
Sehari setelah kejadian...
Han memikirkan mobilnya dipelataran kantor Mabes polri, mobil sport berwarna hitam itu tampak menonjol di antara mobil-mobil milik polisi lainnya.
"Huh, pagi-pagi sudah suruh melapor, menganggu orang tidur saja"
keluhnya panjang pendek sambil melangkah gontai, meskipun tidak sempat mandi tapi penampilannya pagi itu cukup rapi, celana jeans ripped, dengan kaos dan jaket kulit warna hitam melekat ditubuhnya, rambut lurus berwarna coklat yang bagian depannya menutupi dahi terlihat rapi.
Dia tersenyum menyambut sapaan beberapa petugas yang lalu lalang di kantor itu. Sebelum akhirnya tiba didepan pintu sebuah ruangan. Han mengetukknya setelah mendengar jawaban dari dalam dia membuka pintu.
"Pagi, pak! ",SapaHan pada atasannya
"Pagi, masuklah! "
Setelah menutup pintu kembali, kening Han berkerut melihat seorang pria yang familiar berdiri berjarak satu meter dihadapan meja atasannya.
"Selamat pagi, kawan? ,Sapa Jack ramah, tentu saja tidak memakai seragam pelayan hotel lagi, busanaya kini telah berganti dengan kemeja pendek warn putih dengan rompi warna hitam dan celana denin warna senada dengan rompi. Rambutnya hitam pekat tertata rapi.
Han hanya mendengus dan berdiri mensejajarinya.
"Senang bertemu kembali! ",Tambah Jack ramah.
"Aku tidak! ",Jawabnya tanpa menoleh. Jack hanya tersenyum mendapat respon ketus dari Han.
Sang atasan melirik sekilas sambil mengeleng lalu kembali menekuni dokumennya.
Sekian menit mereka hanya berdiri saja. Suasana hening tampak menghiasi ruangan itu. Meskipun dalam hati Han ribut mengumpat karena Sang atasan tidak mengatakan apapun.
Kemudian pintu terdengar diketuk.
"Masuk! "
Pintu lalu terbuka, dan pandangan mata Han dan Jack langsung tertuju pada seorang wanita yang mereka temui malam itu. Tentu saja penampilannya jauh berbeda, celana jeans dan jaket army serta rambutnya yang dikuncir kuda membuat penampilannya sangat berbeda dengan malam itu. Wajah yang tadinya berhias sensual kini tampak polos. Meski begitu aura seksi masih melekat dalam dirinya.
"Selamat pagi, pak? "
"Pagi, Alex"
Wajahnya tampak biasa saja saat melihat kedua pria dihadapannya.
__ADS_1
"Senang bertemu denganmu lagi? "
Sapa Jack ketika Alex berdiri disamping Han. Alex hanya tersenyum menanggapinya.
"Baiklah... "
Kata Sang atasan pada akhirnya memulai,berdiri memandang mereka bertiga.
"Karena kalian bertiga sudah berkumpul, maka aku bisa menjelaskan semuanya, kalian sudah tau bukan mafia narkoba yang kalian tangani malam itu, kalian juga tau bahwa jaringannya sudah meluas. Pihak kepolisian sedang mengejarnya dan berupaya untuk menangkap sampai tuntas hingga ke akar-akarnya. Untuk itu aku perintahkan kalian bertiga untuk menangani kasus ini dalam satu team"
"Tapi saya biasa kerja sendiri, Pak. "
Protes Han
"Tidak untuk kali ini agen Han"
"Ya tapi paling tidak, jangan dengan mereka! "
"Memangnya kenapa? ",Tanya Jack
"kenapa?",Han menoleh pada Jack, "Kau mengacaukan segalanya malam itu dan masih tanya kenapa, selain itu aku tidak mau satu team dengan wanita, pasti hanya akan menyusahkan. "
Alex bereaksi mendengar sindiran dari Han, "Apa kamu lupa malam itu kamu hampir mati, dan siapa pikirmu yang menyelamatkanmu, dasar pikun! "
"Kalau begitu biarkan saja aku mati, kenapa kamu harus repot menyelamatkanku, lagipula aku tidak memintanya,dasar tukang pamer"
Mendengar itu Alex langsung menginjak kaki Han sekuat tenaga membuatnya langsung mengaduh kesakitan.
"Apa yang kau lakukan, dasar j4l4ng"
"Hei, jaga bicaramu,kawan! "
Jack mengingatkan sambil tertawa kecil
"DIAM, jangan ikut campur! "
"Kamu yang diam, setidaknya dia masih punya rasa terimakasih daripadamu"
"Kalau begitu kamu saja yang berkerja sama dengannya, aku tidak sudi! "
__ADS_1
"Pikirmu aku juga mau, melihat wajahmu saja aku sudah ingin muntah"
"Apa katamu? "
"Hah, bagus sekarang kamu tuli"
"Apa? "
Kini Han dan Alex betatapan dengan sengit, Jack baru saja ingin membuka mulut dan menengahi mereka berdua ketika terdengar gebrakan meja yang cukup keras.
"CUKUP, DIAM SEMUA!!!"
Sang atasan kemudian menghela nafas dalam menahan sabar.
"Dengarkan kalian semua, aku memilih kalian untuk menyelidiki kasus ini bukan tanpa sebab, aku sudah membaca biodata dan track record kalian bertiga, dan atas rekomendasi dari kepala Unit masing-masing tempat kalian bekerja, aku akhirnya setuju untuk memilih kalian. Jadi sekarang kalian bekerja dibawah perintahku, apa kalian mengerti? "
Tegas Sang atasan sembari duduk kembali di kursi kebesarannya kemudian mengambil secangkir kopi yang sudah dingin demi menenangkan kepalanya yang tengah panas oleh ulah bawahannya. 'dasar songong'
"Aku tidak mau dengar protes apapun lagi! ",Tegasnya kemudian melihat gelagat Han ingin membuka mulutnya,kemudian menyesap kopi itu dengan santai.
'Sial',Umpat Han.
"Sampai tugas ini selesai, kalian akan tinggal satu atap, aku sudah siapkan apartemen untuk kalian, bersiaplah mulai dari hari ini, asisten ku akan menginfokan semuanya pada kalian secara daring, ingat aku ingin dengar kabar baik secepat mungkin, jadi laksanakan tugas dengan baik, jangan membuatku kecewa karena sudah memilih kalian, apa kalian mengerti! "
"Siap, Pak! "
"Baiklah, sekarang kalian boleh pergi! "
Saat keluar ruangan Jack yang terakhir kali menutup pintu.
"Hai bagaimana kalau kita pergi ngopi? "
"Tidak"
Han dan Alex menyahut hampir bersamaan, keduanya melenggang dengan cepat, sambil tersenyum Jack memandangi kedua punggung rekannya.
"Hah, tampaknya ini akan sulit"
Desahnya menggeleng lalu mengikuti jejak kedua rekannya.
__ADS_1