Istri Barbar (Alexandria Dan Tiga Serangkai)

Istri Barbar (Alexandria Dan Tiga Serangkai)
Bab 19 Rumah Sakit


__ADS_3

Rumah sakit adalah tempat dimana tidak ada satupun kebahagiaan didalamnya,kecuali... tangisan bayi yang baru dilahirkan...


Diruang tunggu poli klinik kandungan...


seorang ibu mengelus perutnya kemudian dia terlihat tersenyum bahagia.


"Mas, dengar anak kita menendang"


wanita itu meraih tangan suaminya dan membawanya ke perutnya.


"Oh,ya, mana coba aku mau dengar?"


sang suami menempelkan telinganya diperut istrinya dengan raut wajah bahagia.


"Anak ayah lagi apa, hmmm, oh, lagi main bola yaa, sehat-sehat ,yaa, nak?"


sang suami mengusap-usap perut istrinya dengan lembut.


"Hei, Jack, apa menurutmu di perut ada lapangannya?"


Alex yang duduk bangku tepat dibelakang pasangan suami istri itu berbisik lirih pada Jack.


"Ssst, diamlah, kenapa kamu usil menganggu kebahagian mereka?"


"Habisnya lucu, kalau masih diperut saja sudah bisa main bola, kalau sudah keluar bisa main apa?"


"Main debus"


Mereka berdua tertawa lirih.


diruang tunggu itu ada sekitar tujuh ibu hamil beserta pasangannya.sudah hampir satu jam lamanya mereka menunggu, Dokter SpOG sama sekali belum terlihat batang hidungnya hanya beberapa suster yang sedari tadi terlihat mondar-mandir membawa berkas ditangannya.


terhitung hanya dua kali Han menemani Alex memeriksakan kandungannya, apalagi alasannya kalau bukan karena tidak sabar menunggu.


"Haduh, lama banget sih,mentang-mentang Dokter datang seenaknya sendiri, Awas saja kalau sudah didalam nanti, akan ku habisi dia"


Han mengerutu panjang kali lebar sewaktu-waktu saat pertama kali menemani Alex periksa dan harus menunggu lama. Namun ternyata omongannya hanyalah tong kosong nyaring bunyinya. Karena begitu sampai didalam ternyata Dokternya masih sangat muda dan cantik, menurut sudut pandang Han level kecantikannya adalah sembilan dari sepuluh.Usut-punya usut Dokter itu adalah Dokter magang yang baru lulus dari akademi kedokteran dan diminta untuk mengantikan Dokter senior yang biasa bertugas karena mendadak berhalangan untuk datang saat itu.


"Biar Jack saja yang menemanimu periksa,aku nggak mau nunggu lama-lama"


Han beralasan ketika untuk kesekian kalinya diminta menemani Alex memeriksakan kandungannya,karena saat kunjungan dibulan berikutnya ternyata Dokter magang sudah tidak lagi bertugas.


ponsel Jack tiba-tiba berdering...


"Ya,Han..."


"Dimana kalian?"


"Di rumah sakit, hari ini jadwal Alex periksa kandungan."


" masih lama?"


"Enggak tahu,Dokternya saja belum datang."


"Sudah kuduga."


"Ada apa?"


"Aku akan kesana, kunci apartemenku hilang entah kemana."


"Oke."

__ADS_1


Han dengan jengkel mematikan ponselnya, bagaiamana tidak harusnya dia sudah dapat tidur pulas saat ini didalam apartement.


'Hah,dasar s14l'


beberapa saat kemudian Han tiba di Rumah Sakit...


"Dimana Jack?"


Alex yang saat itu sedang menatap ponsel otomatis mendongak.


"Sedang beli camilan"


"Kuncinya?"


Alex merogoh tasnya.


"Nyonya Alexandria?"


Mendengar namanya dipanggil Alex batal memberikan kunci pada Han, dia reflek berdiri,begitupun dengan Han tanpa sadar dia mengikuti Alex berjalan menuju ruang periksa.


saat itu Jack tiba-tiba datang membawa sekantung plastik belanjaan.


"sudah dipanggil ya,maaf aku tadi harus pergi ke toilet juga"


Terang Jack tanpa diminta.


"Maaf,yang ikut kedalam suaminya saja yaa!"


celetuk seorang suster yang berdiri didepan pintu saat melihat gelagat Han dan Jack akan masuk kedalam ruang pemeriksaan.


Alex yang lebih dulu tiba diambang pintu tersenyum manis.kemudian terbitlah keisengan di otaknya.


"Mereka berdua suami saya suster, jadi biarkan mereka masuk"


sang suster menjadi salah tingkah dan hanya dapat tersenyum kecut.


suara Alex saat itu cukup kerasnuntuk didengar para pasien lain yang sedang menunggu dan tentu saja langsung membuat bisik-bisik beraroma tak sedap oleh mereka. lelaki punya istri dua saja sudah menjadi bahan perbincangan apalagi wanita bersuamikan dua,bagi mereka tentu saja itu adalah hal yang tabu.


"oh, bagus, Alex memang tidak akan membiarkan hidup kita tenang."


Han bergumam lirih sebelum akhirnya mengikuti jejak Alex sementara Jack tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


begitu masuk kedalam Dokter Shinta tidak heran melihat Han dan Jack turut masuk ke dalam. Dia sendiri telah mendengar perihal tentang kehamilan Alex dari dokter Ran,dan demi sumpah jabatannya dia memang harus menjaga identitas dan rahasia pasiennya.


"Usia kandungannya sudah dua puluh sembilan Minggu yaa..."


Dokter Shinta menjelaskan sembari mengerakkan tranducer diatas perut Alex.


"ini kepalanya...ini jantungnya,ini detak jantungnya... sehat yaa..."


lanjutnya ketika mendengar detak jantung sang bayi berdenyut dengan normal.


Jack begitu fokus mendengarkan penjelasan Dokter Shinta sekaligus memperhatikan layar USG,sementara itu Han hanya sesekali memperhatikan layar USG selebihnya dia terlihat sibuk menguap.rupanya dia sudah mengantuk berat.


"Beratnya sudah dua setengah kilo gram lebih,kurangi porsi makan yang berkarbohidrat dan manis-manis yaa."


mendengar itu wajah Alex sedikit masam,dia tahu pasti Jack mendengarkan semua itu dan merekam semuanya dengan baik di otaknya,Alex yakin setelah ini Jack pasti akan lebih over protektif lagi.


Alex keluar lebih dulu dari ruang pemeriksaan,disusul Han dan Jack.saat itu Alex sadar bahwa dia sedang disorot oleh beberapa pasang mata dengan pandangan yang merendahkan


'wanita macam apa bersuamikan dua'

__ADS_1


kurang lebih mungkin begitulah yang ada dibenak mereka. Alex hanya menanggapinya dengan senyuman dan tidak mau ambil pusing dengan itu semua.


"Tunggu!"


Han mencegah langkah Alex kemudian dia berjongkok dan mengikat tali sepatu Alex yang terlepas.


"kamu perhatian sekali,terimakasih ... sayangku."


Alex berbicara dengan nada manja sambil mencubit pipi Han dengan gemas membuat pipi Han memerah karenanya


'Dasar Alex, dia pasti sengaja membuatku malu'


sudah pasti kasak kusuk dibelakang sana makin panas.


Alex kemudian menoleh pada Jack yang hanya mesam-mesem.


"Ayo kita pulang,sayangku,aku sudah tidak sabar untuk tidur bersama kalian berdua"


bisik-bisik dibelakang sana tambah panas saja.Namun Alex justru tertawa senang sambil mengamit kedua lengan rekannya.


"Dooorrr..."


langkah mereka menjadi terhenti karena terdengar bunyi tembakan disusul suara teriakan dari lantai dasar.


semua yang berada didalam ruangan itu terkejut, suasana menjadi tegang dan mencekam karenanya.


Apa yang telah terjadi?


sesaat kemudian seorang suster terlihat berlari dari arah lantai dasar dengan raut wajah ketakutan.


"Apa yang terjadi,Suster?"


Han mencegat sang suster.


"Aku ... ada ... lima orang pria membawa pistol dan ..."


" Doorrr"


terdengar suara tembakan lagi,dan suara teriakan histeris dibawah membuat suasana menjadi bertambah tegang dan mencekam.


"Cepat evakuasi semuanya!"


perintah Han pada Dokter Shinta yang sudah berada diantara mereka karena begitu mendengar suara tembakan itu, dia langsung keluar dari ruang periksa.


"Jack,ayo kita lihat!"


Han mengeluarkan pistol dari tasnya kemudian berjalan lebih dulu.


"Hai,Jack,kurasa kamu perlu ini."


Alex mengambil sebuah pistol dari dalam tasnya lalu melemparkannya saat Jack menoleh padanya.


"terimakasih"


Jack kemudian bergegas menyusul Han.


" Alexandria?"


Alex menoleh,ternyata Dokter Shinta masih menantikannya.


"Ayo,kamu juga harus ikut bersama kami!"

__ADS_1


Alex menoleh sesaat kemudian dia berjalan bersama yang lainnya menuju jalur evakuasi.


__ADS_2