Istri Barbar (Alexandria Dan Tiga Serangkai)

Istri Barbar (Alexandria Dan Tiga Serangkai)
BAB 7 Film Horor


__ADS_3

Jack tertegun ketika melihat Alex menuruni tangga, bukan tanpa alasan, saat itu dia seperti melihat orang yang sangat spesial di hatinya bahkan ketika telah tiada namun kenangan itu tetap membekas didalam hatinya.


"Jangan salahkan aku, kamu yang memintaku memakai baju istrimu, padahal kan aku bisa pakai bajumu. "


ujur Alex membuyarkan kenangan Jack.


"kamu sangat cantik. "


Jack tersenyum sembari membelai rambut Alex pelan. Setelah itu duduk di sofa.


"Hmmm, pria memang pandai berdusta"


Gumam Alex lirih


"Siapa yang kamu maksud? "


Alex terkejut saat Han tiba-tiba berada di dekatnya. Dia sendiri telah berganti busana dengan baju milik Jack.


"Apa sih, bikin kaget saja"


"Memang nggak ada baju lain sampai kamu harus pakai baju tidur begini? "


Goda Han melihat baju yang dikenakan Alex agak terbuka, belahan dadanya cukup rendah untuk p4yudaranya yang cukup berisi.


" memangnya kenapa? apa penampilanku meganggumu? "


"Apa? aku sama sekali tidak tertarik padamu? "


Han menolak mengakui bahwa hatinya sebenarnya ketar-ketir melihat tubuh Alex yang begitu ****, ah bukankah itu hal yang normal?


"Kalau begitu diam dan nikmati saja. "


Alex berkata sambil berjalan menuju sofa.


"Lagipula... " lanjutnya "isi lemari istri Jack hanya didominasi baju gamis, selebihnya ya seperti ini. "


Alex melirik Jack yang hanya tersenyum sambil sibuk dengan laptopnya.


Han tertawa, mengerti apa maksud Alex. Tentu saja Alex tidak akan selera memakai baju model wanita muslimah. Bagi Alex baju gamis tentu aneh.


"Harusnya kamu pakai itu saja. "

__ADS_1


Kata Han disela tawanya lalu duduk disofa berhadapan dengan Alex.


"Hah, sudahlah, percuma bicara denganmu, sebaiknya kita membahas hal yang penting-penting saja. Apa tidak ada perkembangan dengan kasus kita. Kapan kita akan mulai bergerak, ah, aku sudah bosan, apa tidak ada yang bisa kita lakukan, Jack? "


Alex mendongakkan kepalanya ke atas merasa bosan. Tangannya menyilang diatas dada.


"Memangnya apa yang kamu inginkan? "


Sahut Jack melempar pandangannya pada Alex sejenak lalu kembali menekuni laptopnya karena Alex tidak menyahut.


Han sendiri sibuk dengan ponselnya. Dia kelihatan bersemangat bermain game.


Alex berdiri berjalan perlahan mengitari ruangan. Lalu sampailah dia pada lemari kaca pada sudut ruangan. Isinya sekumpulan disc yang tersusun rapi sesuai genre. Alex tersenyum melihat itu semua. Dia yakin pasti mendiang istri Jack yang menyusun ini semua. Isi lemari bajunya juga sangat rapi. Dan dia melihat penata letakkan segala isi rumah ini sangatlah rapi. Jack juga rapi tapi tidak seperfect itu.


"Bagaimana kalau kita nonton? "


Jack menoleh pada Alex yang masih berdiri menghadap lemari. Kemudian Alex menoleh sambil tersenyum.


"Film Horor", lanjut Alex


Seketika Han gelisah. Lalu kosentrasinya hilang. Han lalu berdiri.


" Mau kemana? "


"Emm, aku tidak ikut, ngantuk,mau tidur saja. "


"Apa? alasan saja, bilang saja kamu takut? "


Ejek Alex.


"Apa? siapa yang takut, itu kan cuma film"


Sahut Han dengan gelisah. Dan Alex kini tertawa.


"Kalau begitu buktikan, ayo kita nonton tuan penakut"


"Diam,jangan banyak ngomong."


Jack tersenyum melihat kelakuan kedua rekannya yang saling ejek.


" oke, ayo kita nonton! " Jack kemudian meletakkan laptopnya di meja" Boy, kemarilah! "

__ADS_1


Boy kemudian datang"Ya, Tuan? "


"Kami ingin nonton film, tolong siapkan? "


"Baik, Tuan. "


Boy segera bergerak sesuai perintah Jack. TV Led dengan Ukuran besar turun dari langit-langit. Lampu lalu dimatikan agar menambah kesan horor. Lalu Alex menyerahkan disc film horor Indonesia yang ia pilih pada Boy. Mereka bertiga duduk di sofa panjang dengan posisi Alex di tengah.


"Awas yaa, jangan ngompol! "


Han mendengus mendengar ejekan Alex.


Film pun akhirnya mulai dengan adegan yang masih biasa, namun semakin lama film semakin menegangkan dengan sound dan ciri khas film horor Indonesia. Han dibuat ketakutan setengah mati.


"Dor"


Tetiba Alex mengoncang bahu Han yang sedang berekspresi tegang hingga jantung Han rasanya ingin copot karena kaget. Sampai popcorn yang sedari tadi berada di tangannya tumpah berceceran ke lantai.


"Dasar gil4, aku kaget tau"


Alex dan Jack justru tertawa sambil terus menikmati popcorn dan minuman ala-ala bioskop yang disiapkan oleh Boy. Sampai Film usai Han tampak tidak bisa mengontrol dirinya. Keringat dingin dan jantung berdebar cepat menguasai tubuhnya. Tentu saja akan menjadi hal yang memalukan jika dia kabur dari sana bukan?


Namun saat film telah usai dan lampu sudah dinyalakan kembali Han tampak segera berdiri dan bergegas pergi dari sana.


"Mau kemana? "


"Tidur", sahut Han sekenanya.


"Tidak mau nonton lagi? "


Teriak Alex menahan tawa.


"Tidak, tidak akan pernah lagi"


Sahut Han sambil berlalu, lalu terdengar suara bantingan pintu.


"Tidakkah menurutmu aneh? mengapa Han kelihatan begitu ketakutan? "


Tanya Alex mengingat sepanjang menonton tadi atmosfir ketakutan Han begitu terasa. Yaa, takut pada sesuatu yang tidak nampak itu lumrah.Tapi terlalu takut?


Apalagi Han adalah seorang agen rahasia yang kehidupannya juga sangat erat dengan kematian.

__ADS_1


Alex menoleh pada Jack yang masih mengunyah popcorn. Jack mengerti apa maksud Alex bertanya seperti itu. Jack tersenyum sambil meletakkan popcorn di meja lalu menatap Alex lekat-lekat .


"Setiap orang pasti punya sesuatu hal yang ditakuti dalam hidupnya, masalalu itu terkadang terasa menakutkan... Sangat menakutkan"


__ADS_2