying sama sekali tidak tahu mengenai seluk-beluk keluarganya yang tersohor itu.


Liu Ying, "Ah, iya benar. Salahkan wawasanku yang mengecewakan."


Liu Ying mencemooh pernyataan itu, bagaimana mereka menjadi dekat hanya karena pernah berdiri di atas sebuah panggung yang sama? Pembicaraan tak berarah ini sangatlah membuang waktu, jadi Liu Ying memutuskan untuk masuk ke poin utamanya.


"Mengenai itu, bisakah aku bertanya satu hal lagi kepada Saudara Song?" Liu Ying sengaja menghilangkan gelar bangsawan pada nama Song Jun dang menggantinya dengan kata 'Xiong' (Saudara).


Pemuda itu mengangguk mengisyaratkan bahwa ia tengah mempesilahkan Liu Ying bertanya.


"Apa kau mengenal Hu Xian?"


Dalam sepersekian detik, aliran darah seperti menghilang dari wajah Song Jun, kepalanya seperti tersambar petir. Dari matanya terpancar rasa tidak nyaman, kaget serta desisan yang sempat keluar dari mulutnya menyiratkan bahwa ia tidak suka. Liu Ying menatapnya penuh tanda tanya.


Hu Xian membuat air mukanya sedatar mungkin. "Kau mengenalnya?"

__ADS_1


"Bukan. Aku bertanya padamu, Saudara Song," desah Liu Ying dengan bosan.


"En... Kenapa tiba-tiba menanyakan orang ini?" tanya Song Jun sambil menampilkan senyum kaku untuk menutupi ketegangannya.


Liu Ying, "Tadi pagi, Hu Xian mengunjungi Asosiasi Nanhua untuk membeli obat-obatan, namun aku menemukan suatu kejanggalan padanya setelah kembali. Aku hanya ingin tahu apa yang sebenarnya mengganggu pikiran bocah itu sehingga dia menjadi temperamental dan melampiaskan amarahnya kepada sesuatu yang tidak masuk akal."


Liu Ying memberi jeda sejenak sebelum melanjutkan, ia menopang dagunya dengan sebelah tangan sembari sesekali melirik ke arah Song Jun. Dan... Apa-apaan tatapan terluka itu?


"Saudara Song, tidak tahu apakah kalian sempat bertemu atau tidak. Mungkin saja kau mengetahui kenapa Hu Xian menjadi buruk setelah keluar dari asosiasimu?"


Ucapan Liu Ying disambut oleh kekehan palsu, "Ini... Kau tahu Liu-Liu? Ini tidak terlalu bagus untuk dibicarakan."


Tepat sekali. Kegugupan Song Jun menjadi salah satu dari beberapa hal mencurigakan, dia mengenal Hu Xian. Sepertinya Liu Ying tidak perlu menanyakan hal itu untuk kedua kalinya, ia kembali ke topik awal.


"Tampaknya, Saudara Song benar-benar tahu sesuatu." Liu Ying memancingnya.


Untuk sesaat, Song Jun terlihat seperti sedang berdebat dengan dirinya sendiri sebelum akhirnya menghela nafas dan berucap, "Itu benar. Aku memang berada di Asosiasi saat Hu Xian berkunjung, kami sempat bicara."


Tidak salah lagi. Baik Hu Xian maupun Song Jun, mereka sama sekali tidak terlihat baik-baik saja. Awalnya Liu Ying hanya berpikir bahwa mungkin saja Song Jun mengetahui penyebabnya, tapi kemudian Liu Ying menyadari alasan itu sebenarnya memang berkaitan langsung dengan pemuda itu setelah melihat perilakunya yang tiba-tiba berubah.


"Saat itu..." Song Jun menunduk menatap sepatunya sebelum melanjutkan, "Kami berdebat selama beberapa waktu mengenai Pil Persik Biru yang baru saja dikirim dalam jumlah terbatas dari Pegunungan Huanlin, tapi aku tidak benar-benar berniat mempersulitnya. Situasi diperburuk dengan adanya konflik di masa lalu."


Liu Ying tidak bisa berkata-kata. Konflik masa lalu dan... Apa itu tadi, Pil Persik Biru?


"Pil Persik Biru adalah Pil berharga yang cukup terkenal, khasiatnya adalah membantu kenaikan tingkat lebih cepat dan mampu meregenerasi vitalitas seorang kultivator, juga bisa mengatasi penyumbatan meridian yang dapat memperlambat seseorang untuk kenaikan tingkat," jelas Hu Xian saat menyadari ekspresi Liu Ying yang terlihat bertanya-tanya.


...Nihao! Selalu Vote dan share cerita ini ke temen-temen kalian, ya. Jangan lupa komen sebanyak-banyaknya, aku selalu baca komenan kalian loh. ...

__ADS_1


__ADS_2