Istri Barbar (Alexandria Dan Tiga Serangkai)

Istri Barbar (Alexandria Dan Tiga Serangkai)
Bab 14 Apa yang terjadi pada Alex


__ADS_3

Di klinik Markas Besar Kepolisian.


"Kapan kalian melaku... "


Han dan Jack mengucapkannya secara bersamaan. Mereka berpandangan sesaat lalu kembali menatap Alex yang belum sadarkan diri.


"Kalau bukan kita lalu sia..."


ucapan Han terhenti karena tiba-tiba pintu dibuka.mereka berdua menoleh secara bersamaan.


"Hai... "


Dokter Ran yang bertugas diklinik markas datang dengan membawa sebuah berkas laporan.terlihat dari raut wajahnya yang tampak tegang,dia membawa laporan yang tidak menyenangkan.


"Kalian harus dengar ini... "


katanya bersungguh-sungguh sambil meletakkan laporan itu diatas meja.


"Dari hasil laporan, barang bukti yang ditemukan di TKP oleh tim kepolisian adalah... "


Dokter Ran tidak jadi meneruskan perkataannya, karena Alex terlihat melakukan pergerakan. Dokter Ran menghampirinya. Begitu pula Han dan Jack.


"Bagus jadi kita bisa menayainya? "


Han bergumam lirih.


"Kamu sudah sadar Alex? "


Dokter Ran tersenyum melihat Alex membuka matanya perlahan. Kemudian membantu Alex yang ingin duduk.


"Minumlah..." pintanya pada Alex "apa yang kamu rasakan, pusing atau..."


Baru saja ingin meneguk air putih tiba-tiba merasakan sesuatu yang tidak enak diperutnya. Semakin kuat dirasanya. Dia membungkam mulutnya kemudian turun dari ranjang dan dengan cepat berlari ke kamar mandi.


"Hoek... Hoek... "


suara itu terdengar dari dalam kamar mandi. Dokter Ran menatap Jack dan Han secara bergantian.


"Bukan kami pelakunya! "


Sahut Han karena merasa dicurigai


"Aku tahu. "


Sahut dokter Ran bernada kalem,namun tampak cemas, Meskipun tadinya dia mencurigai Han, dia tau sekali pria seperti apa Han, karena dia sendiri sudah pernah digoda olehnya selama bekerja di klinik kepolisian.


Melihat Alex keluar dengan lemas, dokter Ran segera membantunya berjalan menuju ranjang kembali. Dan menyerahkan segelas air putih padanya, namun Alex menolak.


"Aku mual sekali, kepalaku pusing! "


"Tentu saja karena kamu sedang ... hamil."


***


Berita tentang insiden di sebuah gedung pesta muncul di televisi. Setelah polisi mendapat laporan, awak media pun tak luput datang demi mencari sebuah berita. Saat hal itu berlangsung Alex telah dibawa lebih dulu mengunakan Ambulace kemudian dibawa ke klinik kepolisian untuk diperiksa.


Mendengar apa yang telah terjadi pada Alex, Dokter Ran memutuskan untuk mengambil sample darahnya dan membawanya ke rumah sakit terdekat untuk diperiksa lebih lanjut.

__ADS_1


"Dia tidak apa-apa, dia tidak sadarkan diri karena efek obat bius, dia akan bangun sendiri kalau efek obatnya sudah hilang."


Terang Dokter Ran pada Han dan Jack.


"Syukurlah.. "


Jack dan Han merasa lega mendengarnya


"Hanya saja..."


Han dan Jack menatap Dokter Ran yang tampak serius.


"Dia sedang Hamil"


"Apa? "


Han dan Jack berpandangan. Saling menuduh satu sama lain.


***


"Apa? Ini bukan lelcuon,Dokter? "


Alex tidak percaya ketika Dokter Ran memberitahukan hasil laporan lab yang menyatakan bahwa di sedang hamil. Alex menatap Han dan Jack bergantian. Tentu saja Alex tahu bukan mereka berdua.


Lalu apa yang telah terjadi?


lagi pula bukankah ini adalah sesuatu hal yang mustahil?


Alex lalu menatap Dokter Ran dan menunjukkan raut wajah bertanya meminta penjelasan.


Dokter Ran menarik nafas berat lalu meraih laporan lainnya diatas meja.


Sekali lagi Dokter Ran menarik nafas berat. Ia tahu akan sulit bagi mereka terutama Alex menerima hal ini. Tetapi Dokter Ran tahu mengigat mereka adalah seorang intel pastilah mereka siap mendengar hal apapun. Bahkan kematian pun selalu mengintai mereka. Jadi hal apa lagi yang lebih menakutkan daripada hal itu.


"Sel sper_m4..."


Mereka bertiga menunjukkan reaksi terkejut. Sekarang mereka mulai mengerti apa yang menyebabkan Alex hamil. Tapi bagaimana caranya?


"Kurasa Alex... "


Dokter Ran melanjutkan sebelum timbul banyak pertanyaan dari mereka


"kamu telah dberi obat bius saat proses penyuntikan sel sper_m4 itu berlangsung melalui cara inseminasi."


Ya kini Alex ingat segalanya. Dia ingat wanita itu pasti menembakkan peluru bius padanya. samar-samar dia juga ingat perbincangan yang dilakukan oleh dua orang pria. Selebihnya dia tidak begitu ingat. Meski begitu ada yang mengganjal di pikiran Alex.


"Tapi tetap saja ini mustahil... "Alex terlihat bingung " bagaimana mungkin aku bisa langsung positif hamil hanya dalam hitungan jam? "


Han dan Jack kini turut merasa heran. Dalam hati mereka membenarkan apa yang dikatakan Alex.


"Itu juga yang menganggu pikiranku sedari tadi, Alex... "


Dokter Ran sudah memikirkan hal itu setelah dia selesai membaca laporan itu. Bagaimana bisa, bagaimana itu bisa terjadi, bagaimana mungkin?


"Bagaimana menurut pendapatmu, Dokter Ran? "


Tanya Jack, dia tahu pasti sedikitnya Dokter Ran pasti memiliki sudut pandang dari segi medis.

__ADS_1


Dokter Ran menghela nafas panjang.


"Aku sendiri tidak yakin, tapi kemungkinan sel sper_m4 itu telah diubah. Maksudku sepertinya mungkin sel itu telah dibuat agar mampu membuahi sel telur dengan cepat. Tetapi aku belum yakin. Kita harus mengujinya lebih lanjut. Dan itu butuh waktu..."


Suasana hening mereka semua larut dalam pikiran masing-masing yang isinya sebenarnya hampir sama. Apa yang telah terjadi telah mengejutkan mereka.


Tiba-tiba serangan mual yang hebat menyerang Alex sampai dia hrus berlari lagi ke kamar mandi. Namun saat keluar dari kamar mandi. Pandangan Alex tiba-tiba kabur. Melihat gelagat tubuh Alex yang sepertinya akan roboh, mereka semua berlari memburunya, Han yang paling cepat memburu tubuh Alex.


"Kita harus membawanya ke rumah sakit sekarang. "


Han dan Jack mengangguk.


"Dokter Ran, pria itu sudah sadarkan diri! "


Seorang petugas tiba-tiba membuka pintu.


"Oh, baiklah aku akan kesana? "


Sahutnya lalu menoleh kembali pada Jack dan Han.


"Kalian bawa Alex ke Rumah Sakit, aku akan segera menyusul. "


Tanpa menunggu jawaban dari keduanya, Dokter Ran memutar tubuhnya dan berjalan dengan cepat keluar ruangan.


"Kurasa urusan ini akan jadi panjang"


Han menatap wajah Alex dengan seksama, entahlah perasaanya kini campur aduk. Ia lalu membopong tubuh Alex dan berjalan keluar. Jack melangkah lebih dulu untuk membukakan pintu.


"Tenanglah kawan aku akan selalu berada disisimu, butuh bantuan? "


"Diam atau kujatuhkan Alex."


Jack tertawa ringan mengikuti Han dari belakang. Firasatnya mengatakan karena hal ini mereka akan sering bersama. Ia tahu meski bermulut pedas, Han berhati baik.


"Dasar pemarah"


Jack bergumam sambil mengelengkan kepala.


***


Dokter Ran memeriksa pria yang sementara in di curigai sebagai tersangka. Pria itu tampak tenang ketika dokter Ran melakukan sejumlah pemeriksaan. Dari hasil laporan lab pria itu juga hanya terkena obat bius.


Selebihnya sejauh ini dia baik-baik saja.


"Apa yang kamu rasakan? Apa ada yang sakit? "


Pria itu menggeleng samar,hampir tak terlihat.


"Oke, Sejauh ini kamu baik-baik saja."


Dokter Ran menutup berkas laporannya dan meletakkannya di meja. Kemudian dia berbalik lagi pada pria itu. Dia menatap pria yang menurutnya tidak terlihat seperti seorang penjahat Tetapi dia tidak berani menyimpulkan apapun karena ini bukan wewenangnya.


"boleh ku tahu siapa namamu? "


Pria itu diam saja tetapi dokter Ran juga tidak berniat memaksa.


"Oke,istirahatlah dulu, aku akan keluar melapor kepada petugas di depan"

__ADS_1


"Ryu..."


Dokter Ran menoleh kembali. Memandang seraut wajah yang tenang disana namun sedikit terkesan dingin dan misterius.


__ADS_2