
Zheng Tian menempelkan kedua telapak tangannya di punggung Liu Ying yang dalam posisi sedang duduk bersila, pria itu mencoba mentransfer energi Qi yang dia miliki yang diyakininya dapat mengaktifasi gejolak itu.
Sementara itu Liu Ying memejamkan mata sembari menerima energi hangat itu memasuki sel-selnya, terasa kurang nyaman pada awalnya.
"Aneh," ucap Zheng Tian saat memutus aliran energinya.
Liu Ying ingin lanjut bertanya, namun tertahan dengan kalimat yang akan dilontarkan Zheng Tian selanjutnya.
"Kurasa sebagian alasan kakekmu bersikeras menyembunyikanmu dalam-dalam adalah ini, kau punya meridian ganda." ucap Zheng Tian tak percaya dengan yang barusan ia katakan.
Liu Ying mencerna baik-baik apa yang dikatakan Zheng Tian, menurutnya tak ada yang istimewa dari itu.
"Elemen ganda menguras banyak energi, juga menyulitkan pemilik tubuh saat menembus tingkat berikutnya. Tidak cocok menjadi seniman bela diri."
Zheng Tian melanjutkan perkataannya sembari membiarkan Liu Ying membutuhkan posisi duduknya.
"Kau mengidap momen langka dimana seseorang memunculkan satu meridian cadangan secara bersamaan di dalam tubuh yang sama. Meskipun tidak terlalu langka, biasanya orang yang memiliki meridian ganda ini sulit untuk mencapai puncak tertinggi dalam kultivasi, dikarenakan oleh energi yang tidak seimbang serta sulit diseimbangkan, sehingga energi tubuhnya menjadi berantakan."
Awalnya Zheng Tian sudah berharap banyak kepada Liu Ying, namun setelah menemukan fakta yang satu itu, ia sedikit kecewa.
Liu Ying ikut memeriksa sengatan energi di nadinya dengan serius. "Tidak adakah kemungkinan untuk pemilik meridian ganda menjadi kultivator hebat?"
Liu Ying sungguh berharap ada cara agar dia tetap bisa menjadi unggul dalam berkultivasi, setidaknya itu akan memperkuat posisinya.
Zheng Tian menggeleng ragu. "Aku tak pernah mendengar alternatif lain selama ini, tapi kau bisa beralih ke bidang lain dibanding mengambil jalan pedang."
Zheng Tian menjelaskan bahwa Liu Ying bisa saja menjadi peracik racun beralih menjadi pengguna sihir ilusi, dengan begitu Liu Ying dapat menghindari ilmu pedang dan tidak menghambat jalannya.
Namun Liu Ying tidak terlalu setuju mengingat ia sangat menyukai seni pedang, Liu Ying bersikukuh masih ingin menggunakan pedang sebagai senjata utamanya.
__ADS_1
"Meski begitu, kau lebih baik mempelajari ilmu meracik racun sebagai ilmu pendukung," bujuk Zheng Tian.
Tentu saja Liu Ying menyetujui meski dengan ragu, ia masih ingin mencari solusi agar ia bisa mempelajari ilmu pedang secara dalam.
Di kekaisaran Wei, ada sekitar dua puluh persen pengidap meridian ganda ini. Sebagiannya yang tetap memilih jalur pedang hanya berhenti pada tahap pendekar ahli dan tidak dapat melanjutkan, sisanya lebih memilih menjadi peracik racun dan pengguna sihir ilusi.
Menurut Zheng Tian, seharusnya pemahaman Liu Ying memang mampu melampaui pemahaman dalam ilmu pedang, tapi tubuhnya tidak dapat menampung ilmu itu dengan benar.
Zheng Tian pasrah saja melihat kegigihan Liu Ying yang tetap memilih jalur pedangnya, Zheng Tian cukup menyayangkan jika Liu Ying buang-buang waktu dengan ilmu pedang yang tingkat tertingginya mustahil untuk ditembus.
"Baiklah, langkah awal para kultivator adalah keahlian meracik sumber daya menjadi obat-obatan. Hampir seluruhnya kultivator akan mempelajari ini di tahap awal mereka, salah satu bagian terpenting."
Dari penjelasan Zheng Tian, dapat disimpulkan bahwa seorang kultivator harus punya keahlian membuat obat-obatan untuk membantu menaikkan tingkat kultivasinya puluhan bahkan ratusan tahun lebih cepat dibanding tanpa sumber daya.
Liu Ying memahami betul pentingnya sumber daya dan obat-obatan itu, mengingat Xi Guan sering mengimpornya ke sekte untuk digunakan para Tetua dan para senior.
"Aku paham. Seharusnya itu membutuhkan banyak sumber daya menakjubkan yang harganya tidak mungkin dijangkau," ucap Liu Ying mengedarkan pandangannya ke arah rerumputan.
"Sayangnya aku sama sekali tidak dapat mendeteksi letak meridian cadangan di dalam tubuhmu. Yang jelas, ini terlihat lebih aneh dari yang biasanya kutemui."
Mendengar itu, Liu Ying memunculkan kembali harapannya. "Ini mungkin pertanda bahwa aku sedikit berbeda. Mungkin ada kemungkinan lain yang belum kita ketahui, aku sedikit yakin."
Menurut Zheng Tian, Liu Ying hanya belum mengerti cara kerja elemen itu di tubuhnya. Ia memilih untuk mengajak Liu Ying menyudahi aktivitasnya.
Namun baru beberapa saat mereka akan bersiap tidur, suara langkah kaki sekitar puluhan orang mengarah ke tempat mereka bermalam.
Dari kejauhan tampaklah beberapa orang berbalut pakaian hitam datang menghampiri mereka.
"Apa yang kalian lakukan di wilayah kami?!"
__ADS_1
Suara yang tajam dan penuh nafsu membunuh menyentak kedua orang yang tengah bermalam di bawah pohon itu.
Zheng Tian bangkit dan berdiri mencoba menahan serta berusaha berbicara dengan rombongan itu meski tak ditanggapi dengan baik, Liu Ying paling benci orang sombong.
"Maaf Tuan, aku hanya pria tua bercucu yang tengah melakukan perjalanan. Kami hanya ingin bermalam di hutan ini sebelum melanjutkannya esok hari, mohon tuan mengizinkan." Zheng Tian memberi hormat serta berusaha meredam amarah segerombolan orang itu agar mau bernegosiasi.
Namun seseorang yang tampak lebih menonjol di antara mereka terlihat sangat tidak bersahabat. "Semua orang yang memasuki hutan ini akan mati, tak terkecuali kau, Pria Bau!!"
Orang itu mendorong bahu Zheng Tian kasar sehingga membuatnya terhuyung, untungnya ia masih bisa mendapatkan keseimbangan.
"Apakah mulut dan tanganmu tidak bisa digunakan selain untuk hal-hal yang kasar?!" Kali ini Liu Ying yang berteriak kepada segerombolan itu.
Orang itu sedikit tertarik dengan tampilan Liu Ying yang mencolok. "Siapa pula anak gadis sok heroik ini? Mau coba melawanku?"
Zheng Tian memberi isyarat kepada Liu Ying untuk mundur, tapi Liu Ying sama sekali tak bergeming, pria tua itu pusing tujuh keliling.
Orang itu menarik keras baju Zheng Tian kuat, kemudian memandang Liu Ying sembari menyeringai.
"Lepaskan kakekku, bedebah!!"
Liu Ying menarik pedang yang tergantung di punggungnya, menggenggamnya keras sampai jari-jarinya memutih pucat.
Dengan segera orang itu juga menyiapkan pedangnya, ia mendorong Zheng Tian menjauh dan menuju ke arah Liu Ying.
Zheng Tian diserang rasa panik, Liu Ying adalah orang paling keras kepala yang pernah ditemuinya. Ia hanya berharap gadis itu tidak melakukan hal bodoh yang memancing kemarahan kelompok itu. Namun apa daya, bukan Liu Ying namanya jika tidak memiliki sifat pemberontak.
Orang itu bersiap-siap menyerang tanpa diikuti para anak buahnya, ia pikir dirinya sendiri sudah lebih dari cukup untuk memberi pelajaran kepada Liu Ying.
Tapi tidak, Liu Ying tidak bisa menyembunyikan aura membunuhnya, jika sudah memulai maka harus diakhiri. Liu Ying memiliki prinsip yang kuat mengenai harga dirinya, lebih baik mati daripada lari.
__ADS_1
...Nihao! Selalu Vote dan share cerita ini ke temen-temen kalian, ya. Jangan lupa komen sebanyak-banyaknya, aku selalu baca komenan kalian loh....