Istri Cupu Dosen Tampan

Istri Cupu Dosen Tampan
BAB 10 PAGI YANG TIDAK MENYENANGKAN


__ADS_3

Malam itu Jovan tidak jadi mengantarkan Bella pulang ke rumah nya. Jovan membawa Bella ke kamar yang di sebutkan Uncle Mark.


Dengan hati hati Jovan membaringkan Bella di atas kasur dan dirinya ikut ambruk di samping Bella.


Netra Jovan terus menatap Bella yang terlelap dengan nafas teratur, "Sangat polos dan lugu, seperti seorang bayi."


Jovan merasa gemas kala melihat wajah Bella yang terlelap. Tidak menyangka jika wanita ini juga yang membuat dirinya selalu mati matian menahan diri agar tidak menyentuhnya.


Padahal dengan hanya berdekatan seperti ini saja sudah membuat Jovan menginginkan se*ks.


Sejak kejadian percintaan semalam bersama Bella, Jovan sama sekali tidak pernah tidur dengan wanita lain.


Jovan yang berbaring di samping Bella kini tengah menyangga kepalanya dengan tubuh miring menghadap Bella.


Jemari Jovan tampak merapikan surai rambut yang menutupi wajah Bella dan sesekali mengusap wajah Bella yang seperti bayi.


"Bagaimana aku bisa menahan diri untuk tidak menyentuh mu heum ! Wanitaku~"


Cup~ satu kecupan melayang singkat di pucuk kepala Bella sebelum akhirnya Jovan ikut memejamkan mata.


Sinar matahari sudah mulai menghangat kan bumi , masih terlalu pagi dan suhu ruangan yang dingin ber AC membuat Bella mendusel tanpa sadar ke dalam pelukan Jovan.


Gerakan yang tanpa di sadari membuat kedua orang tersebut berpelukan layaknya memeluk guling hingga..


Eunghh~


Bella menggeliat mulai membuka mata , masih berusaha mengumpulkan kesadaran tanpa curiga.


"Good morning Bella~" suara serak Jovan khas bangun tidur membuat Bella seketika membelalakkan kedua bola mata sambil berteriak,


AARRGGHH PAK JOVAN !!!


Suara terkejut memekakan telinga, beruntung kamar hotel tempat Jovan dan Bella menginap kedap udara .


Tanpa basa basi Bella gegas turun dari ranjang lalu kabur keluar dari kamar,


"Bella tunggu Heii !!" Jovan pun mengikuti apa yang dilakukan Bella dan mengekor i berusaha mengejar langkah kaki Bella yang cepat.


Bella lebih dulu masuk ke dalam lift, sambil mengacungkan jari tengah ke arah Jovan yang berusaha menyusul namun gagal seiring pintu lift yang lebih dulu menutup.


"Arrhh sh*it !!" Jovan meremas kepalanya frustrasi kala gagal menyusul Bella yang sudah turun menggunakan lift .


Jovan menunggu lift berikut nya , dia harus menyusul Bella karena saat ini wanita itu adalah tanggung jawabnya.


Tingg~ pintu lift terbuka tepat di lantai satu .

__ADS_1


Jovan menatap nyalang di sekitar kemudian melihat Sosok Bella sedang berjalan cepat menuruni anak tangga di dekat pintu keluar.


Bella dengan penampilan berantakan khas bangun tidur tidak mempedulikan Jovan yang sejak tadi memanggil dirinya.


Cekrek~ sebuah foto candid kala Bella keluar dari loby hotel.


Dan sekali lagi,


Cekrek~ sebuah foto yang menampakkan Jovan dengan penampilan yang sama berantakan tampak mengejar Bella.


Seseorang yang di bayar mahal untuk mengawasi gerak gerik Bella saat di kampus maupun diluar Kampus seperti mendapatkan jackpot kartu pamungkas untuk di laporkan kepada sang bos.


"Foto yang sangat bagus, kali ini tamat riwayatmu Bella Anderson." seseorang itu terus mengikuti Bella.


"Bella , stop !!" Jovan terus berteriak memanggil nama wanita nya namun tidak di gubris.


Bella benar benar habis kesabarannya, seharusnya semalam dia pulang bukannya malah bermalam dengan dosen mesum Jovan.


"Ini benar benar hari sial bagiku, aarrgghh !!!" Bella merutuki dirinya sendiri sambil sesekali menoleh kesal ke arah Jovan yang masih saja mengekori nya.


"Bella, berhenti sekarang juga !!" Jovan berhasil meraih pergelangan tangan Bella.


"Lepasin !! " Bella terus memberontak ingin membebaskan diri dari cekalan tangan Jovan.


Kemudian, Jovan sedikit menarik tubuh Bella agak kasar menepi agar tidak menjadi pusat perhatian orang banyak.


"Sumpah, saya nyesel ngikut permainan Pak Jovan. Dasar Dosen brengsek !!" umpat Bella kesal saat harus mengikuti langkah kaki Jovan kembali ke hotel.


Bella kuat tapi Jovan lebih kuat,dan Bella gagal memberontak saat Jovan dalam mode serius seperti saat ini .


Tiba di gedung hotel, mereka tidak masuk ke dalam melainkan langsung menuju basemen parkir.


Dengan atmosfer kesalah pahaman yang pekat, Jovan melajukan mobilnya dengan kecepatan agak tinggi menjauh dari lokasi hotel tempat para keluarga menginap.


"Kamu jangan salah sangka Bella, semalam itu tidak terjadi apa apa. Saya bawa kamu ke kamar karena saya sendiri juga sudah terlalu lelah seharian kemarin. Toh, kita sama sama masih mengenakan pakaian lengkap seperti yang terakhir kita pakai kan ? Bersikaplah agak dewasa Bella , jangan selalu mudah emosi." ucap Jovan dingin sembari menatap tajam ke arah Bella.


Bella yang kesal tentu saja membalas tatapan Jovan tak kalah tajam.


"Tetep saja, saya gak suka pak !!" Bella memalingkan muka menatap keluar jendela.


"Sudah berapa kali bapak mencuri kesempatan pegang pegang saya hahh !! " suara Bella emosi.


"Saya gak pegang pegang kamu astaga , saya cuma bantu gendong kamu ke kamar That's it." Jovan mana mungkin mengaku jika sempat mencuri sebuah kecupan.


Bisa bisa Bella nekad keluar dari mobil yang sedang melaju cepat jika mendengar kejujuran Jovan.

__ADS_1


"Bapak bohong !! Pasti bapak pegang pegang saya pas saya lagi tidur. Ngaku aja deh !" Bella masih kesal dan Jovan hanya bisa menghela nafasnya kasar.


"Are you kidding me Bella ? Bukankah kamu yang peluk peluk tubuh saya kayak guling ." Jovan menggeleng kepalanya sekali.


"Kalau tadi malam bapak anterin saya pulang, gak bakal kejadian kayak gitu. Pokoknya bapak yang salah , titik."


Suasana hati Bella sedang tidak baik dan Jovan tidak mau ada lebih banyak kesalah pahaman hingga akhirnya memutuskan untuk fokus mengemudi menuju rumah tempat tinggal Bella.


Setibanya di rumah Bella, baru saja mobil masuk di pelataran bahkan Jovan belum sempat mematikan mesin mobil tapi Bella sudah duluan membuka pintu secara asal dan meninggalkan Jovan begitu saja.


Jovan menggelengkan kepala menatap kelakuan Bella yang di rasa kekanakan.


Dengan cepat Jovan menyusul Bella masuk ke dalam rumah yang kebetulan tidak di kunci.


Bella hanya membuka dan menutup pintu rumahnya secara kasar tanpa menyadari jika saat ini Jovan tengah menyusul di belakang nya sambil berkacak pinggang.


Bella langsung masuk ke dalam kamarnya untuk bersiap pergi ke kampus, dan Jovan menunggui di ruang depan.


Bella benar benar cuek dan menganggap Jovan tidak ada di rumahnya.


Sembari menunggu Bella selesai bersiap Jovan tampak mengamati seisi ruangan di rumah Bella yang terbilang cukup simple dan gak neko neko.


"Ahh, I need some coffee, let see~" Jovan melangkah kan kakinya ke dapur.


Tanpa seijin si empunya rumah Jovan tampak menyeduh secangkir kopi lalu kembali duduk di sebuah kursi di ruang depan.


Sekitar empat puluh dua menit ,Bella sudah siap dengan penampilannya. Bella melangkah masuk ke dapur hendak membuat sarapan ringan .


Karena malas berdebat , Bella hanya melirik sekilas ke arah Jovan yang menikmati secangkir kopi.


Bella membuat semangkuk cereal dengan susu, hanya ini sarapan yang praktis menurut Bella.


Selesai sarapan Bella kembali melewati Jovan begitu saja, usai mengambil tas ransel di kamar Bella melangkah kan kakinya keluar rumah.


"Saya antar." ucap Jovan yang berjalan mengekor i Bella.


"Gak perlu. Saya bisa naik bus, bapak pulang aja sana gih !! Hari ini saya gak mau lihat muka bapak ,boleh kan ?!" Bella menatap tajam sekilas ke arah Jovan.


"Hhmm,hari ini saya gak ada jadwal mengajar sih.Jadi gak masalah." Bisa bisanya Jovan merespon kalimat Bella dan hal itu membuat Bella kembali melotot dan lebih mempercepat langkah kakinya menuju halte bus terdekat.


Jovan memang iseng atau kurang kerjaan, sudah jelas Bella tidak ingin di ganggu tapi bisa bisanya Jovan mengikuti Bella dengan mobilnya yang berjalan sangat pelan sampai tiba di halte.


"Go away !!" ucap Bella tanpa suara kala menatap Jovan yang terus mengamati dari dalam mobil.


"After you get in your bus ." ucap Jovan juga tanpa suara .

__ADS_1


Situasi pagi hari yang sama sekali tidak menyenangkan.


__ADS_2