
Saat ini tepat menunjukkan pukul 21.00 dimana keluarga besar Gilbert sudah selesai makan malam , usai acara makan malam dilanjutkan dengan pesta barbekyu yang disiapkan khusus di halaman belakang villa.
Mommy Merry sengaja menyewa seorang koki profesional untuk melayani keluarga nya malam ini. Aneka sajian daging dan sayuran kualitas terbaik di sajikan secara epik lewat pertunjukan memasak chef bertaraf internasional.
Tampak pelayan terus sibuk hilir mudik menyajikan setiap porsi makanan yang baru saja matang ke setiap meja.
Satu meja panjang dikelilingi kursi berjumlah sepuluh orang .Ada tiga meja panjang yang disediakan dan semua penuh.
Bella dan Jovan duduk bersebelahan bersama para sepupu lain untuk lebih mengakrabkan diri. Bella yang berasal bukan dari kasta konglomerat hanya bisa menggelengkan kepala tidak habis pikir dengan apa yang suaminya dan para sepupu bahas.
Mereka membicarakan koleksi mobil sport. Ya, seperti nya mereka saling memamerkan mobil keluaran terbaru yang mereka beli baru baru ini. Harga mobil senilai puluhan juta dollar tampak enteng sekali mereka ucapkan. Sedangkan Bella yang mencoba menafsirkan berapa nilai total yang mereka bicarakan sungguh jiwa rakyat jelatanya meraung raung.
"Heii, mereka ringan sekali saat membahas menghabiskan uang jutaan dollar hanya untuk kesenangan sesaat. Apa koleksi orang kaya begitu semua ?" gumam Bella pelan di dekat telinga Jovan.
"Heeumm, begitulah cara konglomerat menghabiskan uang baby , kekayaan yang tidak akan pernah habis. Semakin digunakan semakin menumpuk juga isi rekening mereka." tutur Jovan tak kalah pelan membisik juga di dekat telinga Bella.
Sepupu Josh yang sedari awal memang tidak menyukai Bella pun sampai detik ini terus membatin hal hal buruk tentang Bella.
"Gayanya sok banget, padahal aku yakin dia menikahi sepupu Jovan cuma demi harta." Josh mendengus tidak suka .
Dalam hati Josh sedang memikirkan sebuah rencana, ya dia ingin menunjukkan pada sepupu Jovan jika dirinya menikah i wanita yang salah.
Menurut Josh, mantan kekasih Jovan dulu jauh lebih dari segalanya dibanding Bella. Josh dari awal mendukung jika Jovan menikah dengan wanita yang selevel dengan kasta mereka.
"Baiklah bi*tch, mari kita sedikit bermain main malam ini ." ucap Josh dalam hati.
Josh sudah tidak sabar melihat ekspresi semua orang jika ternyata istri dari sepupu Josh adalah wanita murahan yang mudah di taklukkan dengan uang.
__ADS_1
Diam diam Josh mengambil dua gelas minuman saat Jovan pamit ke toilet. Bella yang duduk tenang sambil menikmati sajian di hadapan nya terkejut karena tiba tiba Sepupu Josh duduk di kursi yang sebelumnya di duduki oleh Jovan.
"Aku ingin mengobrol sebentar sis, boleh kan ?" ucap Josh ramah.
"Sure, apa yang ingin kita bicarakan ?" ucap Bella ramah dan manis.
Kemudian Josh mulai membuka pembicaraan dengan bertanya ini dan itu tentang Bella, selain itu Josh juga sedikit menceritakan tentang secuil kisah masa lalu Jovan.
"Apa kamu tahu jika sebelum dia menikah denganmu, Sepupuku Jovan sudah memiliki wanita lain yang dia cintai sejak bertahun tahun yang lalu ? Wanita itu adalah cinta pertama sepupu Jovan yang saat ini berkarir di luar negeri ." perkataan Josh sedikit membuat Bella memicingkan mata heran, namun sepersekian detik kemudian Bella merespon,
"Ah iya suamiku sudah menceritakan semuanya, dan ya seperti kita tahu cinta pertama tidak selalu menjadi pelabuhan terakhir diperjalanan hidup kita bukan ? Mereka tidak berjodoh karena jodoh sejati sepupu kamu adalah aku, bukan sang mantan yang hanya akan jadi bagian dari masa lalu." ucapan Bella terdengar nyaring tapi pelan dengan ekspresi tenang sambil tersenyum menikmati hidangan.
Kisah cinta pertama Pak Jovan bukan urusanku cih~ batin Bella dibalik sikap tenangnya.
"Syukur lah kamu sudah tahu sis , aku hanya khawatir sepupuku Jovan tidak terbuka padamu. Hmm mari kita minum, ambil ini." Sepupu Josh mengulurkan satu gelas berwarna kuning yang pasti isinya adalah jus jeruk seperti yang tadi di minum Bella dan Jovan.
"Thanks Josh. Bersulang~" Bella meraih gelas berisi cairan berwarna oranye tersebut lalu saling mendentingkan permukaan gelas sampai terdengar bunyi Tingg !! Sambil mengatakan Cheers !
"Sist , are you okey ?!" ucap Josh dengan raut muka khawatir saat melihat Bella tampak linglung.
"Aku pusing , apa suamiku sudah kemari ? Di mana dia ?" Bella tampak berkurang fokus saat memindai sekitar nya dan tidak menemukan Jovan .
"Sepupu Jovan ? Ah iya, dia baru saja mengirim pesan padaku jika dia sudah balik duluan ke kamar. Ayo aku antar kamu kembali ke kamarmu, ini sudah malam juga." Josh mengulurkan tangan dan Bella meraih tanpa ragu karena menganggap Josh adalah sepupu suami nya yang baik.
Bella sama sekali tidak berpikir macam macam saat Josh membawa dirinya melewati lorong kamar namun bukan menuju ke kamar tempatnya dan Jovan menginap.
"Seperti nya kita salah jalan Josh, bukan ke arah sini tapi kamarku ada di sana, ayo ~" Bella sudah semakin merasakan tubuhnya linglung seperti orang yang mabuk, padahal dia hanya minum jus jeruk.
__ADS_1
"No No No Sista , ke arah sini yang tepat. Trust me ayo ." Josh kembali menarik lengan Bella kembali melewati lorong yang dia pilih tadi.
Setelah sampai di depan sebuah kamar yang memang bukan kamar dari Bella dan Jovan, Sepupu Josh mengajak Bella masuk kemudian mengunci pintu dan membawa Bella ke atas ranjang.
"Just relaks sis, aku sudah telpon Jovan dan dia akan segera kemari." ucap Josh ramah.
Sengaja Josh menunggu sambil duduk agak jauh di sebuah sofa yang berada di dekat pintu sambil memainkan ponsel nya.
Bukan untuk menunggu kedatangan Jovan melainkan Josh menunggu reaksi tubuh Bell akan obat yang di campur ke dalam minuman jus jeruk yang dia berikan ke Bella tadi.
Bella yang memilih untuk meminum air putih dingin yang di ambil di sebuah cold case kecil dekat meja berharap rasa gerah yang semakin menyiksa kesadaran nya tidak bereaksi lebih.
"Dimana suamiku, apa kamu sudah telpon Jovan ? Coba telpon lagi deh aku butuh dia banget , aku harus istirahat." ucap Bella meminta dengan nada suara yang terdengar mulai meracau menahan hasrat.
Sayangnya Josh sejak tadi pura pura tuli dan sibuk sampai tidak mendengar apa yang Bella katakan.
Tampak kondisi Bella semakin tidak sadarkan diri dan akhirnya pindah ingin berbaring diatas kasur .
"Apa kamu baik baik saja Bella ~" ucap Josh lirih sambil mengusap pelan pipi Bella yang merasa tidak suka.
"Jaga batasan kamu Josh !" Bella berucap lantang tapi Josh seakan sengaja tidak mendengar dan kini dengan satu tangannya Josh menahan Bella di bawahnya.
"Berapa uang yang kamu inginkan heumm ? Aku jauh lebih kaya dari sepupuku Jovan. Dan aku yakin kamu menikah i Jovan hanya demi harta. Aku minta kamu tinggalkan Jovan dan jadi budak ranjang ku saja Bella~" lirih sekali Josh berucap sampai berani sedikit menekan tubuhnya diatas tubuh istri sepupunya.
Bella merinding kala merasakan sentuhan yang bukan suami nya, karena pria pertama yang menjamah tubuhnya hanyalah Jovan jadi reaksi tubuh Bella menolak kala merasakan pria selain Jovan.
"Brengsek kamu !!" umpat Bella keras diiringi gerakan kepala yang membentur keras membuat Josh meringis kesakitan,
__ADS_1
Dugh !!
Awshh ahh