
Bella kembali duduk dengan tegak saat Jovan datang membawa kotak berisi P3K lalu duduk begitu saja di ruang kosong sofa di samping Bella.
"Ini , obati lukaku." Jovan menyodorkan kotak P3K ke pangkuan Bella yang kemudian menerima kotak tersebut.
Sebelum mengobati, terlebih dahulu Bella meminta Jovan agar melipat lengan kemejanya.
"Bapak bisa tarik ini keatas agar saya bisa obati ?!" Bella meminta dengan lirih dan sopan membuat Jovan menoleh dengan tatapan yang sulit dimengerti.
"Hhmm baiklah." ucap Jovan mengangguk singkat lalu dengan gerakan lincah ,
"BAPAK JOVAN !!!" Bella berteriak keras sampai memekik telinga kala Jovan bukannya melingkis lengan kemejanya tetap justru melepaskan kain lengan panjang berwarna putih tersebut sehingga,
Mata Bella sungguh ternodai oleh pemandangan pria dewasa bertubuh seksi dengan otot perut yang kencang dan , ugh benar benar tubuh atletis pria dewasa.
Body pak Jovan kenapa mirip artis di film film action sih !!! Aarrhhh menyebalkan . Batin Bella kala terkesima akan kesempurnaan tubuh Jovan.
Melihat Bella yang tidak mengedipkan mata saat menatap ke arah tubuhnya, membuat Jovan terkekeh pelan.
Jovan tampak santai dan biasa saja bahkan mulai merespon rasa keterkejutan Bella dengan seringai tengil sambil sedikit mencondongkan tubuhnya kemudian membisik tepat di depan wajah Bella.
Jarak wajah keduanya hanya beberapa centi dan jujur saja , posisi saat ini benar benar diluar ekspektasi.
Hembusan nafas Jovan terasa hangat menerpa permukaan kulit wajah Bella.
"Kamu terpesona heum ? Bukankah kamu pernah menikmati tubuh saya Bella ?mau melakukan nya lagi heum ?"
Ucapan lirih yang keluar dari mulut Jovan tentu saja hal itu sontak membuat Bella mengerjapkan matanya beberapa kali lalu mendorong keras tubuh Jovan hingga membentur sandaran sofa.
Ouch~
"Bisakah kita tidak membahas masa lalu ?! Bapak Jovan sangat menyebalkan. Jika seperti ini hanya membuat saya justru ingin sekali menghajar bapak !" Bella benar benar bersikap keras meski dalam hati dirinya masih merutuki isi otak nya yang sempat meleyot tadi.
Jovan dengan bertelanjang dada kembali terkekeh hingga akhirnya memilih untuk tetap duduk bersandar sementara Bella mulai membersihkan luka di beberapa permukaan tubuh sang dosen.
__ADS_1
Bella menghindari menatap sang dosen dan memilih untuk memfokuskan diri mengoles obat berupa salep antiseptik pada permukaan kulit yang terluka di bagian lengan, dan beberapa tempat lainnya.
Bella bertekad untuk menyelesaikan aktivitas nya lebih cepat agar bisa segera pulang, Bella tidak mau berlama lama di dalam satu ruangan yang sama dengan Jovan karena dada Bella hanya akan semakin terasa sesak.
Hening~
Tidak ada yang berbicara, Bella yang saat ini hampir menyelesaikan aktivitas nya mengobati luka sedangkan Jovan yang tetap diam sambil memperhatikan apa yang Bella lakukan pada tubuh nya.
Sekitar hampir lima belas menit berlalu, Bella sudah selesai mengoleskan salep antiseptik di tubuh Jovan.
Baru saja Bella hendak memasukkan kembali salep ke dalam kotak P3K, Jovan dengan sigap menahan pergelangan tangan Bella dan berkata jika,
"Kakiku juga terluka, dan kamu belum obati bagian ini.." Jovan menyingkap celana panjang berbahan kain yang dia kenakan sampai sedikit diatas lutut,
Benar saja beberapa luka lecet dan lebam tampak di bagian lutut dan betis. Bella mengurungkan diri saat hendak menyimpan obat ke dalam kotak P3K .
"Kenapa tidak bilang dari tadi biar sekalian , ish." Bella menggerutu sambil menatap sekilas ke arah Jovan yang tampak semakin santai.
Usai menghela nafas panjang Bella terpaksa kembali menurut i keinginan Jovan, dan saat ini posisi Bella harus membungkuk lebih rendah dari posisi duduk Jovan .
Ya, tatapan Jovan tampak mendamba dan ingin sekali rasanya kembali menyentuh wanita di hadapan nya ini, sesuatu dalam diri Jovan bergetar seperti medan magnet U yang bertemu medan magnet S, rasa ingin menarik lebih ke dalam dekapan namun Jovan harus bisa menahan diri.
Ini bukan saat yang tepat Jovan. Jangan menjadi pengecut yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Batin Jovan .
Bayangan kejadian one night stand bersama salah satu murid yang kebetulan saat ini sedang mengobati dirinya melintas sekelebat dalam angan Jovan .
Saking larutnya dalam pemikiran sendiri tanpa Jovan sadari jika salah satu pergelangan tangannya terangkat hendak menyibak surai rambut Bella yang tampak masih telaten mengoles salep pada luka di bagian lutut.
Bersamaan dengan momen tersebut secara tiba tiba,
Terdengar suara seseorang tepat dari arah pintu penthouse.
"Astaga !! Apa yang kalian lakukan di tempat ini ??!!"
__ADS_1
Suara seseorang terdengar cukup lantang hingga mampu membuat Bella tersentak kaget lalu segera menyudahi aktifitas mengobati Jovan dan menoleh penuh tanya ke sumber suara.
Siapa wanita itu ?? batin Bella kala memindai dengan cepat ke arah seorang wanita yang sebagian rambutnya sudah beruban.
"Mommy ??" ucap Jovan yang sama terkejutnya dengan Bella tadi.
Jovan bertanya tanya bagaimana bisa sang mommy masuk ke dalam penthouse nya ? Karena seingat Jovan dirinya tidak pernah mengatakan password penthouse pada orang lain.
Wanita yang masih tampak cantik meski sudah memasuki usia senja tersebut masih tampak berdiri dengan ekspresi terkejut lantaran apa yang dilihat oleh kedua netra nya saat ini adalah ,
Sang putra Jovan sedang bercumbu dengan seorang wanita yang mana posisi kedua insan tersebut benar benar persis dalam posisi si wanita yang sedang melakukan bl*w jo*b di bagian bawah si pria.
Ditambah kondisi sang putra yang bertelanjang dada dan posisi pergelangan tangan Jovan juga tampak mengusap kepala si wanita. Sungguh wanita cantik berusia setengah abad tersebut sampai berkacak pinggang melangkahkan kaki mendekati sambil menggeleng tak habis pikir.
"Jadi ini wanita calon istri kamu son !?" suara seorang wanita paruh baya tersebut yang tidak lain adalah ibu dari Jovan.
Mommy Merry tampak melangkah kan kakinya dengan ekspresi berbeda dari awal kedatangan nya yang terkejut kini mulai menampilkan senyum lega.
"Ternyata aku hanya salah lihat, Hhmm~" batin Mommy Merry saat mengetahui isi otaknya barusan keliru.
"Bagaimana mommy bisa masuk ?" tanya Jovan mengalihkan pembicaraan. Dirinya yakin jika saat ini sang mommy pasti akan mengatakan hal hal aneh yang tidak dia sukai.
"Ck~ meski kamu ganti password ribuan kali mommy akan tetap tahu son. Gedung ini adalah milik mommy kamu ingat kan ?" Mommy Mery tersenyum elegan kemudian netra ibu dari Jovan itu beralih kepada Bella.
Mommy Merry menatap Bella dengan sorot mata serius , sedikit senyum namun sepersekian detik kemudian sang mommy tampak kembali ke mode elegan.
"Sudah berapa lama kalian jadian heum ? Dan kenapa kamu menutupi hal sepenting ini Jovan !?" Mommy Merry berucap sambil posisi duduknya bersandar tegak pada sandaran sofa single yang berseberangan dengan sofa panjang tempat Jovan dan Bella duduk.
"Kami baru jadian mom~"
"Kami tidak pacaran nyonya, saya disini cuma~"
Jovan dan Bella mengucap bersamaan. Akhirnya, belum selesai Bella bicara namun Jovan sudah terlebih dahulu membekap mulutnya lalu,
__ADS_1
"Kami baru jadian sekitar satu bulan kok, sengaja aku gak kasih tahu karena ingin kasih mommy kejutan." Jovan terpaksa mengulas senyum manis manja .
Setelah itu mereka ,