Immortal Fire

Immortal Fire
Chapter 42 : Struktur Keamanan


__ADS_3

Hari sudah malam, Liu Ying dapat melihat bahwa penghuni penjara itu sebagiannya sudah terlelap. Terlebih, mereka telah mendapat jatah makan malam yang dibagikan sekitar setengah jam yang lalu.


Tidak ada yang tahu kecuali Liu Ying bahwa roti yang dibagikan tadi berisi obat tidur, sehingga tak seorang pun dari mereka yang akan terbangun serta memperkecil resiko akan para tahanan yang melarikan diri.


Seperti biasanya Liu Ying lagi-lagi melakukan tipuan andalannya, menggigit setengah bagian roti itu dan menyimpannya di mulut. Saat penjaga lengah, ia memuntahkan makanan itu dengan hati-hati hingga tidak tersisa lagi.


"Nenek pendekar," panggil Liu Ying pelan kepada wanita sepuh yang tengah tertidur di sampingnya.


"Gawat, apa dia memakan rotinya?"


Liu Ying sedikit mengguncang bahu orang itu, namun sama sekali tidak menghasilkan respon.


Liu Ying beralih kepada pintu sel yang kini telah lepas dari penjagaan, menatap gembok besar yang melekat di pintunya. Liu Ying berpikir untuk beberapa saat mengenai gembok itu.


"Bagus sekali. Ternyata dikurung di Aula Keheningan memiliki keuntungan, keahlianku jadi bertambah," gumam Liu Ying pada dirinya sendiri.


Gadis itu tersenyum dan segera menarik tusuk rambut dari kepalanya sehingga rambutnya tergerai begitu saja. Liu Ying mencoba membobol gembok menggunakan bagian ujung tusuk rambut yang agak runcing dan tajam, memutarnya beberapa kali dengan hati-hati.


Berhasil.


Tak membutuhkan waktu lama, gembok itu terbuka dengan mudah tanpa mengalami kerusakan sedikitpun. Liu Ying keluar dan kembali mengunci gembok dengan rapi agar tidak menimbulkan kecurigaan.


Saat di Sekte, Liu Ying sering mendapatkan hukuman dari Xi Guan dan dikurung di Aula Keheningan. Karena itulah Liu Ying dapat membobol berbagai keamanan dengan mudah, bahkan gembok Baja Api milik Xi Guan dapat ditaklukkan.


Malam ini Liu Ying sudah merencanakan untuk menjelajahi tempat itu, mencari tahu sistem keamanannya sebelum benar-benar melakukan aksinya.


Setelah keluar dari sel ia l mulai berjalan melewati lorong penjara yang gelap dan hanya diterangi oleh obor di sepanjang jalannya. Liu Ying kaget saat mendengar derap langkah yang mengarah ke tempat itu, dengan cepat menyusutkan ke balik sel yang lain.


'Bahkan mereka juga melakukan patroli, sebenarnya seketat apa penjagaan di tempat ini?'

__ADS_1


Setelah dirasa aman, Liu Ying kembali melanjutkan aksinya menelusuri tempat itu. Saat sampai di ujung lorong, Liu Ying harus menaiki tanggal untuk naik ke bagi dalam bangunan.


Ia tidak menyangka bahwa dirinya dan para tahanan lain berada di ruang bawah tanah, bangunan yang besar serta pengamanan yang ketat. Jumlah mereka tidak dapat diperkirakan.


Setiap penjaga memiliki tugas masing-masing, membentuk pagar dengan tubuh mereka di setiap pintu masuk dan keluar. Setelah diamati cukup jauh, kira-kira sekitar lima kelompok berisikan masing-masing delapan orang melakukan patroli.


Meski begitu, Liu Ying dapat memahami bahwa waktu dan tempat patroli sangatlah berpola dan rapi. Beberapa lama menelusuri tempat itu, Liu Ying menemukan bahwa lorong bawah tanah yang tadi dia lewati bukanlah satu-satunya, melainkan ada dua jalan menuju penjara lainnya.


Setiap sepuluh menit sekali, pasukan yang berpatroli akan datang mengecek semua tahanan. Sudah sekitar empat puluh lima menit sejak patroli pertama yang Liu Ying temui, yang artinya lima menit berikutnya mereka akan kembali memeriksa tiap selasa penjara.


Liu Ying mulai berusaha membuka sel lain untuk bersembunyi dalam lima menit kedepan, ia buru-buru membuka acak sel terdekat. Segera masuk dan membaringkan dirinya seperti tahanan lain.


"Tadi aku benar-benar merasa bahwa ada seseorang yang menyelinap ke sini." suara berat seorang pria terdengar seperti berusaha meyakinkan temannya.


Namun sebagian dari mereka malah tertawa kecil saat mendengarnya seolah hal itu adalah lelucon. "Mereka semua telah terkena efek obat bius, selain itu siapa pula yang dapat menerobos keamanan di depan semudah itu tanpa menciptakan kegaduhan?"


"Aku serius," penjaga itu mencoba membuat para rekannya percaya, namun hanya dianggap sebagai gurauan saja.


Penjaga itu mengerutkan alis sambil menggeleng pelan, ia dan rekannya kemudian berlalu dari tempat itu masih dengan senda gurau yang terdengar jelas oleh Liu Ying.


Gadis itu menghela nafas lega. Yang tadi itu hampir saja, untungnya para penjaga itu adalah orang yang tidak mudah percaya.


Liu Ying melirik sekeliling, kemudian terpaku terhadap dua orang yang juga ikut bangun dari tidurnya.


"Xian? Ziyou?! Kenapa kalian bisa ada di sini?" pekik Liu Ying tertahan dan segera mengecilkan volume suaranya.


Sepasang anak muda di hadapannya menatap Liu Ying dengan pandangan yang sama, Wei Ziyou terlihat terkejut dan sangat antusias. Gadis itu langsung memeluk Liu Ying dengan senang.


Sementara itu, Hu Xian terlihat tidak terlalu bersahabat, ia sepertinya sedikit kesal kepada Liu Ying.

__ADS_1


"Kami? Kami sedang ikut-ikutan cari mati bersamamu," ketus Hu Xian memisahkan Liu Ying dan Wei Ziyou yang tengah berpelukan.


"Jika bukan karena permintaan Xiao You, aku tidak akan mau terlibat dalam takdir burukmu."


Liu Ying mendelik kesal mendengarnya, pria yang sombong dan cukup kasar. Liu Ying dapat melihat bahwa pria itu menyukai Wei Ziyou, tapi tetap saja berdalih seolah-olah dia adalah sesosok kakak yang baik dan pengertian. Padahal jelas sekali dia berlaku baik hanya pada Wei Ziyou.


Liu Ying mengalihkan pandangannya, "Ziyou, bagaimana kau dan orang itu bisa masuk ke dalam sini?"


"Siapa yang kau maksud dengan 'orang itu'?"


"Diam kau!" gertak Liu Ying menatap Hu Xian tajam.


Wei Ziyou mencoba menengahi agar tidak terjadi perkelahian, ia menenangkan Hu Xian Dan mengelus punggungnya.


"Ying, saat kami selesai melewati hutan bambu, ada banyak orang yang membawa senjata tajam dan menggiring puluhan warga ke hutan bambu. Aku dan Xian Gege memutuskan untuk kembali dan membantumu," jelas Wei Ziyou pelan.


Liu Ying segera memberikan tatapan nenyelidik kepada dua orang di hadapannya. "Aku tidak yakin Si Pengecut itu yang memulai inisiatif, dia kan takut mati."


"KAU-!!"


Wei Ziyou lagi-lagi melerai dua orang keras kepala itu, mereka semakin menjadi-jadi. "Xian Gege, Ying, jangan bertengkar. Kita bisa saja ketahuan penjaga jika terus seperti ini."


Benar. Jika bukan karena Wei Ziyou, Liu Ying pasti akan mengajak pemuda itu berkelahi. Liu Ying mencoba membuat jarak, rasanya ia ingin sekali merobek mulut Hu Xian dengan tangan kosong.


"Aku berniat mengamati struktur keamanan, terlalu sulit untuk bergerak di saat-saat seperti ini." Liu Ying menyenderkan kepalanya ke dinding dengan kasar.


Hu Xian tertawa meremehkan, seolah tersirat sebuah kalimat 'Sudah kubilang kan?'


"Kau bahkan tidak punya persiapan, kenapa kau bisa berlagak begitu sombong?"

__ADS_1


Liu Ying tidak bisa tidak menjitak kepala Hu Xian. "Menunduklah, akan kuberi tahu sesuatu yang fantastis."


...Nihao! Selalu Vote dan share cerita ini ke temen-temen kalian, ya. Jangan lupa komen sebanyak-banyaknya, aku selalu baca komenan kalian loh....


__ADS_2