Immortal Fire

Immortal Fire
Chapter 52 : Tuan Muda Xue II


__ADS_3

"E-ekhem," batuk pria itu sembari membuka kipas yang berada di rak tak jauh dari mereka berdiri dan mulai mengipasi wajahnya.


Hening, tidak ada yang berniat membuka percakapan. Song Jun menatap dua orang di hadapannya secara bergantian. "Apa yang telah terjadi?"


Liu Ying yang salah tingkah buru-buru memberikan penjelasan, namun disela oleh Xue Hongli dengan cepat. "Apa pelayan ini milik anda?"


Seolah tersadar, Liu Ying memperhatikan penampilannya sendiri. Situasi canggung tadi, Liu Ying tidak seharusnya bereaksi berlebihan. Dia masih dalam penyamaran menjadi seorang pria, dan hanya Song Jun yang mengetahui faktanya.


Liu Ying memejamkan matanya, malu dengan Song Jun dan dirinya sendiri.


"Ah, *neige..." Song Jun menggaruk pelipisnya dengan masih memberikan tatapan curiga.


Liu Ying mengedipkan matanya kepada Song Jun memberi isyarat pada pemuda itu untuk mengiyakannya, namun pemuda itu seolah mengabaikannya. "Dia... Teman saya. Bila dia membuat kecerobohan dan menyinggung Tuan? Saya meminta maaf atas namanya."


Song Jun menyatukan kedua tangannya sebagai penghormatan. Mau tak mau, Liu Ying juga melakukan hal yang sama. "Izinkan Asosiasi Nanhua untuk melayani kebutuhan anda."


"Terlalu sungkan. Saya hanya sedikit tertarik dengan pelayan anda-" Xue Hongli menatap Liu Ying sekilas. "Ah, Maksud saya... Teman anda. Pinggangnya terlalu ramping dan ringan untuk ukuran pria dewasa. Sepertinya anda harus sedikit memberikan kemurahan hati. Membantu teman adalah hal yang mulia. Kehidupan ini, pasti sulit baginya."


"Ti-tidak begitu..." Song Jun menggelengkan kepalanya dengan pelan. Seperti biasa, selalu ada senyum di wajahnya, namun kali ini senyumannya kaku.


Xue Hongli menatap langit-langit seperti berusaha mengingat sesuatu. "Seingatku, dua hari yang lalu, Rumah Bangsawan Ji baru saja mengirimkan beberapa kotak daging ke kediaman. Jika temanmu bersedia... Dia bisa membawanya pulang untuk menghidupi keluarganya."


Tangan Liu Ying terkepal dengan sangat kuat, ia menampilkan senyum terpaksa. Ingin sekali rasanya ia menjambak rambut yang terikat rapi itu agak terlepas seluruhnya dari tempurung kepala Xue Hongli. Apa maksudnya Liu Ying adalah seorang pengemis? Kurus katanya? Dia bahkan tidak tahu bahwa Liu Ying merupakan gadis tergemuk di sektenya. Meskipun Xi Guan selalu bersikap buruk padanya, tapi Liu Ying bukannya tidak diberi makan dengan layak.


"Terima kasih atas perhatian anda, Tuan Yang Terhormat. Tapi hamba tidak bisa menerima kebaikan ini, bagaimana jika anda menunjukkan sikap murah hati ini kepada yang lebih membutuhkan, seperti..." Liu Ying menyeringai tipis. "Segerombolan anjing, misalnya."


"Lancang!"


Song Jun mengeluarkan keringat dingin dari dahinya, sepertinya dia merasakan aura yang tidak baik di antara mereka. Semacam bau daging terbakar.

__ADS_1


Xue Hongli menatap geram kepada Liu Ying. "Kau punya keberanian yang lumayan. Cara bicaramu... Sekilas terlihat seperti orang yang berpendidikan."


Mendengar itu, Liu Ying tersenyum bangga. Ia seakan-akan diangkat ke atas awan sebelum akhirnya dijatuhkan lagi di atas bebatuan kasar pinggir sungai, sebelum Xue Hongli kembali menikamnya dengan kalimat baru.


"Tapi orang berpendidikan, sekilaspun tidak terlihat sepertimu. Teman kecil, mulutmu terlalu berbahaya untuk orang kalangan sepertimu. Jika saja yang kau singgung adalah bangsawan lain, mungkin hidupmu tidak akan bertahan hingga saat ini."


Senyuman di wajah Liu Ying memudar seketika. "Hamba khawatir anda akan kecewa. Tapi, orang sepertiku sulit mati."


Jawaban itu sukses membuat Xue Hongli menatap Liu Ying tajam, namun dia sama sekali tidak berniat membalasnya. Dalam hati, Liu Ying bersorak bangga pada dirinya sendiri, ia sangat menyukai hal-hal seperti membungkam orang.


"Tuan Muda Xue, mari saya antar."


Setelah lumayan lama menyimak dalam diam, Song Jun angkat bicara juga. Dia mengajak Xue Hongli ke ruang tamu, melayani orang tersebut dengan berbagai fasilitas yang ada.


Liu Ying hanya bisa mengikuti dua pria itu dari belakang, rasanya aneh, bukan ini tujuannya datang. Demi menghargai Song Jun, Liu Ying akan menunggu meski mengurus seorang bangsawan angkuh akan memakan waktu yang lama.


Song Jun mengangguk sekilas, "Hanya saja, pelayan membutuhkan sedikit waktu untuk benar-benar memastikan pesanan anda dikemas dengan baik. Ini akan sedikit menyita waktumu."


"Ah, tidak masalah. Kalian bisa pergi."


Song Jun membungkuk sekilas sebelum akhirnya menggandeng Liu Ying keluar dari sana, mereka sempat berpapasan dengan seorang pria yang diyakini adalah pelayan pribadi Xue Hongli.


Song Jun membawa Liu Ying ke taman yang berada di belakang asosiasi. Tempat itu dipenuhi pepohonan yang rindang, disertai buaian angin sehingga membuat rambut mereka berterbangan.


Di bawah salah satu pohon, terdapat kursi panjang yang terbuat dari papan kayu. Song Jun mengajak ya untuk duduk di sana dan mulai berbincang, namun pemuda itu tetap dalam posisi berdiri.


"Apa yang terjadi selama aku pergi? Kau berurusan dengan bangsawan kerajaan itu benar-benar sesuatu yang lumayan serius," tukas Song Jun ingin menuntaskan rasa penasarannya.


Namun Liu Ying justru terkekeh. "Apa maksudmu?" tanyanya, kemudian beberapa detik selanjutnya ia memerah.

__ADS_1


"Tidak terjadi apapun."


Liu Ying tersadar bahwa kejadian beberapa waktu lalu sedikit memalukan. Membicarakan hal itu mungkin akan menyebabkan situasi bingung dan canggung. Jadi, dia berniat membuat alibi.


"Hanya saja, aku tidak terlalu menyukai orang itu," sambung Liu Ying.


Song Jun tersenyum kemudian berujar, "Lain kali, jangan mencari masalah dengannya. Tuan Muda Xue adalah putra dari hakim kekaisaran, pengaruhnya sangatlah luas. Jika sampai membuatnya tidak senang, aku tidak akan bisa menyelamatkanmu meski dengan sematan nama bangsawan Song sekalipun."


Kemudian Liu Ying kembali terkekeh, dia malah melanjutkan perkataan Song Jun seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Itu hanya jika dia berani menantangku sendirian."


"Kau terlalu percaya diri. Setidaknya kau mungkin mengira dia hebat karena kekuasaan, maka itu juga benar. Tapi perlu kau ketahui bahwa dia juga master yang hebat."


Liu Ying mengerti bagaimana Song Jun mencoba menasihatinya, tapi bagian terlucu bagi Liu Ying adalah menindas orang lain menggunakan kekuasaan. Menurut penjelasan Song Jun mengenai keluarga Xue Hongli, Liu Ying langsung berasumsi bahwa pemuda itu hanya bersembunyi di balik nama ayahnya.


Sejak dulu Liu Ying tidak pernah kenal dengan perbedaan kasta. Meskipun itu telah dipelajari berkali-kali dan juga berulang-ulang dijelaskan oleh Ou Wuxi, Liu Ying tetap sulit menerimanya.


Menurut Liu Ying, seseorang itu tergantung cara dia hidup, bukan bagaimana nama keluarga yang melekat pada seseorang maka seseorang itu akan menjadi hebat dan superior.


Liu Ying kemudian terpikir dengan percakapan Song Jun dan Xue Hongli di dalam ruangan tadi, sedikit menebak apa maksudnya.


"Jadi... Apakah barang yang dimaksud pria marga Xue tadi adalah Pil Persik Biru?"


Song Jun terkejut sedikit, baru kemudian menganggukkan kepala. "Tidak salah lagi. Itulah sebabnya aku tidak bisa memberikan Pil itu kepada Hu Xian, karena alasannya begitu serius."


"Oh, begitu rupanya. Mengenai Pil yang kau janjikan padaku, kau harus memberikan kualitas terbaik dari antaranya."


Liu Ying menarik bahu Song Jun agar lebih dekat. Dia berbisik sesuatu di telinga pemuda itu, kemudian diangguki dengan ragu olehnya.


...Nihao! Selalu Vote dan share cerita ini ke temen-temen kalian, ya. Jangan lupa komen sebanyak-banyaknya, aku selalu baca komenan kalian loh. ...

__ADS_1


__ADS_2