
Xi Guan menggebrak meja kerjanya. Setiap hari ia selalu berteriak dan membentak para bawahannya, tepatnya setelah hari Liu Ying lepas dan hilang entah kemana.
Zhou Li telah membuat banyak alasan yang masuk akal, namun otak Xi Guan yang pemarah itu tetap tidak bisa menerimanya.
"Bagaimana lalat itu bisa kabur dengan sangat mudah?! Aku tidak mau tahu, cari bajingan kecil itu sampai dapat, atau jangan pernah kembali ke Lembah Teratai-!!"
Zhou Li berlutut dan menundukkan kepalanya, "Ampun ketua, kami akan berusaha."
Wanita tua itu bangkit dan membawa semua murid senior yang ditugaskan untuk ke luar sekte, tentunya untuk mencari cucu dari harimau tua yang sedang mengamuk itu.
Zhou Li sudah tidak bisa terus-terusan membuat alasan untuk menghentikan pencarian, ia hanya berharap agar Liu Ying pergi sejauh mungkin dan tidak dapat ditemukan.
Fang Yao yang baru saja keluar dari aula latihan langsung menghampiri Zhou Li, matanya menyorotkan makna tanda tanya.
"Ah, Bocah Fang. Kita tidak bisa melindunginya lagi, hanya bergantung pada takdir. Orang-orang yang dicurigai tidak diizinkan untuk berpartisipasi dalam tugas kali ini, begitu pula denganku."
Mendengar itu, Fang Yao bernafas dengan lesu. Ia sudah memperkirakan hal ini sebelumnya, pastinya tidak dapat dihindari.
Pada hari Liu Ying meloloskan diri, Zhou Li kembali ke sekte untuk melapor pada Xi Guan. Hal itu membuat Ketua Sekte mereka murka.
Zhou Li beralasan bahwa ia melihat pendekar berbaju hitam dengan kain yang menutupi wajahnya, seolah berasumsi bahwa Liu Ying diculik oleh beberapa oknum dari sekte aliran hitam.
Namun Xi Guan bukanlah orang yang mudah percaya pada suatu hal yang belum dipastikannya sendiri, pasalnya keberadaan Liu Ying hampir tak pernah terdengar ke telinga siapapun selain orang dari Lembah Teratai.
Oleh karena itu, Si Tua Cheng akan turun tangan sendiri mengunjungi Sekte Suling Iblis untuk memastikan apakah Bai Ma terlibat dalam kasus ini.
"Tetua Zhou, tidak adakah cara lain? Aku khawatir Liu'er mungkin masih ada di kota sekitar yang jaraknya tak terlalu jauh," keluh Fang Yao dengan lesu.
Zhou Li menggelengkan kepala sebagai jawaban, ia menepuk kepala Fang Yao sembari terkekeh renyah.
"Aku baru saja mendapat surat dari Nyonya Yu di kota Liang, bocah kacung itu telah melarikan diri beberapa hari lalu. Hal ini tidaklah aneh mengingat temperamen dan cara anak itu bersikap, seharusnya dia sudah akan melewati Longshi."
Zhou Li bersikukuh bahwa mungkin Liu Ying sudah mulai mengerti tujuan awalnya, ibukota adalah satu-satunya jalan untuk penyelesaian masalah ini. Fang Yao yang tidak mengerti merasa Zhou Li terlalu santai untuk menghadapi keadaan.
Beberapa saat setelah mereka saling beradu pendapat, mereka dikejutkan dengan kehadiran Long Feiye dengan wajahnya yang tampak tidak bersahabat.
__ADS_1
"Berhianat, membuat onar, menipu Ketua. Apakah itu adalah perbuatan yang pantas untuk seorang Tetua penanggung jawab kedisiplinan?" sarkas Long Feiye memposisikan dirinya di tengah-tengah mereka.
Rahang Fang Yao mengeras, ia menarik keras baju Long Feiye dengan kasar dengan tatapan mengintimidasi. Namun Zhou Li segera menengahi dan menghentikan pertengkaran dua pemuda itu, Zhou Li tetap bersikap tenang.
"Tuan Muda Long dari Xiushan yang terhormat, aku tak heran dengan kejelianmu yang dengan mudah mengetahui semua rencana sederhana kami. Tapi apakah kamu tahu akar masalah ini?"
Long Feiye memalingkan muka dengan kasar, "Alasan apapun, melakukan penghianatan kepada sekte tetaplah sebuah kesalahan."
Mendengarnya Zhou Li justru tertawa renyah, wanita itu menepuk dada Long Feiye, membuat pemuda itu kebingungan.
"Orang yang tidak bisa melihat kebenaran, adalah orang paling tidak punya hati. Kau harus berpikir beberapa kali sebelum melaporkan hal ini kepada ketua," sambut Zhou Li.
"Pemberontakan Tang, konspirasi Dekrit Tuhan, misteri terjadinya Tragedi Sungai Darah, pembunuhan Tuan Cheng, kematian Pejabat Gao. Kau mungkin tidak akan mengira bahwa Cucu Kepala Sekte yang terlihat bodoh itu akan terlibat, bukan?"
Long Feiye menegang seketika, tatapannya mengendur dengan sorot tak percaya yang tergambar jelas. "Omong kosong!"
Dalam sekali lihat, Long Feiye sudah tahu bahwa Zhou Li sama sekali tidak bercanda dengan kata-katanya.
"Lalu, bukankah dengan menempatkan Nona Ying di khalayak umum justru akan mengundang masalah?!"
"Aku tahu!!"
"Jika begitu bekerja samalah, Long Feiye," ucap Zhou Li terakhir kali.
Ia kemudian meninggalkan kedua pemuda itu dan pergi menuju gazebo di depan kediaman Xi Guan.
Fang Yao juga kembali ke asrama dan menemukan Jia Li tengah bermain dengan sebuah jepit rambut di tangannya, menghabiskan waktu untuk memandangi benda itu dalam waktu lama.
Gadis itu sedikit bersemangat saat Fang Yao mendekatinya. "A'Yao, kapan kita bisa bebas dari penjara ini? Aku sangat iri pada Liu'er yang bebas berkeliaran di luar sana."
Fang Yao menjentik kepala Jia Li, membuat gadis itu menoleh dengan wajah kesal.
"Bodoh."
"Sialan! Yang bodoh itu kau, Rubah Jelek." Jia Li menarik daun telinga Fang Yao dengan kasar.
__ADS_1
Pemuda itu merintih dan mencoba melepaskan cengkraman Jia Li, ia terkekeh pelan sebelum kemudian menjauh dari sahabatnya itu.
"Hidup di dunia luar tidaklah semudah yang kau kira. Lagipula kenapa kau ingin keluar sekte, bukankah masakan Tetua Zhou selalu lezat?"
Jia Li melenguh kesal, "Bukan itu, aku hanya ingin bebas seperti Liu Ying. Dia bisa melihat dunia luar dengan leluasa, pasti pengalamannya semakin bertambah."
"Xiao Li, ini bukan perihal main-main." Fang Yao tampak berpikir sejenak, ia menghela nafas jenuh.
"Sebenarnya, aku punya cara agar kita bisa keluar dari sekte." senyuman mengembang di bibir Fang Yao.
Namun Jia Li sama sekali tidak tertarik saat mendengarnya. "Jika caramu adalah dengan kabur dan mengelabui seluruh sekte, aku tidak mau ikut-ikutan."
"Ck, bukan itu." Fang Yao kembali menghela nafas, "Kita hanya perlu lolos dalam Ujian YuTong. Dengan begitu, kita bisa memiliki akses untuk keluar masuk sekte."
Jia Li langsung tersenyum. Namun sesaat kemudian ia seperti menyadari sesuatu, wajahnya kembali murung.
"Kau tahu sendiri, aku payah dalam semua keahlian bela diri. Aku bahkan mendapat peringkat terakhir tahun lalu," balas Jia Li.
"Tapi kau bisa berlatih mulai dari sekarang."
"A'Yao, ujian akan diselenggarakan tiga bulan ke depan . Dengan kemampuan kita, kurasa lolos ujian YuTong adalah hal yang mustahil," seru Jia Li tanpa minat.
Semua orang tahu betul seberapa lemahnya Jia Li di antara murid-murid seangkatannya, bahkan bisa dibilang sangat buruk. Berbeda dengan Liu Ying dan Fang Yao yang nakal namun berbakat, Jia Li justru hanya nakal dan tidak berbakat.
Berdasarkan alasan itu, melewati ujian YuTong jelas sekali tidak akan lolos. Ujian YuTong adalah ujian yang diadakan lima tahun sekali untuk murid sekte Junior.
Murid yang lolos akan diangkat menjadi senior dan diberi akses bebas untuk keluar sekte, mendapat tugas, dan diperbolehkan bepergian dalam misi khusus.
Fang Yao mungkin saja memiliki peluang untuk lolos dalam ujian ini, tapi Jia Li tidak memiliki harapan.
Bulu kuduk Jia Li meremang seketika setelah mendengar kalimat yang dilontarkan Fang Yao.
"Kurasa, tiga bulan cukup untuk melatihmu secara total," lirih Fang Yao di telinga Jia Li.
...Nihao! Selalu Vote dan share cerita ini ke temen-temen kalian, ya. Jangan lupa komen sebanyak-banyaknya, aku selalu baca komenan kalian loh....
__ADS_1