Istri Barbar (Alexandria Dan Tiga Serangkai)

Istri Barbar (Alexandria Dan Tiga Serangkai)
Bab 18 Over Protektif


__ADS_3

"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Terdengar oleh Jack teriakan Alex dari arah dapur. Setelah melepas sepatu Jack menuju arah dapur. Berniat mengambil minum dan melihat apa yang dilakukan ibu hamil didapur sore-sore begini di dapur.


"Lagi apa, sih? "


Tanya Jack setelah meneguk segelas air hingga tandas, dilihatnya Alex sedang bediri dengan wajah masam didepan kulkas.


"Tidak ada makanan apapun dikulkas, Han benar-benar pelit"


Alex mengeluh sambil menutup pintu kulkas. Kemudian duduk di meja makan.diteguknya sisa air digelas.


"Memangnya kamu belum makan? "


"Sudah, baru saja, tapi belum kenyang"


Jack melihat mangkok bekas mie kuah diatas meja tepat didepan Alex. Sedetik kemudian dia tersenyum tipis teringat perkataan Ryu.


"Mau pergi jalan-jalan? "


Alex memandang Jack.


" Sepertinya akhir-akhir ini kamu lebih sayang dengan Han daripada aku. "


Seulas senyum terukir diwajah Alex. Yaa, belakangan ini Han memang sering menemaninya jalan-jalan.


***


Alex bersendawa pelan setelah sepiring nasi goreng seafood mengisi perutnya. Belum lagi dua jus mangga dan sebotol air mineral. Alex tadinya ingin memesan es teh manis saja namun Jack melarangnya.


"Ibu hamil tidak boleh minum teh, karena dapat menurunkan kadar zat besi. "


"Sudah selesai? "


Alex hanya mengangguk.


"Kita pergi sekarang? "


Alex kembali mengangguk. Efek kekenyangan.


Setelah selesai dengan urusan perut, Jack dan Alex pergi ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan makanan. Jangan sampai ibu hamil mengeluh tidak ada makanan didalam kulkas.


Tentu saja yang dibeli Jack adalah makanan sehat lima sempurna, dan hal itu sukses membuat wajah Alex ditekuk seribu. Apalagi ketika akan mengambil minuman dan makanan instan, Jack dengan tegas melarangnya.


"Makanan dan minuman instan tidak baik untuk ibu hamil, lagi pula saat mengidam kemaren kamu sudah makan apa yang kamu inginkan. Lebih baik sekarang makan makanan yang sehat, oke!"


Mengapa Jack jadi over protektif?


Untuk hal seperti ini Han lebih cocok dengan seleranya.


"Aku mau makan sate"


Teriaknya saat keluar dari gedung Mall menuju parkiran. Wangi aroma daging ayam yang dibakar mengusik hidung dan membangkitkan selera makannya.


"Tidak! "


"Kenapa? "


Alex bersungut saat Jack dengan tegas melarangnya.


"Ibu hamil tidak boleh makan sate,Karena dikhawatirkan dagingnya tidak matang dan mengandung virus toxso, yang dapat beresiko menyebabkan j4nin cacat."


"Oh, Jack, please, kemaren aku baru memakannya dengan Han"


"Akan ku beritahu Han agar tidak membelikanmu lagi"

__ADS_1


"Hiihhh, kamu menyebalkan, Jack, aku nggak mau jalan denganmu lagi."


Alex tetiba jadi marah, dan berjalan cepat meninggalkan Jack yang tengah mendorong troli belanjaan.


"Alex... "


Jack menggelengkan kepalanya sambil mempercepat langkahnya.


Dalam perjalanan pulang, Alex diam seribu bahasa dan memilih duduk dikursi belakang. Jack hanya mesam-mesem melihat tingkah Alex.


***


Han baru saja keluar dari dapur saat saat Alex membuka pintu.


"Ada apa dengan wajahmu itu? "


Iseng Han mengoda melihat wajah Alex yang masam, Alex tidak menanggapinya dan memilih pergi ke kamar.


"Wow, kamu mau buka warung di apartementku?"


Han mengeryitkan dahi melihat Jack membawa begitu banyak barang belanjaan ditangannya.


"Ini untuk mengisi kulkasmu agar tidak sepi"


Jack menyahuti sambil meletakkan barang belanjaannya di meja.


"Baguslah kalau kalian tau diri, haha, Eh, aku belikan sate untuk kalian, ku kira kalian tidak pergi kelu ... "


"Sate?"


Alex yang hampir mencapai anak tangga paling atas memutar tubuhnya dan kembali turun.


"Kamu bilang apa tadi, Han, sate?"


"iya."


"Oh, tidak."


Alex bergelayut manja di tangan Han sesaat dia melirik Jack dengan sinis.


"Didapur."


Tanpa menunggu lagi Alex beringsut menuju dapur.


"Alex... Tunggu Alex!"


Jack menyusul Alex dan demi melihat tingkah Jack yang aneh, Han mengeryitkan dahi kemudian menyusul kedua rekannya. Sesampainya di dapur Han makin heran melihat tingkah Jack.


"Apa kamu sudah g1l4, Jack? aku tau Alex memang menyebalkan tapi tidak sampai begini juga, lagipula aku membeli dua porsi untuk kalian."


Han berdiri diantara Alex dan Jack yang menurut sudut pandangnya mereka tengah berebutan sate.


"Kamu tidak mengerti ... "


Jack menatap Han sekilas


"berikan Alex!"


Jack bersikeras meminta sate itu,namun Alex juga bersikeras tidak mau memberikannya.


"Tidak."


"Alex, bukankah sudah ku katakan padamu ... "


"Aku tidak mau dengar, dasar dokter gadungan"


"Alex ... "

__ADS_1


'Astaga apa yang mereka lakukan?'


Han makin bingung melihat tingkah kedua rekannya , dia memengangi dahinya pertanda mumet.


Bukankah ini hanya masalah sepele?Mengapa mereka rebutan sate?


"Hei, kalian berdua ... Apa yang ... "


Han mengambil seporsi sate yang ada di meja.


"kalian lihat ini masih ada satu porsi lagi, jadi untuk apa kalian berebutan, seperti anak kecil saja. "


"Dengar Han ... "


Belum selesai Jack berbicara Alex sudah menyambar sate yang dipegang oleh Han.


"Terimakasih, Han. "


Teriak Alex sambil berlalu. Dia berniat memakan sate itu didalam kamar dan mengunci pintunya rapat-rapat agar Jack tidak dapat masuk.


'hmm, rasakan'


"Han ..."


Jack dengan kesal menatap Han.


"Apa? "


Han menyahut dengan nada bingung. Jack menarik nafas panjang kemudian pergi menyusul Alex. Han duduk di kursi namun kemudian berdiri dan berlari sambil mengusap rambutnya kasar.


Saat Han tiba di atas dia melihat Jack berdiri didepan pintu. Han tau sudah pasti Alex mengunci pintunya dari dalam.


"Alex, ku mohon, jangan memakannya! "


Suasana hening sejenak. Jack menarik nafas berat dan panjang.


"Apa kamu tau makam siapa yang ada di bukit waktu itu?"


Didalam kamar Alex mengeryitkan dahi, setusuk sate tertunda masuk kedalam mulutnya, tentu dia tau bahwa itu makam istri Jack, lalu?


"Istri dan ... calon bayi kami yang masih dalam kandungan."


Tanpa menunggu respon Alex-jack memutar tubuhnya, dia menatap Han yang berdiri dua meter di depannya. Jack tidak mengatakan apapun dan langsung melewati Han begitu saja.


Pagi harinya...


Alex dan Han mempunyai pikiran yang sama saat Jack menyajikan sate diatas meja.


'Apa semalam Jack sedang bersandiwara'


Setelah mendengar apa yang dikatakan Jack semalam, tetiba Alex jadi gamang, dan seleranya untuk makan sate jadi hilang.


Sementara Han kini telah mengerti mengapa Jack sampai ngotot melarang Alex memakan sate.


"Apa kamu sedang mempermainkan kami, Jack? "


Han mewakili unek-unek mereka berdua membuat Jack tersenyum.


"Aku sudah memasak daging ayamnya lebih dulu agar matang sempurna, baru aku membakarnya. Jadi kupastikan sate ini aman untukmu."


Alex mengangkat sebelah alisnya. Dia tidak menyangka Jack akan melakukan itu demi dirinya.


"Waw, kamu memang luar biasa, Jack, thank You"


Alex memuji kecerdasan Jack lalu mengambil setusuk sate untuk dia cicipi.


Han pun melakukan hal yang sama.

__ADS_1


"Apa kamu sedang hamil juga? "


Goda Jack menghadirkan tawa diantara ketiganya. Kini Alex dapat merasakan ketulusan Jack, dia melakukan itu semua demi melindungi calon bayinya dan Alex sangat menghargai itu semua.


__ADS_2