Istri Cupu Dosen Tampan

Istri Cupu Dosen Tampan
BAB 44 AKU HARUS PERGI


__ADS_3

Berhari hari berlalu sudah.


Proses perceraian diurus secara cepat oleh pihak Gilbert. Bella sudah kembali ke tempat asalnya nan jauh di bagian Utara Amerika.


Tuan Anderson sendiri menutup akses komunikasi Bella dengan dunia luar, berjaga jaga seandainya Jovan menghubungi.


Bella tidak melanjutkan kuliah di New Jersey dan selalu murung di rumah. Tuan Anderson sengaja tidak menegur sang putri lantaran masih sulit menerima kebohongan yang selama ini dilakukan Bella padanya.


Disisi lain, Jovan juga memilih pergi menjauh dari keluarga Gilbert.


Jovan tahu dirinya salah tapi Jovan tidak menyangka jika keluarga nya tidak mau memahami situasi yang dia alami.


Berkali kali Jovan mencoba melacak lokasi Bella melalui ponsel namun selalu gagal. Jovan menjadi pribadi yang lebih tertutup dan dingin.


Keluarga Gilbert terus membuat alasan supaya keluarga besar tidak mengetahui permasalahan yang sedang terjadi dalam keluarga.


Kini sudah sebulan berlalu,


Bella jatuh sakit tapi tidak mau di bawa ke rumah sakit, "Aroma rumah sakit membuat aku pusing yah. Aku ingin di rumah saja."


Bella hanya tiduran dikamar, hal itu membuat tuan Anderson tidak tega.


"Bella, ayah akan ijinkan kamu meneruskan kuliah dengan syarat."ucap sang ayah sambil duduk ditepi ranjang menatap Bella yang tampak lemah.

__ADS_1


"Syarat apa yah ?"


Tuan Anderson mengatakan jika Bella masih bisa mengikuti kuliah dari rumah. Kampus baru yang benefit dan sesuai dengan jurusan yang disukai Bella yakni desain grafis.


Setelah meminum obat dan vitamin tubuh Bella tampak semakin membaik meski masih terlihat lemah.


Hari hari dilalui Bella dengan belajar giat mengikuti kelas online untuk mengejar ketertinggalan. Bella harus bisa menebus kesalahannya dengan membuktikan jika dirinya bisa menjadi wanita yang sukses.


Hari hari juga dilalui Jovan dengan fokus mengurus pengembangan perusahaan nya. Jovan memblokir semua kontak dengan keluarga Gilbert. Jovan mengalihkan rasa kosong dalam hatinya dengan kesibukan mengurus bisnis .


Jovan terus mengutus orang kepercayaannya untuk melacak Bella , dan hasilnya masih sama selalu gagal.


Perusahaan yang didirikan dari nol oleh Jovan secara perlahan namun pasti semakin berkembang hingga meroket ke ranah internasional.


Apa yang dia kehendaki pasti akan berhasil dia capai. Banyak klien rekanan lawan jenis yang ingin mendekat i namun sungguh hati Jovan sudah mati rasa.


Hanya ada satu orang yang menempati ruang hatinya dan sampai kapanpun itu tidak akan pernah bisa terganti.


Jovan hanya hidup dengan kenangan Bella, setiap malam Jovan habiskan dengan mengingat setiap momen bersama sang mantan istri. Ponsel Jovan berisi galeri khusus saat dirinya menghabiskan waktu bersama Bella dahulu.


Jovan bahkan masih terus menyimpan salah satu gaun yang terakhir di pakai oleh Bella sebelum berpisah. Aroma tubuh Bella masih melekat dan menyalurkan ketenangan sendiri di setiap malam yang Jovan lewati.


Disisi lain lagi, Bella secara perlahan dan pasti kini bangkit mengejar prestasi yang selama ini dia incar.

__ADS_1


Cita cita Bella adalah menjadi seorang desainer yang bekerja sama dengan perusahaan fashion untuk menyalurkan ide rancangan nya.


Suatu hari setelah Bella menyelesaikan ujian tengah semester, tiba tiba tubuh Bella merasa tidak enak dan ingin muntah.


Kondisi yang terjadi selama berhari hari membuat Bella terpaksa memanggil dokter untuk memastikan kondisinya.


Betapa terkejutnya saat menemukan fakta jika Bella tengah mengandung. Usia kandungan masih trimester awal dan dokter menyarankan agar Bella banyak istirahat.


"Jaga kondisi dengan rutin meminum vitamin penguat janin, obat penambah darah dan juga ini untuk mual dan pusingnya . Jika tidak mau ke rumah sakit untuk kontrol maka saya akan kemari setiap sebulan sekali atau jika ada keadaan darurat langsung hubungi saja." ucap sang dokter.


Bella mengangguk patuh, setelah dokter Irene pergi barulah Bella terisak menangis di dalam kamarnya.


"Jika ayah tahu maka pasti aku akan dipaksa menggugurkan bayiku, ah tidak itu tidak boleh terjadi. Apa yang harus aku lakukan astaga.." Bella merasa ketakutan di dalam kamarnya.


Beruntung saat ini tuan Anderson sedang dalam urusan bisnis keluar kota. Bella yang dipenuhi rasa takut jika kehamilan nya tidak diterima memilih untuk pergi meninggalkan rumah.


Dengan membawa koper berisi barang barang penting Bella meninggalkan kota asalnya menggunakan transportasi kereta , entah kemana tujuannya Bella hanya ingin menjauh.


Setelah menaiki kereta hingga melewati perbatasan negara, Bella memesan tiket pesawat untuk keluar negeri.


Setelah mendapatkan tiket yang diinginkan, Bella masuk ke dalam pesawat dan mencari nomor kursinya yang pas didekat jendela .


'Aku harus pergi sejauh mungkin. Semoga baik ayah maupun keluarga Gilbert terutama pak Jovan tidak akan pernah bisa menemukan aku.' ucap Bella lirih sambil mengelus pelan perutnya yang masih terasa datar.

__ADS_1


__ADS_2