
Jack membuka kamar Apartment yang telah diberitahukan sang asisten melalui daring. Dia menarik kopernya dan mengendong tas ranselnya.
"Oh, Hai, ku kira aku yang datang paling awal? ", Sapa Jack ketika melihat Alex keluar dari sebuah kamar.
"Itu karena aku ingin leluasa memilih kamarku. "
"Itu bagus, apa sesuai dengan keinginanmu"
" ya, setidaknya aku memiliki kamarku sendiri"
"Oh, ya? "
"Hanya ada dua kamar, kurasa kamu harus berbagi ranjang pada temanmu itu! "
"Ah, sayangnya dia tidak menganggapku begitu, oh ngomong-omong kita belum kenalan secara resmi, aku Jack? "
Jack mengulurkan tangannya dan disambut oleh Alex bersama seulas senyuman
"Alex"
"Jadi kita akan tinggal bersama mulai hari ini"
"Ya sampai tugas ini selesai ku rasa! "
"Oke, aku akan ke kamar dulu. "
"Oke! "
Malam harinya...
"Terimakasih"
Sahut Alex ketika Jack memberikan secangkir kopi padanya, sepiring gorengan telah tersedia di meja, tadinya Jack menawarkan untuk memesan pizza, namun ternyata Alex lebih ingin makan gorengan, jadilah mereka memesan secara online.
"Menurutmu dia akan datang? ",Tanya Alex ketika melihat jam sudah pukul delapan malam
"Entahlah, apa kamu sangat mengharap kedatangannya? "
Alex tertawa simpul.
"Hah, aku berharap bisa menyelesaikan misi ini berdua denganmu saja"
__ADS_1
"Oh ya, aku merasa tersanjung. "
Setengah jam kemudian mereka masih mengobrol ringan sampai akhirnya pintu dibuka.
"Iyaaa... ini aku sudah sampai ... jangan menelfon ku terus ... apa?... tutup telfonnya dan jangan menganggukku lagi ... mengerti!"
Han tampak mematikan ponselnya dengan kesal.
"Dasar asisten cerewet! ",Gerutu Han
"Ku kira kamu mengundurkan diri? ",Seru Jack bermaksud bergurau.
" aku tidak butuh komentarmu! "
Dia lalu menuju sebuah kamar.
"Hei-hei kamu tidak berniat tidur denganku kan? "
Seru Alex menghentikan langkah Han yang tangannya sudah menegang handle pintu.
"Kamarmu sebelah situ ,berdua denganku"
"Apa? "
"Kamarnya hanya ada dua, jadi mau tidak mau kita harus berbagi ranjang, kecuali kamu mau tidur disofa"
"Apa, aku tidak sudi tidur berdua denganmu! "
"Kalau begitu tidurlah dikamar mandi, barangkali disana lebih hangat!"
Alex menyahuti dengan nada kesal karena sikap Han yang angkuh.
"Aku tidak butuh nasehatmu, perempuan! "
"Itu salahmu sendiri kenapa baru datang"
"Kalian terlihat akur, kenapa tidak kalian saja yang tidur seranjang? "
Sindir Han
"Apa maksudmu, pikirmu aku murahan? "
__ADS_1
"Kelihatannya begitu? "
"Br*ngs*k"
Dengan berang Alex mengambil sepotong gorengan lalu melemparkannya pada Han,dan mendarat mengenai matanya.
"Apa kamu sudah gil4? ",Serunya sambil memegangi sebelah matanya.
"Kamu yang gil4"
Alex kini berdiri
"Beraninya! "
Han meletakkan kopernya begitu saja di lantai, lalu menghampiri Alex.
"Apa? , kamu pikir aku takut? "
"Hei-hei, apa yang kalian lakukan, hentikan!"
Jack menengahi keduanya yang hampir baku hantam.
"Bukankah kalian ingin misi ini cepat selesai,?dengan begitu kita tidak perlu bertemu lagi?"
Alex dan Han terlihat mendengarkan kali ini meskipun raut wajah mereka masih dipenuhi rasa kesal satu sama lain.
"Percayalah jika kalian terus bertengkar begini maka misi tidak akan selesai, turunkan ego kalian masing-masing, atau yaaa barangkali kalian ingin terus bersama, kalau begitu silakan saja! "
" heh, aku tidak sudi! ", Sahut Han lalu melangkah ke kamar setelah menarik kopernya kembali.
"Duduklah Alex, kita makan gorengan lagi! "
"Aku jadi tidak selera, aku mau tidur, terimakasih untuk nasehatnya Jack, Hati-hati lah dengan si songong itu,oke! "
"Hei aku dengar itu"
Teriak Han dari dalam kamar namun Alex tidak menghiraukan nya dan dengan cepat pergi ke kamarnya dengan suara bantingan pintu yang cukup keras.
"Aku juga dengar itu! ",Teriak Han lagi.
Jack hanya menghela nafas sambil tersenyum lalu menyesap kopinya lagi.
__ADS_1