
"Lima orang pelaku penembakan di sebuah Rumah Sakit telah berhasil diringkus oleh tim kepolisian setempat, dua korban yang terluka akibat penembakan dinyatakan baik-baik saja dan sesang dalam proses pengobatan. Sementara itu, motif pelaku adalah dikarenakan dendam,salah satu pelaku menuduh bahwa seorang Dokter di rumah sakti tersebut adalah pembunuh istrinya,dan .. bla ...bla ..."
Sebuah TV nasional sedang menyiarkan berita yang terjadi di Rumah Sakit.meskipun berakhir baik namun Akas dan keempat anak buahnya tetap harus menjalani proses hukum karena perbuatan mereka.
Tiba-tiba Jack mengambil remot dimeja dan mematikan Tv.Alex dan Han sontak menatap Jack.
'lagi enak-enak nonton gitu lho.'
"Ibu hamil sebaiknya tidak menonton berita kriminal begitu"
"Haaah,dia mulai lagi"
Han mengeluh.
"Lalu aku harus nonton apa,katamu kalo drama nanti bisa bikin bayi jadi sedih"
Alex menyahutil sambil melemparkan kulit kuaci yang sedari tadi ia makan dengan kesal
"Musik..." Ujur Jack tersenyum. "ibu hamil harus merangsang pertumbuhan bayi dengan musik,nah bagaimana kalau kita keluar cari disc musik"
"Sambil kita makan diluar?"
Tawar Alex dengan wajah sumringah
"Tapi dokter sudah memintamu untuk mengurangi porsi makan kan, Alex?"
"Aduh Jack, mengurangi bukan berarti tidak boleh makan sama sekali,kan?"
"Yaaa, aku tau, tapi kamu kalau sudah jajan diluar pasti makannya banyak."
Jack selalu tau kalau Alex pasti akan makan apapun yang dia inginkan jika sudah kulineran diluar.
"Oke, kalau begitu tidak usah saja,tidak ada makan tidak ada musik."
Alex merajuk.
"Yaa, oke, tapi kamu harus janji akan mengurangi porsi makanmu setelah ini"
Jack akhirnya mengalah,soalnya kalau sudah merajuk ibu hamil sudah dirayu.
"Iya."
Sahut Alex asal saja.lain dihati lain dibibir.
***
Sore hari adalah waktu yang paling dihindari warga Jakarta untuk keluar rumah,karena sudah dipastikan jalanan akan padat dengan kendaraan karena bertepatan dengan jam pulang kerja.apa bahasa kerennya? MACET.
Mereka bertiga memilih kulineran di sebuah Mall dikawasan Jakarta timur.sebenarnya Alex lebih suka makan di pedangan kaki lima yang bertebaran disepanjang jalan didepan Mall, namun mengingat kondisinya yang sedang hamil,dia pasti akan lebih cepat berkeringat jika makan di pedangan kaki lima sehinggaakan membuat dirinya menjadi tidak nyaman. Han dan Jack menurut saja yang penting ibu hamil senang dan tidak rewel.
"Terimakasih"
Sahut mereka bertiga hampir bersamaan saat seorang pelayan mengantarkan pesanan makanan mereka.
Alex tampak sumringah melihat sepiring penuh nasi goreng Pete yang masih mengepul terpampang nyata dihadapannya.Dia ingin segera menyantapnya namun tiba-tiba Jack menarik piringnya.Seketika Alex mendelik.
"Apa-apaan kamu,Jack?"
Jack tidak menjawab hanya memindahkan sedikit nasi goreng milik Alex kedalam piringnya.Bukan.bukan sedikit,tapi separuhya membuat mata Alex tambah mendelik lebar.
"Kamu harus membiasakan diri,oke?"
Jack mengembalikan piring milik Alex.
__ADS_1
"Bagaimana aku akan kenyang dengan makan separuh porsi begini?"
Tuntut Alex jengkel.
"Jangan khawatir aku akan membelikanmu buah-buahan setelah selesai makan nanti,jadi itu akan membuatmu kenyang,dan sudah pasti sehat."
Alex tambah jengkel mendengar Jack mengatakan itu,dan secara reflek dia menendang kaki Jack yang duduk dihadapannya.
"Aduh ... apa yang ... ini kakiku,Alex!"
Bukannya Jack tapi Han yang meringih kesakitan karena Alex menendang pas mengenai tulang keringnya.
"Salahmu, kenapa kamu taroh kakimu disitu?"
Bukannya meminta maaf Alex justru mengomeli Han,Jack tersenyum usil melihat Han kesakitan.
"Apa? Ini semua karenamu,Jack"
Han menoleh pada Jack yang masih senyam senyum.
"Kok aku?"
"Berhentilah membuat larangan yang tidak penting, Jack, atau dia akan tambah meng_g1_l4"
"Ini penting, kamu kan dengar sendiri dokter sudah menyuruhnya mengurangi porsi makannya."
"Lalu? Kenapa kamu yang jadi repot, Dokter mengatakan itu pada Alex jadi terserah dia mau menurutinya atau tidak, toh dia yang hamil.lagi pula Dokter juga tidak tau kan?"
"Itu karena aku peduli pada Alex dan bayinya,kamu tidak akan mengerti hal itu."
"Apa? Kamu bilang aku tidak peduli?"
Han meninggikan nada bicaranya.
Jack yang biasanya tenang juga terlihat meninggikan suaranya.
"Tapi kamu bicara seolah-olah hanya kamu yang peduli dan aku tidak."
"Itu kamu saja yang cepat tersinggung."
Alex hanya bengong melihat kedua rekannya beradu mulut.hai ini jarang terjadi bukan?
Astaga, dia harus berbuat sesuatu.perhatian sebagian orang sudah teralih pada mereka.
"Hoek ..."
Tiba-tiba Alex membungkam mulut.seperti ingin muntah.perhatian Han dan Jack secara otomatis teralih pada Alex.
"Oh,tidak."
Jack merasa khawatir.
"Cepat bawa dia ke toilet,Jack!"
"Aku takut tidak keburu,dimana tempat sampah?"
Jack menoleh kanan kiri,Han melakukan hal yang sama.mereka berdua jadi seperti orang linglung.
Tiba-tiba Alex membuka mulutnya dan tertawa ngakak.
"Kena kalian."
Sesaat kemudian Han dan Jack sadar bahwa Alex hanya berpura-pura saja.
__ADS_1
"Bagus,dia mengerjai kita."
Han mengomel.
"Jangan lakukan itu lagi,oke!"
Jack tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.kemudian mereka mulai menyantap hidangan mereka masing-masing dengan khidmat.
Namun tiba-tiba Alex merasakan sesuatu yang aneh dari dalam perutnya. Dia meletakkan kembali sendoknya di piring dan memegangi perutnya,ada sebuah rasa sakit yang belum pernah dia rasakan disana.
"Ada apa, Alex?"
Jack bertanya karena melihat Alex memegangi perutnya denga raut wajah Alex yang terlihat kesakitan.
"Halah,paling acting lagi, nggak mempan tau."
Han acuh dan melanjutkan makannya lagi. Jack juga merasa begitu, jadi dia putuskan untuk melanjutkan makan lagi. Namun tiba-tiba Alex meraih tangannya dan mengengamnya dengan erat. Jack terkesiap apalagi melihat wajah Alex benar-benar seperti orang menahan sakit yang luar biasa.nafasnya juga terlihat tidak beraturan.
"Alex,kamu baik-baik saja?"
Han menatap Alex lalu mencebikkan bibirnya.
"Hmmm, acting yang bagus."
"Tidak, ada yang tidak beres."
Jack tau kali ini Alex tidak pura-pura, dia berdiri menghampiri Alex.
"Kenapa, Alex? katakan! perutmu sakit?"
Alex hanya mengangguk.
"Perutku sakit ... sakit sekali."
Katanya keringat dingin memenuhi dahinya karena menahan sakit. Melihat hal itu Han juga menghampiri Alex. Kini dia juga tau Alex tidak berpura-pura.
"Apa dia mau melahirkan?"
"Tapi usia kandungannya baru sekitar tujuh bulan."
"Kamu yakin, jangan-jangan kamu salah,Jack?"
"Tidak,aku yakin."
Mereka berdua semakin bingung melihat Alex makin kesakitan.
Orang-orang yang berada disana juga turut memperhatikan mereka. Orang-orang berasumsi bahwa mungkin Alex ingin melahirkan.
"Aaaa"
Alex menjerit karena merasakan kesakitan yang bertambah hebat menyerang perutnya.
"Apa yang harus kita lakukan?"
"Mana kutahu,kamu kan yang sering baca buku kehamilan."
Mereka berdua bertambah panik apalagi melihat tubuh Alex melemah dan sebuah cairan terlihat membasahi celana Alex. Cairan ketubannya telah merembes.
"Alex ... Alex, bagaimana ini,Jack?"
"PANGGIL AMBULANCE!"
Teriak beberapa orang dibelakang sana.
__ADS_1