Istri Barbar (Alexandria Dan Tiga Serangkai)

Istri Barbar (Alexandria Dan Tiga Serangkai)
Bab 12 Beraksi 4


__ADS_3

Mereka bertiga sampai di depan sebuah villa mewah,Halamannya sangat luas sehingga dapat memuat berpuluh-puluh mobil.


Alex datang dengan gaun hitam panjang yang seksi dengan belahan dada rendah dan belahan hingga paha. Make up wajahnya membuat penampilannya sangat sensual malam itu. Jam tangan emas disebelah kiri menambah kesan elegan penampilannya malam itu. Han dan Jack memakai tuxido dengan warna biru tua dan coklat tua. Mereka berdua juga memakai jam tangan yang sama seperti yang dipakai Alex. Hanya berwarna silver.


"Ini untukmu, Alex ... untukmu juga, Han"


Katanya menyerahkan jam tangan pada kedua rekannya sebelum mereka berangkat.


"Ah,nggak usah."


Tolak Han


"Ini bukan jam biasa, kita memerlukannya sebagai alat komunikasi, mau ku Pakaikan? "


Goda Jack meraih tangan Han.


"Tidak, aku bisa melakukannya sendiri! "


Han menarik tangannya dengan ilfil kemudian meraih jam tangan pemberian Jack.


Seorang petugas resepsionis mengamati kartu undangan mereka bertiga,dan mengamati mereka bertiga dengan seksama.


"Periksa ini di komputer! "


Pinta petugas itu pada rekannya.


"Mampuslah kita, Jack! "


Bisik Alex khawatir tentu saja nama mereka pasti tidak ada didalam komputer. Jack tersenyum


"Aman, pak! "


Kata petugas itu memberi kode pada rekannya, tentu saja Jack telah mengambil langkah antisipasi. Dia telah meminta kepada kawannya yang seorang hacker untuk melakukan hal itu. Termasuk memalsukan kartu undangan.


"Silakan."


Petugas itu akhirnya meminta mereka masuk.


"Mulai sekarang aku tidak akan meragukanmu? "


Bisik Alex mengamit lengan Jack dan berjalan bersamanya. Han yang mendengarnya menyeringai kesal.


Mereka bertiga memisahkan diri dan berbaur dengan kerumunan orang-orang yang tengah mengobrol dan menikmati pesta malam itu.


"Apa target terlihat? "


Alex berbisik melalui jam tangannya. Ia mengangkat tangannya sampai ke dada.


"Belum, aku belum melihatnya."


Terdengar suara Jack disana.


Alex kemudian mencari keberadaan Han, firasatnya mengatakan bahwa Han sedang mencari minuman favoritnya. Alex menyapu ruangan namun sulit baginya untuk menemukan Han diantara lautan manusia.


"Dimana Han?


"Pencet tombol disamping jam untuk mencarinya, Alex!"


Alex melakukan apa yang dikatakan Jack. Dan benar saja di layar jam itu muncul lokasi Han. Kemudian Alex menuju titik dimana Han berada.

__ADS_1


Han baru saja hendak meneguk minuman yang ia pesan dari seorang bartender namun sebuah tangan mengambil gelas itu darinya. Han baru saja ingin mengumpat namun diurungkannya setelah melihat Alex yang melakukannya.


"Tidak akan kubiarkan untuk kali ini, sayang! "


Alex tersenyum tipis lalu meletakkan gelas itu di atas meja. Kemudian ia mengamit lengan Han mesra dan mengajaknya pergi dari sana. Han sendiri menunjukkan raut wajah masam karenanya.


"Menganggu saja"


Keluhnya lirih.


Di tiga puluh menit pertama mereka hanya sibuk berbaur. Han mengomel panjang pendek karena bosan. Apalagi ada Alex bersamanya, dan dengan ketat mengamit tangannya.


" Hei, aku melihatny, arah jam jam sebelas! "


Alex dan Han mengikuti arahan Jack. Dan benar mereka melihat target mereka.


"Oke, biar aku yang urus"


Alex kemudian dengan percaya diri melangkah menghampiri target.


Sementara itu seorang moderator berdiri diatas panggung. Dia memulai acara inti pesta itu. Setelah berpidato beberapa menit, kemudian meluncurkan sebuah produk dari bawah panggung.


"Saya persembahkan ini adalah produk baru yang akan membuat hidup kita lebih mudah. Perkenalakan ini adalah serum... Bla... Bla... Bla... "


Sementara itu Alex...


"Mau apa kesini, pestanya disebelah sana"


Seorang pria berpakaian hitam dengan lengan yang kekar bertanya pada Alex.


"Ah, tidak aku hanya merasa... bosan."


Pinta pria dengan wajah sangar.


"Tapi aku bosan"


"Kubilang kembali atau... "


Pria itu bersiap untung mencekal lengan Alex, namun Alex dengan gesit menghindar dan dengan gesit berhasil membuat pria itu rubuh ke lantai dengan sekali tendangan.


Kemudian Alex dengan segera beralih ke pintu besi didepannya. Dilihatnya tombol disamping pintu, beberapa kali dia coba. Namun dia tidak bisa membukanya.


'Baiklah, saatnya memanggil bantuan'


"Aku butuh bantuan kalian. "


Jack segera berjalan memenuhi panggilan Alex, sementara itu Han tidak jadi meneguk Minumannya dan terpaksa meletakkannya kembali. Kemudian pergi dari sana dengan batin dongkol.


"Kamu baik-baik saja? "


"Aku tidak bisa membuka pintu ini."


Jack segera mengambil alih dan


mengeceknya.


"Pintu ini mengunakan dikunci mengunakan pasword"


Terang Jack. Kemudian dia berusaha meretasnya dan memasukkan beberapa kode pintu agar pintu itu bisa terbuka. Namun dia gagal setelah mencobanya beberapa kali.

__ADS_1


"Aku butuh sedikit waktu, berjagalah kalau ada yang datang. "


Han dan Alex melakukan penjagaan. Sementara itu Jack masih sibuk memecahkan pasword itu.


"Jack, cepatlah, atau kita akan ketahuan."


Alex melihat beberapa orang datang dari arah ruangan pesta. Han jenggah menunggu, kemudian dia menarik bahu Jack.


"Minggir! "


Han mengambil pistol dari balik jasnya


"Tunggu!"


"Dorrrr"


Terlambat, Han sudah menembak alat itu sampai mengeluarkan percikan api dan asap.


"Apa yang kamu laku... "


Alex memutar tubuh Han dengan kasar berniat mengomelinya. Namun tiba-tiba pintu itu terbuka. Mereka bertiga melihat kearah pintu. Han tersenyum karenanya.


"Membuka pintu."


Han menyahuti dengan penuh keangkuhan


Namun tiba-tiba alarm berbunyi dan tentu saja hal itu membuat gaduh suasana pesta.


"Oh, sial, ayo cepat kita tidak punya banyak waktu!"


Han kemudian mendahului masuk kedalam ruangan itu diikuti kedua rekannya. Senjata Api telah siap ditangan mereka. Ruangan didalam sangat sunyi dengan penerangan yang remang-remang.ruangan itu seperti lorong yang panjang dan menuju pada suatu tepat namun ada beberapa belokan. mereka merapat di tembok sembari mengintai.


"Alex, kurasa gaunmu terlalu panjang! "


Kata Han pada Alex yang berada tepat di belakangnya. Mendengar itu Alex langsung berjongkok dan menyobek gaunnya hingga menjadi mini dress.


"Kamu akan membayar uang sewanya nanti"


Tiba-tiba...


"Sedang apa kalian? "


Seseorang pria datang dari arah pintu masuk.


"Dorrrr"


Han berhasil menembaknya sebelum pria itu berhasil mengambil pistol di pinggangnya.


"Kita harus bergerak."


Han memberikan intruksi pada kedua rekannya. Mereka menyusuri lorong ruangan itu. Ketika itu datanglah beberapa orang berbaju hitam dari arah berlawanan. Han yang saat itu berada paling depan langsung memberi kode kepada kedua rekannya untuk bersiap.


"Dorr... Dorr... Dorr.. "


Han langsung menembak dan mengenai beberapa diantara merek hingga menimbulkan kewaspasaan yang lainnya. Mereka meraih pistol. Kemudian terjadi adu tembak diantara mereka. Namun semua musuh berhasil mereka lumpuhkan .Alex melihat seorang musuh datang dari sisi lorong lainnya dan dengan gesit menembaknya.


"Aku akan kesana."


Tanpa menunggu jawaban dari kedua rekannya Alex berjalan menyusuri lorong lainnya. Jack dan Han melakukan hal yang sama berjalan menyusuri lorong yang berbeda.

__ADS_1


__ADS_2