Immortal Fire

Immortal Fire
Chapter 46 : Lepas Kendali


__ADS_3

"YING, AWAS!!!"


Terlambat. Benda itu telah melesat terlalu dekat sehingga hampir mustahil untuk dihindari, belum lagi besarnya tenaga yang dialirkan membuat laju kecepatannya menjadi tak terkendali.


Klang!!


Benda itu terpental keras seakan berbenturan dengan batu. Semua mata kini tertuju ke tempat Liu Ying berdiri, tempat benda itu terdengar membentur benda keras.


"Apa?!" pekikan Mao Shen tertahan saat melihat Liu Ying masih dalam keadaan utuh dan baik-baik saja, tak kurang satu apapun.


An Lang dan Hu Xian pun sama kagetnya, pertarungan mereka langsung berhenti sejenak bak waktu dijeda oleh tuhan.


Liu Ying yang terlihat segar bugar kini berdiri kokoh di tempatnya, kedua matanya terpejam dengan katup mata yang bergerak tak senang. Saat ia membuka matanya, semua orang dapat melihat bahwa dia bukanlah Liu Ying yang sama.


Tatapan gadis itu kini menjadi lebih garang dan kosong, seolah kegelapan kornea matanya itu dapat menyedot apapun yang ada di depannya.


"Kenapa kau--" lagi-lagi Mao Shen tidak dapat meloloskan kata kata dari mulutnya, suaranya yang menyebalkan itu kini tersangkut di tenggorokan dan semakin menambah kesan berisik dan tidak enak didengar.


"Siapa yang sudah berani membangunkanku?!" jelas sekali suara Liu Ying penuh penekanan, namun yang kali ini bukan gaya bicaranya.


Hu Xian berusaha menggapai Liu Ying agar dapat menyadarkannya, namun gadis itu menghindar seolah tak pernah mengenalnya.


"Ying, kau kenapa? Jangan membuat orang lain khawatir, ayolah," buyar Hu Xian setengah berteriak.


Wei Ziyou yang berada di pinggir lapangan pun ikut panik saat ia menyadari bahwa Liu Ying menjadi sosok yang tidak mengenal siapapun, dia seketika menjadi dingin dan tak dapat disentuh.


Jelas bahwa sekarang Mao Shen sudah dalam posisi tersudut, ia mulai mundur perlahan-lahan agar tidak disadari.


"Tidak ada yang boleh meninggalkan tempat ini tanpa seizinku-! Kalian para makhluk rendahan, sangat tidak tahu malu. Sepertinya aku harus memberikan pelajaran agar kalian tahu apa akibat dari membangunkan Imperial." Liu Ying meracau tidak karuan, tubuhnya mengeluarkan semacam aura panas dan kebencian.

__ADS_1


Berhenti.


Semua orang seakan lumpuh di tempatnya, mereka merasa seolah ada kekuatan besar yang melatarbelakangi Liu Ying sehingga mereka tidak bisa tidak mengikuti perintahnya.


Liu Ying tersenyum menyeramkan saat menyadari makhluk di sekitarnya merupakan makhluk penurut. "Setelah tertidur selama puluhan tahun, akhirnya aku kembali ke dunia persilatan." tatapannya jatuh kepada Mao Shen yang panik dengan keadaan.


Sesegera gadis itu melesat dan mencengkram leher Mao Shen dengan kasar sehingga membuat wanita itu kesulitan bernafas.


"SEKARANG, MATILAH-!!!"


Benang-benang energi mulai bermunculan dan menyengati tubuh Mao Shen, tak berapa lama kemudian tubuh wanita Malang itu jatuh dalam keadaan tanpa nyawa dan mengenaskan. Seluruh tubuhnya dipenuhi luka bakar yang aneh, matanya juga masih dalam posisi setengah terbuka serta membelalak dengan menyeramkan.


Semua yang menyaksikan kejadian itu langsung membeku, bahkan sebutir keringat pun takut untuk jatuh dari kening masing-masing mereka. Hu Xian menahan nafas saat Liu Ying sempat melihat ke arahnya, tapi ia masih tak berani bergerak.


"Iblis!" teriak An Lang tiba-tiba setelah mendapatkan kembali kesadarannya. "K-kau... A-nak ini adalah i-iblis! Kita harus menghabisinya sebelum dia menyerap lebih banyak kehidupan lagi!!"


Entah karena gila atau apa, pria itu justru berniat menyerang Liu Ying dan menyuruh para bawahannya melakukan hal yang sama.


"Xian Gege, Ying masih berada di dalam," ucap Wei Ziyou menghentikan langkah mereka.


Hu Xian tetap kukuh dan terus membawa Wei Ziyou menjauh. "Tidak bisa, Xiao You. Dia sudah berubah menjadi monster, dia bahkan lebih berbahaya dari para penjahat tadi."


Wei Ziyou cepat-cepat menepis tangan Hu Xian darinya, kini ekspresi gadis itu menjadi kesal dan tidak terima.


"Gege, kau berhati dingin. Aku benci sifamu yang ini, biar bagaimana pun Ying adalah teman kita, kau lagi-lagi bersikap egois dan melakukan hal yang sama."


"Aku-" Hu Xian seperti kehabisan kata-kata, ia tidak tahu bagaimana cara menjelaskan pemikirannya kepada Wei Ziyou. Meski terdengar egois, tapi ia sudah memikirkan hal itu matang-matang dan kali ini situasinya berbeda.


Belum lagi pembicaraan itu dilanjutkan, mereka dikejutkan dengan suara ledakan dari dalam area pertarungan. Tak hanya itu, api besar mulai menjalari bangunan penjara dan pohon bambu di sekitarnya.

__ADS_1


Celaka. Wei Ziyou sudah menghilang dari pengwasan Hu Xian saat ia mencoba memahami keadaan beberapa waktu lalu, gadis yang tadi bersamanya sudah tak tak lagi berada di tempatnya.


Hu Xian langsung berlari kembali menuju area pertarungan berharap menemukan Wei Ziyou di antara reruntuhan bangunan dan kobaran api, dan dia mendapatkannya.


Pemuda itu membelalak saat melihat keadaan di hadapannya, Wei Ziyou tengah memapah Liu Ying yang sedang dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Mayat para penjaga bergelimpangan di lapangan itu dengan kondisi yang tidak dapat dikatakan baik, ada yang terbakar sampai hangus dan bahkan tidak dapat lagi dikenali.


"Lepas kendali..."


"Hah?" Hu Xian mengernyit saat mendengarnya.


Wei Ziyou mengatur nafas sebelum melanjutkan kalimatnya. "Ying bilang, dia lepas kendali. Kita harus mencari penginapan terdekat, dia perlu diobati."


Dengan rasa bimbang, akhirnya Hu Xian mengangguk setuju dengan arahan Wei Ziyou. Sadar akan situasi, Hu Xian meraih Liu Ying dari pelukan Wei Ziyou dan menggendongnya.


Mereka telah membereskan perihal tawanan, menunjuk beberapa orang untuk memandu keseluruhan kelompok tawanan itu.


Sehingga sekarang, mereka akan mencari tempat seperti penginapan untuk memulihkan diri sekaligus istirahat. Wei Ziyou dan Hu Xian larut dalam pemikiran mereka masing-masing, sudah bermenit-menit mereka berjalan, tak satupun dari mereka yang memulai pembicaraan.


Wei Ziyou menyerah, ia akhirnya angkat bicara saat menyadari Hu Xian tidak berniat membuka percakapan. "Apakah Gege menyadari bahwa Ying sedikit berbeda?"


"Dia memang sudah berbeda dan berubah menjadi orang lain."


"Bukan itu." potong Wei Ziyou membuat Hu Xian mengerutkan alis. "Maksudku... Dia berada pada tingkat di bawahmu, tapi cara dan teknik bertarungnya terlihat lebih kokoh darimu. Jika prestasinya di sekte seperti ini, dia seharusnya sudah di tingkat yang lebih tinggi dari ini, tapi kenapa dia masih pendekar Tembaga?"


Hu Xian terlihat mencerna kalimat itu dengan baik, benar adanya kalau Hu Xian melihat kemampuan Liu Ying bukan hanya cukup bagus. Salah satu alasan Hu Xian setuju mengajak Liu Ying untuk perburuan siluman bukanlah karena bujukan Wei Ziyou, tapi karena tahu kalau Liu Ying itu kuat.


Sangat disayangkan bila bakat sebagus itu tidak dilatih dengan baik, terkadang Hu Xian bertanya-tanya mengenai kenapa Liu Ying tidak berguru atau mencari sekte lain untuk meningkatkan kemampuannya.

__ADS_1


Tak terasa, mereka sudah sampai di penghujung hutan. Hu Xian sempat melirik ke belakang sebelum benar-benar meninggalkan hutan itu. Matahari mulai tenggelam dan bunyi jangkrik mulai bersahutan, mereka terus berjalan di antara keremangan senja yang kian nirmala.


...Nihao! Selalu Vote dan share cerita ini ke temen-temen kalian, ya. Jangan lupa komen sebanyak-banyaknya, aku selalu baca komenan kalian loh. ...


__ADS_2