Istri Barbar (Alexandria Dan Tiga Serangkai)

Istri Barbar (Alexandria Dan Tiga Serangkai)
Bab 8 Ketakutan Han


__ADS_3

'Masa lalu itu terkadang terasa menakutkan'


Seorang anak lelaki berusia sepuluh tahun berlari dengan tergesa-gesa. sesekali dia menoleh ke belakang. ketika tiba didepan sebuah rumah kosong dia berhenti sejenak lalu kemudian tanpa pikir panjang dia masuk kedalam melewati celah pintu gerbang yang tidak terkunci.


Bukan tanpa sebab dia melakukan itu. Tiga orang anak lelaki yang umurnya sedikit lebih tua darinya sedang mengerjarnya.


"Lari kemana dia? ah, si4l cepet banget larinya"


Keluh salah satu dari mereka yang tubuhnya paling tinggi dan gempal. Matanya terus melihat sekeliling.


"Mungkin kerumah kosong itu"


Tunjuk anak yang lain.


"Ah masa iya, rumah itu kan angker, tapi nggak ada salahnya kalau kita cek"


Bujuk anak yang paling tua diantara ketiganya. Mereka lalu mendekati rumah kosong itu. Sampai di depan gerbang mereka berhenti. Nyali mereka langsung menciut memperhatikan rumah kosong yang terlihat megah namun angker karena sudah -puluhan tahun ditinggal oleh penghuninya.


"Gede juga nyalinya kalau dia berani masuk kedalam. "


"Trus gimana apa kita susulin masuk aja? "

__ADS_1


anak yang tubuhnya lebih pendek memberi saran. namun matanya tak lepas memperhatikan rumah itu. pohon-pohon besar menjulang. dedaunan kering berserakan disekeliling rumah. beberapa kaca jendela telah pecah. tembok yang catnya telah berganti warna menjadi kusam, tidak salah kalau rumah itu terasa angker dan bagi siapa saja yang melihat pasti akan bergidik ngeri dan tidak akan sudi masuk kedalam.


"Husss, nggak sudi aku kalau ketemu demit bagaimana? kita tunggu saja sampai berapa lama dia betah disana, sebentar lagi gelap. kalau dia didalam pasti dia akan keluar. "


Namun prediksi mereka salah, anak itu tetap tidak kelihatan batang hidungnya padahal hari sudah hampir magirb. Mereka akhirnya memilih untuk menyerah dan pergi dari sana. Namun anak yang paling tua berpaling kembali.


"Hai, Han, kalo kamu didalam, Hati-hati yaa, nanti dimakan hantu, hahaha."


mereka tertawa seolah mengejek sebelum akhirnya benar-benar pergi.


Han akhirnya lega ketika tidak lagi mendengar suara mereka. Dia berniat keluar dari persembunyiannya namun saat itu dia tidak tersandung akar pohon hingga terjatuh dan kepalanya terantuk batu, Han tiba-tiba merasa pening. Lalu pandangannya kabur dan gelap.


***


Saat ketiga anak lelaki yang sering bermain dengannya ditanya mereka semua kompak menjawab tidak tahu menahu dimana Han berada. Tentu saja mereka tidak akan mengakui jika hari itu mereka bersama Han sebelum Han menghilang. Mereka takut disalahkan kalau ketahuan sering membully Han, tentu saja karena usia Han paling muda di antara mereka. Mereka sering menyuruh-nyuruh Han seenak hatinya, jika Han berani melawan tentu saja mereka tidak segan untuk memukulnya.


Tetapi entah mengapa sore itu Han memberanikan diri untuk melawan. Namun karena merasa tidak akan menang melawan mereka, akhirnya Han memilih untuk melarikan diri. Daripada babak belur.


***


Han membuka matanya, perlahan pandangannnya mulai jelas. Namun dia tersentak karena pemandangan disekitarnya berubah menjadi gelap. Han segera duduk dan meringkuk dibawah pohon. Angin malam yang dingin terasa. Suasana juga sedikit mencekam. suara-suara binatang malam, atau apapun itu terdengar menakutkan. Han langsung berkeringat dingin teringat perkataan temannya tadi.

__ADS_1


"Hantu akan memakanmu ... "


Suara itu terus terngiang-ngiang diotak Han. Membuat Han tersugesti.sebuah rasa ketakutan yang hebat menyerbu dirinya badannya menggigil mulutnya terkunci. Apalagi suara-suara makin kencang terdengar. Dan seperti ada derap langkah kaki menuju kearahnya. Namun sesaat tiba-tiba suara menjadi hening. Suara-suara itu menghilang. Han memberanikan diri mengangkat wajahnya dan membuka matanya. Namun penampakan serupa orang memakai jubah serba hitam muncul dihadapannya. Kemudian tangannya yang terbuka lebar seperti ingin menangkapnya.


"Waaaaaaa, Hantuuuu"


Han sontak berteriak histeris. Dia ingin berlari namun tidak mampu, dan akhirnya dia berada dalam genggaman makhluk itu. Han terus meronta. Namun makhluk itu tidak melepaskannya. Makhluk itu menyeret Han dan membawanya pergi dengan paksa kedalam kegelapan


***


"Toloonggg... Lepaskan... Lepaskan.... Tolong.... Jangan... Jangan makan aku ..."


Teriak Han kencang dalam keadaan mata tertutup membuat orang disekitarnya menjadi panik.


"Han...bangun... Han!"


Salah seorang keluarganya menepuk-nepuk pipi Han agar bangun dari pingsannya. Ustad yang sedari tadi duduk di sampingnya tidak berhenti membaca doa. Han ditemukan dalam keadaan pingsan didalam rumah kosong yang konon angker. Jadi keluarga dan orang yang menolongnya berfikir pasti Han disembunyikan oleh penunggu rumah kosong itu. Apalagi Han berteriak histeris sedari tadi. Namun akhirnya setelah ustad menciptakan air doa kedalam wajahnya Han mulai sadarkan diri dengan nafas yang terengah-engah seperti habis lari maraton.


"Alhamdulillah"


Ucap semua orang yang berada didalam ruangan itu. Mereka berucap syukur bahwa Han baik-baik saja. Namun tidak...

__ADS_1


Setelah kejadian itu, Han sering dihantui oleh makhluk yang berada dalam mimpinya ketika dia pingsan dan telah tersugesti didalam fikirannya. Makhluk itu seperti mengejar-ngejarnya. Han ketakutan hebat setiap malam dia selalu berteriak-teriak meminta tolong.


Karena khawatir keluarga membawa Han pada seorang Ustad. Namun karena belum ada perubahan signifikan, akhirnya Han dibawa ke Spikiater. Han melakukan terapi dan sedikit demi sedikit ketakutannya perlahan mulai menghilang. Han juga belajar mengendalikan ketakutan yang sesungguhnya tidaklah nyata itu. Namun hal itu tidak sepenuhnya hilang .Kenangan itu terus membekas di dalam ingatan Han hingga kini. Kenangan masa lalu yang menakutkan.


__ADS_2