Istri Cupu Dosen Tampan

Istri Cupu Dosen Tampan
BAB 22 KE VILLA


__ADS_3

Keesokan harinya,


"Apa kamu yakin ingin ke kampus ? Kamu bisa menitipkan tugas itu padaku , hari ini saya ada pertemuan rutin dengan para dosen."ucap Jovan kala Bella ngeyel ingin pergi ke kampus untuk mengumpulkan tugas.


"Saya baik baik saja dan bisa mengatasi hal ini pak, setelah mengumpulkan tugas saya akan langsung pulang jadi bapak gak perlu khawatir. Saya pasti baik baik saja." Bella segera menyelesaikan sarapannya lalu kembali ke dalam kamar untuk mengambil sebuah tas ransel berisi tugas yang akan dia kumpulkan hari ini.


Meskipun mengambil kuliah daring namun dari kampus tetap ada beberapa tugas yang harus di kumpulkan sehingga secara langsung, sehingga si murid harus hadir di kampus sesuai hari dan jam yang ditentukan oleh dosen pembimbing.


Jovan tidak bisa memaksa jika Bella berkeinginan seperti itu, setelah selesai sarapan keduanya bertolak ke kampus bersama dan seperti biasa juga Bella akan minta di turunkan beberapa meter jauh dari area gedung fakultas.


Bella awalnya merasa canggung saat kakinya melangkah masuk ke pelataran gedung fakultas. Hal ini lantaran dirinya baru muncul setelah sekian bulan mengambil kuliah online.


Entah kenapa saat ini justru Bella merasa jika teman teman kampus nya tampak bersikap normal dan wajar padanya meski tetap saja mereka tidak mengakrabkan diri.


"Baguslah, tidak ada satu pun dari mereka yang menatapku dengan pandangan aneh atau merendahkan." gumam Bella pelan sambil melangkah menuju ke ruangan dosen yang di maksud.


Segera setelah mengumpulkan tugas di ruangan salah satu dosen, Bella segera kembali melangkahkan kaki hendak mampir ke perpustakaan lalu keluar dari area kampus dan ingin langsung pulang ke rumah .


Tidak bisa dipungkiri meskipun Bella bisa mengatasi situasi di luar seperti saat ini namun tempat ternyaman adalah di dalam kamar.


Saat Bella sedang berjalan melewati sebuah koridor, tidak sengaja Bella bertubrukan dengan seseorang,


BRUGH ~


"Ups maaf, aku gak sengaja." ucap Bella sopan.


"I am fine, aku yang gak lihat jalan tadi maaf~" ucap seorang pria yang kemudian mengulurkan tangan meminta maaf.


Bella merasa tidak asing dengan pria tersebut tapi dia sendiri juga tidak tahu siapa,


"Aku James, James Scot." pria itu memperkenalkan diri dan tentu saja Bella memperkenalkan balik dirinya.


"Bella Anderson, panggil saja Bella." senyum manis yang di tampilkan Bella membuat James meleleh.

__ADS_1


Manis sekali..


Setelah meminta maaf dan berkenalan keduanya berpisah, Bella ingin ke perpustakaan untuk mengembalikan buku buku yang sempat dia pinjam dulu sebelum terjadi kasus pelecehan.


Sedangkan James diam diam terus menatap setiap pergerakan Bella sampai menghilang dari pandangan.


"Bella my girl, kamu terlihat semakin cantik~" ucap James yang memang diam diam mengagumi Bella.


Bella segera meninggalkan kampus saat sudah selesai mengembalikan buku dengan membayar denda karena sudah lebih dari tempo yang seharusnya.


Beberapa kali ponselnya berdering dan Bella melihat siapa nama yang tertera pada layar.


"Pak Jovan ?" Bella mengkerut kan keningnya saat ponsel kembali berdering hingga dalam waktu kurang dari tiga detik mereka sudah tersambung ke dalam panggilan suara.


Jovan sengaja menelpon Bella karena ada hal penting yang harus mereka bicarakan.


"Saya menunggu di tempat yang biasa, segera kemari oke ?" tanya Jovan diujung sambungan.


Bella mematikan panggilan usai menjawab, "Iya".


"Kita akan kemana pak ?" tanya Bella.


"Orang tua saya menelepon saat kita masih di kampus tadi. Mereka menginginkan kita datang ke villa yang sudah mereka siapkan untuk acara nanti malam." jawab Jovan sambil tetap fokus mengemudi.


"Acara ? Acara apa memang nya pak ? " tanya Bella lagi karena masih belum mengerti.


"Keluarga dari adik ibuku baru tiba dari Rusia dan mereka ingin mengadakan pesta makan malam keluarga, sekaligus ingin bertemu denganmu Bella. Mereka tidak bisa hadir saat acara pernikahan, makanya Ibuku memutuskan untuk mengadakan acara di villa keluarga." lanjut Jovan.


"Oh begitu, baiklah." jawaban Bella mengatakan jika dirinya akan siap kembali berakting menjadi istri penyayang penuh cinta .


Perjalanan ke Villa yang berada di wilayah puncak memakan waktu hampir tiga setengah jam. Bella dan Jovan beberapa kali istirahat untuk makan dan ke toilet.


Sampai ke Villa yang di tuju hari sudah sore, Jovan dan Bella masuk ke dalam untuk menyapa para keluarga besar yang sedang berkumpul di ruang tengah.

__ADS_1


Bella melingkarkan tangannya erat di lengan Jovan dan begitu juga Jovan yang terus memasang senyum bahagia sebagai pasangan pengantin baru yang ditunggu tunggu.


Keluarga dari paman Joseph tampak ramah terhadap Bella kecuali satu, salah satu sepupu Jovan tampak menatap tidak suka ke arah Bella yang saat ini duduk di tengah kedua orang tua nya dan orang tua sepupunya Jovan.


"Aku merasa dia tidak pantas untuk Jovan deh." ucap Josh sang sepupu kepada adiknya Reina.


"Apa yang kamu katakan Josh ,mereka tampak serasi dan lihatlah senyum bahagia itu. Tolong buang pikiran jelek mu itu dan sebaiknya kita bergabung dengan mereka, ayo." ucap Reina yang lebih muda empat tahun dari Josh.


Sesekali tatapan mata Bella dan Josh bertumpu, ada kesan yang sangat dingin dan tidak ramah ditunjukkan oleh Josh saat Bella melempar senyum manis padanya.


"Aku tahu menantuku ini sangat manis dan menggemaskan, tapi biarkan mereka berdua istirahat dulu di kamar agar nanti malam bisa ikut berpesta sampai pagi." ucap Mommy Merry yang meminta keluarga sang adik untuk mengijinkan Bella dan Jovan ke kamar.


"Ayo baby, kamu pasti lelah bukan, " ucap Jovan terdengar manis sambil menarik pelan tubuh Bella ke dalam dekapannya.


"Mom, dad, uncle , aunty dan yang lainnya, kami ke kamar dulu ya. Sampai bertemu nanti malam." Bella melambaikan tangannya manis sekali lalu melempar senyum dengan tatapan hangat kearah sang suami.


Bella dan Jovan meninggalkan ruang tengah dan bertolak menuju kamar yang disiapkan untuk mereka di lantai atas.


Cih~ batin Josh tidak suka.


Setibanya di dalam kamar, Bella menutup pintu lalu menguncinya sambil menghela nafas panjang "Huft~".


Jovan sendiri hanya terkekeh kecil melihat ekspresi Bella yang seperti lega usai membuang beban akting yang sempurna.


"Kemampuan aktingmu selalu sempurna Bella, saya rasa mungkin kita bakal jatuh cinta beneran kalau terus akting seperti tadi." ucapan Jovan yang membuat Bella hanya mendengus kesal.


"Energi saya terkuras habis pak, bangunkan saya satu jam dari sekarang oke." Bella langsung melangkahkan ke arah kasur dan membaringkan tubuhnya begitu saja.


Brukk~ nyaman sekali kasur ini.


"Well, tidurlah saya gak akan ganggu kamu." ucap Jovan yang hanya menggeleng pelan melihat Bella langsung memejamkan mata dengan nafas yang mulai teratur ,


Entah kenapa Jovan suka sekali dengan sikap Bella yang apa adanya. Di saat berdua di dalam kamar pun sudah tidak canggung seperti dulu karena sesuai kesepakatan mereka tidak akan melakukan hubungan suami istri selama perjanjian pernikahan.

__ADS_1


"Benar benar menggemaskan." ucap Jovan lirih saat mendengar suara dengkuran halus dari atas ranjang .


__ADS_2