Istri Barbar (Alexandria Dan Tiga Serangkai)

Istri Barbar (Alexandria Dan Tiga Serangkai)
Bab 24 Dua Puluh Bulan Kemudian


__ADS_3

"Yumnaaa..."


gadis kecil yang sedang bermain pasir disebuah taman itu menoleh saat seorang wanita memanggilnya.


"Sudah dulu mainnya yaa,ayo kita pulang!"


gadis kecil berparas cantik itu mengangguk dan dengan patuh mengandeng tangan seorang wanita.


***


tidak mudah rupanya bagi Alex melewati hari-hari menjadi seorang ibu,apalagi dari seorang bayi yang kehadirannya sebenarnya belum siap dia miliki.


Han dan Jack tak kalah repot membantu Alex mengurusi bayinya. Alex pun sempat mengalami syndrome baby blue dan beberapa kali harus pergi ke Spikiater. beruntunglah Alex, Han dan Jack selalu setia menemani dan tidak pernah lelah memberikan dukungan.


waktu semakin berlalu hingga Alex akhirnya dapat benar-benar menerima putrinya dalam hidupnya. melalui proses yang panjang dan melelahlan dia akhirnya menyadari sepenuhnya bahwa apapun yang telah terjadi putrinya tidak bersalah dalam hal ini. Alex menerima takdirnya.


Sebagai ibu tumbuh kembang Yumna adalah sesuatu hal yang baru bagi Alex. awalnya Alex mengira putihnya normal seperti bayi-bayi lainnya. Namun saat usia Yumna memasuki usia satu tahun, bocah yang ternyata memiliki IQ diatas rata-rata itu tidak berhenti menanyakan tentang ayahnya.


"Kamu mirip ibu!"


"Tidak, tidak mirip, aku pasti mirip ayahku, katakan ibu dimana Ayahku, aku mau bertemu Ayahku!"


"Yumna ... berapa kali ibu katakan Ayahmu sudah mati"


Alex selalu saja naik darah setiap kali Yumna bertanya perihal Ayahnya. Han dan Jack juga menjadi bingung setiap kali mendengar perdebatan antara ibu dan putrinya itu dan memilih diam atau lebih baik pergi saja.


"Apa kamu tidak berniat memberitahukan Yumna yang sebenarnya mengenai ayahnya?"


Jack mencoba membujuk Alex sewaktu-waktu,dirinya selalu tidak tega melihat Yumna menanyakan perihal Ayahnya.


"Bahwa Ayahnya seorang kriminal?


Sindir Alex membuat Jack menarik nafas panjang dan berat.


"Tidak perlu menceritakan hal itu padanya,Yumna hanya ingin tau siapa ayahnya"


" Lalu apa yang harus ku ceritakan pada Yumna,aku sendiri tidak mengenalnya,dan tidak ingin mengenalnya,bagiku dia hanya seorang kriminal"


"Alex..."


"Cukup Jack, jangan membahas hal ini lagi,sampai kapanpun Yumna tidak boleh tau siapa Ayahnya!"


***


Bel pintu rumah berbunyi. Alex yang kebetulan sedang duduk diruang depan sambil memainkan ponselnya segera beranjak menuju pintu.dia melihat seorang pria berdiri membelakangi pintu .


"Ya?"


pria itu menoleh dan betapa terkejutnya Alex saat mengetahui siapa yang datang.


"Kamu... pergi, kamu tidak diterima disini!"


begitu melihat wajah pria yang berdiri dihadapannya adalah Ryu, Alex tidak segan-segan mengusirnya. Kemudian Alex menutup pintu dengan kasar.


"Hah, kenapa juga aku mau saja menuruti mereka berdua"


Gumam Ryu berniat pergi, namun langkah Ryu terhenti saat dia melihat seorang gadis kecil melangkah digandeng oleh baby sitternya. Dada Ryu bergemuruh hebat melihat gadis itu. tidak salah lagi itu adalah putrinya. Ryu sendiri telah mengetahui wajah putrinya karena Jack dengan baik hati memberikan fotonya. Meski begitu sekali memandang, semua juga tahu wajah gadis itu adalah duplikasi wajah Ryu.


Yumna dan Baby sitternya berhenti melihat Ryu beberapa langkah dihadapannya. Mereka saling memandang. Ryu perlahan mendekat dan berjongkok dihadapan Yumna. Memandangnya lekat-lekat.Ada getaran aneh dihati Ryu yang tidak pernah dia rasakan selama ini.


"Apa kamu Ayahku?"


Tanya Yumna yang usianya belum genap dua tahun itu.


"Yumna ..."


Tegur sang pengasuh lembut. Dia sedikit khawatir akan suatu hal jika ingat pertengkaran Ibu Alex dan Yumna mengenai Ayahnya.


"Wajah kita sama!"

__ADS_1


Yumna tidak mendegar teguran pengasuhnya. Yumna dengan polos menyentuh pipi Ryu dengan lembut hingga membuatnya trenyuh. Ryu mengenggam tangan Yumna lalu membawa tangan mungil itu ke bibirnya.


"Ayaaahhhh"


Yumna tiba- tiba memeluk Ryu dengan gembira. Pengasuhnya hanya diam dalam keharuan.


"YUMNA...."


Alex keluar setelah mendengar suara Yumna. Setengah berlari Alex menghampiri mereka. Lalu menarik tangan Yumna sedikit kasar hingga membuat Ryu bereaksi.


"Kenapa...."


"Diam, sebaiknya kamu pergi!"


"Ibu, tapi dia ayah."


Yumna mengajukan protes dengan wajah masam.


"Yumna, berapa kali sudah ibu katakan, ayahmu sudah mati."


Wajah Alex terlihat sangat marah kali ini.


"Ibu bohong, ibu bohong."


"Tolong Mba Mila, bawa Yumna kedalam, sekarang!"


Yumna akhirnya menangis dalam gendongan Mba Mila yang tidak dapat berbuat apa-apa karena perintah Alex. Yumna terlihat histeris sambil terus menatap wajah Ryu dan menerus berteriak memanggil "Ayaaaahhh"


"Pergi dan jangan kembali lagi!"


Alex memutar tubuhnya dengan penuh amarah.


"Aku hanya ingin melihat anakku."


"Maksudmu anak yang kamu minta untuk ku gugurkan, aku tidak lupa itu!"


Didalam Alex berusaha menenangkan Yumna yang masih menangis dan berontak karena kesal.


Tiba-tiba ponsel yang terletak diatas meja berdering. Dilihatnya nama pegawai Cafe tertera dilayar ponselnya


"Apalagi ini?"


Alex mendesah kesal, belum usai rasa penasarannya kenapa bisa sampai Ryu bebas dari penjara dan kini membuat Yumna menangis, kini hal lain menganggunya.Alex harap tidak ada masalah serius di Cafe.


"Hallo!"


Alex menyahuti dengan kesal.


"Buu, di Cafe ada keributan."


"Maksudmu?"


"Ada ... ada penembakan!"


Terdengar suara karyawan itu bergetar.


"Apa?"


Alex menurunkan ponselnya sejenak.dan beralih pada mba Mila.


"Tolong urus Yumna sebentar aku harus pergi"


sambil lalu Alex mengatakannya.


Bergegas Alex pergi ke kamarnya untuk mengambil sebuah pistol. Kemudian dia bergegas turun kembali menstater mobil dan menginjak pedal gas dengan cepat tanpa mematikan sambungan telfonnya.


"Dimana kamu?"


"Lagi sembunyi, tapi saya takut buu."

__ADS_1


"Aku akan segera kesana, tutup telfonnya, jika memungkinkan cari jalan keluar"


Ryu yang masih belum jauh melihat Alex mengendarai mobilnya dengan cepat. Firasatnya mengatakan ada sesuatu yang aneh. Dia kemudian mencari tukang ojek.di dekat sana lalu mengikuti mobil Alex.


"Han-Jack cafe diserang, aku sedang menuju kesana!"


Alex mengirimkan Voice Note digroup sosmed lalu melemparkan ponsel sekenanya dan menambah laju mobilnya.


Begitu sampai, kerumunan massa telah terjadi. Ada petugas polisi lalu lintas telah berjaga.


"Anda tidak boleh masuk!"


"Tapi saya pemilik kafe ini."


"Tetap saja, didalam berbahaya tunggu disni saja, tim kepolisian sedang menuju kesini, didalam ada sandera."


Alex tidak hilang akal, dia memutar memasuki Cafe dari bangunan sebelahnya yang merupakan sebuah bengkel. Lalu dia memanjat dinding dengan cekatan. Karyawan yang menelfonnya tadi kaget saat melihat Alex meloncat. Karyawan itu berdiam diri didekat pintu masuk belakang Cafe.


"Kamu tidak apa-apa?"


Karyawan itu hanya bisa mengangguk saking ketakutan.


"Kenapa kamu tidak pergi dari sini!"


"Nggak bisa panjat tembok kayak ibu."


Sahut Karyawan itu gemetaran. Lalu terdengar suara tembakan.


"Tetap disini!"


"Ibu mau kemana, jangan buu,bahaya!"


"Ssstt"


Alex membuka pintu perlahan-lahan dan berjalan perlahan melintasi dapur, pistol sudah siap ditangannya.


Ryu sempat ditahan juga oleh polisi lalu lintas karena memaksa masuk tapi mendengar suara tembakan berkali-kali, pikirannya langsung tertuju pada Alex. Ryu berfikir kalau Alex tidak terlihat ada disekitaran sini itu berarti dia sudah berada didalam. Ryu akhirnya nekat masuk dan polisi lalu lintas tidak dapat berbuat apa-apa.


Saat itu Alex mengintai dari balik tembok dilihatnya ada tujuh orang memakai topeng sedang menyadera karyawan Cafe dan beberapa pengunjung Cafe. Ruangan Cafe sudah sangat berantakan. Dilantai terlihat beberapa orang tergeletak.


Alex membidik salah satu dari mereka, dan berhasil mengenai dadanya. Membuat pelaku yang lainnya bereaksi. Dan terjadilah tembak menembak diantara mereka. Saat Alex mencoba maju, tiba-tiba salah seorang dari mereka mencoba menembak Alex, Namun sebuah pisau melesat mengenai pelaku hingga ambruk.


Saat melihat Ryu berdiri diambang pintu Cafe Alex tercengang hingga saat salah seorang pelaku memanfaatkan kelengahan Alex dan akan menembak lagi. melihat itu Ryu berlari menerjang tubuh Alex hingga terhindar dari tembakan itu.


Pelaku kemudian menembak membabi buta.


"Siapa mereka?"


"Ku pikir mereka orang suruhanmu!"


Sindir Alex sarkasme,mereka bersembunyi di balik meja receptionist.


"Apa menurutmu aku akan berada disini bersamamu jika aku menyuruh mereka?"


" Alibi yang ba... oh, Yumna."


"Ada apa?"


Alex tiba-tiba teringat Yumna, Cafenya tiba-tiba diserang dan Ryu tiba-tiba keluar dari penjara.


Jangan-jangan ini hanya sebuah jebakan saja?


Jangan-jangan Yumna dalam bahaya?


Alex mencari-cari ponselnya dan ternyata dia sadar tertinggal dimobil.


"Oh, sial aku harus segera pergi dari sini!"


Tak lama kemudian tim kepolisian terdekat datang dan dengan sigap membekuk para penjahat itu

__ADS_1


__ADS_2