
Seorang wanita berjalan dengan raut wajah sedih dimalam hari sambil menarik sebuah koper.Saat itu jalanan kota sudah mulai agak sepi karena hari sudah hampir tengah malam. Dalam keadaan kalut wanita itu menyebrang jalan tanpa menoleh kanan dan kiri. Akibatnya dia tidak menyadari ada mobil yang sedang melesat ke arahnya. Hingga kecelakaanpun tidak dapat terelakkan
"Aaaa..."
Teriak wanita itu lalu ambruk ke jalanan.
"G*bl*k! bisa nyetir mobil nggak sih? "
"Maaf bos, tuh orang yang sembarangan nyebrang jalan. "
Pengemudi itu terlihat memelas menolehkan wajahnya ke belakang dimana si Bos duduk.
"Nggak usah banyak omong"
Sahut si Bos galak.
"Maaf bos"
"Cepetan lihat! "
Bos itu memerintahkan anak buah yang berada disebelah pengemudi untuk mengecek korban yang masih tergeletak meringih di aspal.
"Masih hidup, bos"
Ujur sang anak buah melalui kaca mobil yang terbuka.
"Gimana nih bos, kita tinggalin aja, mumpung nggak ada yang lihat? "
Saran si supir berniat tabrak lari. Sungguh tidak bertanggung jawab.
"Aduhhh, tolongggg"
Teriak wanita itu tiba-tiba.
"Wduh,gimana nih bos. Kalau sampai ada yang dengar kita bisa diamuk Massa, atau dilaporin polisi nih"
tiba-tiba mereka menjadi panik sambil melihat sekeliling.
"Bawa dia masuk ke mobil, cepat! "
Perintah si Bos tanpa pikir panjang.
Si anak buah itu kemudian mengikuti perintah sang bos, dan bergegas membopong korban ke dalam mobil.
"Kerumah sakit bos? "
"Tidak, ke markas. "
***
Saat tersadar wanita itu sudah berada dalam sebuah kamar, dia memijit kepalanya sebentar yang terluka akibat benturan dengan aspal yang kini telah berbalut dengan perban. Dia kemudian mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan beberapa saat. Kemudian dia tersenyum.
"Berhasil"
Seringainya senang kemudian mengeliat sejenak dan menarik selimutnya sampai dada, berencana tidur kembali.
'Hah, sudah seminggu aku tidak tidur senyenyak tadi'
Namun baru saja ingin memejamkan mata, telinganya terganggu dengan langkah kaki yang terdengar menuju kearah ruangannya. Dia membuka mata lebar-lebar.
"Aaaaa"
Mendengar teriakan itu beberapa orang yang berada diluar bergegas masuk.
"Ada apa? "
"Waaaaaa ..."
Melihat beberapa orang mendekat kearahnya wanita itu makin histeris.
"Jangan ... jangan apa-apakan saya, tolong! "
Wanita itu menutupi dadanya dengan kedua tangannya dan menangis.
__ADS_1
Mereka saling berpandangan. Kemudian si Bos melangkah maju.
"Tenang... Tenang! "
Katanya sembari perlahan mendekat. Dan duduk ditepian kasur.
"Jangan... Jangan! "
"Tenang, kami yang menolongmu dan membawamu kesini, kamu ingat, tadi kamu tertabrak mobil"
Wanita itu mulai tenang
"Kamu ingat? "
Tanya si Bos lagi untuk menyakinkan bahwa si wanita tidak lupa ingatan seperti di sinetron-sinetron. Wanita itu tampak berfikir kemudian mengangguk pelan.
"Baiklah, apa kamu ingat mobil yang menabrakmu? "
Wanita itu menggeleng "hanya warna mobilnya saja... hitam, selain itu aku tidak ingat apapun"
"Bagus"
Gumam Si Bos lirih.
"Eh, maksudku aku yang menolongmu karena orang yang telah menabrakmu telah melarikan diri"
Mendengar itu wanita itu mulai menangis lagi.
"Oh, ini karena aku sedang banyak pikiran, jadi... Jadi... aku menyeberang jalan tidak hati-hati... Oh, terimakasih anda baik sekali, tuan. "
Wanita itu meraih tangan si bos yang sebagian rambutnya sudah berwarna putih. Si Bos tersenyum.
"Ah biasa saja"
Kemudian wanita itu terisak kembali.
"Seandainya saya tidak kehilangan pekerjaan saya tidak akan terusir dari kontrakan, uang saya sudah habis karena saya tidak dapat menemukan pekerjaan lagi. oh sungguh sial. Setelah ini kemana saya akan pergi. Oh sungguh buruk nasibku,kenapa aku tadi tidak mati saja"
Bisik salah satu anak buah kepada rekannya . Yang ditanggapi dengan telunjuk di bibir sambil melotot.
"Hei... Hei... Tenanglah nona! "
"Tidak, Tuan, aku ingin mati saja"
"Tidak-tidak... Kamu bisa tinggal disini. "
"Tapi... Tapi saya tidak punya uang, Tuan, bagaimana saya akan membayarnya? "
"Tidak perlu... Kamu bisa tinggal disini selama kamu mau, gratis? "
"Tapi... Tidak saya merasa tidak enak, ah bagaiamana kalau saya kerja dengan tuan"
Si bos tampak terdiam sesaat, kemudian menatap anak buahnya yang berjumlah dua orang itu seolah meminta pendapat. Mereka hanya menyeringai.
'Ambil aja Bos, lumayan",batin salah satu dari mereka.
"Hemm, baiklah aku setuju, jika itu memang maumu. "
"Ah, benarkah, anda baik sekali, saya sangat beruntung bertemu anda, Tuan"
Si Bos tersenyum merasa tersanjung dengan pujian itu.
"Ah, jangan panggil aku Tuan, panggil aku Bos Martin"
"Baiklah Tu... Eh Bos."
"Dan kamu, siapa namamu? "
"Enny"
Sahutnya sambil tersenyum manis. Memikat. Memperdaya.
'Kena kau'
__ADS_1
***
Dari situlah awal mulai Alex berhasil menjadi bagian dari para mafia. Dia perlahan-lahan menjadi salah satu orang kepercayaan Bos Martin.
Suatu malam Bos Martin baru saja pulang dari sebuah tempat hiburan malam. Dengan kondisi mabuk dia mngetuk pintu kamar Enny.saat pintu terbuka dengan cepat Bos Martin mendorong tubuh Enny ke dalam hingga keatas ranjang. Dengan sekuat tenaga Enny mendorong tubuh Bos Martin, dan berhasil meloloskan diri.
"Ada apa ini,Bos? "
"Ada apa?,ayolah Enny, jangan berlagak polos. "
Katanya sambil berdiri sempoyongan. Enny berdiri berjarak semeter didepannya.
"Tidak, Bos. '
"Ayolah, Enny"
Ujur Bos sambil mencoba menarik tangan Enny.
Berkali-kali Enny menghindar namun si Bos tetap mengejar.
'Sial ini tidak boleh terus dibiarkan'
Kemudian saat itu Bos berhasil menarik tangan Enny dan menarik tubuhnya kedalam pelukannya kemudian mendorongnya ke ranjang kembali.
"Tunggu, Bos! "
"Apalagi, ayolah aku sudah tidak tahan"
"Bukan begitu, Bos, masalahnya adalah ... "
"Apa? "
Katanya dengan nada orang mabuk. Sambil menindih tubuh Enny.
"Bos pasti tidak akan suka denganku? "
"Ah, apa maksudmu? "
"Aku... aku... sebenarnya ... sebenarnya... bukan wanita seutuhnya... "
"Maksudmu? "
Tanya Bos Martin mengeryit antara sadar dan tidak karena pengaruh alkohol.
"Iyaaa, aku ini sebenarnya W4ri4"
"Ap... Apa? "
Bos Martin terbelaklak kemudian langsung menarik tubuhnya dan menatap Enny yang kini telah duduk di tepi ranjang.
"Jangan bohong, kamu pasti bohong, Enny? "
Tuduh Bos Martin tidak percaya, namun gelagatnya menunjukkan sikap ilfil.
"Tidak, Bos, oh apakah Bos ingin melihatnya sebagai bukti,kebetulan aku belum operasi kel4min"
"Apa? "
"Biar bos percaya, aku hanya tidak ingin bos kecewa"
Melihat Enny berdiri dan hendak menurunkan celananya Bos Martin justru ngacir kabur keluar ruangan dengan membanting pintu.
"Bos, tunggu, Bos! "
Teriaknya lalu sesaat kemudian dia tertawa sambil menutup mulutnya dengan tangan.
"Bos, jadi main dengan Enny, kok cepet amat? "
Goda salah satu anak buahnya yang sedang berjaga.
"Jangan banyak b4cot, aku masih normal tau!"
sahutnya sengit kemudian berlalu membuat anak buahnya terheran-heran.
__ADS_1