Immortal Fire

Immortal Fire
Chapter 53 : Hadiah Besar


__ADS_3

Shi Xia masuk ke dalam ruangan dan memberi hormat pada tuannya. Xue Hongli pun membalasnya dengan sebuah anggukkan samar sehingga Shi Xia kembali berdiri tegak.


"Tuan Muda, Pangeran ke Empat sudah mengirim surat bahwa dia telah sampai di Xiliang Jing. Dia juga menyertakan alamat penginapan," ucap Shi Xia memberikan segulung surat yang pitanya sudah dibuka.


Xue Hongli menerimanya dan membaca deretan kata yang tercetak rapih di permukaan kertas dengan sekilas pandang, dia mengembalikan benda itu lagi. "Masih dua jam lagi. Hadiah yang akan dikirim juga belum selesai dikemasi, kita masih punya dua jam untuk membahas hal lainnya. Jadi bagaimana dengan kasus perdana menteri Huang?"


Shi Xia menjawab, "Setelah diteliti lebih jauh, kerumitan kasus ini semakin meluas. Pelayan yang kau minta untuk ditangkap, dia sudah melakukan bunuh diri satu hari sebelum dia berhasil diringkus. Kasusnya malah mengarah pada kasus lama mengenai kematian pejabat Gao, ada beberapa bukti yang menguatkan teori ini."


Shi Xia menjabarkan beberapa bukti dan keanehan yang membuktikan bahwa kematian dua bangsawan itu dilatarbelakangi oleh seseorang atau sekelompok orang yang sama.


Xue Hongli menaikkan sebelah alisnya, berpikir beberapa petunjuk yang memiliki kesamaan pada dua kasus yang kabarnya saling berkaitan. Tiga tahun yang lalu, kematian pejabat Gao memang sempat dianggap tidak wajar, namun kasusnya terpaksa ditutup karena belum adanya penjelasan dan bukti yang masuk akal.


Dia ditemukan tidak bernyawa di atas tempat tidurnya tanpa luka luar, tapi bagian dalam tubuhnya banyak mengalami luka, organ tubuh bagian dalam mengalami kerusakan parah, bahkan tulang-tulangnya remuk bagai dipukul palu besar. Setelah ditelusuri, ditemukan botol arak yang masih berisi setidaknya setengah dari muatan botol tersebut tepat di bawah ranjangnya.


Awalnya pihak penyidik mengira bahwa pejabat Gao diracuni melalui araknya, namun ternyata itu tidak benar. Tidak ditemukan kandungan berbahaya apapun di dalam sisa arak yang diminum oleh pejabat Gao, dan arak itu merupakan salah satu dari yang paling umum beredar di kekaisaran Wei.


Begitu pula kasus perdana menteri Huang, ditemukan penyebab yang sama pada kematiannya. Ia ditemukan tidak bernyawa dalam posisi kepala yang sudah tersungkur di meja kerjanya, tangannya juga memegang sebotol arak yang masih mengisi seperempat dari botol itu.


Jelas sekali pembunuhan ini dilakukan oleh orang yang sama, namun motifnya belum benar-benar dapat diketahui. Dan arak yang dianggap tidak beracun itu mulai mencurigakan, meskipun Xue Hongli sudah pernah ikut serta untuk memeriksanya secara langsung.


"Araknya... Apakah dua arak itu berasal dari satu rumah produksi?" tanya Xue Hongli memegang dagunya, terlalu banyak kebetulan yang sudah tidak terlihat seperti kebetulan lagi.


Shi Xia mengiyakannya, "Rumah produksinya berada di kota Yuping, lumayan terkenal dan sudah diekspor sampai ke luar kekaisaran. Arak ini dinamai 'Menebas Malam', rasa yang unik dan bahan baku utama yang juga unik membuatnya menjadi sangat populer dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir."

__ADS_1


Xue Hongli mengangguk paham dan mencoba untuk menarik kesimpulan daripadanya. Pria itu berdiri dari posisinya, berjalan menuju jendela ruangan itu.


"Jika tidak ada apapun di arak, maka selidiki tempat produksi botol araknya."


"Botol arak?" tanya Shi Xia kebingungan.


"Ya. Pastikan hakim Xue Ding tidak mengetahui hal ini sebelum kita menyerahkan bukti penemuan kita kepada Kaisar, dia akan mencoba menyaingi kita. Ketika kasus terpecahkan, maka kita dapat membangun kepercayaan Kaisar dan memperluas akses kita di kekaisaran."


Xue Hongli menyeringai lebar sebelum kembali berujar. "Lakukan penyelidikan secara sembunyi-sembunyi, kita akan memberikan hadiah besar kepada Ayahanda."


"Baik, Tuan Muda. Perintah akan segera dikirim."


Shi Xia hendak berbalik pergi, namun Xue Hongli buru-buru menghentikannya. Pemuda itu malah memerhatikan pelayannya dari atas sampai bawah. Xue Hongli terbatuk pelan sehingga Shi Xia langsung membungkuk, mengira dia telah melakukan hal yang salah.


"Gong Zi, apa saya melakukan kesalahan?" tanya Shi Xia yang kebingungan atas sikap majikannya itu.


Shi Xia semakin tidak mengerti, apa maksud majikannya membicarakan pinggang pria yang ramping? Apakah alasan selama ini Xue Hongli tidak suka wanita adalah penyimpangan?


Shi Xia menepis terkaan negatif di kepalanya, berusaha untuk berpikir hal-hal yang lebih baik dari itu. "Gong Zi... Apa yang anda maksud?"


"Bukan. Maksudku, adakah pria memiliki pinggang yang ramping dan ringan baik dengan *wu gong maupun tidak?" Xue Hongli yang menyadari ekspresi tak biasanya langsung membuang muka, Shi Xia bisa saja salah paham.


"Mengenai itu..." Shi Xia berkata, "Setahuku, wu gong tidak memengaruhi postur tubuh manusia. Hanya saja tenaga dalam dapat membuat tubuh seseorang menjadi lebih berat dibanding tidak memiliki tenaga dalam, tapi postur tubuh tidak akan berubah kecuali dipengaruhi oleh jenis kelamin.".

__ADS_1


Shi Xia dengan sedikit ragu, mengajukan pertanyaan, "Lebih tepatnya, apa yang membuat Tuan Muda menanyakan hal itu."


Namun Xue Hongli tertawa rendah mendengar pertanyaan itu, dia menggeleng beberapa kali sebelum berjalan ke arah kursi dan mendudukinya.


"Tidak ada, aku hanya penasaran. Namaku tersohor di kekaisaran sebagai orang yang memiliki wawasan luas. Hanya saja, hal yang seperti ini belum pernah kuketahui secara jelas," jawab Xue Hongli mencoba menutupi ketegangannya.


Akan sangat memalukan jika Shi Xia sampai tahu, bahwa seorang tuan muda Xue membahas hal tabu hanya karena pria kurus yang lusuh dan jelek. Tapi jelas bahwa Xue Hongli mengingat kejadian itu, hingga membuat hatinya gelisah sejak tadi. Shi Xia pasti akan menjatuhkan prasangka bahwa dia telah menjadi seorang *lengan potong.


Xue Hongli merasakan sensasi yang tidak biasa saat menangkap pinggang Liu Ying tadi, semacam rasa lembut yang menjalar dari tubuh orang itu sehingga membuat Xue Hongli terkejut dan kemudian melepaskan pegangannya. Xue Hongli tidak terima dengan perasaannya yang tergerak, apakah dia seorang masokis?


"Gong Zi." Panggilan dari Shi Xia sukses menarik kembali Xue Hongli dari lamunannya.


Pria itu memperbolehkan pelayannya untuk pergi. Xue Hongli kemudian menyandarkan punggungnya dengan lelah, hari ini benar-benar menguras energinya.


Hari-harinya selalu dihabiskan dengan kesibukan yang tiada akhir, waktu luang seperti saat ini seharusnya dia nikmati dengan baik sebelum kembali melakukan aktivitas melelahkannya kembali. Konyolnya dia malah terganggu perkara pinggang seorang pria, itu sangat tidak pantas.


Tapi tetap saja pinggang itu tidak biasa. Saat membayangkan adegan itu lagi, Xue Hongli seolah-olah merasakan secara langsung kejadiannya.


Belum lagi, aura janggal dari Liu Ying membuatnya menjadi tertarik dan penasaran. Sebab itulah Xue Hongli memancing suasana agar Liu Ying marah dan mengungkapkan asal-usulnya, dengan cara merendahkan status Liu Ying. Ternyata hal itu di luar dugaannya, Liu Ying lumayan pintar berbicara.


----~----~----~----


*Wu Gong : Ilmu Bela Diri.

__ADS_1


*Lengan Potong : Penyimpangan/penyuka sesama jenis (bagi pria).


...Nihao! Selalu Vote dan share cerita ini ke temen-temen kalian, ya. Jangan lupa komen sebanyak-banyaknya, aku selalu baca komenan kalian loh. ...


__ADS_2