Istri Barbar (Alexandria Dan Tiga Serangkai)

Istri Barbar (Alexandria Dan Tiga Serangkai)
Bab 29 Kehidupan baru


__ADS_3

Apakah mahligai yang paling suci?


PERNIKAHAN.


Keesokan Harinya...


"Hei, calon pengantin, apa kamu belum bangun?"


"Diam Han, jangan meledekku!"


Alex sebenarnya tidak nyenyak tidur sejak semalam.dia gelisah sepanjang malam. Memikirkan bagaimana dia harus bereaksi besok saat bertemu Ryu.


"Cepat bangun, penghulu datang lima menit lagi!"


Kali ini suara Jack yang terdengar


"Ku bilang..."


Alex membuka pintu dengan kasar dan melihat Yumna tersenyum diantara Han dan Jack dengan gaun kebaya warna putih dan kain jarik warna senada. sementara Han dan Jack juga tampak rapi mengenakan setelan jas.Melihat mereka kening Alex jadi berkerut-kerut.


"Ayolah Alex, tamu-tamu sebentar lagi datang!"


Jack berkata sambil menyodorkan sebuah baju kebaya dan jarik yang terlipat rapi ditangannya.


"Tamu?"


Gumam Alex bingung kemudian berjalan beberapa langkah dan melonggok dari atas bermaksud mencari Ryu. Namun dia justru terkejut karena ruang tamunya sudah ditata dengan rapi, Ryu melambaikan tangannya sambil duduk tenang di sebuah kursi Memakai setelah jas warna hitam.


"Lima menit tidak turun pernikahan batal."


Ryu tersenyum tipis mengoda Alex.


"Dasar s1_4l, kenapa kalian tidak membangunkanku dari tadi?"


Alex kalang kabut, Han baru saja ingin membuka mulut namun tidak keburu karena Alex dengan cepat kembali kedalam kamar.


"Bajumu?"


Alex membuka pintu kamar lagi lalu mengambilnya dari tangan Jack.


"Terimakasih?"


Alex secepat kilat menutup pintu. Han dan Jack tertawa cekikikan melihat tingkah Alex. Mereka berdua lalu menyodorkan telapak tangan pada Yumna untuk melakukan tos. Kemudian mereka menuntun Yumna turun.


"Alex cepat penghulunya sudah datang"


"Apa, oh tidak!"


Alex kocar kacir didalam kamar. karena kebingungan segala sesuatu yang dia lakukan jadi tidak beres. Dia memperhatikan dirinya di cermin.


"Oh, tidak, dimana lipstikku yaa?"


Alex mencari-carinya di meja rias.Namun tidak juga ketemu.Dan Alex lupa bahwa dia memang sudah lama tidak punya lipstik. Lipstik satu-satunya yang dia punya sudah dia buang karena kadaluwarsa lagipula dia jarang memakainya.


"Alex...."


Terdengar suara Jack memanggil.


"Ah, masa bodohlah."


Alex sudah tidak peduli dengan penampilannya. Membiarkan wajahnya tanpa riasan, rambutnya tergerai belum disisir dan terlihat acak-acakan. Alex berlari keluar kamar dan menuruni tangga dengan menarik rok jariknya cukup tinggi.dua anak tangga dia lompati sekaligus.


"Aku datang."


Alex membelakakkan matanya saat melihat beberapa tamu dari anggota kepolisian.


Alex dan saat itu semua mata tertuju padanya.


" Alex, turunkan itu!"


Jack yang menantikan Alex dibawah tangga berbisik memberikan kode agar Alex menurunkan jariknya.


"Apa?"


Alex tergagap lalu tersadar saat Jack memberikan kode dengan matanya. Setelah menurunkan jariknya Jack membimbing Alex berjalan menuju altar pernikahan untuk ijab qobul.


'matilah aku,mereka mengerjaikau dihari penting seperti ini, dasar kurang ajar mereka akan ku hajar setelah acara ini, lihat saja!'


Alex mengumpat dalam hati namun bibirnya tersenyum manis.


Jack membimbing Alex untuk duduk didekat Ryu.


"kalau begitu mari kita mulai acara ijab qobulnya."


Pak penghulu berkata dengan ramah. Dan ijab qobul pun dimulai. Karena Ayah Alex sudah tiada dan keluarga berada sangat jauh tempatnya maka pernikahan Alex diwakili oleh wali hakim.

__ADS_1


"Bagaimana saksi?"


"Saaaah"


terdengar koor semua yang hadir saat Ryu dengan lancar telah selesai mengucapkan kalimat ijab qobul.


Selanjutnya Ryu menyematkan cincin ke jari manis Alex.


"Iyessss..."


Saking bahagianya Alex jadi lepas kendali lalu spontan merangkul Ryu.


para tamu tertawa heboh melihat tingkah Alex. Ryu sendiri menampakkan raut wajah terkejut dengan tingkah Alex,namun dia mencoba untuk tetap tenang. Menyadari tingkahnya, Alex segera melepas pelukannya,lalu dia menunduk dan pipinya menjadi merah karena malu.


"Hah, dasar Alex benar-benar memalukan, katahuan banget dia kebelet ingin menikah dengan Ryu.


Han yang duduk tepat di samping Alex bergumam. Sementara Jack hanya menanggapinya dengan senyuman.


Namun sesungguhnya ada rasa bahagia yang begitu dalam menelusup ke dalam hati Jack dan Han.


***


"... dengan ini pengadilan menyatakan bahwa Dokter Ryuji tidak bersalah dan dibebaskan dari segala tuduhan..."


Setelah acara pernikahan selesai Ryu langsung pergi ke pengadilan demi haknya mendapatkan kejelasan status hukum dalam kasus yang menjeratnya selama ini.


"Dok...Dok...Dok..."


setelah mendengar palu hakim ketua diketuk Ryu berdiri dan memberikan hormat.setelah itu dia menarik nafas lega.


Han dan Jack kemudian menghampiri Ryu.


"Alhamdulillah selamat atas kebebasanmu dan... pernikahanmu,kawan."


Ryu menyambut tangan Jack dan Han dengan hangat.


"Ini semua tidak akan terjadi tanpa bantuan kalian, terimakasih."


"Yaa, kuharap setelah ini kehidupanmu akan baik-baik saja mengigat kamu baru saja menikahi wanita paling keras kepala dan paling menyebalkan."


Ryu dan Jack tertawa ringan mendengar gurauan Han.


"Apa kau berusaha menakutiku?"


kali ini Han yang tertawa.


Mereka bertiga tertawa ringan beruntung Alex tidak ada diantara mereka dan memilih menjaga Yumna dirumah.


"Apa kita akan disini terus, sepertinya ini waktunya yang tepat untuk ngopi"


tentu saja mereka menyetujui dan keluar dari ruang persidangan dengan langkah ringan, seolah beban berat telah mereka tinggalkan di belakang sana.


***


"Mantan pacarmu?"


Ryu tidak menjawab dia hanya mengambil frame foto dari tangan Alex dan membuangnya ke tempat sampah di sudut ruangan.


"Masih mencintainya?"


"Apa kamu rela di poligami?"


Ryu menyahuti tanpa menoleh pada Alex kemudian dia terlihat berjalan menuju sebuah ruangan.


"Hei, mau kemana kamu, Ryu?"


Seru Alex melihat Ryu memasuki sebuah ruangan dan menutupnya.


"Tunggu saja ada hal penting yang harus aku kerjakan!"


"S1-4l,bukankah seharusnya ini malam pertama kami..."


Alex jadi senyam-senyum merasa malu sendiri membayangkan malam pertamanya dengan Ryu sambil merebahkan dirinya dalam posisi tengkurap di kasur,namun tak lama dia merubah posisinya jadi terlentang.


"Aduh, apa sih yang dikerjakannya malam-malam begini, oke, lihat saja berapa lama dia sanggup menahan godaan"


Alex mendengus lalu bangan dan melangkah ke kamar mandi. Setelah pulang dari pengadilan Ryu memutuskan untuk kembali kerumahnya dan membawa serta Alex dan Yumna bersamanya. dan berencana tinggal menetap disana.Alex sendiri sama sekali tidak keberatan saat Ryu mengemukakan hal itu.Baginya kini kemanapun Ryu pergi disitulah dia akan berada.Bucin.


Sudah kesekian kalinya Alex melihat jam dinding,sudah satu jam lamanya namun Ryu tidak juga keluar dari ruangan itu, Alex menghempaskan tubuhnya ke ranjang dengan kesal, di scroolnya beberapa foto ful_g4r yang dia kirimkan pada suaminya dengan berbagai fose menantang, namun tidak ada respon dari Ryu padahal statusnya sudah centang biru dua.


"Pria macam apa dia, tidak punya gairah sama sekali"


Padahal Alex mengira Ryu akan keluar dari ruangan dan meyentuhnya dengan penuh gairah, namun fantasinya itu ternyata tidak terealisasikan. Alex bangkit dari ranjang dengan kesal setelah melempar ponsel sekenanya.Dia berjalan menuju ruangan dimana Ryu berada lalu mencoba membuka pintu meskipun dia tau sudah pasti dikunci.


"Aku bilang tunggu, jangan coba-coba mendobrak pintu itu!"

__ADS_1


terdengar Ryu menyahuti dari dalam ruangan. Melihat gagang pintu bergerak-gerak Ryu hanya tersenyum tipis. Ryu melirik ponselnya siapa tahu istrinya mengirim gambar ful_g4r lagi.


"Nggak sabaran"


Alex bertambah mengkel mendengar respon Ryu.


"Jangan panggil aku Alex kalau aku tidak bisa membuatnya menyentuhku"


Alex bergumam lirih.


beberapa saat kemudian...


Ryu mengangkat wajahnya saat mendengar suara pintu dibuka, Alex berdiri diambang pintu dengan tangan menyilang di dada, sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Apa? aku tidak mendobraknya, kamu terlalu meremehkanku!"


Ryu tersenyum tipis namun tidak berniat beranjak dari tempat duduknya dan kembali menekuni laptopnya.


Alex melangkah mendekati meja sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan yang cukup besar itu selain meja kerja yang sekarang diduduki Ryu, ada Furnitur set sofa dan rak lemari berisi ratusan buku menghiasi ruangan itu.


"Ruang pribadi?"


"Tidak lagi, karena kamu sudah memasukinya."


Ryu menyahuti tanpa mengangkat wajahnya. Alex duduk disofa sambil menyilangkan tangan di dada.


"Sebenarnya apa sih yang sedang kamu kerjakan?"


"Penting."


"Lebih penting dariku?"


"Itu bukan pertanyaan, tapi jebakan."


Hening sesaat.


"Masih bera ..."


"Kalau kamu terus menganggu, pekerjaanku tidak akan selesai, dan tidak akan ada malam pengantin bagi kita!"


"Oke"


Alex akhirnya menyerah, sambil menahan g41r4h kewanitaan yang sedari tadi minta dilampiaskan.


Merasa bosan Alex akhirnya beranjak menuju rak buku, mengambil buku asal saja dan membawanya kembali ke sofa, namun saat tahu buku itu tentang dunia kedokteran, Alex meletakkannya begitu saja di meja, tidak berminat.


"Ambillah buku di rak sebelah kananmu, baris kedua dari atas, bersampul pink!"


"Nggak usahlah"


"Itu buku tentang s3x, bacalah, aku tidak suka bermain dengan amatiran!"


Alex mendengus kesal kemudian menuju rak yang dimaksud oleh Ryu. Setelah menemukannya dia membawa buku itu ke sofa dan mencoba membacanya, Namun pada akhirnya buku itu sukses membuat Alex terkantuk-kantuk, hingga akhirnya terlelap dengan buku dipangkuannya.


Alex terbangun saat merasakan seseorang duduk di sampingnya. Ryu mengambil buku dipangkuan Alex dan meletakkannya di meja.


Alex kini merasa grogi, apalagi Ryu menatapnya dengan tajam sekaligus membius, Ryu mendorong tubuh Alex perlahan hingga terlentang diatas sofa, g41r4h Alex timbul kembali setelah sesaat tadi menghilang karena ketiduran. Ryu menelungkup diatasnya dengan satu tangan menopang tubuhnya, jaraknya begitu dekat dengan wajah Alex.


"Apa yang sudah kamu pelajari?"


"Buku itu membuatku tidur"


Ryu tertawa mendengarnya.


"Kalau begitu biar aku yang mengajarimu."


Ryu m3lu_m4t bibir Alex sambil merenggut handuk yang membungkus tubuh Alex dan melemparnya begitu saja kelantai, Ryu melepas kaosnya lalu m3_lu_m4t bibir Alex lagi dengan penuh g4_ir4h.


Namun sebuah dering ponsel menghentikan kegiatan mereka.


"Oh, s1_4l, Haruskah?"


Alex berujar dengan kesal saat melihat Ryu bangkit untuk menjawab panggilan dari ponselnya.


Alex hanya mendengar jawaban "ya" bererapa kali oleh Ryu.


"Tentu saja aku akan kesana sekarang."


Mendengar itu Alex tahu h4sr4tnya tidak akan telampiaskan malam ini. Ryu memungut kaosnya setelah menutupi tubuh Alex dengan handuk kembali, mencium kening Alex sekilas dan tersenyum samar melihat wajah Alex ditekuk seribu.Tanpa berkata-kata lagi Ryu beranjak dan pergi meninggalkan Alex.


"Awas kalau sampai kamu tidak pulang aku akan cari suami baru"


Alex mengancam dengan kesal pada Ryu yang punggungnya telah menghilang dibalik pintu.


"Dasar S1_4l"

__ADS_1


Alex menendang Meja lalu melilitkan handuk ketubuhnya dan keluar dari ruangan itu dengan suara bantingan pintu yang keras.


__ADS_2