Istri Barbar (Alexandria Dan Tiga Serangkai)

Istri Barbar (Alexandria Dan Tiga Serangkai)
Bab 26 Penculikan


__ADS_3

Beberapa hari kemudian ...


"A... ba... ta... sa... Ja...kha... kho... da... da..ro...za...sa...sya...sho...dho...tha...nga...go...fa...qo...ka...la...ma...na...wa...ha...Hamzah...ya."


Yumna mengeja huruf Hijaiyah yang ditunjuk oleh ibu guru ngajinya dengan lancar.


"Wah, bagus Yumna, Alhamdulillah, sekarang Yumna bisa kembali ke meja Yumna, yaa!"


"Terimakasih,Bu."


"Sama-sama."


Yumna lalu kembali ke mejanya, lalu dia menoleh pada Mba Mila yang menunggunya dibarisan belakang.Mba Mila melambaikan tangannya sembari tersenyum. Sudah sebulan ini Yumna mengikuti TPA disebuah masjid. Tadinya Alex menolak dan mengatakan bahwa Yumna masih terlalu kecil.


"Mengajarkan agama itu lebih baik sedari kecil bukan, jangan sampai sudah besar nanti dia tidak mengerti apapun tentang agama"


Jack mengemukakan alasannya sewaktu-waktu. Han memilih minggir perlahan-lahan kalau Jack sudah membahas agama. Merasa tersindir barangkali.


"Ah,terserah padamu saja!"


Alex mengalah karena malas berdebat dengan Jack.


"Baiklah anak-anak marilah kita tutup pengajian sore ini dengan membaca Hamdallah"


"AlhamdulillahirobbilAlamim."


Terdengar suara koor panjang dari murid-murid TPA,kemudian mereka maju satu persatu dan menyalami ibu guru ngaji dengan santun dan tertib. Kemudian berbaur keluar dari masjid,ada yang dijemput walinya ada juga yang pulang bersama teman-temannya.Masjid itu terletak disebuah gang yang jalannya cukup besar dan ramai kendaraan berlalu lalang.


Mba Mila mengendong Yumna karena akan menyeberang jalan. Namun saat baru saja akan melangkah sebuah mobil berwarna hitam berhenti didepannya. Mba Mila mengeryitkan dahi,merasa curiga. Tiba-tiba pintu mobil terbuka dan seorang pria tak dikenal mendekat.melihat gelagat mencurigakan itu, Mba Mila menjadi waspada dan kecurigaannya benar, pria itu berniat mengambil Yumna dengan paksa.


"Ada apa ini? mau apa kamu? Tolong...."


Mba Mila tidak menyerahkan Yumna begitu saja. dia berusaha melindungi Yumna,namun pria itu mengeluarkan pistol dan menembakkannya pada Mba Mila dua kali tepat mengenai bahu kirinya dan secara otomatis Yumna berpindah ke tangan pria itu dan segera membawa Yumna masuk kedalam mobil. Mba Mila masih mendengar suara Yumna menangis dan meneriakan namanya beberapa kali.tapi Mba Mila tidak berdaya.


"Tolong...Tolong..."


Suara Mba Mila terdengar parau kemudian dia roboh dan sudah dikerumuni orang-orang yang berada disekitaran sana.


"Yumna...."


Gumamnya lirih dan pandangan Mba Mila berubah menjadi gelap.


***


"Bos..."


Seorang anak buah menghampiri Martin yang sedang berendam di pingirankolam renang. Empat wanita berpakaian s3k-s1 mengelilingi dan tampak bergelayut manja di tubuhnya. Kepulan asap mengepul dari mulut dan hidungnya. salah seorang wanita juga membawa sebotol minuman 4lk0h0ll demi menemani kegiatan sang bos.


"Ada apa?"


Tanyanya tanpa menoleh pada si anak buah.Kemudian si anak buah mendekat dan membisikkan sesuatu ketelinga Martin.seperti mendapat bisikan sebuah mantra,Martin langsung terbelalak dan menegakkan tubuhnya,lalu menatap anak buahnya demi meyakinkan.Si anak buah mengangguk pelan namun tegas.


Raut wajah Martin berubah garang.dia melemparkan Putung R0_k0k sekenanya lalu keluar dari kolam renang.Martin memakai handuk yang dia letakkan di meja dekat kolam lalu melangkah pergi kerumah.anak buahnya dengan setia mengekor dibelakang sambil masih memberikan sebuah informasi dengan nada suara rendah.


"Dia tinggal bersama wanita itu dan anaknya,Bos"

__ADS_1


Mendengar itu Martin menghentikan langkahnya,kemudian menyeringai dengan raut wajah jahatnya.


"Bagus... bagus sekali... sekali tepuk dua tiga lalat akan mati... Hahaha."


Kemudian tawanya terdengar menggema di memenuhi ruangan. dingin dan mengerikan.


***


Begitu mendengar putrinya diculik Alex dan Ryu langsung pergi ke TKP untuk mendengar keterangan dari beberapa saksi disana setelah selesai kemudian pergi ke rumah sakit tempat dimana Mba Mila dibawa.


"Benar kan,bukankah sudah ku katakan bahwa dia akan membawa penjahat itu pada kita,dan sekarang kalian lihat... lihat...Yumna diculik, kenapa kalian tidak mendengarkanku... KENAPA?"


Hati dan pikiran Alex saat itu sedang kacau balau,bagaiamana tidak putrinya kini berada ditangan seorang mafia kelas kakap yang selama ini menjadi buronan dan sulit untuk ditangkap. bayangan wajah Yumna yang ketakutan membuat hatinya remuk redam.


Ryu bergeming tanpa ekspresi,namun siapa yang tahu bahwa dia juga merasakan pergolakan hati yang hebat.


Han dan Jack berdiri dalam kebisuan saat Alex meluapkan amarahnya didepan mereka. Sudah pasti Alex akan menyalahkan mereka berdua dan tentu saja Ryu walaupun tidak secara langsung mengungkapkannya pada Ryu.


Ryu menghela nafas panjang kemudian dia berdiri.


"Mau kemana,Ryu? tetap disini! mereka mengincarmu, akan sangat berbahaya diluar sana."


Jack menghentikan langkah Ryu yang sedang menuju pintu.


"Biarkan dia pergi, Jack, untuk apa mencegahnya?"


"Tapi Alex...."


"Aku bilang biarkan dia pergi, dia sudah membuat Yumna diculik, apa kamu tuli?


nada suara Alex terdengar meninggi


Han mendekati Alex mencoba menenangkannya.


"Tenang... apanya yang tenang,Yumna diculik dan kamu memintaku untuk tenang?"


Bukannya tenang Alex justru tambah meradang.


"Lalu apa kalau kamu begini Yumna akan ketemu? apa dengan menyuruhnya pergi masalah akan selesai? selama ini kamu menyadari bahwa Ryu adalah ayah Yumna,tapi kamu mengingkarinya, kenapa? Karena benci? Karena dendam?"


"Aku memang membencinya."


"Sampai kapan?"


Han dan Alex sama-sama bersuara tinggi.


"Cukup Han..."


"Tidak, Jack, mau tidak mau Alex harus belajar menerima kenyataan ini."


"Aku tidak sudi"


"Bagus, jadi seumur hidupmu kamu akan hidup dengan kebencian dan dendammu itu?"


Alex menatap Han lekat-lekat,air matanya hampir menetes.

__ADS_1


"Kamu tidak akan mengerti perasaanku sebagai seorang ibu."


Alex membalikkan badannya berniat pergi ke kamarnya.


"Ibu macam apa kamu yang membiarkan anaknya setiap saat bertanya tentang ayahnya tapi kamu justru mengatakan bahwa ayahnya sudah mati, aku sangat muak mendengar itu, dasar egois."


Mendengar itu Alex menghentikan langkahnya.tangannya mengepal ada amarah dan kesedihan berkecamuk didadanya.


"Han, hentikan... cukup!"


"Sebenarnya aku tidak punya kepentingan apapun dalam hal ini, jika dipikir-pikir lagi kita ini tidak ada hubungan apa-apa, saudara bukan, teman bukan, kita hanya rekan yang dipertemukan dalam misi.Tapi takdir berkata lain, saat Yumna hadir, aku merasakan sesuatu yang lain dalam hidupku. Entahlah, aku sendiri tidak mampu menjelaskannya. Aku ini orang lain bagi Yumna, tetapi... bagiku Yumna adalah segalanya. Setiap kali mendengar Yumna menanyakan tentang ayahnya, hatiku terasa sakit."


Han tampak emosional mengatakannya. air matanya hampir menetes menahan gejolak dihatinya. Alex memutar tubuhnya perlahan kemudian berjalan menghampiri Han.


"Alex..."


"Jangan katakan apapun lagi,Han, jangan!"


Alex menunduk,dan mulai terisak.Han tidak dapat menahan diri kemudian merangkul Alex dengan lembut.Alex makin terisak dalam dekapan Han.


***


Keesokan harinya....


Semalam mereka tidak tidur. Mereka bekerja keras dan dibantu oleh tim kepolisian untuk melacak keberadaan Yumna. Nomor plat mobil pun sudah diketahui melalui sebuah rekaman CCTV. Namun entah mengapa saat menelusuri mobil itu ketika masuk ke sebuah parkiran, Mobil itu tidak keluar lagi dari sana. Saat tim mengecek ke lokasi,sama sekali tidak ditemukan mobil dengan nomor plat yang bersangkutan.


"Aku sudah menduganya?"


Sahut Han saat turut memeriksa parkiran yang sangat luas itu.


"Maksudmu?"


Tanya Jack sesaat sebelum mereka masuk kedalam mobil.


"Ini adalah sebuah trik Jack.mereka telah berganti mobil, kemudian mobil hitam itu telah diganti platnya untuk mengelabuhi kita.mereka sudah pergi setelah mengganti mobil. Ini hanya tipuan supaya kita terkecoh."


Jack menarik nafas panjang kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Mereka menginginkanku bukan?"


Kata Ryu setelah Han dan Jack kembali dan menceritakan perihal mobil itu.


"Bukankah hal yang mudah bagi kalian agar membuatku tertangkap oleh mereka?"


Han dan Jack salingberpandangan. Sementara Alex menunduk sibuk berjibaku dengan pikirannya.


"Tidak, mereka sudah tahu bahwa kamu telah bebas, tetapi mengapa mereka menculik Yumna dan tidak langsung menangkapmu saja?"


Mereka bertiga memandang Alex.


"Bukan hanya Ryu yang mereka inginkan,tetapi aku... mereka juga menginginkanku, selama ini aku telah lalai, selama ini mereka sudah mengawasi gerak-gerik kita. Mereka hanya menunggu waktu dan memang inilah waktu yang tepat.saat Ryu telah bebas."


Suasana berubah menjadi hening


"Pakett"

__ADS_1


Mereka semua berpandangan. Mereka semua tahu dalam situasi seperti ini siapa lagi yang akan mengirimkan paket.


"Kurasa kita akan segera tau jawabannya."


__ADS_2