
"Nyali yang cukup besar, aku ingin lihat apakah itu akan bertahan lama?" bisik pria itu pelan.
Namun Liu Ying sama sekali tidak terusik dengan pernyataan pedas semacam itu, ia benci basa-basi.
Dengan segera ia menghujam keras ke arah pria itu, awalnya terlihat menuju jantung sehingga orang itu berusaha menghindar. Ia tak menyangka bahwa itu adalah jebakan, serangan yang sebenarnya tepat pada bagian wajah pria itu, kaki Liu Ying menendang keras hidung pria itu sehingga mengeluarkan darah.
"Beraninya kau!!!?" teriaknya murka, pria itu mengusap darah yang keluar dari hidungnya, menatap Liu Ying geram.
Pria itu tak lain dan tak bukan adalah Lang Ziyi, salah satu murid dari Sekte Serigala Api. Ternyata wilayah yang mereka tempati untuk bermalam adalah Hutan Kaca yang merupakan daerah kekuasaan sekte Serigala Api, Liu Ying menyadari udara menipis akibat tekanan dari aura pria itu mencoba mengitimidasinya.
Lang Ziyi mengeluarkan cakar hitam dari tiap ujung jari-jarinya, berayunan untuk menggapai Liu Ying dan mencakarnya. Namun Liu Ying dengan gesit memblokir sebagian besar serangan, menghindari sisanya dan mencoba memberi serangan balik.
Liu Ying dapat melihat rembesan cahaya kehitaman menyelimuti cakar pria itu, berusaha agar tangan menyeramkan itu sama sekali tak menggores kulitnya.
Liu Ying dan Lang Ziyi sama-sama tahu betapa beracunnya kuku-kuku hitam itu, mereka juga segera menyadari bahwa kemampuan bertarung satu sama lain bisa dibilang hampir berimbang.
"Mari hentikan pertarungan konyol ini dan datanglah ke pertarungan yang sebenarnya. Kau akan menyesal pernah meletakkan kaki kotormu di wajahku."
Lang Ziyi meremas kepalan tangannya kuat-kuat, mati-matian mempertahankan wajah bengisnya yang hampir kehilangan harga itu.
Pandangan Liu Ying menjadi lebih serius saat melihat pria itu mengeluarkan semacam aura dan tenaga berwarna kehitaman, pekat dan mendesak paru jika Liu Ying masih di tingkat amatiran.
Untungnya Liu Ying punya pengalaman bertarung yang baik, hal itu tidak akan membuat fokus Liu Ying terpecah.
Dengan serempak, mereka menghambur maju dengan mengandalkan ilmu silat. Lagi-lagi mereka berimbang, Liu Ying menjadi sedikit goyah setelah mendapati serangan yang bertubi-tubi.
"Pusat serangannya terletak pada kuku-kuku tajamnya, berusaha menghindar dan menghancurkan pusat serangan. Formasi berputar menarik mundur menyentak jauh," teriak Zheng Tian memberikan arahan kepada Liu Ying.
Zheng Tian sudah membaca setiap gerakan, mencoba memecahkannya.
__ADS_1
Saat mereka kembali bertukar serangan, Zheng tua berseru lagi, "Dua langkah ke arah Kun, Maju, serang, mundur lagi. Ulangi-! Lakukan hal yang sama berturut-turut."
Liu Ying mengikuti arahan itu dengan baik. Ia mundur dua langkah, kemudian sontak maju menahan pergelangan tangan pria itu dan memutarnya. Mundur lagi dan mengulangi serangan yang sama.
Lang Ziyi merasakan damage yang cukup besar dari serangan Liu Ying, namun berusaha tak goyah dan menyembunyikan keterkejutannya.
Sementara itu, Liu Ying langsung mengeluarkan pedangnya dan mengalirkan tenanga dalam yang sangat besar.
Anehnya cahaya itu justru berwarna kemerahan, tidak seperti yang pernah Liu Ying keluarkan sebelumnya. Namun ia tidak terlalu ambil pusing, langsung saja kembali memasang posisi serang.
Melihat itu, Lang Ziyi menjadi sedikit gentar. Pasalnya hanya seorang kultivator tingkat Peraklah yang dapat mengeluarkan intisari tenaga dalam.
Di tingkatan Liu Ying yang masih berada pada Pendekar Perunggu, harusnya tenaga dalam yang dikeluarkan berwarna putih atau hitam menurut ilmu yang dianutnya.
Sementara pendekar yang dapat mengeluarkan warna selain hitam dan putih, maka berarti mengeluarkan intisari tenaga. Zheng Tian yang menyaksikan kejadian itu ikut terperanjat dibuatnya.
Ia mengira bahwa Liu Ying mungkin saja kultivator hebat yang menyamar menjadi anak kecil, biasanya mereka bisa mengendalikan bahkan menyembunyikan tingkat kultivasinya untuk meringankan kewaspadaan lawan.
Lang Ziyi melempar sebuah bola hitam ke tengah-tengah mereka, beberapa detik kemudian bola itu menciptakan ledakan besar dan menghamburkan asap tebal.
Liu Ying melompat mundur menghindari efek buruk ledakan tersebut, menempatkan dirinya di dekat Zheng Tian berdiri. Ia terbatuk-batuk ringan karena sempat menghirup sedikit dari asap itu.
Liu Ying tau betul hal ini dilakukan untuk mengalihkan perhatiannya. Meski begitu, Liu Ying baru menyadari bahwa sebuah belati bengkok telah bersarang di bahu kirinya.
Melihat itu, Zheng Tian menghambur maju den menempatkan dirinya tepat di depan Liu Ying.
"Kau tidak apa-apa, kan?" tanya Zheng Tian tanpa menurunkan kewaspadaannya.
Lang Ziyi dan kelompoknya tersenyum kemenangan. Zheng Tian menduga bahwa pria itu setidaknya sudah menembus tingkat Pendekar Perunggu tingkat delapan, cukup memberi kewaspadaan meski Zheng Tian berada di atasnya.
__ADS_1
Liu Ying yang sejenak hilang fokus kini kembali mempertahankan kondisinya, mencoba memulihkan diri tanpa melepas belati itu dan membiarkannya tertancap di sana.
Yang dilakukan Liu Ying bukanlah tanpa alasan, ia tahu betul akan terjadinya pendarahan saat belati itu terlepas dari tempatnya. Hal itu justru akan membuang waktu dan membuat Liu Ying menjadi tidak fokus, ia berpikir akan mengurus ini nanti.
Kini pertarungan menjadi sengit, pasukan yang tadinya tidak bergerak dan hanya menonton adu kekuatan, kini ikut mempartisipasikan diri dan bersiap-siap untuk menyerang.
"Tidak ada gunanya untuk melawan, aku akan berusaha memberikan kematian yang tidak terlalu menyakitkan jika aku memiliki suasana hati yang baik," ucap pria itu menyombongkan diri.
Zheng Tian tentunya tidak berharap akan bertemu pertarungan secepat ini setelah meninggalkan gubuknya.
Lang Ziyi menoleh sejenak ke arah Liu Ying yang berusaha memulihkan diri. "Dia tidak akan selamat, belati itu mengandung racun Serbuk Bunga Kaca. Dan kau tidak akan lebih beruntung darinya."
Mendengar penjelasan pria itu, Zheng Tian terbelalak kaget. Racun Serbuk Bunga Kaca adalah racun yang cukup mematikan mengingat urutannya berada pada barisan racun yang berjalan melewati tulang.
Selain itu racun tersebut terkenal sulit untuk didetoksifikasi, membuat hampir mustahil bagi pendekar setingkat Liu Ying dapat bertahan lebih dari tiga hari.
Tak menunggu lama, Zheng Tian mengeluarkan senjata andalannya yakni Palu Penghancur Bumi. Ia langsung menyerang lebih awal tanpa memberikan aba-aba.
Para pasukan Lang Ziyi yang berada di tingkat pendekar perunggu tingkat lima terdengar berhamburan, sebagian dari mereka tak sadarkan diri.
Liu Ying juga, tak tinggal diam. Ia langsung memberikan tebasan pada pasukan itu, membuat beberapa orang mendapat luka lebar di bagian leher dan menghembuskan nafas terakhir.
Zheng Tian membalas trik pengalihan, melukai kaki Lang Ziyi dan segera menarik Liu Ying untuk meninggalkan tempat itu.
Pria itu tidak sempat mengejar karena luka di kakinya yang menganga lebar. Para anak buahnya berniat menyusul Liu Ying dan Zheng Tian, namun segera ditahan oleh Lang Ziyi.
"Tidak perlu, nyawa mereka bukan sesuatu yang penting. Sebaiknya kalian bantu aku mengobati luka," ujar Lang Ziyi sembari menatap arah pergi ke dua orang itu.
...Nihao! Selalu Vote dan share cerita ini ke temen-temen kalian, ya. Jangan lupa komen sebanyak-banyaknya, aku selalu baca komenan kalian loh....
__ADS_1