Immortal Fire

Immortal Fire
Chapter 60 : Masa Lalu Zheng Tian


__ADS_3

Liu Ying menghampiri pria tua di sudut gang sepi tersebut, ia tersenyum penuh arti.


"Kena kau, Zheng Tian!"


Liu Ying menepuk keras bahu pria itu dari belakang. Bukannya berbalik, orang tersebut malah menarik lengan Liu Ying, lalu membantingnya ke depan hingga menimbulkan bunyi 'krak' dan meninggalkan bekas retakan di dinding salah satu bangunan tersebut.


"Dasar, tua bangka. Kenapa kau memukulku?!"


Liu Ying bangkit dengan ekspresi sakit, ia menepis-nepis ujung bajunya yang diempeli debu-debu tanah dengan kasar.


"Lemah," ucap Zheng Tian datar.


Liu Ying tentunya merasa tidak terima disebut begitu. Adapun faktanya Liu Ying sudah tidak pernah melatih bela dirinya semenjak keluar dari lembah Teratai, Liu Ying tetaplah murid terunggul di antara sebayanya. Liu Ying menatap pria itu sinis.


"Zheng Tian, kenapa kau kabur? Bukankah kesepakatan kita sebelumnya adalah menemukan informasi?"


Zheng Tian terkekeh dengan senyuman kaku. "Aiyya, tidak begitu. Hanya saja, aku punya beberapa hal yang harus kuurus. Kesepakatan bisa dibicarakan lain kali."


"Memangnya apa yang begitu penting hingga kau mengingkari aliansi yang sudah kita buat?" Liu Ying mencebik kesal.


"Hal itu tidak harus kau ketahui."


Tangan Liu Ying melipat di depan dada. "Tidak bisa begitu. Selama aliansi, kita rekan yang saling membantu. Jika kau tidak mau beritahu, bagaimana aku akan membantumu?"


Helaan napas Zheng Tian terdengar bosan. Liu Ying banyak sekali bertanya, itu sangat merepotkannya. "Aku tidak butuh bantuanmu."


Pria itu berbalik hendak pergi, namun lagi-lagi Liu Ying menyerangnya dari belakang membuat pria itu berbalik menahan serangan.


Liu Ying menghantamkan kakinya ke arah lawan, sebelah tangannya menarik pedang dari punggung tanpa membuka sarungnya. Pedang itu menghantamk ke arah leher Zheng Tian, namun pria itu refleks menarik kepalanya ke belakang.


"Langkah Teratai, membelah!" kaki Liu Ying melangkah menyerupai pola tertentu, pedangnya ditarik ke belakang leher kemudian dipukulkan dengan gaya membelah.

__ADS_1


Zheng Tian terus menghindari serangan dan menahan pangkal pedang, kakinya menyalib pergelangan kaki Liu Ying membuat gadis itu terhuyung ke belakang. Melihat itu Liu Ying memutar kaki kanannya ke belakang untuk menahan bobot tubuhnya.


Zheng Tian menarik sarung pedang Liu Ying membuat bilah tajam di dalamnya terbuka. Hal itu membuat Liu Ying refleks menarik pedangnya lagi. Melihat kesempatan, Zheng Tian memukul sarung pedang di tangannya ke tungkai kaki Liu Ying, membuat gadis itu jatuh berlutut dengan posisi ujung pedang menancap ke tanah.


"Kau kalah," ucap Zheng Tian diselingi tawa kecil yang membahana. Pria itu melemparkan sarung pedang yang dipegangnya kepada Liu Ying dan ditangkap oleh sang empu.


Liu Ying memberatkan bobot tubuhnya kepada pedang yang dia tancapkan di tanah, perlahan bangun dan menyarungkan kembali benda di tangannya tersebut.


"Tidak ada waktu, ada hal penting yang harus kuselesaikan," ucap Zheng Tian buru-buru, kemudian berlalu dari hadapan Liu Ying dan berjalan melewati pasar dengan cepat. Sesaat kemudian pria tua itu telah menghilang dari pandangan mata, meninggalkan Liu Ying dalam keremangan gang yang sepi tanpa lalu-lalang.


Liu Ying spontan mengejar jejak yang tertinggal setelahnya, melewati lika-liku kota dengan cepat agar tidak tertinggal jauh. Kakinya baru berhenti setelah dia tiba di depan sebuah kediaman yang lumayan besar. Papan nama di depannya bertuliskan 'Penginapan Mianlan' membuat Liu Ying mengerutkan dahi.


Jejak Zheng Tian berhenti di penginapan tersebut, sementara tua bangka itu telah menghilang entah ke mana. Setelah menimbang-nimbang untuk waktu yang lama, Liu Ying memutuskan untuk masuk dan memeriksa keberadaan Zheng Tian di dalamnya.


Penginapan itu tidaklah sepi, banyak orang keluar masuk dari sana sehingga memungkinkan Liu Ying bisa berbaur dengan mudah. Bangunan tersebut cukup besar, dapat terlihat bahwa yang mampu menyewa kamar adalah orang-orang dari kelas atas namun membuat Liu Ying terlihat sedikit mencolok.


Tak ingin mengekspos diri, Liu Ying menyelinap ke bagian belakang penginapan. Namun dia langsung saat mendengar sebuah suara tak asing dari bilik belakang yang hendak dia tuju tersebut. Liu Ying buru-buru menyembunyikan dirinya di balik susunan tong-tong yang bersusun di sebelahnya.


"Pindahkan dia ke Gudang Kayu, aku akan meminta satu kamar lagi untuk sanderanya. Segera kabari asosiasi tentang penangkapan Wen Dongshu, mereka harus segera menyelidiki sebelum dua hari."


"Satu lagi," sanggah suara familiar itu. "Jangan sampai Pangeran tahu peristiwa sore ini, itu akan mengejutkannya." terdengar suara deheman singkat dari lawan bicaranya.


Liu Ying menjadi penasaran dengan percakapan rahasia ini. Sudah terhitung beberapa kali dia mendengar rahasia fantastis orang lain secara tidak sengaja, tapi sebagian juga dia sengaja.


Suara langkah kaki membuat Liu Ying semakin membenamkan dirinya di tempat persembunyian tersebut. Satu hal yang membuatnya lebih terkejut ialah setelah seorang berbaju hitam keluar, saat itu sebuah punggung yang juga familiar terlihat dari balik sekat.


"Xue Hongli?" gumam Liu Ying sangat pelan. Namun dia tidak menyangka pria itu akan melirik ke arah tempat tempat Liu Ying bersembunyi.


Shi Xia yang belum berjalan terlalu jauh ikut berhenti saat menyadari keberadaan Liu Ying. Dia berteriak, "Siapa?!"


Xue Hongli melangkah pelan mendekati tumpukan tong yang berjarak sekitar tujuh meter dari tempatnya sekarang ini. Liu Ying segera menyumpal mulutnya sendiri sambil mencoba mengecilkan tubuhnya di balik tong tersebut. Namun sesuatu yang melaju dari kegelapan langsung menariknya ke belakang secepat angin berhembus.

__ADS_1


Tentu saja Xue Hongli sempat melihat kilasan bayangan tersebut, namun dia tidak terkejut atau mengejar. Justru pria itu mengerutkan dahi sambil menatap tumpukan tong yang tersusun tinggi tersebut dengan heran.


"Tuan Muda, yang menguping pembicaraan. Apa perlu saya selesaikan?" tanya Shi Xia saat menyadari reaksi Xue Hongli.


Pria itu mengibaskan tangannya acuh. "Tidak perlu, lakukan saja tugasmu."


"Marga Liu itu... Apa yang dia inginkan?" tanya Xue Hongli pada dirinya sendiri, kejadian ini seperti pernah terjadi sebelumnya di tempat yang berbeda.


Tidak mau berpikir terlalu banyak, pria itu berlalu untuk kembali masuk ke penginapan. Sementara itu Liu Ying yang terkaget saat tubuhnya ditarik hampir berteriak, namun segera dibekap oleh seseorang.


"Kecilkan suaramu!" ucap Zheng Tian dari belakang Liu Ying.


Gadis itu melotot karena terkejut. Jadi Zheng Tian juga menguping di tempat tadi? Pantas saja dia menghilang setelah masuk ke penginapan. Liu Ying menepis bekapan Zheng Tian dengan kasar.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Liu Ying berbasa-basi.


Padahal sudah cukup jelas bahwa Zheng Tian mengatakan alasan dia ke mari sebelumnya. Zheng Tian mendengus. "Aku yang seharusnya bertanya, kenapa kau mengekoriku sampai di sini?"


"Aku hanya penasaran. Lagipula aku tadi sudah mengatakannya, aku mau ikut campur masalahmu."


Zheng Tian menampik kepala Liu Ying sekali, berhasil membuat gadis itu mendelik kesal kepadanya. "Dasar bodoh. Masalah ini tidak sesederhana yang kau pikirkan, kau bahkan mengacaukan rencanaku. Kau tahu pria tadi? Dia bukan orang yang mudah untuk ditangani."


"Aku tidak sengaja. Aku hanya terkejut melihat pria itu, aku mengenalnya."


Zheng Tian mencebik. "Semua orang di kekaisaran mengenalnya. Jadi kau mengenalnya, bukanlah suatu hal yang istimewa."


Liu Ying memutar mata jengah, apakah yang dimaksud Zheng Tian itu benar-benar Xue Hongli? Seterkenal itukah pria menyebalkan yang bermulut tajam tersebut?


"Lalu kamu? Apa yang begitu istimewa sehingga masalah pentingmu berkaitan dengan Si Marga Xue itu?!"


"Ini..." Zheng Tian tersenyum paksa. "Teman Kecil, masalahku tidak sederhana. Kau seharusnya mengurangi bertanya dan melupakan niatmu."

__ADS_1


Liu Ying mencibir, "Dasar, Keparat! Sudah tua masih pelit."


...Nihao! Selalu Vote dan share cerita ini ke temen-temen kalian, ya. Jangan lupa komen sebanyak-banyaknya, aku selalu baca komenan kalian loh....


__ADS_2