Immortal Fire

Immortal Fire
Chapter 34 : Layanan Kesehatan Qin


__ADS_3

Hari sudah mulai pagi, Zheng Tian menyeret gerobak dorong yang bermuatan seorang gadis tengah terluka parah di dalamnya.


Ia meminjam gerobak milik salah seorang pedagang yang ditemuinya di tengah perjalanan, menggeretnya sepanjang perjalanan menuju pintu kota yang mulai terlihat.


Dengan pelan ia menepuk bahu Liu Ying agar gadis itu terbangun. "Wei-! Kau masih hidup, kan?"


"Bersabarlah, kita hampir sampai. Seorang temanku yang merupakan tabib mungkin bisa membantumu."


Liu Ying mengangguk lemah, ia merasa tubuhnya seperti remuk setelah batuk berkali-kali tanpa henti sejak semalaman.


Zheng Tian lanjut menarik gerobaknya, ia melewati pintu kota yang tampak tak dijaga. Tak lama berselang setelah melewati gerbang, ia menemukan sebuah bangunan kuno yang cukup besar dan sudah mengetahui siapa pemiliknya.


Pria tua itu menyuruh beberapa pelayan yang tengah duduk di depan bangunan untuk mengangkat Liu Ying masuk. Para pelayan yang rata-rata masih muda itu langsung melaksanakannya, beberapa lagi pergi melapor kepada si pemilik bangunan.


"Lama tidak berjumpa Pendekar Zheng, ada kepentingan apa sampai kau repot-repot datang ke kediamanku?"


Seorang wanita dengan suara lembut yang menenangkan datang menghampiri Zheng Tian yang sudah menunggu di depan, usianya sekitar empat puluh tahunan dengan wajah yang tampak lebih muda sepuluh tahun.


Wanita itu adalah Qin Baoyu, pemilik Kantor Layanan Kesehatan Qin yang tidak terlalu terkenal di kekaisaran Wei, namun sangat diakui.


"Aku datang hanya mengantarkan seorang anak yang terluka, aku ingin menyerahkannya padamu untuk disembuhkan."


Wanita itu menelisik Zheng Tian yang tampak sangat serius. "Siapa anak ini sehingga kau begitu peduli? Aku curiga dia memiliki latar belakang yang tidak biasa."


"Ah, Saudari Qin. Kau selalu dapat menebak situasi, kau bahkan sudah tahu sebagian besarnya." Zheng Tian tertawa renyah dan mengajak Qin Baoyu untuk duduk dan menyambutnya layaknya tamu.


Mereka berbincang-bincang beberapa hal seperti teman lama yang baru bertemu setelah lama tak bertemu, Zheng Tian terus mengalihkan pembicaraan dan menolak untuk membahas tentang Liu Ying.


"Pendekar Zheng, kau punya hutang penjelasan. Aku ingin ke intinya, siapa anak itu?"


Zheng Tian menghela nafas jengah. "Kenapa kau begitu bersikeras mengetahuinya, bukankah apapun identitasnya tidak akan memengaruhimu?"


Qin Baoyu tersenyum kecut mendengarnya, ia tahu bahwa tak ada yang gratis dari setiap kata Zheng Tian, hanya bisa melakukan pertukaran.


"Aku berjanji akan menaggung semua biaya pengobatan, menjamin kalau gadis itu tetap hidup. Kau bisa bicara Pendekar Zheng,"

__ADS_1


"Benarkah?" tanya Zheng Tian pelan sambil mengulas senyum licik.


Qin Baoyu mendengus pelan. "Aku tidak akan ikut campur dan tidak akan berusaha mengambilnya, kau bisa pegang kata-kataku."


"Saudari Qin, kau ini sangat perhatian. Aku bahkan tidak menyuruhmu untuk berjanji," Zheng Tian berusaha mencarikan suasana dengan tertawa lepas, Qin Baoyu ikut mengiringi.


"Apakah kau pernah mendengar tentang Mutasi Jiwa?"


"Ya, aku sedikit tahu bahwa hal itu hanya terjadi setiap beberapa puluh tahun sekali. Namun dalam beberapa tahun ini banyak jiwa-jiwa mutasi yang terlahir secara bersamaan di waktu yang berdekatan." senyum di bibir wanita setengah baya itu memudar, kini digantikan dengan alis yang bertaut menanti jawaban lawan bicaranya.


"Ada apa dengan itu, Pendekar Zheng? Apakah anak ini juga mengalami Mutasi Jiwa?" tanya Qiu Baoyu sambil mengangkat gelas tehnya ke mulut.


"Bukan hanya sekedar Mutasi, dia bahkan berada di atasnya."


Tidak sengaja Qin Baoyu menjatuhkan gelasnya mendengar penjelasan Zheng Tian. "Maksudmu Emperor?!"


Zheng Tian mengangguk mengiyakan, beberapa waktu terakhir ia mengamati kondisi tubuh Liu Ying, reaksi racun yang berjalan lambat serta energi Yang mendominasi sebagian besar meridian membuatnya tidak bisa berjalan.


"Bagaimana itu mungkin, apa kau sudah memeriksanya dengan benar?


"Aku sudah memeriksanya berkali-kali tanpa dia sadari, identitasnya pun disembunyikan oleh beberapa oknum dari dunia persilatan. Apakah menurutmu ini tidak aneh?" Zheng Tian berusaha meyakinkan wanita itu dan mendesaknya untuk memberikan pertolongan.


Zheng Tian menyadarkan bahunya di senderan kursi. "Sayangnya... Dia punya meridian ganda. Akan sulit baginya untuk menjadi kultivator di atas tingkatan Pendekar Langit."


Qin Baoyu mencebik mendengarnya. Dia tiba-tiba melihat pintu yang dibuka keras, sampai terkaget dibuatnya.


"Nyonya Qin, keadaan pasien kita memburuk!" sebuah suara menghentikan pembicaraan serius mereka.


Beberapa perawat berlarian mengangkut barang dan obat-obatan yang diperlukan, Qin Baoyu dan Zheng Tian langsung menuju ruangan tempat Liu Ying dibaringkan.


Qin Baoyu memeriksa luka Liu Ying yang nampak menghitam, ia juga menyuruh asistennya untuk mengambilkan anestesi.


"Darahnya tidak keluar sama sekali, sudah berapa jam sejak dia mendapatkan luka ini?" tanya Qin Baoyu tanpa menghentikan kegiatannya.


Zheng Tian ikut mengecek, "Sekitar delapan jam, mungkin racunnya sudah mulai menyebar. Dia juga mengalami batuk yang parah sepanjang jalan."

__ADS_1


"A'Yue, bersihkan lukanya dan basuh menggunakan anestesi." Qin Baoyu mengalihkan pandangan pada perawat lain yang tak terlalu sibuk, "Aku akan menggiling obat, kau bantu aku menyiapkan Bahan-bahannya."


Orang-orang itu menurut, menyisakan seorang gadis yang tengah mengusap bahu kiri Liu Ying dengan kain putih. Meski dengan mata terpejam, Liu Ying masih memiliki kesadarannya, ia berusaha untuk tidak mengerang saat gadis itu menyentuh titik terparahnya.


"Tenanglah, Nona. Kami akan menolongmu," ucap gadis itu dengan lembut.


Suaranya begitu merdu dan menenangkan, Liu Ying teringat pada suara yang terakhir kali mendengung di mimpinya. Meski kedua suara itu jelas berbeda, namun sama halusnya saat menyentuh dasar pendengaran.


Liu Ying menggeliat sesekali mencoba mencari posisi nyaman dan menahan rasa sakit yang kian menjalar di bahunya, itu parah.


"Jangan di posisi itu, kau akan menekan lukamu sendiri. Sebaiknya tetap terlentang dan bernafas dengan teratur," ucap gadis itu membetulkan posisi Liu Ying yang menyamping.


Liu Ying akhirnya dapat melihat wajah itu dengan jelas, cukup cantik dan terlihat anggun.


"Kau- Kau ... "


"Namaku Qin Yueyin, kau bisa memanggilku A'Yue. Aku cukup kagum kau sangat tangguh untuk tetap sadar," ucap gadis itu pelan.


Liu Ying dapat melihat dengan jelas senyuman gadis yang mengaku sebagai Qin Yueyin itu, ia terkesima.


"Aku merasa sangat mengantuk, apakah aku boleh tidur?" Liu Ying kembali terbatuk.


Namun gadis itu malah meninggikan bantal Liu Ying. "Usahakan tetap terjaga, itu akan sangat membantu. Kau bisa meluruskan lehermu jika merasa tidak nyaman, aku akan mengambil air hangat untuk mengompresmu."


Liu Ying mengangguk saja. Ia tetap berusaha untuk tidak tidur meski berat, ia berharap agar batuk sialan itu segera berhenti dan membiarkannya menarik napas dengan lega.


Beberapa saat kemudian Liu Ying merasa dirinya sedikit lebih rileks, terlebih ia mulai merasa kehausan. Qin Yueyin menyiapkan semua kebutuhannya, mengompres dengan hati-hati hingga gadis itu tertidur pulas.


...Nihao! Selalu Vote dan share cerita ini ke temen-temen kalian, ya. Jangan lupa komen sebanyak-banyaknya, aku selalu baca komenan kalian loh....


.


.


.

__ADS_1


Ada yang aneh? 😳


Klarifikasi di Chapter depan, ya 😆


__ADS_2