Istri Barbar (Alexandria Dan Tiga Serangkai)

Istri Barbar (Alexandria Dan Tiga Serangkai)
Bab 9 Beraksi


__ADS_3

"Triiiinng... Triiiinnngggg... Triiinnggggggg..."


bunyi Alarm berdering bergema diseluruh ruangan.


"Bunyi apa itu?"


Han yang tidur seranjang dengan Jack tersentak.


"Alarm peringatan"


"Peringatan? maksudmu rumahmu kebakaran. Ini gawat cepat selamatkan diri."


Han bergegas turun dari ranjang kemudian bersiap berlari namun pintu kamar terkunci. Melihat Han berusaha keras membuka pintu dengan panik Jack justru tertawa ngakak.


"Kenapa kamu tertawa? apa kamu sudah gila? cepat bantu aku! "


Han jadi gusar. Namun Jack dengan tenang berjalan ke arahnya. Kemudian memencet tombol yang terdapat didinding, pintu terbuka dengan sendirinya dengan cara bergeser. Rupanya karena panik Han lupa bahwa pintu itu mengunakan mode geser.


"Rumah macam apa ini"


Keluh Han sembari berlari keluar. Dia menuju kamar Alex dan membuka pintu dengan cepat. Tentu saja kali ini dia tidak lupa bahwa pintunya digeser.


"Alex,cepat kel ..."


Teriak Han sambil mencari tombol lampu di dinding. Namun matanya melebar seketika melihat pemandangan yang sangat mengejutkan di hadapannya.


"Ngroookkk... Ngrookkk... Ngrokkk... "


Yaaa, Alex masih tertidur pulas, dengkuran kerasnya terdengar merdu.Kamar tidurnya berantakan,bantal sudah dibawah lantai , selimut tersibak dari tubuhnya. Gaun mininya tersibak karena posisi tidur Alex yang luar biasa 'alim'. Beruntung dia mengenakan celana kolor.


"Apa-apaan dia, apa dia tuli atau... Hei Alex.. Apa kamu... "


"Itu bukan alarm kebakaran? "


Jack telah berdiri santai diambang pintu. Han menoleh dan berjalan ke arahnya.


"Lalu apa? "


"Lapor, Tuan, Ada pesan darurat... "


Boy tiba-tiba datang menghampiri mereka.


"Nah kamu dengar itu! "


Ucap Jack tersenyum, dia melihat kelegaan diwajah Han yang kini telah mengerti maksud bunyi Alarm tersebut.


"Rumah macam apa ini? "


Keluh Han bernada jengkel sambil melangkah keluar.


"hei,Bagaimana dengan Alex? "


"Bodo amat."


***

__ADS_1


Beberapa saat kemudian mereka telah berkumpul di sebuah ruangan yang terletak paling atas. Tempat itu lebih mirip disebut tempat meeting. Namun sebenarnya itu adalah tempat penyimpangan rahasia peralatan memata-matai milik Jack.


"Oke, kita sudah dengar perintahnya, ayo kita bersiap "


Langkah Jack terhenti saat kedua rekannya hanya berdiam diri saja.Alex dan Han saling berpandangan. Sepertinya mereka satu pemikiran. Jack menunjukkan raut wajah da bahasa tubuh seolah bertanya "ada apa? "


"Aku tidak sudi berjalan menyusuri hutan malam-malam begini tau? "


Han menoleh pada Alex dan Jack secara bergantian, dan memasang expresi wajah bahwa ia setuju dengan Alex. Jack hanya tersenyum.


"Itu tidak akan terjadi, Boy hubungi 001 sekarang! "


"Baik tuan"


Boy dengan patuh memenuhi perintah Jack kemudian pergi dari ruangan itu.


"Apa itu ... 001? "


Tanya Alex penasaran.


"Nanti juga tau, sekarang ayo kita bersiap-siap"


"Memangnya apa yang harus disiapkan? "


Sekali lagi Jack hanya tersenyum


"Kamu tentu tidak akan berpakaian seperti itu kan, Alex, diluar terlalu dingin"


"Lalu apa yang harus aku pakai?gamis mendiang istrimu? "


Mereka mengikuti Jack ke sudut ruangan. Jack meletakkan telapak tangannya di sebuah lantai berbahan keramik berwarna putih lalu terbukalah lantai itu. Sebuah tangga menuju lantai bawah tanah terpampang dihadapan mereka. Sekali lagi Han dan Alex berpandangan.


" ayo! "


Jack turun lebih dulu diikuti keduanya. Setelah sampai bawah mereka disuguhi pemandangan yang mengasyikkan. Ruangan berbentuk persegi panjang yang tidak terlalu luas itu menyimpan berbagai peralatan memata-matai. Dilihat-lihat seperti gudang senjata. koleksi persenjataan Jack sangat lengkap,mulai dari senjata api,pedang,pisau,serta alat-alat canggih lainnya.


"Menurutmu Jack itu tukang tadah? "


Alex bertanyabsambil mengamati senjata-senjata yang tepajang di lemari. Tesusun dengan rapi.


"Aku yakin semua ini ilegal. "


Sahut Han sambil terus memandangi senjata api yang menjadi faforitnya. Semangatnya seperti terbakar melihat semua itu.


"Kemari, Alex. Kamu bisa memilih yang kamu suka. "


Alex menoleh kemudian menghampiri Jack yang berdiri di sebuah lemari kaca, dia membukanya. Isinya adalah pakaian yang Jack simpan khusus untuk kegiatan memata-matai.beberapa tuxido, Jacket, kaos, celana jeans, dan sepatu telah tergantung rapi.


Alex tersenyum sambil melipat tangan didada. Senang Jack tau seleranya dalam berpakaian.


"Yaa,lumayan, katakan dimana aku harus ganti pakaian? "


Alex dengan nada genit mengoda Jack.


"Disa... "

__ADS_1


Jack terhenti,perhatiannya tertuju pada Han yang sedang mengambil kaca mata. Tadinya Han sedang melihat dan mengamati beberapa senjata api milik Jack. Namun tiba-tiba perhatiannya tertuju pada meja dibelakangnya yang isinya kacamata dengan berbagai model. Iseng Han mencobanya. Sekaligus heran mengapa Jack mengoleksi begitu banyak kaca mata juga di gudang senjatanya ini.


"Jangan yang itu,Han! "


Namun Jack terlambat, Han telah memakainya dan karena mendengar teguran Jack Han menoleh padanya. Dengan sigap Jack menarik Alex kedalam pelukannya dan memutar tubuh membelakangi Han.


Tidak perlu menunggu lama Han segera melepas kacamatanya setelah menikmati pemandangan yang tidak seharusnya dia lihat.


"Ada apa sih? "


Alex yang sebenarnya terkejut dengan perlakuan Jack mengerti bahwa Jack sedang mencoba melindunginya. Tapi dari apa?


"Bukan apa-apa, kamu bisa ganti baju sekarang! "


"Berdua denganmu? "


Tersadar Jack lalu melepaskan pelukannya. Kemudian menghampiri Han.Alex sendiri bergegas memilih busana dan pergi ke ruang ganti.


"Ini keren boleh aku memintanya? "


Goda Han mengamati kacamata yang masih berada di tangannya.tentu saja kacamata tembus pandang itu akan sangat berguna untuknya.


"Dan membiarkanmu melakukan dosa, tidak kawan"


Jack mengambil kacamata itu dari tangan Han dan meletakkannya kembali ke tempatnya.


"Cih, kenapa kamu begitu naif, kamu sendiri pasti pernah melakukannya, kalau tidak untuk apa mengoleksi sebanyak ini, dan lagi tadi kamu tidak perlu sok-sokan melindungi Alex begitu"


'Kan lumayan bisa lihat isinya' otak Han yang mesum bereaksi.


"Apa melihat kemolekan tubuhku saja belum cukup? "


"Cih, apaan? Aku masih normal tau"


Jack tertawa renyah kemudian menyerahkan sebuah kacamata kepada Han.


"Kurasa yang ini pantas untukmu"


Han mengamatinya sejenak. Lalu memakainya.


"Apa ini tembus pandang juga? "


Tanyanya nyleneh sambil memakainya.


***


"Sekarang apa? "


Tanya Alex ketika mereka telah keluar dari rumah unik Jack. Dia jengkel karena berfikir Jack benar-benar akan mengajak mereka berjalan menyusuri hutan lagi. Demi apapaun dia tidak akan sudi. Lebih baik dia dikeluarkan dari keanggotaan daripada hrus berjalan tengah malam menyusuri hutan.


Namun kemudian terdengar suara helikopter diangkasa. Dan kemudian turun parkir di depan pohon beringin. Seorang gadis dengan seragam setelan berwarna Army melonggokkan kepalanya dan memberi salam dengan kedua jarinya sementara tangan satunya lagi memengang kendali,saat itu Jack dan kedua rekannya berjalan mendekat.


"Selamat malam, Pak?"


Gadis itu berseru, suaranya hampir tak terdengar karena beradu dengan kerasnya suara baling-baling yang berputar.

__ADS_1


"001, ayo kita berangkat! "


__ADS_2