
Tubuh Bella terpaku saat melihat siapa yang keluar dari dalam mobil mewah yang berhenti di dekatnya, "Pak Jovan ?"
"Masuk !" ucap Jovan singkat sambil menarik pergelangan tangan Bella.
Setelah keduanya masuk ke dalam mobil, Jovan memerintah kan supir nya untuk gegas melaju ke arah pulang.
Setelah tiba di rumah, Jovan masih menarik pergelangan tangan Bella sedikit kuat dan memaksa sampai Bella meringis kesakitan.
"Sakit pak, lepasin ih !!" Bella berontak namun Jovan tampak cuek terus menarik Bella sampai masuk ke dalam kamar.
Jovan bersikap dingin dengan ekspresi datar, dengan gerakan tegas Jovan membawa Bella langsung menuju masuk ke dalam kamar mandi lalu,
Ceklek~ suara pintu kamar mandi yang sengaja dikunci dari dalam.
Bella mengusap pergelangan tangannya yang terasa sakit sambil berkata, "Apa apaan sih bapak !!"
"Berani sekali kamu pergi dengan pria lain Bella, apa seperti itu sikapmu jika tidak ada aku di kampus yang mengawasi kamu hehh !!?" Jovan tidak suka istri kontraknya menghabiskan waktu dengan pria lain selain dirinya.
"Itu Jason, temanku ! Apa aku gak boleh punya teman ?? Memangnya apa hak bapak buat melarang ?!!" Bella sedikit meninggikan suara.
Bella dan Jovan berdebat di dalam kamar mandi, saat ini Jovan hanya ingin menghapus bekas pria lain yang menempel di tubuh sang istri.
"I don't care ! Kamu istriku dan tidak bisa sembarangan pergi apalagi bersentuhan dengan pria lain selain aku."
__ADS_1
Dengan satu gerakan cepat Jovan menarik tubuh Bella hingga keduanya berdiri di bawah shower . Satu tangan Jovan memegangi Bella agar tidak berontak, satu tangan lainnya tampak menyalakan keran air dingin hingga membasahi tubuh keduanya.
"Aku tidak suka ada bau laki laki lain yang kamu bawa masuk ke rumah ini. Aku sendiri yang akan memastikan itu !" tatapan tajam Jovan membuat Bella terheran heran.
"Bapak berlebihan ! Kami cuma berteman tidak lebih ! Hentikan kekonyolan ini pak !" Bella berontak saat Jovan membuka paksa setiap kain yang dia kenakan saat ini.
Jovan hanya diam tanpa kata dan tidak bermaksud menghentikan apa yang dia lakukan saat ini dimana, setelah berhasil melucuti setiap kain yang dikenakan Bella kemudian Jovan memaksa Bella berdiri di bawah guyuran air shower yang terasa dingin.
Tubuh Bella gemetar kedinginan, gagal melawan saat Jovan menggosok setiap bagian tubuhnya seolah benar benar ingin membuang semua kotoran yang menempel di tubuh sang istri.
"Pak Jovan berlebihan, aku bisa bersihkan sendiri tubuhku. Awas !" Bella mendorong tubuh Jovan yang ikut basah meski masih berpakaian lengkap.
"Kamu benar benar istri kecil yang nakal Bella, kamu harus di hukum karena sudah berani mendorong ku." Jovan bangkit dari jatuhnya lalu,
Bukan pemaksaan atau kekerasan seperti yang dibayangkan Bella, justru setiap sentuhan Jovan membuat tubuhnya bereaksi menikmati.
Agresif namun terasa nyaman di saat bersamaan.
Aroma tubuh satu sama lain ibarat aroma candu opium yang membius kewarasan. Setiap hisapan lembut Jovan membuat Bella tidak tahan untuk tidak membalas.
Entah kenapa reaksi tubuh keduanya bisa seperti magnet yang saling menarik kuat, efek air shower yang dingin membuat Bella merasakan hangatnya tubuh Jovan hingga menginginkan sesuatu yang lebih menantang.
"Eunghh ahh pak Jovan~" Bella melenguh kala sang suami menikmati dua gundukan kenyalnya tanpa jeda.
__ADS_1
Rasa geli menjalar bagai aliran listrik membuat Bella meremas rambut Jovan untuk mendapatkan kenikmatan lebih dalam.
"Kamu menyukai hukumanku Bella~" ucap Jovan dengan nada suara beratnya.
"Bapak yang mulai duluan, ahh~" Bella tidak kuasa menolak saat Jovan membalik lalu menekan tubuhnya sambil bersiap mengarahkan hujaman dari belakang.
Beberapa menit kemudian tampak keduanya sama sama melenguh menikmati, Bella terus meracau tak karuan setiap kali Jovan menekan lebih dalam.
Air shower yang dingin terus mengalir membasahi tubuh keduanya hingga membuat aktivitas yang semakin terasa panas mengalahkan dinginnya air.
Lebih dari dua jam Jovan dan Bella mengejar sampai meraih puncak kenikmatan di dalam kamar mandi.
"Ahh pak deeper !!"
"Hang on Bella, sedikit lagi akhh !"
Tubuh keduanya menegang bersamaan seiring cairan hangat yang meleleh mencengkeram dan berkedut bersamaan.
Huhh.. Huhh.. Huhh..
Nafas keduanya sama sama terengah, kemudian baik Bella maupun Jovan tampak saling melempar senyum menertawakan kekonyolan yang mereka lakukan berjam jam di kamar mandi.
'Jangan sering sering menghukum seperti ini, aku takut saat nanti tiba waktunya berpisah justru aku tidak ingin kehilangan kamu Pak Jovan~' batin Bella.
__ADS_1
'Aku akan mengikatmu lebih erat Bella, kamu adalah canduku seumur hidup.' tatapan Jovan terasa dalam sambil monolog batin yang menyeru jika dirinya ingin memiliki Bella lebih lama lagi.