Istri Cupu Dosen Tampan

Istri Cupu Dosen Tampan
BAB 28 ASAM LAMBUNG KARENA STRESS


__ADS_3

Jovan terus mengompres sampai suhu tubuh Bella normal, semalaman Jovan tidak tidur demi menjaga sang istri.


Bella sendiri yang sudah tersadar kini hanya bisa terkulai lemas , entah seperti nya energi di dalam dirinya benar benar habis.


Jovan membuatkan bubur untuk Bella karena kondisi Bella saat ini yang tidak bisa beranjak dari kasur. Rasa lelah akibat tenaga dipaksakan membuat Bella tampak semakin pucat.


Pagi ini dokter Joey tiba, benar benar pagi sekali sekitar pukul enam. Semalaman Jovan terus menghubungi dirinya yang ternyata sedang sibuk diruang tindakan operasi.


" Aku langsung kemari begitu pasien terakhir selesai di ruang operasi. Apa Bella mengalami hal seperti dulu ?" tanya dokter Joey sambil mengikuti langkah Jovan ke arah kamar.


"Bukan, ini lebih ke seperti istriku terlalu memaksakan diri saat melakukan sesuatu dan kirang istirahat. Entahlah bukan kah kamu yang seharusnya memberitahu aku Joey !?" ucap Jovan yang juga tidak terlalu yakin dengan apa yang sebenarnya terjadi.


"Oke oke , aku akan periksa istrimu dulu." dokter Joey masuk ke dalam kamar dan menemukan Bella yang berbaring dengan wajah pucat , suhu tubuh panas namun Bella merasa menggigil. Bella tidak mau makan, nafsu makannya tiba tiba menghilang saking lemasnya.


Bahkan bubur yang dibuatkan Jovan hanya berkurang beberapa sendok .


Bella tidak bisa makan banyak karena setiap kali menelan rasanya ingin muntah.


Sekitar tiga puluh menit dokter Joey memeriksa Bella akhirnya dia menemukan kesimpulan jika, "Bella terkena gejala asam lambung dan dia butuh dirawat di rumah sakit Jovan, asam lambung nya sedang tidak stabil dan harus mendapatkan obat khusus agar tidak semakin parah."


Jovan mencerna diagnosis yang di sampaikan Dokter Joey lalu merespon,


"Istriku selalu tidur lewat tengah malam, dia juga sering tidak tepat waktu saat makan. Baiklah kita bawa istriku ke rumah sakit sekarang. Joey bantu aku !"


Jovan meminta dokter Joey mendampingi Bella. Tampak Jovan menghela nafasnya panjang kemudian mempersiapkan segala sesuatu untuk membawa Bella ke rumah sakit.

__ADS_1


Sementara Jovan menyiapkan beberapa barang yang dibutuhkan, tampak Joey terus mengamati kondisi vital Bella , raut wajah dokter Joey seperti menduga duga sesuatu.


Semoga ini hanya dugaanku saja tapi~


Setelah perjalanan sekitar dua puluh dua menit, kini Bella berada di ruang rawat khusus VIP . Segera perawat memasang infus dan memberikan beberapa suntikan obat untuk menetralkan asam lambung .


Jovan tidak meninggalkan Bella sendirian, dia selalu mendampingi di dalam ruangan sambil berharap agar kondisi Bella lekas membaik.


"Kamu terlalu memaksakan diri Bella. Aku sudah sering bilang bukan, kesehatan adalah yang utama. Aku bersumpah gak akan membiarkan kamu mengerjakan tugas lagi sampai larut malam." ucap Jovan lirih sambil mengusap punggung tangan Bella .


Karena perawat memberikan obat yang membuat pasien merasa mengantuk, alhasil Bella kini sedang tertidur lelap dengan nafas yang teratur.


Pagi menjelang siang hingga siang menjelang sore, Bella perlahan menggeliat membuka matanya yang terasa berat.


Eunghh~


Jovan yang mendengar suara sang istri merintih segera menghampiri dan membantu Bella duduk bersandar pada dashboard ranjang.


"Bella, syukurlah kamu sudah sadar. Apa kamu menginginkan sesuatu heum ? Mau minum ? Atau ke kamar mandi ? Let me help you." Jovan menawarkan diri namun Bella hanya menggeleng.


"Aku mau pulang pak, aku harus menyelesaikan tugas kampusku, kalau tidak maka bakal gawat nanti." suara Bella terdengar panik dan ingin segera turun dari ranjang pasien ingin pulang.


Bayangan ancaman Michelle terngiang ngiang di pikirannya, "Turuti perintah ku atau keluarga Gilbert akan dipermalukan hahaha~"


"Kita gak bisa pulang Bella , kamu harus di rawat dulu. Kondisi kamu belum stabil dan dokter juga belum mengijinkan kamu meninggalkan rumah sakit. Berbaringlah dulu aku akan panggil perawat." Jovan meminta Bella kembali tiduran kemudian dia menekan sebuah bell yang terletak di dekat ranjang untuk memanggil perawat.

__ADS_1


Dalam waktu kurang dari tiga puluh satu detik seorang perawat tampak masuk ke dalam ruangan untuk memastikan apa yang pasien butuhkan. Dan ternyata Jovan membutuhkan bantuan untuk menenangkan Bella yang ngeyel minta pulang.


"Aku harus pulang , aku mau pulang aarrgghh lepaskan !!!" Bella menjadi tidak bisa mengendalikan diri hingga akhir nya perawat terpaksa menyuntik obat penenang dosis rendah.


"Tuan, seperti nya pasien mengalami tekanan stress yang cukup besar dan sebaiknya anda berkonsultasi dengan dokter terkait tentang hal ini." ucap seorang perawat sopan usai berhasil memenangkan Bella yang kini kembali tertidur.


"Tekanan stress ? itu tidak mungkin. Istriku bahkan membatasi pergaulan nya. Aktivitas sehari hari nya hanya kuliah dan di rumah, mana mungkin dia stress. Jangan mengada ada kamu sus !" ucap Jovan tegas .


"Maaf tuan, tapi saya hanya menyampaikan sesuai reaksi pasien tadi. Saya akan panggilkan dokter untuk lebih jelasnya , permisi." perawat itu undur diri dengan sopan meski tatapan Jovan tetap saja tajam dan arogan.


"Stress ?" gumam Jovan saat melirik istrinya.


Dalam waktu kurang dari sembilan menit, dokter Joey sudah berada di dalam ruangan tempat Bella di rawat, dokter Joey bersama seorang rekan dokter spesialis akan menganalisa apa yang sebenarnya dialami oleh pasien.


"Jadi begini, sejak dari rumah aku sudah curiga dengan kondisi istri kamu yang tidak biasa. Tidak biasa disini dalam artian jika istri kamu seperti nya sedang mengalami sebuah tekanan besar yang membuat dirinya harus melakukan sesuatu melampaui batas kemampuannya. Apakah Bella ada masalah lagi di kampus ? Atau mungkin teman temannya ?" ucap dokter Joey .


"Aku tidak terlalu memperhatikan karena selama ini setahu aku, Bella hanya pergi ke kampus untuk kuliah lalu pulang. Dan di rumah Bella juga hanya sibuk di dalam kamarnya. Dia cukup tertutup dan selalu mengusir jika aku ingin membantunya." kata Jovan.


"Kita harus mencari tahu sumber masalahnya, karena istri anda tidak sekedar menderita penyakit asam lambung biasa tetapi, asam lambung itu sendiri bisa dipicu karena stress dan tertekan. Terlalu banyak yang dipikirkan sampai membuat pasien mengabaikan asupan yang dibutuhkan oleh tubuh ." ucap dokter Keane.


"Lalu, apa maksud kalian adalah istriku sedang memiliki masalah besar yang tidak dia ceritakan pada siapapun begitu ? Ini hampir tidak masuk akal. Kehidupan pernikahan kami baik baik saja jadi aku rasa akan sulit bagiku menerima diagnosis kalian jika istriku mengalami tekanan stress." ucap Jovan menyanggah ucapan dua dokter di hadapannya.


"Kalau begitu ,kamu utus saja orang kepercayaan kamu untuk menyelidiki. Setidaknya kita harus menemukan sumber penyebab Bella mengalami penurunan kesehatan seperti sekarang ini." ucap Dok Joey memberi saran.


"Aku akan utus asistenku untuk menyelidiki semua yang berhubungan dengan apa yang dilakukan istriku akhir akhir ini . Aku minta pada kalian, Tolong berikan perawatan terbaik agar istri ku Bella bisa pulih." tegas Jovan .

__ADS_1


Mereka bertiga melanjutkan pembicaraan tentang berbagai kemungkinan jika kondisi stres dan tertekan terus berlanjut, dokter Keane juga memberi saran tentang merujuk ke psikiater.


Ketakutan terbesar bagi Jovan adalah , jika Bella tidak segera dipulihkan maka bukan tidak mungkin jiwa istri kontraknya akan mengalami gangguan yang bisa merusak tubuh dan kesehatan mental.


__ADS_2