Istri Cupu Dosen Tampan

Istri Cupu Dosen Tampan
BAB 43 PERPISAHAN


__ADS_3

Usai kencan malam itu, Jovan dan Bella selalu melanjutkan aktivitas yang sama sama mereka inginkan. Entah kenapa setiap berduaan rasanya selalu ingin bercinta dan Jovan selalu berhasil merayu Bella hingga berakhir diatas ranjang.


Layaknya sepasang kekasih mereka melakukan hal hal yang ingin mereka lakukan sepuasnya,


Hingga tak terasa sudah beberapa hari berlalu, tanpa Jovan dan Bella sadari jika orang tua keduanya sudah berada di hotel yang sama tempat mereka menginap sebelum mengakhiri perjalanan liburan kali ini.


Mommy merry dan ayah Bella berniat menghampiri anak anak mereka di kamarnya, pada malam hari usai makan malam Jovan dan Bella ingin menghabiskan waktu di kamar saja.


Permainan terakhir sebelum berpisah, Jovan dan Bella mulai larut kembali dalam situasi hangat di dalam kamar saat terdengar suara bell pintu terus berbunyi ,


Ting tong ~ ting tong~ ting tong~


"Sebaiknya lihat dulu siapa yang datang pak~" ucap Bella saat menarik tubuhnya dari Jovan.


"Ck~ sangat menganggu. Tunggu sebentar ya , aku akan usir mereka ." Jovan meninggalkan Bella di atas ranjang .


Ceklek~ pintu kamar terbuka dan Jovan seketika melotot tidak percaya dengan apa yang dia lihat dihadapannya.


"Mommy.. Tuan Anderson.." ucap Jovan terkejut dengan raut wajah tegang yang tidak bisa ditutupi.


"A.. Apa yang kalian lakukan disini ? Hhmm masuklah, silakan." lanjut Jovan mempersilahkan mommy dan ayah Bella masuk.


Setelah ketiganya duduk , Jovan dengan wajah tegangnya tampak berusaha tenang memulai pembicaraan.


"Seharusnya mommy menelpon dahulu mom~"


"Kalau mommy menelepon dahulu yang ada kamu pasti langsung nyiapin alasan ini itu. Dimana istrimu ?" kata mommy Merry.

__ADS_1


"Ayahnya Bella maaf~" kata Jovan tiba tiba sambil menunduk bersalah.


"Dimana putriku ?" tanya tuan Anderson tegas.


Jovan menghela nafasnya kemudian beranjak dari ruangan dan memanggil Bella yang masih di kamar.


"Siapa yang datang ? Sudah pergi ?" ucap Bella dengan masih berbalut gaun malam seksi yang hampir lolos saat permainan panas tadi.


"Ini bukan hal yang bagus. Ada mommy dan juga, Hhmm tuan Anderson ayahmu Bella. Kita harus menemui mereka ayo." Jovan menatap khawatir.


"Apa ??!! Ayah ada disini ?? Bagaimana bisa , Astaga !!" Bella memijit pelipisnya. Tiba tiba kepala nya terasa berat dan pusing.


'Bagaimana ayah tiba tiba bisa berada disini ? Apa jangan jangan~'


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Bella dan Jovan kini duduk di hadapan kedua orang tua .


"Ayah, maaf~ ini semua Bella lakukan karena tidak ingin menambah beban pikiran ayah. Waktu itu perusahaan sedang krisis dan ayah harus bekerja keras untuk mengurusnya. Bella tidak sampai hati jika harus membebani ayah dengan masalah yang Bella hadapi selama di kampus. Bella takut ayah kepikiran dan tidak fokus ke perusahaan, hiks~" Bella terisak merasa sangat bersalah.


"Tapi ini sudah sangat diluar batas nak, ayah ingin memberi kejutan saat perjalanan dinas ke kota . Ayah mencari Kamu ke rumah tapi kamu tidak ada, ayah cari kamu ke kampus tapi teman temanmu bilang kamu absen beberapa hari. Hati ayah terluka saat bertemu profesor Newton yang mengatakan tentang statusmu sebagai istri salah satu dosen pengganti. Ayah kecewa, putri ayah satu satunya rela menjual diri tanpa memikirkan kehormatan keluarga." suara tuan Anderson terdengar lirih penuh rasa kecewa.


"Ini bukan salah Bella tuan Anderson. Semua yang terjadi adalah tanggung jawab saya. Saya yang menginginkan Bella membantu saya terhindar dari perjodohan keluarga, saya yang salah jadi jangan kecewa terhadap Bella. Bella sangat ingin menjaga kehormatan anda tuan Anderson. Semua ini dilakukan Bella demi bisa melanjutkan kuliah sampai akhir dan membawa prestasi terbaik , Bella hanya ingin membanggakan anda. Jika anda ingin menghukum maka hukum saya saja." ucap Jovan dengan bibir bergetar dan sorot mata penuh penyesalan.


"Kamu tega sekali Jovan, memalsukan wali saat hari pernikahan. Seharusnya mommy curiga sejak awal, tapi sungguh kalian berdua terlalu pandai mencari alasan supaya mommy tidak curiga. Mommy kecewa ." ucap mommy Merry terisak.


"Setelah ini ikut ayah pulang. Sudah cukup permainan yang kamu lakukan selama setahun ini bukan ? Ceraikan Bella dan jangan pernah usik hidupnya lagi !" tuan Anderson menatap tegas tidak suka ke arah Jovan.


"Tapi tuan Anderson, saya mencintai Bella . Saya tidak sembarangan saat memilih Bella sebagai calon istri saya. Saya sudah jatuh cinta sejak pertemuan pertama, saya tidak akan menceraikan Bella !" ucapan Jovan membuat Bella tersentuh.

__ADS_1


'Jadi pak Jovan selama ini menaruh hati padaku ?' batin Bella.


"Nyonya Merry, tolong akhir i semua ini. Bella, ikut ayah pulang sekarang juga." ucap tua Anderson dingin saat beranjak dari tempat nya duduk.


"Ayah ~ apa ayah akan tetap membawa Bella pergi meski Bella mengatakan jika sebenarnya Bella juga mencintai pak Jovan ?? Tolong jangan seperti ini ayah,Bella mohon pertimbangkan keputusan ayah." Bella menahan saat tangannya di tarik sang ayah.


"Sudah cukup !! Kita pergi sekarang juga." ayah Bella membawa sang putri pergi dari hotel terburu buru.


Sedangkan Jovan ditahan oleh sang mommy yang juga merasa kecewa atas tindakan sang putra.


"Kamu melakukan kesalahan dengan perjanjian pernikahan Jovan !! Kamu sangat mengecewakan mommy." Mommy Merry mengusap air mata dari pipi.


"Mom , Jovan tidak bermaksud mengecewakan mommy dan Daddy . Jovan hanya ingin terhindar dari perjodohan yang kalian rancang karena Jovan sudah memilih Bella sejak awal. Jika Jovan tidak melakukan hal itu , Jovan akan berakhir dengan menikah i wanita yang tidak Jovan inginkan dan Jovan hanya menginginkan Bella sejak kami pertama bertemu. Aku tidak bersalah ,mommy dengar sendiri jika Bella juga memiliki perasaan yang sama. Kami bahkan semakin intim selama liburan disini, tidak ada keterpaksaan mom. " ucapan Jovan panjang lebar tetap tidak memberikan Mommy Merry bisa menerima .


"Semua ini tidak benar, semua salah dari awal. Kebohongan tidak bisa menjadi landasan hubungan pernikahan yang suci anakku. Mommy setuju dengan keputusan tuan Anderson untuk mengurus perceraian kalian segera." mommy Merry tampak menelpon seseorang, pengacara keluarga Gilbert.


Sementara itu Bella juga merengek agar sang ayah tidak membawa nya pergi, Bella belum siap jika harus mengakhiri semuanya.


"Ayah, Bella masih ingin kuliah dan meraih gelar terbaik yah !!" seru Bella saat tuan Anderson memaksa Bella masuk ke dalam mobil.


"Cukup Bella !! Patuh perintah ayah atau jangan pernah anggap aku ayahmu !!" bentak tuan Anderson .


Seketika Bella terdiam, sungguh perkataan ayah sangat melukai hatinya.


Kemudian mobil yang tadi mengantar tuan Anderson dan Nyonya Merry tampak melaju pergi meninggalkan lokasi menuju landasan helipad tempat sebuah helikopter menunggu.


Bella terus menangis disertai hati yang berantakan saat Helikopter terbang meninggal kepulauan maladewa.

__ADS_1


Sedangkan tuan Anderson tampak bersikap dingin dan tegas akan keputusan nya.


__ADS_2