Istri Cupu Dosen Tampan

Istri Cupu Dosen Tampan
BAB 34 ~EH


__ADS_3

Suasana di lingkungan kampus fakultas tempat Bella belajar tampak tenang, semua berjalan kondusif dan tidak ada permasalahan pelik yang terjadi.


Hari yang benar benar disukai oleh Bella , apalagi saat ini dia memiliki teman baru yang cukup sering menemani dirinya di taman kampus.


"Apa kamu bolos lagi Jason ? Perasaan kamu lebih sering keluyuran di fakultas ku ketimbang belajar di fakultas kamu deh ." ucap Bella .


"Jam kosong Bella, makanya dari pada aku boring di fakultas ku mending nyamperin kamu, kita jadi bisa ngobrol sambil makan bareng kayak gini." ucap Jason dengan senyum manisnya.


"Ingat ya, pendidikan adalah tujuan utama kita ke kampus. Jadi gak boleh sering bolos apalagi sampai ketinggalan pelajaran." kata Bella sambil membuka satu bungkus cemilan.


"Aku tahu, aku pasti belajar dengan sungguh sungguh biar bisa jadi arsitek sukses. Kemudian setelah aku sukses aku bakal menikahi wanita yang aku sukai selama ini." ucapan Jason membuat Bella terkekeh pelan.


"Bagus begitu Jason , setidaknya wanita itu pasti beruntung banget bisa menikah sama kamu. Muda, tampan, sukses. Aku harap impian kamu berwujud ya." Bella mengacungkan ibu jari untuk memberi semangat.


"Ya Bella. Aku benar benar hanya ingin menikah dengan wanita itu. Namanya sudah melekat kuat di hati dan jiwaku jadi apapun yang terjadi aku cuma mau dia." kata Jason dengan tatapan sendu nya.


"Apa aku kenal wanita yang kamu puja itu Jason ? Kenalkan padaku siapa tahu kami bisa berteman oke ?" tanya Bella dengan senyum cantiknya.


"Sure, suatu saat pasti bakal aku kenalin."jawab Jason singkat.


Sudah dua hari ini Jovan tidak mengajar di kampus lantaran harus mengurus perkembangan bisnis perusahaan nya yang sedang mengalami sedikit masalah.


Jovan yang notabene adalah seorang dosen pengganti sementara kini kembali melimpahkan tanggung jawab kepada profesor Newton yang sudah menyelesaikan tugas study banding di salah satu kota di negara bagian lain.


Bella kembali mendapatkan semangat belajar seperti dulu , meskipun dirinya juga mulai terbiasa akan kehadiran Jovan namun Bella merasa harus mulai menjaga jarak dengan suami pura pura nya mengingat perjanjian pernikahan mereka akan segera berakhir.


Jovan yang sibuk mengurus perusahaan sedikit cuek terhadap Bella. Meski begitu mereka masih tetap tinggal serumah dan hanya bertemu saat malam hari dan pagi sebelum beraktivitas ke tempat masing masing.

__ADS_1


"Setelah ini temani aku pergi ke toko peralatan gambar, mau gak Bell ?" tanya Jason sopan sesaat setelah membereskan bungkus cemilan terakhir.


"Boleh, tapi sore aku sudah harus balik ke rumah." ucap Bella yang merasa tidak keberatan.


"Kalau begitu kita ketemu di depan gerbang utama kampus setelah kelas selesai, oke ?" ucap Jason ramah.


"Ok siap." jawab Bella singkat dengan senyum ramahnya.


Setelah waktu makan siang selesai, Bella menyelesaikan kelas terakhir Pak Newton sampai pukul dua siang, setelah itu Bella dan Jason pergi menggunakan motor milik Jason ke sebuah toko peralatan gambar yang berada di dekat kawasan Mall tengah kota.


Motor sport yang di kendarai Jason membuat Bella yang membonceng di belakang harus berpegang erat agar tidak jatuh, posisi yang membuat Bella agak canggung justru disukai Jason yang meminta agar Bella tidak perlu sungkan berpegangan pada pinggang nya .


Dari kejauhan mereka akan tampak layaknya pasangan muda mudi yang memiliki ikatan .


Bella merasa nyaman saat menghabiskan waktu bersama Jason. Sering Jason meminta bantuan Bella untuk memilih peralatan gambar mana yang harus dia pilih . Tanpa ragu Jason akan memilih apapun yang Bella sarankan.


Mereka menikmati es krim cone di sebuah taman sambil duduk di sebuah bangku, tampak pemandangan lalu lintas kota yang mulai merambah macet lantaran memasuki jam pulang kantor.


'Sebentar lagi Pak Jovan pasti sampai rumah, aku harus duluan sampai rumah sebelum dia. Bisa ribet urusannya kalau sampai aku pulang telat huft~' batin Bella sambil menikmati es krim.


Setelah menyelesaikan makan es krim, Jason mengantarkan Bella pulang ke alamat rumah yang disebutkan.


Saat sedang menunggui lampu lalu lintas yang saat ini menyala merah, motor yang di naiki Jason dan Bella berhenti tepat di samping sebuah mobil mewah dengan kaca gelap.


Tampak jelas sekali siapa yang duduk bertengger di atas motor bersama pria lain, Jovan yang tanpa sengaja menoleh melihat sang istri berboncengan dengan pria selain dirinya.


'Bella~, sama siapa dia ?' gumam Jovan yang duduk di kursi belakang.

__ADS_1


Setelah lampu menyala hijau, Jovan memerintahkan sang supir untuk mengikuti motor sport berwarna hijau yang barusan melewati mereka.


"Ikuti motor itu , jangan sampai kehilangan jejak !" titah Jovan tegas bercampur was was.


Sang supir menatap sang bos melalui kaca spion lalu menjawab, "Siap tuan."


Tanpa banyak bertanya kenapa sang bos ingin dirinya mengikuti motor sport yang melaju dengan kecepatan sedang menuju ke sebuah lokasi, sang supir tampak fokus mengikuti dengan jarak aman agar tidak ketahuan.


Jalan yang motor itu lewat i bukanlah menuju tempat tinggal Bella dan Jovan melainkan menuju ke rumah milik Bella.


Setelah tiba di alamat yang sesuai, Jason dan Bella tampak saling melempar senyum sambil turun dari motor dan menyerah kan helm, kemudian Bella melambaikan tangan perpisahan.


Sebelum nya Bella menolak secara halus saat Jason ingin mengantar sampai depan pintu dengan alasan hari sudah terlalu sore dan tidak enak dilihat tetangga.


Setelah motor Jason melaju meninggalkan rumah Bella, tampak Bella menghela nafasnya panjang.


Tidak boleh ada seorang pun yang tahu jika dirinya tinggal serumah dengan Jovan, pernikahan yang benar benar dirahasiakan demi kenyamanan Bella di lingkungan kampus.


Dengan langkah cepat Bella membalik badan hendak berjalan menuju ke arah rumah tinggal nya bersama Jovan yang jika jalan kaki maka akan memakan waktu sekitar lima belas menit.


Bella harus bergegas agar bisa sampai duluan sebelum Jovan, langkah kaki Bella melangkah lebar sedikit berlari. Beberapa kali suara klakson mobil terdengar berisik mengikuti Bella yang enggan menoleh.


Tin~ Tin~ !!


Tin~ Tin~ !!


Semakin lama suara klakson mobil terasa menganggu membuat Bella kesal lalu menoleh ke arah sumber suara dan ternyata, "~eh"

__ADS_1


__ADS_2