
Liu Ying berjalan di tengah hiruk-pikuk pasar dengan cahaya mentari yang bersinar terik di atas kepalanya. Ia sudah mengubah kembali penampilannya sehingga terlihat seperti laki-laki, berjaga-jaga akan kemungkinan yang bisa terjadi itu penting.
Ternyata Asosiasi Nanhua ini cukup sulit ditemukan, bahkan penduduk setempat tidak begitu mengetahui secara spesifik letak Asosiasi ini.
Jika bukan karena Liu Ying pintar geografis, ia mungkin tidak akan sampai pada gerbang Asosiasi yang sama sekali tidak terlihat seperti Asosiasi ini. Tempat yang jauh dari jangkauan khalayak ramai, hanya orang-orang tertentu yang mempunyai akses untuk masuk ke dalamnya.
Jujur Liu Ying sedikit penasaran dengan identitas Hu Xian, bisa memasuki Asosiasi adalah hal yang patut dipertanyakan.
Liu Ying melangkahkan kakinya untuk masuk lebih dalam, namun kedatangan dua orang yang terlihat seperti petugas keamanan menghampirinya.
"Tuan, token anda," ucap pria paruh baya itu membuat Liu Ying langsung kebingungan.
Lagi-lagi Liu Ying dipaksa memutar otak agar bisa menghadapi situasi ini. "Saya... Lupa membawa token."
Dua penjaga saling berpandangan. Liu Ying menerka-nerka hal yang memungkinkan agar dia bisa masuk tanpa hambatan, berpikir tentang beberapa syarat untuk sekelompok orang dapat memasuki area khusus yang tidak diperuntukkan kepada masyarakat.
Kata 'Bangsawan' muncul di kepala Liu Ying sesaat setelah berpikir keras atas solusinya, ia ingin melihat bagaimana gelar bangsawan bisa menyelamatkannya. Meski ragu, tapi tidak ada salahnya bagi Liu Ying untuk mencoba.
Tapi nama bangsawan mana yang bisa dia sebutkan? Liu Ying memutuskan untuk memilih secara acak salah satu dari beberapa nama bangsawan yang diketahuinya, mitosnya, berpikir di saat krisis mudah mendapatkan keberuntungan.
Akhirnya Liu Ying bisa memutuskannya, nama keluarga Song muncul di pencarian utama pada otak Liu Ying.
"Kau tidak bisa masuk jika tidak membawa token, silahkan pergi dan jemput tokenmu. Setelah kau membawa tokennya, kau boleh kembali datang," kata mereka lagi.
Liu Ying memalsukan senyumannya kemudian merendahkan diri. "Saya diutus oleh Tuan Muda Song, untuk menjemput barang rahasia."
Liu Ying pikir mereka akan tergerak, namun ekspresi antara percaya tidak percaya tercetak jelas di wajah dua pria itu.
"Bukankah Tuan Muda sedang berada di dalam Asosiasi, bagaimana dia bisa mengutusmu masuk ke Asosiasi?!" Suara penjaga itu berubah menjadi tidak ramah, terasa seperti mulai meningkatkan kewaspadaan. "Katakan, apa tujuanmu menyusup ke Asosiasi Nanhua?"
Berakhir sudah. Dia pikir kebohongan ini akan berjalan mulus, tapi kenyataannya malah lebih buruk dari resiko yang dibayangkan. Bagaimana cara membuat penjaga itu percaya? Kebohongan sudah terlanjur diucapkan, Liu Ying tidak bisa mengambil langkah mundur.
__ADS_1
"Sungguh saya benar-benar diutus oleh Tuan Muda, saya tidak berbohong."
Penjaga yang satunya lagi ikut angkat suara. "Jadi menurutmu, siapa yang sedang berada di dalam Asosiasi saat ini?"
Song Jun berada di dalam Asosiasi adalah hal yang tidak terduga, Liu Ying seharusnya menyebutkan nama bangsawan lain, tapi kenapa itu Song Jun?
Tapi, tunggu. Bukankah Liu Ying selalu bisa memanfaatkan situasi? Baiklah, mari kita lanjutkan permainannya.
Liu Ying tersenyum samar. "Justru karena itu saya harus menjemput barang penting ini langsung dari tangannya, saya harus segera mengantarkan barang itu sesuai perintah beliau. Jadi saya mohon kepada Tuan-tuan sekalian, jangan persulit saya jika tidak ingin mendapatkan konsekuensi yang berat karena membuat saya terlambat dalam menjalankan tugas."
Hening sejenak, kedua penjaga itu langsung menunduk dalam-dalam. "Maaf atas kelalaian kami, Tuan. Tapi kami benar-benar tidak bisa mengizinkan anda untuk masuk tanpa adanya token."
Liu Ying mengutuk situasi ini, para penjaga itu benar-benar keras kepala. Tapi bukan Liu Ying namanya jika tidak berhasil mengelabui mereka.
"Kalau begitu, kenapa kau tidak memanggil Tuan Muda Song untuk menemuiku secara langsung? Bukankah saya harus membuktikan ucapan saya tadi?"
Penjaga itu menatap rekannya dengan ragu, akhirnya salah seorang dari mereka memutuskan untuk menjemput Song Jun ke dalam Asosiasi. Sementara seorang lagi menunggu bersama Liu Ying di depan gerbang, dia berdiri dengan segan.
Kedua penjaga itu setidaknya percaya kepada Liu Ying, mereka mungkin berpikir bahawa Liu Ying adalah utusan penting yang tidak bisa diabaikan. Bahkan jika menyangkut dengan pertemuan secara langsung dengan Tuan Muda bangsawan Song, hal ini tidak bisa disepelekan.
Liu Ying menepuk jidatnya sendiri, dia telah melupakan penampilannya yang sama sekali tidak seperti biasanya, Song Jun tidak akan mengenalinya.
Ia tersenyum bodoh sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Song Jun!" teriaknya langsung menarik lengan Song Jun agar lebih dekat dengannya.
Para penjaga itu menyadari ada sesuatu yang tidak beres mereka mencoba menciptakan jarak antara kedua orang itu.
Song Jun menarik tangannya dari genggaman Liu Ying. "Tunggu, kau ini... Siapa?"
"Lancang-!" belum lagi Liu Ying melemparkan jawaban, para penjaga itu sudah menodongkan senjata kepadanya.
Liu Ying hampir kehabisan akal, dia tidak mungkin melepas penyamarannya begitu saja di tempat itu. Untungnya Song Jun menahan dua penjaga itu dan memberikan waktu untuk Liu Ying berbicara.
__ADS_1
Gadis itu mengangkat dua tangannya di depan dada sambil tersenyum kikuk. "Aiyyo, Song Jun. Kau sungguh sudah melupakanku? Aku pernah mengalahkanmu saat duel dalam perayaan Festival Lentera di kediaman Wali kota Wen, benar-benar lupa?"
Song Jun mengangkat alis dengan tidak percaya, sungguh kejadian itu tidak pernah dia lupakan. Tapi di dalam ingatannya tidak pernah ada pria yang berdiri di hadapannya sekarang ini.
Pemuda itu mendekatkan wajahnya untuk melihat lebih jelas.
"Tuan Muda, orang ini mungkin berbahaya. Kau disarankan untuk tidak terlalu dekat dengan penipu ulung ini," ucap salah seorang penjaga yang lagi-lagi mencoba menghadangnya.
Namun Song Jun justru memberi isyarat kepada mereka untuk mundur dan menurunkan pedang mereka yang ditujukan kepada Liu Ying, matanya melotot kaget setelah beberapa waktu otaknya yang lamban itu memenangkan satu perdebatan batin dalam benaknya. "Nona Kecil Cheng, apa yang terjadi dengan penampilanmu-! Ini sungguh kamu?!"
Song Jun hampir meloncat sangkin terkejutnya, pantas saja orang itu terlihat familiar. Meski tampilannya sangat berbeda, tapi senyuman Liu Ying adalah sesuatu yang selalu membekas di ingatannya.
Liu Ying mengangguk membenarkan. Jika saja bukan karena ada dua orang penjaga itu, Song Jun mungkin sudah menghambur maju untuk memeluk Liu Ying.
Mengenai penjaga itu, mereka langsung jatuh dalam posisi berlutut. Mendengar kata 'Nona' terucap dari mulut Song Jun, mereka langsung memandang dengan perspektif yang berbeda.
Dalam pikiran mereka, kemungkinan sesuatu ini berhubungan dengan hal yang berbau romantisme.
Song Jun langsung merangkul Liu Ying dengan girang, ia tidak pernah menduga bahwa hal seperti ini akan terjadi. Terakhir kali saat dia bertemu dengan gadis itu adalah saat Ketua sekte Teratai Emas sedang murka, ia merasa tidak enak karena tidak bisa membantunya saat kejadian itu.
"Bagaimana kau bisa datang kemari?" tanyanya penasaran.
Liu Ying ragu untuk menjawabnya. "Aku... Mencarimu."
"Oh, benarkah?"
Song Jun terlihat tidak yakin dengan jawaban itu, gadis ini benar-benar penuh tanda tanya. Tapi itulah alasan Song Jun tertarik dengannya.
"Bagaimana dengan perjodohanmu, apakah sudah mendapatkan calon istri yang cocok denganmu?" tanya Liu Ying mencoba membuat topik percakapan.
Namun justru cahaya di wajah Song Jun redup seketika. "Kita lanjutkan di dalam saja, kau mungkin merasa lelah berjalan di bawah terik sejak tadi. Mari," ucap Song Jun mempersilahkan.
__ADS_1
Liu Ying bersorak ria dalam hatinya. Keberuntungan, hari ini adalah kebetulan yang menguntungkan. Tidak menyangka bahwa Song Jun bisa menjadi koleganya.
......Nihao! Selalu Vote dan share cerita ini ke temen-temen kalian, ya. Jangan lupa komen sebanyak-banyaknya, aku selalu baca komenan kalian loh. ......