
"Jadi kapan Ayah dan ibu akan pulang, kenapa lama sekali,kata Uncle Jack kalian hanya pergi beberapa hari ini saja ini kan sudah seminggu"
Yumna mengajukan protes saat melakukan video call dengan orang tuanya.
"Maafkan Ayah, Yumna, tiba-tiba Ayah memerlukan sedikit waktu lagi untuk berada disini bersama ibu...."
"Memangnya apa yang ayah kerjakan dengan ibu disana?"
Alex dan Ryu saling berpandangan. Bingung ingin menjawab apa,tidak mungkin mereka mengatakan pada Yumna bahwa mereka sedang bulan madu bukan?
Han dan Jack menampakkan wajahnya dilayar ponsel dengan senyuman seolah mengejek.
"Ayaaaahhh...."
"Yaa...."
Sahut Ryu sedikit tersentak saat mendengar panggilan Yumna.
"Kenapa ayah diam saja!"
"Ayah ada perlu dengan ibu, katakan Yumna ingin dibawakan apa kalau ayah dan ibu pulang nanti?"
Yumna tampak berfikir, kemudian terlihat Han membisikkan sesuatu ke telinga Yumna.
"Aku ingin adik bayi"
"Hahaha"
terdengar suara tawa dari Han dan Jack.
Alex mendelik dan tidak jadi menyeruput kopinya dia meletakkan kopinya di meja lalu berjalan ke ranjang.
"Hei,kalian berdua jangan mengajari Yumna yang tidak-tidak yaa."
Alex langsung mengambil ponsel dari tangan Ryu
"Itu Han bukan aku."
Jack membela diri, Han sendiri sudah kabur sebelum kena semprot oleh Alex lagi.Setelah mengobrol ngalor ngidul mereka menyudahi video call mereka.
Alex kemudian kembali ke meja dan meraih kopinya kembali.Ryu meletakkan ponsel di nakas lalu duduk disamping istrinya, kemudian menyeruput kopi.
"Bagaimana menurutmu?"
"Apa?"
Alex menatap Ryu yang sepertinya tengah memikirkan sesuatu.Ryu lantas menoleh pada Alex.
"Tambah satu anak laki-laki sepertinya akan seru?"
"Ap-apa?"
Alex melebarkan matanya,tidak menyangka Ryu memikirkan hal itu.Mendadak perutnya jadi ngilu,teringat betapa sakitnya saat dia akan melahirkan Yumna.
"Ti-tidak, maksudku aku belum siap untuk melahirkan lagi, lagipula kita kan belum lama menikah, aku ingin lebih lama menghabiskan waktu seperti ini bersamamu."
Alex merangkul pinggang Ryu dan menyandarkan kepala didadanya.
Semalam....
"Sedang apa kamu?"
Ryu baru saja kembali dari meeting lalu melihat Alex sedang sibuk mengemasi koper mereka.
"Mengemasi koper, bukankah meetingnya sudah selesai? hari ini kita akan pulang kan?"
Alex menyahuti tanpa menoleh pada Ryu yang masih berdiri didepan pintu.
"Ya... tapi honeymoon kita... Belum."
Alex menghentikan kegiatannya lalu mengeryitkan dahi mencoba mencerna apa yang dikatakan suaminya.Senyumnya mengembang dia melemparkan baju yang akan dia packing kemudian menatap Ryu yang tersenyum tipis, detik berikutnya Alex berlari dan jatuh kedalam dekapan suaminya.
"Apa Dokter Ryu tidak sedang sakit atau kerasukan sesuatu?"
Alex melepaskan dekapannya lalu menempelkan tangannya di dahi Ryu.
"Apa kamu ingin aku membatalkan honeymoon kita?"
Alex tertawa bahagia lalu merangkul Ryu kembali.
__ADS_1
***
Seperti pasangan pengantin pada umumnya Alex dan Ryu menghabiskan waktu malam di kamar Hotel dan menghabislan waktu siang Plesiran di berbagai objek wisata negara Singapura, salah satu negara industri yang sangat maju di kawasan Asia Tenggara, begitu juga objek wisatanya tak kalah maju sekaligus sudah memukau dunia. Banyak wisatawan dari mancanegara yang datang ke Singapura salah satunya karena ingin menikmati objek wisata di negara maju tersebut.
Ryu menoleh saat dia merasakan tangan Alex merangkul pinggangnya. Saat itu mereka tengah berada didalam Cable Car, sebuah kereta gantung menuju Sentosa Island.
Sebelumnya mereka telah pergi mengunjungi Singapore Botanical garden, berjalan-jalan santai di pagi hari sambil menikmati pemandangan alam yang asri dan menghirup udara segar disana, karena Singapore Botanical Garden merupakan paru-paru bagi negara Singapura dengan berbagai jenis tanaman dari belahan dunia terdapat disana. Setelah lelah berjalan mereka memilih menikmati sarapan pagi di food court dipingiran danau.
Saat hari menjelang sore mereka memutuskan untuk pergi ke Sentosa Island dengan menempuh rute melewati Faber Mount Line yang merupakan puncak tertinggi di Singapura. Ryu dan Alex sangat menikmati pemandangan dari dalam kereta gantung. Pemandangan perkotaan Singapura dan lautan tampak memanjakan mata mereka.
"Lapar?"
Tanya Ryu pada Alex yang masih memeluk pinggang Ryu dengan ketat.
"Lapar atau tidak aku tidak menolak kalau urusan makanan"
Alex mendongak menatap Ryu sambil tersenyum.
"Seharusnya tidak usah kutanyakan hal itu!"
Alex tertawa mendengarnya. Lalu mempererat pelukannya.
Kereta gantung terus berjalan hingga mereka tiba di Sentosa Island. Mereka mampir dibeberapa destinasi wisata seperti pantai dan wahana lainnya,dan akhirnya mereka mengisi perut disebuah restoran yang berada disekitar sana.
Saat waktu menunjukkan pukul tujuh malam mereka memilih kembali ke hotel karena sudah merasa lelah.
Keesokan harinya....
"Mau kemana lagi kita hari ini?"
Tanya Alex saat Ryu sedang searching di ponsel tempat-tempat wisata di Singapura.
"Bisakah hari kita pergi sendiri-sendiri dulu?"
"Apa? Kenapa begitu, kalau pergi sendiri-sendiri bukan honeymoon namanya?"
Alex langsung merajuk.
"Bukan begitu masalahnya aku ingin pergi ke Esplanade?"
"Lalu apa masalahnya?"
"Apa kamu janjian dengan seseorang disana?"
Alex langsung menunjukkan ekspresi curiga.Dasar Intel.
"Tidak."
Ryu menyahut dengan kalem.
"Lalu kenapa aku tidak boleh ikut?"
"Percayalah kamu pasti tidak akan suka dengan tempat itu?"
"Apa maksudmu? aku suka kemanapun pergi asal denganmu."
Akhirnya Ryu mengalah saja,percuma menjelaskan pada istrinya yang keras kepala.
"Ya sudah terserahlah, tapi kamu tidak boleh mengajukan protes apapun setelah sampai disana, apa kamu mengerti?"
"I-iya"
Jawab Alex sedikit ragu.
'Memang kenapa sih?'
"Cepat ganti pakaianmu!"
Selepas mencari tempat untuk mengisi perut mereka kemudian menuju Esplanade.
"Ngomong-ngomong Ryu apa itu Esplanade?"
Tanya Alex saat mereka sedang di transportasi umum menuju tempat wisata yang dituju.
"Kenapa kamu baru tanya sekarang?"
Esplanade adalah sebuah pusat seni di Singapura yang paling aktif dan sibuk di dunia, dengan bentuk bangunannya yang unik karena atapnya mirip durian. Disana terdapat ruang pertunjukan seni, Mall dan sebuah ruangan yang akan dituju Ryu kali ini.Perpustakaan.
Alex hanya sibuk bermain ponsel sambil menemani Ryu membaca buku.Sambil menyesali diri sendiri.Kini tau kenapa Ryu tidak ingin dirinya ikut.sudah pasti karena Alex tidak akan menyukai hal ini.
__ADS_1
"Ryu..."
bisiknya pelan takut menganggu pengunjung yang lain.
"Bukankah sudah ku katakan bahwa kamu tidak boleh mengajukan protes apapun?"
Ryu berbicara perlahan tanpa mengangkat wajahnya dari buku yang sedang dibacanya.
Alex tidak jadi mengatakannya.Yah itu salah Alex sendiri.
"Kamu kan sudah jadi dokter untuk apa baca buku lagi, lagipula mana ada pasangan yang honeymoon di perpustakaan begini, benar-benar membosankan."
Tapi bukan Alex namanya kalau dia tidak keras kepala dengan tetap mengajukan protes.
"Itu bagus berarti kita akan masuk dalam sejarah pasangan yang pertama kali honeymoon di perpustakaan."
"Ah, apa bagusnya itu?"
"Bukankah kamu tadi bilang kamu akan ikut kemanapun aku pergi?"
"Iya, tapi tidak ke sini juga... Ah sudahlah."
Hening.
Alex menempelkan wajahnya di meja dengan malas.
"Ya Ampun kapan dia selesai baca buku."
Ini sudah satu jam tiga puluh menit Ryu duduk dengan tenang membaca buku.selama itu pulalah Alex tidak duduk dengan tenang. Ryu tersenyum tipis melihat istrinya.
Ryu akhirnya berdiri,Alex turut bangkit juga.
"Sudah selesai?"
Gumamnya melihat Ryu berjalan ingin mengembalikan buku ke raknya.
Namun penyiksaan bagi Alex berikutnya adalah saat Ryu justu mengajaknya menonton pertunjukan seni musik teater seriosa.
"Musik macam apa ini?"
Alex melirik Ryu dan pengunjung lain sangat tenang dan menikmati musik-musik yang dinyanyikan dengan ciri khas nada melengking itu yang justru membuat Alex tertidur nyenyak seperti di ninabobokan.
Alex tersentak saat Ryu membangunkannya.
"Bukankah sudah kukatakan?"
Ryu menatap wajah Alex yang tampak kusut, setengah karena bangun tidur setengah karena ngambek.
"Aku capek ingin kembali ke hotel saja!"
Alex mendadak berhenti berjalan,Ryu menoleh padanya.
" Tidak ingin makan dulu?"
Alex tampak berfikir sejenak.
"Digedung ini ada Mall dan kudengar makanannya sangat lezat."
Alex melebarkan matanya. lalu berjalan mendekati Ryu yang berada beberapa langkah didepannya.
"Kenapa kamu baru bilang kalau disini ada Mallnya?"
Ryu hanya menanggapinya dengan tersenyum tipis.
"Ayo pergi tunggu apa lagi."
Alex mengamit tangan Ryu dengan semangat dan segera pergi menuju Mall.
Empat hari kemudian mereka memutuskan untuk menyudahi Honeymoon mereka, dan sehari kembali ke Indonesia mereka berbelanja di Bugis Street, pusat perbelanjaan murah di Singapura.
Malam harinya mereka menuntaskan kegiatan malam mereka di Hotel dengan penuh kesyahduan.
Alex memandangi wajah Ryu yang terlelap lekat-lekat, lalu m3ng3cup pucuk hidung suaminya dengan lembut.
"Terimakasih... karena sudah hadir dalam hidupku... aku bahagia bersamamu... "
Gumam Alex lirih lalu tersenyum, setelah itu dia bangkit perlahan memunguti pakaiannya kemudian menuju kamar mandi.
Ryu tersenyum dalam tidurnya.
__ADS_1
"